
Sementara di tempat lain. Ternyata kakek Wisnu sedang berada di rumah sakit lebih tepatnya di UGD dan sedang mendapat perawatan tim dokter yang biasa menangani sang kakek
"Ma, Arka telpon papa," ucap papa Tara.
"Trus gimana pa, biarkan aja, jangan diangkat dulu," jawab mama.
"Udah mama tenang aja, ini udah dimatiin tapi nanti kalau telpon lagi baru papa angkat," jawab papa.
"Trus kalau tanya soal papi gimana pa?" Tanya mama Rita khawatir.
"Mama takut kalau mereka akan panik pa," lanjut mama Rita.
"Biar papa yang mikirin soal itu," jawab papa Tara.
"Ini telpon lagi ma, bentar ya," ucapa papa Tara lalu mengangkat telpon dari nomor Arka.
"Assalamualaikum Ar, ada apa telpon papa?" Tanya papa Tara berusaha membuat suaranya senormal mungkin.
"Waalaikumsalam pa, ini Auli pa," jawab Aulia.
"Iya nak ada apa? Ada apa dengan suamimu? Kenapa kamu yang telpon papa?" Tanya papa Tara yang seketika panik terjadi sesuatu dengan sang putra, karena ternyata yang menelponnya buka Arka akan tetapi Aulia.
"Kakak baik-baik saja pa, HP Auli gak ada signal, jadi Auli pakai HP kakak," jawab Aulia.
"Syukurlah nak papa kira kalian ada apa-apa," jawab papa Tara merasa lega.
"Ada apa sayang? Kenapa telpon papa?" Lanjut papa Tara bertanya.
"Tadi Auli telpon kakek sama mama tapi gak diangkat pa, Auli khawatir kalau ada apa-apa sama kakek, jadi Auli telpon papa," jawab Aulia menjelaskan.
"Oh, ini papa lagi di luar Sayang, Auli do'akan saja semoga kakek baik-baik saja ya, nanti begitu papa tahu kabar kakek papa pasti langsung kabari kalian," jawab papa yang gak mungkin berterus terang pada menantunya itu.
"Oh yaudah pa kalau gitu, Auli tunggu kabar dari papa," jawab Aulia.
"Iya Sayang, oh iya nak, suamimu mana? Ada yang mau papa bicarakan."
__ADS_1
"Kakak lagi buka acara makrab pa, nanti Auli sampaikan kalau kakak udah selesai, biar kakak nanti telpon papa lagi," jawab Aulia.
"Baiklah kalau begitu papa tunggu ya Sayang,"
"Iya pa, Assalamualaikum," salam Aulia.
"Waalikumsalam," jawab papa sebelum akhirnya sambungan telpon ditutup.
"Gimana pa?" Tanya mama Rita.
"Auli dari tadi udah coba telpon papi sama mama, tapi gak kalian angkat," jawab papi.
"Oh iya pa ternyata Auli telpon mama, tapi HPnya mama silent jadi ga tahu, ya ampun sampai sebanyak ini Auli mencoba telpon mama pa," ucap mama Rita setelah mengecek ponsel yang baru saja diambilnya dari dalam tas dan terkejut begitu melihat berapa kali sang menantu mencoba menghubunginya.
"Berarti dia begitu mencemaskan papi ma," jawab papa Tara.
"Apa lagi dari perkataannya tadi juga kedengeran sekali kalau Auli sangat mencemaskan papi, meskipun bukan cuvu kandung tapi ternyata ikatan bathin mereka cukup kuat, bahkan sejak Auli masih kecil" lanjutnya.
"Kenapa pa, apa Auli tahu kalau papa drop lagi?" Tanya mama Rita khawatir.
"Entahlah kalau feelingnya ma," jawab papa pelan.
"Tadi Papa sudah menyuruh Aulia supaya Arka nanti langsung menghubungi papa, kita gak mungkin menyembunyikan kondisi papi sampai mereka pulang," ucap papa Tara lesu.
"Iya mama juga ngerti pa, atau papa kirim pak Tono buat jemput mereka saja," usul mama Rita.
