KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.125. Malam Pertama


__ADS_3

Saat ini Arka dan Aulia sedang berada di kamar pengantin. Kamar yang bernuansa romantis layaknya kamar pengantin yang lainnya. Berhiaskan bunga bungan dan juga lilin aroma therapi yang membuat rileks saat mencium aromanya.


"Sayang, bagus banget kamarnya, Mas ngerasa jadi pengantin baru nih," ucap Arka sembari melihat sekeliling kamar.


"Eh tapi emang pengantin baru sih, ya kan Sayang?" Lanjutnya sembari memeluk sang istri dari belakang.


"Baru dirayain dan...," ucap Arka menggantung. Tapi dengan cepat Aulia menyambungnya.


"Mas mandi dulu aja, Auli mau bersihin make up dulu, mau disiapin airnya gak?" Tanya Aulia mencoba bersikap biasa aja untuk menutupi kegugupannya.


"Gak usah disiapin Yang, Mas bisa sendiri kok, kamu bersihin make up aja," jawab Arka tersenyum, Arka mengerti bahwa sekarang sang istri pasti merasakan gugup.


"Baiklah," jawab Aulia masih dengan senyumannya.


"Mas mandi dulu ya, cup cup," ucap Arka sebelum masuk ke kamar mandi dan meninggalkan kecupan mesra di kening dan bibir sang istri. Meskipun sekilas namun sukses membuat jantung Aulia berdebar kencang. Bahkan sudah dipastikan pipinya sekarang pasti sudah merona karena jelas pipinya terasa panas gara-gara perlakuan sang suami barusan.


Setelah menormalkan detak jantungnya, Aulia segera membersihkan make up yang dirasannya seperti semakin tebal saja. Setelah selesai dengan urusan make up Aulia segera beralih untuk melepas jepit pada rambutnya yang dibuat sanggup modern yang minimalis namun elegan.


Ceklek


Mendengar pintu kamar mandi membuat Aulia spontan menoleh dan mendapati sang suami hanya berbalut handuk yang melingkar di pinggangnya. Hal itu membuat Aulia merasakan semakin gugup hingga semakin kesusahan saat akan melepas satu perasaru jepit rambutnya. Melihat sang istri kesusahan melepas jepitan rambutnya, Arka mendekat mencoba untuk membantu.


"Mas bantuin ya," ucapnya begitu sampai di belakang sang istri yang sedang duduk di depan meja rias.


"Eh, i iya Mas susah banget nih, mana jepitannya banyak lagi," jawab Aulia menggerutu untuk menutupi kegugupannya yang justru membuat Arka semakin gemas dengan istri kecilnya itu.


"Selesai, udah kamu mandi dulu sana Yang biar segeran," ucap Arka setelah mencabut jepit rbut yang terakhir.


"Ok Mas, makasih ya," jawab Aulia tersenyum sembari berdiri menuju koper untuk mengambil baju tidurnya juga mengambilkan baju tidur untuk sang suami yang berupa boxer serta kaos oblong tentu saja lengkap sama **********.


"Ini Mas bajunya, Auli mandi dulu ya," ucap Aulia sebelum berlalu masuk ke kamar mandi.


"Makasih Yang," jawab Arka tersenyum.


Tak lama Aulia keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidur yang bukan berupa setelan celana dan atasan seperti biasa Aulia pakai, tapi saat ini Aulia memakai baju tidur terusan selulut berbahan lembut yang jatuh menempel di tubuhnya tanpa lengan pula. Tentu saja itu semua atas saran sang Mama mertua. Sebenarnya Mama Rita kemarin memberikan lingeria tapi Aulia menolaknya dengan alasan masih malu, jadi Mama Rita menyetujui dan meminta Aulia untuk menyimpannya dan suatu saat nanti mau memakainya. Akhirnya Mama Rita memberi saran memakai baju tidur yang digunakannya saat ini.


Deg... Jantung Arka berdetak lebih cepat saat melihat sang iatri keluar dari kamar mandi dengan penam0ilan barunya. Begitupun dengan Aulia yang tak kalah deg degan karena tatapan sang suami yang mendambanya.


"Udah selesai Yang, sini," ucap Arka setelah bisa menguasai diri dari rasa terkejut sekaligus terpesona dengan penampilan sang istri saat ini.


"Eh i iya Mas, A Aulia ma u pa kai lotion sama keringin rambut dulu," ucap Aulia gugup lalu berjalan menuju meja riasnya.

__ADS_1


Setelah sampai di meja riasnya Aulia segera meraih pouch make up sederhananya. Lalu segera memakai skin carenya seperti biasa juga memakai body lotion. Melihatnya Arka segera mendekat lalu mengambil hair drayer untuk membantu mengeringkan rambut Aulia.


Tanpa bertanya, Arka segera melepas handuk yang masih menggulung rambut sang istri hingga membuat jantung Aulia berdetak lebih kencang dari tadi. Aulia begitu gugup dengan apa yang dilakukan oleh sang suami bahkan bukan hanya pipinya yang sudah terasa panas tapi seluruh badannya sudah panas dingin dibuatnya. Tanpa Aulia sadari sebenarnya jantung Arka pun tak kalah berdebarnya dari Aulia. Tapi suaminya itu masih bisa mengendalikannya dengan baik.


"Bawa vitamin rambutnya gak Yang," tanya Arka setelah melepaskan handuk yang menggulung rambut sang istri.


"Eh ba bawa Mas, bentar Auli ambil dulu," ucap Aulia begitu gugup kemudian mencarinya di pouch make upnya.


"Ehm ini Mas," Aulia menyerahkan vitamin rambut pada sang suami setelah menemukannya.


