KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.32. Curhat


__ADS_3

"Oh mau Qtime toh?" Tanya Rafi yang tahunya memang mereka mau quality time bersama seperti biasanya untuk menghilangkan kejenuhan denga rutinitas hariannya.


"Yaudah nanti aku tunggu di rumah Andri ya beib" ucap Rafi.


"Yups, eh btw gimana hubungan kamu sama Andri Nin?" Tanya Mita spontan


"Hubungan apa? Ya biasalah layaknya ketua kelas dengan sekretaris, aneh aja kamu Mit" jawab Ninda


"Hahaha lagian hubungan kok tarik ulur ga jelas gitu, sebenarnya suka kamu ga sih tuh anak?" Ceplos Rafi.


"Kamu kan temennya beib, harusnya kamu tanyain lah sama orangnya langsung. Kalau emang ga suka yaudah, banyak kok yang suka sama sahabatku" sewot Mita yang ga terima jika sahabatnya cuma ditarik ulur ga jelas.


" loh ko malah jadi marah sama aku sih beib" protes Rafi.


"Habisnya cowok ga pernah peka sih" jawab Mita.


"Yaudah nanti aku korek info deh dijamin pasti nanti pak ketua keceplosan soal isi hatinya" jawab Rafi pede.


"Bener lo ya, awas aja kalau ga" jawab Mita mengancam.


"Iya beib" jawab Rafi.


"Tapi Nindanya suka ga sama Andri? Nanti dah tak dukung begitu nembak malah ditolak, kan malu beib"


"Iya juga ya beib, soal Ninda ga usah dipikirin, yang penting Andri dulu" putusan Mita.


"Oh iya gimana tantangan kak Arka sama kak Dewa di kantin tadi Mit?" Tanya Sari saat mengingat kejadian di kantin tadi.


"Udah beres"jawab Mita.


"Tantangan apa sih?" Tanya Ninda penasaran.


"Tuh, ketiga kakak kelas tercinta kita tadi pada nantangin aku buat ajak gabung Rafi pas kita di kantin, soalnya mereka ga pernah lihat aku makan bareng sama Rafi" jawab Mita duluan takutnya kalau yang jawab Sari nanti ada kata-katanya yang soal kalau Rafi ada yang lain. Bisa berape kan kalau bener ada yang lain ga jadi ketahuan.


"Oh" jawab Ninda singkat.


"Tapi ya itu Nin, kalau mau ajak aku otomatis ada Andri sama Dino" jawab Rafi.


"Kalau aku sih gapapa beib, yang penting aku dah bisa buktiin kalau kamu mau makan bareng sama aku" ucap Mita terpotong oleh Rafi.


"Mau banget malah Yang, dari sejak kita pacaran bisa dihitung jari lo kita makan bareng pas di sekolah." Ucap Rafi melas.


"Iya sih aku juga mau banget, tapi ya ga tahu kalau Ninda gimana beib mau ga kalau ada Andri" jawab Mita.


"Trus apa hubungannya sama aku?" Protes Ninda.


"Ya ada lah nanti kamu susah nelan makanannya kalau ada babang Andri, kalau aku mah seneng aja kalau ada Di.." ucap Sari menggantung menyadari hampir keceplosan.


"Di apa?" Tanya Mita dan Ninda kompak. Sementara Aulia gadis itu sibuk dengan pikirannya sendiri


"Di kantin lah, masak makan mau di toilet" jawab Sari lega karena tumben-tumbennya hari ini otaknya encer.


"Oh" jawab keduanya kompak tanpa curiga karena setahu mereka kantin memang tempat favotit sahabat satunya ini.


"Hallo girls kalian ga mau turun dari mobilku yang nyaman ini?" Tanya Rafi kerena memang mereka sudah sampai di depan rumah Ninda.


"Udah sampai ya? Ayo turun girls" ajak Ninda pada sahabatnya.


"Ga mau mampir dulu Raf?" Tanya Ninda pada Rafi.


"Aku langsung aja deh biar kalian cepet Qtime nya"jawab Rafi.


"Ok, makasih ya udah dianterin" jawab Ninda.

__ADS_1


"Santai aja girls, apa sih yang engga nuat kalian" jawab Rafi cengengesan.


"Dada beib, jangn lupa jemput yaa" ucap Mita.


"Pasti beib, daa" ucap Rafi yang langsung melajukan mobilnya.


Setelah kepergian Rafi, Ninda segera mengajak ketiga sahabatnya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Kita di kamar aja ya" ajak Ninda pada sababatnya.


"Ok" jawab ketiganya bersamaan.


"Bi, tolong bawain minum sama cemilan ke kamar ya" pinta Ninda pada ART nya yang selalu menyambut kedatangannya setiap pulang dari manapun termasuk pulang sekolah.


"Ga mau makan dulu non, bibi udah masak banyak lo" jawab bibi.


"Gimana gilrs?" Tanya Ninda pada sahabatnya.


"Kalian aja, aku belum laper" jawab Aulia.


"Iya aku juga belum kok" jawab Mita yang tahu sikon.


"Iya aku juga masih kenyang kok" jawab Sari yang mendapat kode dari Mita.


"Yaudah nanti aja bik, kalau laper kita langsung turun buat makan" jawab Ninda pada Bibi.


