KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.110. Panggil Mas aja


__ADS_3

Siang harinya tepat jam 14.30, mata kuliah Arka pun selesai, setelah sang dosen menutup kelasnya semua mahasiswa pun berhambur keluar. Begitu pun dengan Arka. Setelah keluar dari kelasnya, Arka segera berjalan melewati koridor menuju ke tempat parkiran dimana mobilnya terparkir.


"Arka," Saat tiba di parkiran lebih tepatnya di saat hendak membuka mobilnya, terdengar suara yang memanggil namanya yang membuat Arka menoleh ke sumber suara.


"Eh, Dew, kenapa?" Tanya Arka pada sahabatnya itu.


"Buru-buru amat mau kemana?" Bukamnya menjawab Dewa justru malah bertanya.


"Mau jemput Auli, kenapa?" Tanya Arka heran, karena sejak mereka disibukkan dengan urusan kuliah masing-masing mereka jarang ketemu di kam0us, kalaupun ada perlu tau pengen ketemu pasti akan saling berkunjung atau janjian ketemu di kantor ataupun caffe.


"Oh yaudah sana kasian tar Auli nungguin lagi," jawab Vitria yang juga bersama Dewa.


"Ih kok yaudah sih Beib," protes Dewa pada sang pacar.


"Kan aku dah bilang Beib, mending nanti aja kita ke rumah mereka," ucap Vitra meyakinkan sang pacar yang protes padanya.


"Kalian kenapa sih malah berantem sendiri, kalau ada yang mau disampaikan buruan, kasian Auli nungguin lama," ucap Arka menghentikan perdebatan sepasang kekasih di depannya itu.


"Ya udah deh Ar, tar malam aja kita ke rumah, kalian gak ada rencana pergi kan nanti malam?" Tanya Dewa akhirnya.


"Iya datang aja tar malam kami di rumah, termasuk Mama Papa," jawab Arka.


Kedua sahabat Arka ini memang sudah tahu status pernikahan antara Arka dan Aulia sejak mereka lulus sekolah. Arka langsung memberi tahu kepada kedua sahabatnya karena tak mau menyembunyikan dari kedua sahabat setianya itu. Karena akan berakibat tidak baik pada hubungan persahabatan mereka kalau sampai Dewa dan Vitria mendengar berita ini dari orang lain. Maka dari itu dengan persetujuan Aulia juga Mama Papanya akhirnya Arka menceritakan kepada sahabatnya itu.


"Ya udah kalau begitu tar sampaikan ke Tante Rita sama Auli buat masak yang enak, tar malam kita numpang makan malam di rumah, ha ha," ucap Dewa terkekeh dengan ucapannya sendiri.


"Ar dengerin aku, jangan menoleh langsung masuk mobil dan pergi, di belakangmu ada mak lampir,"ucap Vitria begitu melihat temannya satu fakultas yang menaruh hati pada Arka. Bahkan nama mak lampir itu juga Arka yang menjuluki karena dia tak mau mengetahui nama gadis itu.


"Baiklah aku pergi dulu, jangan lupa nanti malam, Assalamualaikum," ucap Arka yang langsung masuk ke mobil lalu melajukan mobilnya setelah berpamitan dengan kedua sahabatnya itu.


"Waalaikumsalam," sepasang kekasih itu tetap menjawab salam dari sahabatnya meski tahu Arka tak mungkin mendengarnya lagi karena sudah menjauh meninggalkan keduanya di tempat parkir.


"Hai Vit, itu tadi bebeb Arka ya, kok gak nungguin aku sih," dengan percaya dirinya seorang gadis yang mendapat julukan mak lampir dari Arka itu berucap.


"Eh emang kamu siapanya Arka sampai dia harus nunggui kamu, kenal juga enggak," sewot ucapan Dewa membuat gadis itu mendengus.


"Vit, pedes banget sih mulut pacar kamu, bikin panas telinga aja," ucap gadis itu kesal.

__ADS_1


"Sana jauh-jauh kalau panas gak usah deketin pacar ku apalagi cuma buat cari perhatian Arka, ayo Beib" ucap Dewa kemudian menarik lembut tangan Vitria meninggalkan gadis yang sedang kesal padanya itu.


"Duluan ya Far," pamit Vitria sebelum ditarik oleh Dewa.


"Iya, kasih tahu pacar kamu jangan galak kalau sama Farah," ucap gadis mak lampir itu yang ternyata bernama Farah. Ya ampun namanya cantik gitu si Arka main kasih julukan mak lampir lagi. Tak mempedulikan Vitria yang sudah tak merwspon ucapannya, gadis yang bernama Farah itu langsung meninggalkan parkiran tempatnya berdiri.


Di waktu yang sama di sekolah Aulia.


