
Setelah beberapa waktu yang lalu Aulia, Arka dan para sahabat menikmati kebersamaan mereka untuk berjalan jalan di mall. Kini tiba saatnya hari dimana Aulia dan semua siswa kelas 12 menghadapi ujian negara.
"Semangat buat ujiannya ya Sayang, Mas do'akan semoga bisa menjawab semua soal-soal ujiannya," ucap Arka menyemangati saat mengantar sang istri berangkat ke sekolah.
"Aamiin, makasih do'anya Mas," jawab Aulia tersenyum.
"Ya udah Auli masuk dulu Mas,"pamitnya sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Jangan lupa berdoa ya Sayang," ucap Arka mengingatkan sembari memberikan tangannya yang langsung dicium oleh Aulia. Saat Aulia hendak melepaskan tangannya justru ditarik oleh Arka, sehingga posisi Aulia sekarang berada lebih dekat dengannya.
Cup
"Biar lebih semangat ujiannya," ucap Arka tersenyum setelah mencium kening sang istri dengan mesranya.
"Iya kak, Assalamualaikum," jawab Aulia tersenyum lalu buru-buru turun dari mobil dengan hati yang berbunga-bunga serta jantung yang berdebar, dan sudah dipastikan wajahnya pasti merona karena terasa panas setelah kejadian beberapa detik yang lalu.
"Iya hati-hati, Wa'alaikum salam," ucap Arka tersenyum melihat tinggah sang istri yang masih malu-malu setiap disentuhnya.
"Kamu lucu banget sih Sayang, baru Mas cium aja udah jantungan kayak gitu, gimana nanti kalau Mas minta hak Mas sebagai suami kamu," gumam Arka yang masih setia melihat sang istri yang sedang berjalan menuju kelasnya hingga tak terlihat lagi, baru Arka meninggalkan area sekolah dan mengendarai mobilnya menuju kantor, kebetulan hari ini tak ada jadwal kuliah, jadi dian bisa mengantar jemput sang istri nantinya.
Sementara Aulia, gadis itu sedang berjalam menuju ke kelasnya dengan menggerutu sepanjang jalan.
"Kenapa sih ini jantung gak bisa di ajak kompromi, pipi juga kenapa harus panas sih, padahal kan ini kening juga udah sering dicium, bahkan bukan cuma kening aja, tapi kenapa responya, aaahhh, Mas Arka lihat gak ya tadi, ih jadi gak bisa konsen gini kan akunya, gimana nanti aku bisa ngerjain soal ujiannya, uuhhh sebel sebel bukannya semangat malah bikin pikiran kacau saja, tapi kan maksdunya baik kasih semangat, aaah!" gumam Aulia menggerutu memprotes kejadian beberapa menit yang lalu di mobil. Bahkan tanpa disadarinya gadis itu menghentak hentakkan kakinya saat berjalan.
"Door!" Ucap Ninda, Sari dan Mita dari belakang mengejutkan Aulia.
"Aaahhh!" Teriak Aulia yang terkejut dengan ulah sahabatnya.
"Kalian ini, bikin kaget tahu gak, kalau jantungku copot gimana coba!" Protes Aulia pada sahabatnya.
"Gak mungkin copot, itu jantung bukan buatan manusia kali Ul," jawab Sari yang membuat Aulia mendengus kesal mendengarnya.
"Lagian dari tadi kita panggil-panggil gak denger sih, mana jalan kaya anak kecil mau minta balon lagi, pakai acara kaki dihentak hentakin segala, kenapa neng? Lagi ngambek? Ngambek ama siapa sih?" Tanya ninda panjang lebar.
"Ngambek sama kak Arka ya? Kenapa sih pakai acara ngambek segala? Gak dikasih uang jajan?" Sambung Mita.
"Bodo ah, bingung mau jawab yang mana mending persiapan buat jawab soal ujian nanti dari pada jawab pertanyaan kalian," jawab Aulia lalu melanjutkan jalannya menuju ke dalam kelas.
"Ul tungguin," teriak Mita menyusul Aulia yang meninggalkannya bahkan sudah masuk ke dalam kelas.
"Kenapa sih Ul?" Tanya Mita begitu sampai di samping Aulia.
__ADS_1
"Gapapa udah gak penting gak usah dibahas," jawab Aulia datar.
"Mana yang lain?" Lanjutnya saat menyadari bahwa Ninda dan Sari tidak ikut menyusulnya.
"Udah masuk kelas mungkin, kelasnya kan yang di sebelah, kita kan gak sekelas sama mereka kalau kamu lupa," jawab Mita mengingatkan.
"Eh iya juga ya,hi hi," ucap Aulia nyengir.
"Gimana udah siap ujiannya?" Tanya Mita.
"InsyaAllah siap, kalau kamu gimana?" Tanya Aulia balik.
"InsyaAllah, bismillah semoga kita semua diberi kelancaran dan lulus denga nilai yang baik supaya bisa lanjut kuliah sesuai keinginan kita ya Ul," doa Mita.
