KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.114. Malu malu Meong


__ADS_3

Pagi ini matahari bersinar terang. Setelah mengistirahatkan diri sepanjang malam saatnya pagi ini untuk memulai aktifitas mereka kembali. Semua orang disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Seperti sepasang suami istri muda ini yang tak lain adalah Arka dan Aulia. Pagi ini keduanya sibuk dengan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah untuk Aulia dan berangkat kuliah untuk Arka.


"Sayang, nanti siang jadi pergi ke mall bareng trio kepo?" Tanya Arka pada sang istri yang semalam sudah minta ijin untuk pergi jalan-jalan bersama ketiga sahabatnya yang entah kenapa dijuluki trio kepo oleh Arka. Mungkin karena kejadian sewaktu mereka camping dan ketiga gadis itu kepo dengan cara pacaran kakak kelasnya yang tak lain adalah Dewa dan Vitria. (Ada di episode 81. Ngintip)


"Jadi Mas, ini baru aja Ninda kirim chat buat ingetin Auli biar gak lupa minta ijin sama Mas,"jawab Aulia menoleh sebentar ke arah Arka lalu melanjutkan lagi menyisir rambutnya.


"Ada cowoknya gak, soalnya Mas khawatir kalau cuma kalian berempat," ucap Arka mengkhawatirkan sang istri.


"Ada kok Mas, biasa dimana ada trio kepo pasti ada tiga ajudannya kan, ha ha, jadi Mas gak usah khawatir ya," jawab Aulia terkekeh karena ikut-ikutan sang suami menyebut sahabatnya dengan sebutan trio kepo.


"Brarti nanti yang gak ada pasangannya cuma kamu aja dong Yang?" Tanya Arka yang sudah berdiri di belakang Aulia sembari menatap sang istri dari pantulan cermin meja rias.


"Jaga hati jaga mata lo Yang, kalau ada cowok yang ngajakin kenalan kamu jangan mau, ingat kamu cuma milik Mas," lanjutnya posesif sebelum Aulia menjawab pertanyaannya tadi.


"Iya Masku Sayaang, gak usah khawatir kalau soal itu, pasti istrimu bisa jaga hati dan jaga mata buat suamiku ini," jawab Aulia tersenyum malu-malu mendengar ucapannya sendiri. Gadis itu tak hapis pikir kenapa bisa mengucapkan kata-kata itu.


"Makasih Sayang, cup"ucap Arka kemudian mengecup puncak kepala sang pujaan hati lalu berjalan untuk mengambil tasnya di meja belajar.


"Udah Sayang?" Tanya Arka saat melihat Aulia berjalan ke arah meja belajarnya.


"Iya udah, ayo kita sarapan dulu Mas, pasti Mama sama Papa sudah nungguin," jawab Aulia. Kemudian keduanya pun segera keluar kamar menuju ke meja makan.


"Pagi Ma, Pa," ucap Aulia dan Arka bersamaan.


"Pagi Sayang," jawab Mama Rita dan Papa Tara pun juga terdengar kompak.


"Mama mau kemana udah rapi?" Tanya Arka penasaran melihat sang Mama pagi-pagi sudah berdandan rapi seperti mau pergi.


"Mama mau ikut Papa Ar, kalian gak kenapa-napa kan Mama tinggal?" Bukan Mama yang menjawab melainkan sang Papa yang menjawab pertanyaan Arka tadi.


"Iya Sayang kasihan Papa kalau Mama gak ikut nanti di sana gak ada yang ngurus," sambung Mama Rita.


"Oh, iya gak papa kok Pa, Ma," jawab Arka tersenyum.


"Memangnya mau berapa hari Pa?" Lanjut Arka bertanya.


"Ya lihat kondisi lapangan Ar, kalau dalam rencana sih satu minggu tapi semoga saja bisa lebih cepat," jawab Papa Tara.

__ADS_1


"Semoga semua lancar Pa," ucap Arka.


"Ya, do'akan yang terbaik saja ya," jawab Papa Tara yang diangguki oleh Arka. Kemudian mereka melanjutkan sarapan sampai selesai kemudian saling berpamitan dan berpelukan, Papa Tara dan Mama Rita yang berpamitan keluar kota diantar sopir sedangkan Arka dan Aulia berpamitan menuju ke sekolah juga kampus masing-masing.


Setelah menempuh perjalanan kini mobil Arka sudah berhenti di depan sekolah Aulia.


"Makasih yah Mas, Auli masuk dulu," ucap Aulia begitu mobil berhenti.


