
Setelah acara ucapan juga do'a buat Aulia akhirnya kini mereka pun menyantap makan malam yang terpaksa harus mundur dari waktu normalnya. Namun itu semua tak mempengaruhi kisah bahagia mereka hari ini terkhusus Aulia.
Setelah makan malam mereka masih menikmati kebersamaan yang sangat sulit untuk dilakukan lagi karena kesibukan masing-masing. Entah kapan lagi dan momen seperti apa agar mereka bisa berkumpul seperti ini. Obrolan ringan juga candaan terlontar secara bergantian. Semua terlihat membaur tak mempedulikan perbedaan usia diantara mereka.
Saking bahagianya malam ini, hingga tak sadar Aulia terhanyut dalam lamunannya. Gadis itu melamunkan kebahagiaan demi kebahagian yang ia dapatkan dari keluarga tercintanya. Dari masih bayi hingga sekarang kehidupan gadis itu memang selalu berkecukupan juga dilimpahi dengan kasih sayang. Ayah, Bunda serta kakaknya selalu menyayangi dan memenuhi semua kebutuhan Aulia.
Bahkan sejak Aulia dalam kandungan pun kakek Wisnu selalu memperhatikan kesehatan bunda Risa. Maka saat Aulia lahir Kakek sudah menganggapnya seperti cucunya sendiri. Saat itu kakek sering mengunjungi kediaman keluarga Kusuma. Padahal dulu mereka tinggal di kota yang berbeda. Tiap kakek mengadakan perjalanan bisnis ke daerah tempat tinggal keluarga Ayah Tara, pasti dengan senang hati kakek akan mampir juga menginap di rumah keluarga Kusuma.
Maka dari itu Aulia juga sangat menyayangi kakek kandung dari tunangannya itu seperti kakeknya sendiri. Bahkan ada saat tertentu gadis itu akan bermanja-manja dengan sang kakek.
Perasaan gadis itu campur aduk ada bahagia juga terharu. Ini pertama kalinya Ia mendapatkan surprise di hari bahagianya dari keluarga juga keluarga barunya beserta sahabatnya.
Banyak hal yang telah Ia alami setelah pertunangannya dengan Arka. Laki-laki pilihan orang tuanya itu. Sempat terpikir olehnya. Bahwa setelah pertunangannya dengan laki-laki yang sama sekali belum Ia kenal akan membuat hidupnya jadi tertekan. Jangankan dicintai dianggap ada saja sudah bersyukur itulah yang ada dipikiran gadis itu. Tapi ternyata yang didapatkannya saat ini adalah kebalikan dari bayangan-bayangan menyeramkan. Justru kebahagiaan yang luar biasa lah yang telah ia dapatkan.
Sungguh suatu anugrah terindah dari Allah yang telah didapatkannya. Seandainya saja gadis itu menolak perjodohan itu. Mungkin hidupnya tak akan sebahagia ini. Mungkin juga saat ini tak akan ada acara seperti malam ini.
Makan malam dengan keluarga barunya juga sahabat yang baru dipertemukan saat masuk SMA. Karena selama ini gadis itu belum pernah mempunyai sahabat seperti mereka. Semua hanya teman biasa, tak ada yang bisa sedekat ini. Bahkan sudah sampai seperti saudara sendiri.
Ditatapnya satu persatu orang-orang dalam lamunannya. Hingga membuat gadis itu menciptakan kenangan tersendiri di setiap orangnya. Baik itu dengan Ayah, Bunda, Kakak, Ipar, sahabatnya juga dengan keluarga kakek Wisnu apalagi Arka. Bibir mungilnya melengkung, ya gadis itu tersenyum bahagia dalam lamunannya. Untung saja tak ada satupun yang menyadari bahwa gadis yang sedang berulang tahun itu asyik dengan lamunannya.
Ditengah lamunannya mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan padanya. Gadis itu tersentak kaget ketika gelak tawa seluruh keluarga yang hadir dalam acaranya malam ini memenuhi private room itu. Entah apa yang mereka bicarakan sehingga mereka kompak untuk tertawa bersama.