"Aamiin," ucap Aulia mengaminkan doa Mita dan ternyata bersamaan dengan Andre dan Dino yang juga ikut mengaminkan, ya karena mereka satu kelas. Sedangkan Rafi dia satu kelas dengan Ninda dan Sari.
"Eh kalian udah dateng," tanya Mita.
"Rafi mana?" Lanjutnya menanyakan sang kekasih hati.
"Langsung ke kelasnya kali, tadi tak ajak mampir katanya gak mau," jawab Andre sekenanya.
"Siapa yang gak mau, orang cuma mau lihat meja ku sebelah mana, dasar kompor," protes Rafi yang sembari masuk ke ruang kelas Aulia dan Mita.
"InsyaAllah beib, kamu juga udah kan?" Jawabnya dan berbalik tanya.
"InsyaAllah," ucap Rafi tersenyum manis.
"Ya udah beib, aku ke kalas dulu ya, semangat ujiannya?" Lanjutnya sembari mengacak-acak puncak kepala sang kekasih.
"Ih beib rambutku berantakan, kebiasaan deh!" Protes Mita.
"Ya mau coum belum halal gimana dong?" Jawab Rafi membuat blushing pipi Mita.
"Ehm ehm," deheman Andre dan Dino membuat Mita semakin salah tingkah.
"Btw yang udah otw khalal dapet kiss gak tadi pagi?" Tanya Andre yang ditujukan pada Aulia.
"Apaan sih, kepo!"ketus Aulia tapi tak dapat dipungkiri kini wajahnya pun juga memanas mengingat kejadian tadi, bahkan mungkin pipinya juga merona lagi sepertu pipi Mita sang sahabat.
"Udah-udah jangan ganggu mereka, aku keluar dulu ya gays, beib" ucap Rafi yang hanya diangguki oleh mereka semua, namun dapat membuat Dino yang baru saja mau meledek Aulia dan Mita mengurungkan niatnya lalu pamit ke mejanya sendiri sedangkan Andre sudah duduk terlebih dulu karena tempat duduknya hanya di depan Aulia.
__ADS_1
Tak lama bel masuk pun berbunyi diikuti guru pengawas yang masuk ke dalam kelas, pertanda ujian mata pelajaran pertama di hari pertama ini akan segera di mulai.
Setelah mendapat kan soal ujian, seluruh siswa siswi segera mengerjakan dengan tenang dan khidmat, semua fokus dengan lembaran-lembaran soal di depan masing-masing. Hingga saatnya bel istirahat pun berbunyi, semua langsung mengumpulkan lembar jawaban masing-masing dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Ada yang lega karena telah berhasil melewati mata pelajaran pertama ada juga yang was-was takut kalau jawabannya tidak memuaskan, ada juga yang terlihat khawatir bisa jadi karena belum selesai menuliskan jawabannya tadi.
Tanpa menunggu lama, semua siswa keluar dari kelas dengan tujuan masing-masing. Ada yang ke kantin, ke taman, atau hanya ke lorong depan kelas untuk duduk-duduk sembari belajar, bahkan ada juga yang ke perpustakaan agar bisa belajar dengan suasana yang tenang.
"Gimana, lancar kan?" Tanya Aulia pada para sahabatnya yang langsung berkumpul di kantin karena tadi memang sudah janjian, akan makan sembari belajar bersama untuk mengulang apa yang sudah dipelajari dari rumah agar tak lupa saat ujian nanti.
"Alhamdulillah lancar," jawab Ninda antusias.
"Semoga kita dapat nilai yang terbaik ya," ucap Mita.
"Aamiin," semua pun mengaminkan.
Tak lama makanan mereka datang. Mereka pun segera menyantap makanan yang telah dipesannya.
"Ternyata mikir bikin laper juga ya," ucap Sari membuat yang lain terkekeh tapi tetap mengiyalan ucapannya.
"Iya bener, aku juga laper," celetuk Rafi dan Dino bersamaan.
"Udah gak usah ngobrol terus setelah makan biar kita bisa mengulang lagi yang sudah kita pelajari semalam," ucap Aulia.
"Iya bener banget, setuju aku," ucap Ninda yang diangguki oleh semua.
Ting. Terdengar notif ponsel Aulia berbunyi, dengan segera gadis itu melihat ternyata ada pesan singkat dari sang suami yang memberinya semangat untuk ujian jam ke dua. Aulia pun tersenyum sembari membahas pesan singkat itu. Dan kembali sibuk dengan buku di depannya. Tak lama kemudian.
"Guys, kita balik kelas sekarang aja yuk, ini hampir jam masuk, biar kita gak buru-buru nantinya," ucap Andre sang ketua kelas yang selalu on time mengingatkan sahabatnya.
"Eh iya ya, kok cepet sih," jawab Sari.
"Ya udah cabut yuk," ucap Rafi.
"Beib, semangat yaa," lanjutnya pada Mita.
"Iya, kamu juga beib," jawab Mita tersenyum.
Semua pun kembali ke kelas masing-masing. Dan benar saja bel masuk pun berbunyi pertanda dimulai ujian kedua. Semua fokus pada lembar jawaban masing-masing hingga bel tanda selesainya ujian sekaligus pulang sekolah berbunyi.
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
@rahmahpratiwi85