
Karena kelelahan, sepasang suami istri alias pengantin baru itupun tertidur di kamar yang terpisah di waktu siang menjelang sore hari yang indah ini.
Aulia terbangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya saat dia melihat jam yang menggantung di dinding menunjukkan pukul 5 sore.
"Astagfirullah, lama banget bobokku" Aulia berdiri kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Setelah mandi dengan cepat Aulia segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim untuk sholat Ashar yang sebenarnya sudah sangat terlambat karena tertidur terlalu lama.
Setelah itu Aulia keluar kamar berniat untuk membangunkan Arka yang kemungkinan juga masih tertidur. Tapi sesampainya di kamar Arka yang sedikit terbuka. Aulia segera memegang handel pintu berniat mau membuka pintu kamar Arka. Namun belum juga gadis itu membukanya. Di sudut ruang nampak suaminya itu sedang melakukan ibadah. Sepertinya suaminya juga terlambat bangun.
Akhirnya, Aulia memutuskan untuk ke dapur saja. Membantu bibi yang sedang menyiapkan makan malam mereka. Karena sang mama yang biasanya memasak sendiri baru akan pulang setelah makan malam dengan papa di rumah sakit.
"Masak apa bi?" Sapa Aulia begitu sampai di dapur dan mendapati bi Yah.
"Eh non, ini bibi mau masak ayam kecap sama cah kangkung" jawab bibi sambil tersenyum melihat Aulia.
"Auli bisa bantu apa bi?"
"Biar bibi aja yang kerjain non, non istirahat aja" ucap bibi tak enak hati kalau harus menyuruh istri majikannya untuk membantunya.
"Gapapa bi, kan biasanya juga mama yang masak, lagian Auli kan cuma bantuin bibi, ayolah bi, Auli mau belajar jadi istri yang baik bi" Aulia tetap memaksa agar diijinkan membantu memasak.
"Baiklah kalau non Auli memaksa, biar bibi buat bumbunya , tolong non potong-potong dan bersihkan kangkungnya ya" ucap bibi beralih membuat bumbu untuk lalu memasak ayam kecap terlebih dulu.
"Iya bi" ucap gadis itu singkat.
"Oh iya non, bibi hampir lupa, ehm selamat ya non atas pernikahannya, bibi do'akan semoga non Aulu sama d3n Arka bahagia, langgeng sampai kakek nenek" do'a bi Yah tulus membuat Aulia tersentuh.
"Aamiin" jawaban kompak dari Aulia juga Arka yang baru saja masuk ke dapur.
Mendengar ada suara lain yang mengaminkan do'a bik Yah. Secara otomatis Aulia dan bik Yah pun menoleh ke sumber suara yang beradal dari pintu masuk dapur.
__ADS_1
"Eh den Arka" ucap bi Yah tersenyum.
"Kakak, sejak kapan kakak di situ?" Tanya Aulia karena tak mengetahui kedatangan suaminya.
"Sejak kamu maksa bibi biar dibolehin masak" jawab Arka tersenyum dan melangkah masuk mendekati sang istri.
"Habisnya Auli bingung mau ngapain kak, yaudah ke dapur aja" jawab Aulia terdengar manja di telinga Arka.
"Dasar" Arka mencubit manja hidung Aulia yang mungil tapi tidak pesek juga tidak mancung.
"Bi, nanti cah kangkungnya biar Auli aja ya yang masak, Ar kangen masakan Auli" ucap Arka memberi tahu sang bibi.
"Ehm" suara bibi terdengar ragu.
"Tenang aja bi, istri Ar pintar masak kok" jawab Arka mantab, membuat yang dipuji langsung merona pipinya.
"Ga pinter juga sih bi, cuma sekedar bisa aja kok" jawab Aulia merendah.
"Baiklah den, maaf bibi ga tahu kalau ternyata non Aulia pintar masak, kalau tahu gitu bibi tadi ga usah debat, hehe" ucap bibi yang merasa malu telah meragukan kemampuan masak Aulia.