__ADS_1
Sampai-sampai Auliapun ikut tersenyum meskipun Ia tak tahu menahu pembahasan mereka hingga bisa tertawa bersamaan seperti dikomando saja. Hingga akhirnya suara mama Rita menghentikan gelak tawa di ruangan private itu.
"Oh iya Ar, kamu melupakan sesuatu lo" ucap mama Rita saat mengingat sesuatu.
"Lupa? Emang Ar lupa apa ma?" Tanya laki-laki itu yang memang dia merasa tak melupakan apapun seperti yang mamanya katakan.
"Yang kamu titipkan ke mas Arman tadi" jawab mama masih penuh teka-teki.
"Apa sih ma?" Tanya Arka lagi yang belum bisa mengingatnya dan masih memikirkan apa sesuatu itu.
"Oh, saya tahu Pak, mungkin yang dimaksud Ibu adalah ini" ucap Arman sambil menyerahkan kado yang dititipkan oleh Arka tadi saat sebelum masuk ke ruangan yang sekarang ini mereka tempati. Karena selain kado itu dia gak merasa dirinya dititipi sesuatu hal yang lain oleh Arka.
"Oh iya bener itu mas, makasih ya" jawab Arka sambil menerima kado yang diserahkan oleh calon sekretarisnya itu setelah menyadari bahwa dia belum menyerahkan kado itu pada yang berhak yaitu Aulia. Arman pun hanya menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum.
Secara otomatis mereka semua terdiam sambil memandang ke arah Arka. Menyadari bahwa laki-laki itu sama sekali tak romantis menurut mereka, jadi mereka sangat penasaran dengan bagaimana cara Arka akan menyerahkan kadonya untuk Aulia.
Setelah mendapatkan kadonya. Arka kemudian memutar posisi duduknya menghadap Aulia yang dari tadi duduk di sebelah kirinya.
"Sayang, kakak ga bisa romantis kayak di film-film, kakak cuma mau kasih ini buat kamu, kakak juga gak tahu apakah Auli akan menyukai ini atau tidak, ehm.... maaf sebelumnya kalau ga bisa kasih surprise soal kadonya, malahan dari tadi Auli yang udah pegangin kado ini dari rumah he he" kata Arka yang membuat semua keluarga tersenyum menahan tawa takut menghilangkan momen romantis yang dengan susah payah Arka ciptakan. Meskipun akhirnya sama sekali ga ada romantis-romantisnya.
"Gapapa kak, makasih ya buat kadonya, apapun yang kakak berikan pasti Auli akan suka, kakak gak perlu berusaha buat romantis kaya di film-film. Auli akan lebih nyaman dengan cara kakak sendiri ga perlu meniru orang lain"jawab Aulia panjang lebar.
__ADS_1
"Makasih karena Auli selalu ngertiin kakak... kakak sayang Auli... emmuach" kata Arla kemudian mencium kening Aulia.
"cieee... lumayan romantislah" celetuk Adrian yang membuat semua yang ada disitu tertawa.
"Buka dong kadonya" lanjutnya lagi.
"Iya buka... buka... buka..." kompak semua sambil tepuk tangan.
Aulia lalu melihat ke arah Arka. Gadis itu ga mau kalau lancang membuka kado itu di depan semua orang sebelum bertanya. Mengetahui maksud tatapan dari gadisnya Arka pun mengangguk sambil tersenyum mengijinkan Aulia untuk membukanya di depan keluarga mereka.
"Cantik banget kak...... Auli suka kak" ucap Aulia dengan sorot mata yang berbinar setelah mengetahui isi kado dari Arka. Lalu menatap Arka yang juga masih menatapnya dengam senyuman termanisnya.
\=\=\=\=\=
Kira-kira apa ya kado dari Arka untuk Aulia?
Tunggu di episode selanjutnya yaa...
○●●●○
Makasih masih setia nungguin episode yang ini. Sampai jumpa do episode selanjutnya yaa.
__ADS_1
Makasih juga buat dukungan berupa like, komen juga vote dari kalian. Semoga semua masukan dari kalian bisa membuatku semangat untuk belajar lagi dan lagi sehingga bisa menghasilkan cerita-cerita lebih baik lagi dan menginspirasi.
Salam hangat buat readers semua🤗🙏