KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.138. Ke Toko Buku


__ADS_3

Baru juga Aulia melangkahkan kakinya setelah mobil sang suami tak terlihat, ada seseorang yang menyamai langkahnya.


"Hai, tumben sendiri aja, bodyguardnya gak ikut?" Tanya seseorang yang sok akrab padahal Aulia merasa tak mengenalnya.


"Ehm sorry, kamu Aulia kan? kenalkan namaku Donny, sebenarnya kita satu kelas makanya aku tahu namamu, ya mungkin karena kamu sibuk dengan sahabat sahabatmu itu jadi kamu belum sempet lihat aku. Tapi bisa aku pastikan setelah ini kamu akan selalu melihatku," ucap Donny panjang kali lebar dengan penuh percaya diri. Sementara Aulia hanya bisa tersenyum kaku. Bingung kenapa ada orang senarsis dan sepercaya diri seperti orang yang sedang berbicara di sebelahnya.


"Karena kamu udah tahu namaku, aku tinggal dulu ya, udah ditungguin sahabat sahabatku," ucap Aulia dengan penekanan saat mengucapkan kata sahabat.


"Ehm menarik, kita lihat aja nanti, aku pastikan kamu bakal bertekuk lutut mengemis cintaku, Aulia," gumam Donny sepeninggal Aulia.


Sesuai yang sudah direncanakan tadi pagi, Aulia mengajak sahabatnya untuk pergi ke toko buku dan makan siang bersama sembari menunggu jadwal kuliah nanti siang.


"Girls, kalian ada acara gak?" Tanya Aulia mengaeali pembicaraan setelah dosen keluar kelas.


"Kalau aku enggak," jawab Ninda dan Sari lalu pandangan mereka mengarah ke Mita.


"Memang kenapa Ul?" Tanya Mita.


"Mau aku ajakin ke toko buku sekalian makan siang, udah lama juga kita gak jalan bareng kan?" Jaeab sekaligus tanya Aulia.


"Ayo dong Mit, mau yaa," rayu Aulia.


"Raf, mau yaa, anterin kita, pliiiss, kamu tau sendiri kalau Mas Arka pasti gak izinin aku kalau pergi tanpa kalian," lanjutnya merayu Rafi.


"Iya bener tuh, kalau kalian mau nge date kan bisa lain kali, jarang jarng loh sekarang kita bisa pergi formasi lengkap gini," sambung Ninda.


"Iya iya, demi kalian aku siap jadi bodyguard lagi," jawab Rafi yang disambut senang oleh keempat gadis sahabat dari kekasih hatinya, Mita.


"Ehm kamu gak mua ikut Nay? Kok dari tadi diem aja?" Tanya Aulia pada sahabat baru mereka.


"Kalian aja deh, lain kali aja aku ikutnya," jawab Nayla.

__ADS_1


"Emang kamu ada acara Nay?" Tanya Sari.


"Ehm gimana yaa, sebenarnya sih aku mau cari kerja part time, jadi aku gak usah ikut kalian yaa," jawab Nayla.


"Soalnya aku gak mungkin kalau harus mengandalkan kiriman dari orang tuaku buat biaya sehari hari, kalau aku bisa kerja part time kan lumayan bisa meringankan kedua orang tuaku, kalian tahu sendiri kan aku bisa masuk kuliah di sini karena beasiswa," ucap Nayla.


"Iya Nay, gapapa kok, kami dukung kalau kamu mau cari kerja part time," jawab Ninda.


"Iya Nay kita dukung kamu kok," lanjut Aulia, Mita dan Sari.


"Gimana kalau kamu lamar di caffe Mas Arka aja Nay, kayaknya sih lagi cari karyawan baru deh, nanti sekalian aja kita makan siang di sana kalau kamu mau, jadi bisa langsung ketemu sama Manager caffenya," ucap Aulia.