"Dibuka pakai ini Mas," lanjutnya memberikan gunting kecil kepada Arka.


"Oh iya, sini," jawab Arka meraih gunting dari tangan Aulia. Setelahnya Arka segera mengolesi viramin itu ke rambut Aulia dengan lembut sampai merata. Baru kemudian mengeringkannya dengan hair drayer yang telah diambilnya dari koper tadi.


Aulia yang sudah selesai dengan ritualnya pun berusaha menikmati perlakuan sang suami sembari mengatur debaran jantungnya.


"Udah kering Yang, tolong ambilin sisirnya biar Mas yang nyisir rambut kamu," ucap Arka setelah selesai.


"Ehm biar Auli aja Mas," jawab Aulia menolak.


"Mas gak terima penolakan Sayang,"ucap Arka yang membuat Aulia diam dan langsung memberikan sisir yang sudah dipegangnya dari tadi.


"Eh iya Mas," jawab Aulia gugup.


Lalu keduanya pun segera menuju ke tempat ridur.


"Kita tidurnya gimana Mas? Kan sayang kalau bunganya dibuang gitu aja" Tanya Aulia dengan polosnya saat melihat taburan bunga berbentuk love di atas tempat tidur.


"Iya Mas juga pikir sayang kalau dibuang, makanya kita tutupi pakai ini, tadi Mas minta seprai baru ke house keeping," ucap Arka menunjukkan sprei yang masih terlipat rapi. Sebenarnya Arka bisa melakukannya sendiri rapi dia sengaja agar pikiran Auli agak teralihkan dan bisa lebih rileks tak kepikiean soal malam pertama mereka.


"Hati hati Mas, nanti rusak bunganya," ucap Aulia yang sudah melupakan gugupnya.


"Iya, awas jangan sampai terbang terbang bunyanya Yang, nanti bentuknya berubah gak jdi love lagi, ha ha," ucap Arka terkekeh dengan kelakuan konyolnya hanya untuk menghilangkan rasa gugup sang istri.


"Yee, berhasil," ucap Aulia bersorak karena berhasil menutupi taburan bunga dengan baik.


"Seneng banget sih Yang," ucap Arka tersenyum.


"Semoga aja besuk gak berubah bentuk ya Mas," lanjut Aulia yang rak peduli dengan komentar sang suami saking antusiasnya. Seperti mendapatkan dorprise saja.


"Iya, ayo kita tidur," jawab Arka yang lansung menarik sang istri ke dalam dekapannya.

__ADS_1


"Yang," panggik Arka.


"Hemm, iya Mas," jawab Aulia yang sudah memejamkan matanya.


"Kamu udah ngantuk?" Tanya Arka.


"Senbenarnya sih belum Mas, mungkin gara-gara tadi keramas kali ya, makanya masih seger gini ni mata," jawab Aulia dengan polosnya yang membuat Arka tersenyum.


"Kalau belum ngantuk jangan merem dulu dong," ucap Arka.


"Trus ngapain dong?" Tanya Aulia yang belum tahu arah pembicaraan sang suami. Sungguh setelah melakukan hal konyol tadi soal bunga, Aulia lupa dengan kegugupannya yang dirasakan tadi. Bahkan mungkin gadis itu juga lupa kalau malam ini seharusnya mereka menikmati malam pertama seperti yang sudah disepakati dengan sang suami sejak akad nikah mereka dulu.


"Ya ngobrol ngobrol dulu kek, atau apa gitu," lanjut Arka mengkode.


"Emang Mas belum ngantuk juga?" Tanya Aulia.


"Belum," jawab Arka singkat.


"Yang," panggil Arka lagi.


"Hemm, kenapa Mas?" Tanya Aulia.


"I love you," bisik Arka di telinga sang istri sembari menetap lekat mata sang istri. Entah gimana caranya Arka telah berhasil merubah posisinya yang tiba-tiba kini berada di atas Aulia.


"I love you more," jawab Aulia yang juga menatap sang suami meskipun kini debaran jantungnya sudah tak terkendali lagi. Entah kenapa saat ini Aulia bisa menutupi kegugupannya. Mungkin karena dia juga mendengar debaran yang sama dari dalam dada sang suami yang melekat di dadanya.


Entah siapa yang memulai kini bibir mereka telah menyatu. Dengan lembut Arka melum4+ bibir manis sang istri. Semakin lama semakin dalam bahkan tangan Arka pun sudah tak bisa dikondisikan lagi. Aulia hanya bisa menikmati setiap sentuhan sang suami yang membuatnya melayang. Hingga sesekali terdengar lenguhan nikmat keluar dari bibir mungil gadis itu. Meskipun masih dibungkam oleh bibir sang suami.


Arka melepaskan pagutannya saat merasakan kesusahan bernafas. Lalu menatap lekat sang istri kemudian melanjutkan lagi aksinya bahkan leher juga dada sang istri tak luput dari sentuhan lembut bibirnya. Lalu kembali lagi meluma4+ bibir sang istri. Dengan tangan yang masih menyentuh bagian sensitif sang istri. Sentuhan sang suami sungguh membuat Aulia melayang bahkan menginginkan yang lebih.


"Yang apa boleh sekarang?" Tanya Arka yang sudah tak tahan lagi. Dengan tatapan mendambanya membuat sang istri mengangguk karena merasakan dan menginginkan hal yang sama.


Tanpa berpikir panjang Arka segera menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang entah bagaimana caranya sudah tak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh keduanya. Dan akhirnya setelah penantian yang panjang itu kini Arka dan Aulia telah menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.


○●●●○


Bersambung.....


⚘⚘⚘⚘⚘⚘


@rahmahpratiwi85

__ADS_1


__ADS_2