"Sebaiknya nanti papa bicarakan dulu dengan Arka," jawab papa.
"kalau begitu sekarang papa hubungi pak Tono dulu biar bisa siap-siap kalau nanti Arka mau dijemput malam ini juga pa," ucap mama Rita.
"Iya ma," jawab papa Tara.
"Kalau memang Arka mau dijemput nanti biar Adrian yang temani pak Tono om," ucap Adrian yang sudah dari tadi masih menemani mama Rita dan papa Tara. Karena ayah Restu baru saja pulang bersama bunda Risa.
"Baiklah kalau itu mau mu nak, papa akan lebih tenang soal Aulia," jaw ab papa.
__ADS_1
Sementara di area bumi perkemahan tempat makrab Aulia dan Arka. Setelah menutup sambungan telpon dengan papa Tara.
"Gimana Ul?" Tanya Sari begitu Aulia menutup sambungan telponnya.
"Papa lagi di luar, katanya nanti mau dikabari lagi," jawab Aulia.
"Tapi perasaanku tetap belum tenang Sar," lanjut Aulia.
"Berdo'a aja Ul, semoga memang tak terjadi apa-apa sama kakek," hibur Sari.
"Aamiin, iya Sar," jawab Aulia.
"Yaudah kita ke sana aja yuk," ajak Sari yang diangguki oleh Aulia. Akhirnya keduanya pun mendekati tempat di adakan acara makrab.
"Hai, darimana aja kok baru datang?" Tanya Ninda saat Aulia dan Sari menghampirinya yang sedang duduk lesehan bersama Mita juga yang lainnya.
"Dari tenda aja, habis telpon rumah," jawab Aulia tersenyum.
"Oh yaudah, sini duduk" jawab Ninda yang juga tersenyum lalu mengajak Aulia dan Sari agar duduk di dekatnya.
"Heboh banget sih ampe teriak-teriak gitu," ucap Sari melihat ke arah rombongan siswi yang berteriak histeris.
"Tau tuh, fans nya kak Arka deh kayaknya," jawab Ninda dengan nada tak suka melihat kehebohan itu.
"Wah Ul sainganmu daun muda tuh, ha ha,"ucap Mita terkekeh. Namun Aulia hanya merespon dengan senyuman. Gadis itu tak berminat membahas hal yang saat ini menurutnya tak penting. Karena yang ada dalam pikirannya saat ini adalah segera mengetahui kabar sang kakek. Terbukti dari sikapnya yang sebentar bentar melihat ponsel yang dipegangnya berharap mendapat telpon dari papa Tara, mama Rita atau bahkan dari sang kakek langsung.
"Kamu kenapa sih Ul? Lagi ada masalah ya?" Tanya Ninda yang menyadari keanehan pada diri sahabatnya itu.
"Gapapa kok Nin, aku cuma lagi kepikiran kakek aja kok," jawab Aulia tersenyum.
"Kamu gak usah khawatir gitu Ul, di rumah kan masih ada mama sama papa kalian, lebih baik kita do'akan semoga kakek baik-baik aja," sahut Mita yang diaminkan kedua sahabatnya yaitu Sari dan Ninda.
"Aamiin, makasih ya, kalian selalu ada disampingku" ucap Aulia. Entah siapa yang memulai keempat sahabat itupun berpelukan.
Arka yang sedang membuka acara makrab menyadari kehadiran Aulia. Laki-laki itu melihat Aulia dan Sari sudah bergabung dengan kedua sahabatnya yaitu Ninda dan Mita. Hingga saat melihat keempat sahabat itu berpelukan nampak tersungging sebuah senyuman tipis di bibirnya. Dalam hatinya senang karena disaat gadisnya bersedih hati ketiga sahabatnya selalu ada disampingnya untuk menghibur. Apalagi saat ini dirinya belum bisa mendampinginya. Jadi setelah selesai membuka acara berniat akan langsung menghampiri gadisnya.
__ADS_1
○●●●○
Bersambung.....