"Yang rajin belajarnya ya, bentar lagi udah mau ujian kan?" Pesan dan tanya Arka.


"Iya Mas, do'ain semua lancar ya," pinta Aulia.


"Aamiin, Mas selalu do'ain kamu, semoga cepet lulus daan kita...," ucap Arka menggantung.


"Dan kita?" Tanya Aulia mengerutkan keningnya.


"Ehm itu, eh anu dan kita bisa datu kampus iya satu kampus biar bisa berangkat dan pulang bareng," jawab Arka terbata-bata.


"Oh, iya Mas semoga nanti Auli bisa masuk di kampus yang sama ya, tapi kalau untuk berangkat sama pulang belum tentu bisa bareng terus kan Mas, ya kalau pas jadwal kita sama, kalau gak?" Jawav Aulia dilanjut bertanya.


"Udah bisa dipikir nanti sekarang kamu masuk gi, nantu keburu bel," ucap Arka mrngalihkan pembicaraan yang tadi hanya spontan jadi gak sampai mikir sejauh itu.


"Ya udah Auli masuk ya,"pamit gadis itu sembari mengulurkan tangannya yang di terima Arka kemudian seperi biasa Aulia akan mengecup punggu tangan sang suami dan di balas dengan kecupan singkat di kenongnya oleh Arka. Setelah mengucap salam gadis itupun segera keluar dari mobil dan berlalu meninggalkan sanh suami.


"Untung saja gak keceplosan, nasib-masib punya istri masih polos," gumam Arka sebelum akhirnya melajukan kembali mobilnya membelah jalanan yang semakin ramai untuk segera menuju ke kampus tempatnya menimba ilmu.


Sementara itu Aulia sudah sampai di dalam kelasnya.


"Gimana Ul udah ijin sama kak Arka belum?" Tanya Ninda semangat begitu melihat Aulia mendekati bangku mereka.


"Udah dong," jawab Aulia santai.


"Trus diijinnin kan?" Tanya Ninda lagi.


"Ya iya lah Nin, kalau gak juga pasti tuh muka udah ditekuk," sahut Mita dari mejanya tepat di belakang meja Aulia dan Ninda.


"Iya juga ya, he he," ucap Ninda terkekeh sendiri.

__ADS_1


"Btw ada PR gak sih, aku lupa nih?" Tanya Aulia tiba-tiba.


"Tumben lupa soal PR, ngapain aja kamu di rumah?" Tanya Mita.


"Ya banyak lah," jawab Aulia.


"Pacaran mulu kali sampai lupa PR," celetuk Sari yang sedari tadi diam aja.


"Nih anak dari tadi diem mulu sekalinya ngomong ada benarnya, ha ha," ucap Mita yang membuat Ninda juga Sari terkekeh termasuk dirinya kecuali Aulia yang malah wajahnya ditekuk.


"Iih kalian ini ditanya bukannya jawab malah ngomongin yang lain," sewot Aulia ngambek.


"Idih idih masa calon istri ngambek sih," goda Ninda sembari menoel dagu Aulia yang segera ditepia oleh gadis itu.


"Apaan sih," sewotnya lagi.


"Gak ada PR tuan putri, jadi gak usah ngambek lagi ya," rayu Ninda sembari mengacak puncak kepala Aulia menirukan apa yang sering dilakukan oleh Arka.


"Ninda, rambutku acak-acakan nih," protes Aulia.


"Ya kan biasanya kalau kamu lagi ngambek sama kak Arka selalu digituin udah bisa luluh, makanya aku ikutan,"jawab Ninda.


"Ya beda lah Nin, kalau kak Arka yang gituin tuh bikin deg-degan, tapi kalau kamu yang gituin yang ada cuma bikin rambut berantakan doang," bukan Aulia yang menjawab tapi Mita yang langsung dapat tatapan mata tajam dari Aulia. Tapi bukannya takut malah ketiga sahabat Aulia itu terkekeh melihat respon Aulia yang melotot marah tapi mukanya merah malu malu meong.


"Udah gak cocok melotot gitu, muka merah malu malu meong aja sok-sokan mau marah, ha ha," lanjut Ninda lagi.


"Selamat pagi semua," sambutan seorang guru yang sudah masuk ke dalam kelas membuat Aulia tidak jadi protes aras ucapan sahabatnya tadi.


"Selamat pagi Paak," jawab semua siswa siswi serempak. Dan pelajaran pun di mulai.


○●●●○


Bersambung.....


⚘⚘⚘⚘⚘⚘


@rahmahpratiwi85

__ADS_1


__ADS_2