"Santai aja bi, jadi kalau sekarang mama pergi biar Aulia aja yang masak, nanti bibi bisa bantu aja biar Auli ga terlalu capek, tapi kalau Auli ga lagi sibuk sama urusan sekolahnya ya bi"
"Beres den, siap kalau bibi ma" ucap bibi dengan sikap hormat membuat ketiganya tertawa bersama.
Tak terasa makan malam pun terlah selesai dimasak. Setelah menyiapkan di meja makan. Aulia dan Arka kembali ke kamarnya untuk melakuka Sholat magrib.
"Yang kamu ambil mekenanya, sholatnya di kamar kakak aja kita jamaah" ucap Arka begitu keduanya sampai di lantai atas.
"Iya kak, bentar ya, Auli sakalian wudhu di kamar aja" jawab Aulia kemudian berlalu masuk ke kamarnya.
"Sip, kakak tunggu ya" jawab Arka yang juga langsung masuk ke kamarnya dan membiarkan pintu kamarnya terbuka agar Aulia bisa langsung masuk tanpa mengetuk pintu seperti yang biasa dilakukan dulu saat Aulia ada keperluan ke kamar Arka.
__ADS_1
Tak lama kemudian Aulia masuk ke kamar Arka sudah lengkap dengan mukena yang dipakai dari kamarnya serta membawa sajadah. Ternyata di dalam kamar Arka sudah siap menunggunya dengan duduk di atas sajadahnya yang sudah dibentangkan di atas karpet.
"Maaf kak lama ya?" Tanya Aulia saat mendekati suaminya.
"Sudah siap?" Tanpa menjawab Arka justru balik bertanya.
"Udah" jawab sang istri singkat. Kemudian keduanya melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Setelah selesai sholat dan berdo'a. Aulia menyalami dan mencium punggung tangan Arka. Kemudian Arka membalas dengan mendo'akan Aulia lalu meniupkan ke kening Aulia kemudian diciumnya dalam-dalam kening sang istri.
Aulia terharu mendapati sikap sang suami terhadapnya. Meskipun menurut Aulia belum ada cinta dari hati keduanya tapi perlakuan Arka sunggu membuatnya tersanjung dan merasa dicintai. Ya selama ini memang sauminya belum pernah mengungkapkan perasaannya pada Aulia.
Selesai dengan kewajibannya. Arka meminta Aulia meninggalkan mukenanya di kamar Arka. Karena Arka mau nanti bisa jamaah lagi. Aulia pun menuruti permintaan suaminya.
Kini keduanya keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan. Tanpa menunggu sang mama yang sudah berencana makan malam di rumah sakit. Keduanya memulai makan hanya berdua.
Seperti biasa Aulia selalu mengambilkan nasi beserta lauk pauk buat Arka. Juga menuangkan air putih di gelas lalu meletakkan di dekat piring suaminya. Kemudian baru mengambil makan untuk dirinya sendiri.
Keduanya nampak menikmati makan malam mereka yang biasanya dilakukan setelah sholat Isya. Tapi karena sudah lapar dan mereka hanya berdua. Jadi tak perlu menunggu sampai nanti.
Setelah selesai makan. Aulia segera membereskan meja makan. Lalu mencuci piring juga gelas bekas mereka. Sedangkan dengan setia Arka menunggu sang istri di meja makan.
"Ke kamar aja yuk Yang, bentar lagi Isya, nunggu di kamar aja" ajak Arka begitu istrinya selesai dengan kesibukannya di dapur.
Aulia hanya manjawab dengan mengangguk. Kemudian sepasang suami istri baru itu berjalan beriringan menuju kamar.
Setelah selesai menjalankan kewajibannya untuk sholat Isya. Keduanya pun menuju ke ruang keluarga untuk menunggu sang mama yang mungkin juga masih di rumah sakit, karena pak Tono pun belum lama menginggalkan rumah untuk menjemput sang mama.
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1