"Beneran ada lowongan Ul? Kalau emang ada sih aku mau, tapi kalau cuma di ada adain buat bantu aku mending enggak deh, aku gak enak sama karyaean yang lain," jawab Nayla tak enak hati. Baru saja berteman tapi keempat sahabat barunya itu selalu baik padanya.


"Beneran Nay, kalau kamu gak percaya kamu bisa cek ke sana pas kita makan siang nanti," jawab Aulia meyakinkan.


"Iya bener tuh Nay, lagian jaraknya juga deket dari kampus, transportnya juga mudah," lanjut Mita.


"Ok deh aku mau, siapa tahu emang rejekiku kerja di sana, makasih ya Ul," ucap Nayla.


"Iya sama sama," jawab Aulia.


"Ok girl, udah selesai ya rapatnya, kalau udah mari kita lets go sekarang," ucap Rafi mengingatkan kelima gadis itu agar segera berangkat dan tidak menghabiskan waktu percuma.


"Lets go," serempak kelima gadis itu menjawab. Dan akhirnya dengan membawa satu mobil yang mereka berangkat ke toko buku langganan gadis gadis cantik itu yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di kota ini.


Begitu sampai, Aulia dan para sahabat segera menuju ke toko buku. Dan tanpa sepengetahuan mereka teenyata ada seseorang yang mengikuti mereka sejak tadi berangkat dari kampus.


Dan di saat sedang serius mencari buku yang diinginkan, Aulia dikujutkan dengan suara seseorang setelah lumayan lama mengikutinya.


"Hai Aulia, wah kebetulan banget kita ketemu bisa di sini? Lagi nyari buku apa nih? Mau aku bantu gak?" Pertanyaan beruntun yang mengaketkan Aulia yang saat itu sedang bersama dengan Ninda. Sementara yang lainnya menyebar mencari buku seauai keinginan masing masing.

__ADS_1


"Oh ada Ninda juga ya? Hai Nin lagi cari buku apa nih?," lanjutnya lagi karena tak mendapat respon dari Aulia selain senyum tipis sebagai ganti jawaban sapaan dari laki laki yang dengan tiba tiba mengejutkannya tadi pagi bahkan saat ini juga.


"Hai juga, ehm kalau gak salah kamu Doni kan?" Jawab Ninda lalu dengam ragu bertanya.


"Iya aku Donni teman sekelas kalian, aku kira kamu bakal gak kenal aku Nin, soalnya ada loh teman sekelas kita yang gak kenal sama aku," ucap Doni antusias karena sahabat dari gadis yang diincarnya mengenalinya, dan juga sembari menyindir Aulia.


"Kalau menurutku wajarlah kalau semua belum kenal, kita kan masih mahasiswa baru Don," jawab Nindi yang tak tahu maksud perkataan Doni yang untuk menyindir Aulia.


"Iya sih he he," ucap Doni canggung.


"Bentar ya aku mau angkat telpon dulu," pamit Aulia lalu meninggalkan Ninda dan Doni tanpa menyebut nama. Dalam hati Aulia bersorak gembira karena sang suami menghubunginya tepat waktu.


"Ya udah Don, kita duluan ya, soalnya kita udah ditungguin yang lain," pamit Ninda setelah kepergian Aulia.


"Ok hati hati Nin," jawab Doni singkat rasanya gak rela harus secepat itu berpisah lagi dengan gadis incarannya. Kalau tahu gini udah dari tadi aja dia menyapa.


"Kita langsung ke cafe aja ya, bentar lagi Mas Arka juga mau otw katanya," ucap Aulia saat sampai di dekat kasir tempat para sahabatnya menunggu.


"Ok siap,"jawab semuanya kompak.


"Ya udah kalian bayar dulu aku tunggu kalian di depan ya, beib tolong bayar sekalian ya bukuku, ini aku tunggu di depan," ucap Rafi sembari menyerahkan dompetnya pada sang kekasih, Mita.


"Ok, makasih ya beib," jawab Mita sumringah.


○●●●○


Bersambung.....


⚘⚘⚘⚘⚘⚘


@rahmahpratiwi85

__ADS_1


__ADS_2