
Saat ini sepasang pasutri muda itu sedang berada di ruang keluarga, setelah makan malam tadi mereka memutuskan untuk bersantai sejenak dan menikmati kebersamaan. Tentunya bersama dengan Mama dan Papa tersayang.
"Kamu udah selesai ujian kan Sayang?" Tanya Papa Tara tentunya ditujukan untuk sang menantu kesayangan, Aulia.
"Alhamdulillah Udah pa,"jawab Aulia tersenyum.
"Terus kapan mulai liburnya?" Giliran Mama Rita yang bertanya.
"Kayaknya sih minggu depan ma," jawab Aulia.
"Kuliah kamu lagi sibuk-sibuknya gak Nak?" Lanjut Mama bertanya kepada Arka.
"Masih Ma, namanya juga masih tahun pertama ma," jawa Arka.
"Emang kenapa sih Ma?" Lanjutnya bertanya balik.
"Engga cuma mau tanya aja kalian gak ada rencana honeymoon gitu pas liburan besuk?" Tanya Mama Rita to the point.
"Ya ampun Ma, yang liburan kan Auli , Arka ma engga Ma, lagian juga kan enggak yang 100% liburnya, kan mesti ngurusi ini itu yang buat kuliah nanti, Ma,"jawab Arka.
"Iya juga ya, kok Mama gak kepikiran soal itu, he he," ucap Mama Rita terkekeh.
"Oh iya kalau mau bahas acara resepsi pernikahan kalian, gimana bisa kan Sayang?" Lanjut Mama Rita bertanya.
"Oh kalau soal itu ma pasti bisa lah Ma, lagian kami ngikut aja gimana baiknya kok, iya kan Sayang?" Jawab Arka antusias serta meminta dukungan sang istri.
"Iya Ma, Pa, kami ikut gimana baiknya menurut Mama Papa sama Ayah Bunda aja kok," jawab Aulia malu-malu.
"Ya tapi kan kalian yang ngejalanin Sayang, jadi harus bilang dong mau konsepnya gimana, gitu," jawab Mama Rita.
"Iya betul kata Mama kalisn, lagian acara inikan sekali seumur hidup, jadi bilang aja kalian pengen konsepnya gimana nanti biar kami sebagai orang tua yang mewujudkan,"lanjut Papa Tara.
"Nah itu maksud Mama," Mama Rita setuju dengan ucapan sang suami.
"Iya Ma, nanti kita diskusi dulu berdua mau konsep seperti apa, kalau udah yakin kita akan langsung bilang ke Mama kok," jawab Arka.
"Baiklah, sebaiknya kalian secepatnya diskusikan ya, Mama tunggu hasilnya," ucap Mama Rita.
"Emangnya kapan rencana resepsinya ya Ma?" Tanya Arka penasaran yang diangguki oleh sang pujaan hati.
"Begitu Aulia lulus aja ya Sayang, kalau bisa sebelum sibuk dengan ospeknya kalian sudah harus resepsi," jawab Papa Tara.
__ADS_1
"Kalian gak masalah kan Sayang?" Tanya Mama Rita.
"Kalau Ar sih lebih cepat lebih baik Ma,"jawab Arka tersenyum.
"Itu sih maunya kamu, biar bisa menjalankan Misi kan?" Ucap Mama Rita menggoda sang putra.
"Ish Mama apaan sih," sewot Arka menjawab yang membuat Mama Rita dan Papa Tara terkekeh dibuatnya.
"Emang misi apaan sih Mas? Kok Auli gak tahu ya?" Tanya Aulia dengan polosnya.
5
"Ehm anu, itu Yang, ehm... bukan, oh iya bukan apa-apa kok Yang, Mama tuh asal ngomong kok iya bener Mama asal ngomong," jawab Arka terbata yang membuat Mama Rita serta Papa Tara menahan tawanya agar sang menantu tak semakin penasaran dibuatnya.
"Oh kirain apa," jawab Aulia singkat, meskipun sebenarnya masih penasaran tapi dia memilih untuk diam dan percaya saja dengan sang suami. Mungkin memang itu rahasia dan dirinya gak harus tahu tentang misi apa yang dimaksud oleh sang suami dan Mama mertuanya.
"Ehm udah malam sebaiknya sekarang kita istirahat saja," ucap Papa Tara menyudahi perbincangan malam ini.