Seperti yang sudah disepakati dengan Arka tadi pagi bahwa sebelum Arka sampai di gerbang sekolah, Aulia harus menunggu di area sekolah. Gadis itu memilih menunggu di lapangan basket dimana adik-adk kelasnya sedang latihan basket seperti biasanya sepulang sekokah. Tak lama ponselnya bergetar lama tanda ada panggilan masuk. Tanpa menunggu lama Aulia segera meraih lalu menerima panggilan telpon yang tak lain dari sang kekasih hati. Lalu mengucapkan salam yang juga dibalas dari seberang sana.


"Oh kaka udah di depan?" Tanya Aulia setelah mendengar Arka telah di depan gerbang sekolah.


"Iya Yang, kakak udah sampai," jawab Arka.


"Ya udah Auli langsung ke depan kak, tunggu bentar, Auli matikan telponnya ya," tanpa menunggu jawaban dari Arka, Aulia segera mematikan sambungan telponnya dan memasukkan ke dalam tas kemudia beranjak keluar dari sekolah.


"Maaf kak, lama ya," ucap Aulia begitu masuk ke dalam mobil sang suami.


"Kamu nunggu dimana tadi Yang?"tanya Arka tersenyum tanpa menjawab permintaan maaf sang istri.


"Bagus kakak jadi tenang dengernya, jadi kamu gak bosan nungguin kakak jemput,"ucap Arka lega. Kemudian melajukan mobilnya.


"Lain kali kalau yang jemput pak Tono juga tunggu di dalam ya, biar nanti pak Tono telon kalau udah sampai di sini," lanjutnya khawatir.


"Iya Sayaang," ucap Aulia tersenyum.


"Kamu bilang apa Yang?" Ucap Arka antusias.


"Bilang apa? Bilang iya kan?" Jawab Aulia pura-pura tak tahu yang dimaksud oleh Arka.


"Bukan Yang, kamu bilang 'iya Sayang', gitu, coba di ulang kakak mau denger lagi," pinta Arka yang terlalu bahagia.


"Kakak iiih, gak mau ah, malu," rengek Aulia dengan muka yang sudah semerah tomat.


"Kamu Yang, senengin hati suami tu dapat pahala loh, kok malu sih, lagian kamu sama suami panggilnya kakak, kayak kakak adik aja kan kalau di dengar orang," protes Arka begitu Aulia tak mau memanggilnya Sayang lagi.


"Lah emang dari dulu manggilnya kakak kan? Emang mau dipanggil apa?" Tanya Aulia heran.

__ADS_1


"Ya panggil Sayang kek atau apa gitu selain kak," ucap Arka.


"Ehhm, atau panggil Mas aja Yang, kayanya lebih gimana gitu," lanjut Arka sembari melirik ekspresi Aulia.


"Ih gak mau ah panggil Mas," kekeh Aulia tak mau.


"Gak mau panggil apa Yang?" Tanya Arka.


"Mas,"jawab Aulia singkat.


"Iya Sayang ada apa, hemm," ucap Arka tersenyum puas berhasil menjahili Aulia.


"Kok ada apa sih, tadi kan kakak tanya Auli gak mau panggil apa, ya udah Auli jawab Mas," jawan Aulia menjelaskan maksud ucapannya tadi karena belum menyadari kalau ternyata Arka menjahilinya agar bisa memanggilnya dengan sebutan mas.


"Iya Sayang ada apa sih panggil terus, seneng ya makanya manggil mas terus," lagi-lagi Arka menggoda sang istri.


"Ya ampun kakak ish, jahil banget sih," protes Aulia menyadari telah dijahili sang suami.


"Kok kakak lagi sih, udah bagus tadi panggil mas," ucap Arka enteng.


"Gak biasa kak," jawab Aulia.


"Ya makanya dibiasain dong, ya ya," rayu Arka lagi.


"Mas gak pernah minta apa-apa dari kamu lo Yang, masa cuma minta dipanggil mas aja kamu gak mau sih," ucap Arka dibuat sedih.


"Eh jangan sedih dong kak, eh Mas, iya iya Auli belajar panggilnya Mas deh, tapi kalau di depan orang lain masih malu, gak papa kan kalau kita pas lagi berdua dulu manggil Mas nya" ucap Aulia tak enak hati, iya benar selama menikah Arka memang tak pernah meminta apa-apa darinya. Bahkan menuntut haknya swbagai suami pun tidak. Ya sekarang Aulia sudah tahu apa hak sang suami yang harus dipenuhinya. Kemarin saat menginap di rumah Ayah Bunda, Aulia di nasehasi banyak hal oleh sang bunda termasuk hal satu itu.


"Iya mas gak nuntut kamu kok Sayang, kamu mau berusaha aja mas udah senenag baget," jawab Arka yang sudah menyebut dirinya Mas sejak tadi.


○●●●○


Bersambung.....


⚘⚘⚘⚘⚘⚘


@rahmahpratiwi85

__ADS_1


__ADS_2