"Iya Pa, ya udah kami ke kamar dulu Ma, Pa," pamit Arka.
"Selamat malam Ma, Pa," lanjut Aulia dan Arka bersamaan.
"Iya Sayang selamat malam," jawab Mama Rita.
Akhirnya Aulia dan Arka pun berlalu meninggalkan ruang keluarga menuju ke kamar mereka. Sampainya di kamar, Arka langusng masuk ke kamar mandi. Sementara Aulia mengambil dan menyiapkan piyama sang suami dan juga piyamanya sendiri yang akan di bawa ke kamar mandi setelah sang suami selesai.
Tak lama, Arka keluar dari kamar mandi dan bergantian denga sang istri yang sekarang masuk ke kamar mandi. Setelah keduanya selesai dengan rutinitas malam sebelum tidurnya. Kini pasangan muda itu pun merebahkan diri di kasur kibg sizenya.
Seperti biasa sebelum benar-benar terlelap tidur keduanya berbincang-bincang mengenai kegiatan keduanya seharian ini. Atau kadang juga membicarakan rencana untuk hari esok.
"Ehm Mas," panggil Aulia.
"Hem, kenapa Sayang?" Tanya Arka menatap dalam sang istri hingga mrmbuat sang istri salah tingkah dibuatnya.
"Gapapa kok, gak jadi," jawab Aulia gugup karena ditatap oleh sang suami.
"Ih kok gak jadi sih, bikin penasaran tau," ucap Arka sok ngambek.
"Ih kok ngambek sih," ucap Aulia terkekeh melihat tingkah sang suami.
"Habisnya kamu gak jadi ngomongnya sih Yang," ucap Arka.
__ADS_1
"Eh itu tadi, soal misi, sebenarnya ada misi apa kak? Soalnya Aulia tadi gak percaya sih kalau Mama cuma asal ngomong aja," akhirnya Aulia memberanikan diri bertanya daripada penasaran.
"Yakin kamu mau tahu Yang?" Tanya Arka sok serius.
"Ya kalau boleh tahu juga sih," jawab Aulia.
"Kalau gak boleh gimana?" Tanya Arka.
"Ehm kalau gak boleh ya udah gapapa kok," jawab Aulia tapi jelas terlihat raut mukanya kecewa.
"Ya sebenarnya sih boleh-boleh aja sih Yang kalau kamu tahu, asal janji jangan marah ya," ucap Arka yang diangguki oleh Aulia.
"Idih semangat bener Yang ngangguknya," ucap Arka terkekeh.
"Besuk aja deh Sayang, Mas takut kamu marah," lanjutnya.
"Enggak marah kok, janji deh," jawab Aulia. Ok kah harus janji gak narah dari pada penasaran fikirnya.
"Misi punya dedek bayi," jawab Arka to the point yang membuat Aulia bingung.
"Maksudnya?" Tanya Aulia menatap sang suami yang sudah ganti posisi jadi mering menghadap ke arahnya dengan satu tangan menopang kepalanya agar lebih tinggi.
"Iya misi kita bikin dedek bayi," jawab Arka menatap dalam sang istri.
Deg
"Ya ampun nyesel aku penasaran dari tadi, kalau tahu jawabnya ini mending gak tahu aja tadi," gerutu Aulia dalam hati.
"Gimana? Mau bantuin Mas melanjutkan misinya?" Tanya Arka yang membuat pipi Aulia merona seketika begitupun detak jantungnya yang sudah tak terkendali lagi. Apalagi posisi mereka yang begitu dekat membuatnya tak bisa berkutik.
"Kok diem Sayang," ucap Arka yang semakin mendekatkan wajahnya. Jemarinya pun telah menyentuh pipi sang istri yang telah merona sejak tadi.
"Eh," ucap Aulia terkaget dengan aksi sang suami.
"Mau ya Sayang, lagian sebentar lagi kamu udah mau lulus," lanjut Arka yang semakin membuat sang istri semakin tegang.
"Tapi Mas, ehpm...," belum selesai bicara bibir mungil gadis yang sudah berstatus sebagai istri itu langsung dibungkan oleh sang suami dengan bibirnya. Awalnya hanya menempel namun kemudian menjadi lebih dari sekedar nempel. Dan kalian udah tahu lah maksudnya apa😄
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
@rahmahpratiwi85