"Yaudah bibi buatkan minum dulu non, jus mangga pada mau ga non? Kebetulan tadi bibi dari pasar beli mangga"


"Boleh bi, yaudah kami ke kamar dulu ya bik" pamit Ninda sopan pada wanita paruh baya yang selalu menemaninya setiap hari. Karena kesibukan orang tuanya sehingga Ninda lebih dekat dengan Bibi.


Sesampainya di kamar Ninda pun segera meminta ketiga sahabatnya untuk duduk di kasurnya. Sebelum bertanya pada Aulia tentang apa yang sudah terjadi pada sahabatnya itu.


"Ul, sebenarnya ada apa sih?" Tanyanya perlahan.


"Kak Arka kenapa?" Tanya Ninda lagi yang duduk di depan Aulia. Sementara Mita dan Sari keduanya duduk di samping kanan dan kiri Aulia sambil menyimak karena belum paham betul apa yang terjadi.


"Dia udah bohong sama aku Nin" ucap Aulia berhenti sejenak bingung bagaimana mau cerita dengan sahabatnya.


"Bohong kenapa?" Kali ini Mita memberanikan diri untuk bertanya.


Tok... tok... tok...


"Non, ini bibi non" ucap seseorang dari luar kamar.


"Iya bi" jawab Ninda menuju ke pintu lalu menerima minuman juga cemilan yang dibawakan bibi di depan pintu. Gadis itu tak membiarkan bibi masuk dan melihat kondisi salah satu sahanatnya yang lagi menangis.


"Makasih bi" ucap gadis.


"Sama-sama non" ucap bibi kemudian pergi dari depan kamar Ninda.


Setelah meletakkan minuman dan cemilan di meja samping tempat tidurnya Ninda kembali ke sahabatnya.


"Iya kak Arka bohong kenapa Nin?" Ucap Ninda begitu sudah duduk ditempatnya semula.


Dengan mengambil nafas panjang gadis itupun kemudian menceritakan kejadian di perpustakaan tadi.


"Tadi pas kita di perpus, ada cewek yang ngajak aku kenalan, katanya dia pacar kak Arka, trus setahu dia kalau aku adiknya kak Arka, jangan-jangan bener dia pacar kak Arka, trus buat nutupin hubungan q sama dia, kakak bilang kalau aku cuma adiknya" cerita Aulia dengan segala prasangkanya.


"Kamu jangan buat keputusan dulu Ul, kamu harus cari tahu dulu kebenarannya. Siapa tahu tuh cewek emang naksir berat sama kak Arka trus dia mau buat hubungan kalian hancur" ucap Ninda mencoba berpikir positif terhadap Arka.


"Iya Ul, bener kata Ninda, lebih baik kita selidiki dulu, untung kamu mau cerita ke kita-kita, kalau ga pasti kamu udah berpikir yang engga-engga bahkan hubungan kalian taruhannya" sahut Mita setuju dengan Ninda.


"Bener Ul, jadi kamu jangan jutek kayak tadi sama kak Arka, kasihan kan kak Arkanya, belum tentu juga kak Arka salah" lanjut Sari yang sebenarnya memang dewasa hanya saja kadang suka lemot.

__ADS_1


"Trus aku harus gimana?" Tanya Aulia yang memang sudah buntu pikirannya.


"Selama ini seluruh keluarga emang tahunya kak Arka ga punya pacar, tapi kenapa tadi..." Aulia tak sanggup melanjutkan ucapannya.


"Emang siapa cewek itu?" Tanya Mita.


"Namanya Sita, katanya teman sekelasnya kak Arka" jawab Aulia lemas.


"Kenapa kita gak tanya Kak Vitra atau ka Dewa aja" usul Sari.


"Tapi mereka kan sahabatan, takutnya ga jujur, mending kita cari tahu sendiri aja" usul Mita.


"Tapi ada benernya juga sih kalau kita tanya kak Vitria, tapi kita tanyanya ga to the point gitu, sok kepo dikit tentang masalalu mereka trus nanti ujung-ujungnya kita tanya soal kak Arka" tiba-tiba muncul ide cemerlang dari Ninda.


"Gimana caranya?" Tanya Aulia polos.


"Udah soal ini kamu percaya sama aku aja, nanti kalau yang udah tahu alurnya ikutan tanya aja" jawab Ninda.


"Ok sip, kapan rencananya?" Tanya Mita.


"Besuk lah pas kita makan , ga usah nunggu lama-lama"jawab Ninda yakin.


"Ok siap" jawab Sari yang sepertinya sudah tahu arah pikiran Ninda.


"Trus sekarang aku harus gimana dong?" Tanya Aulia.


"Mana malam ini sampai seminggu ke depan aku harus nginep di rumah mama lagi" keluh Aulia.


"Kamu bersikap biasa aja Ul, kalau kamu bisa coba kamu tanya soal temannya yang namanya Sita itu, gimana reaksi kak Arka."usul Ninda.


"Ya nanti aku coba" jawab Aulia.


"Emang kenapa kamu harus nginep di sana? Bukannya ada kak Adri ya kalau ayah sama bunda pergi?" Tanya Sari yang penasaran.


"Justru bukan ayah sama bunda yang pergi, tapi papa sama kakek, terus kata mereka mama maunya aku tidur di sana selama papa sama kakek pergi" jawab Aulia.


"Oh" jawab ketiganya kompak.


"Kalian ga mau minum?" Tanya Ninda begitu suasana hati Aulia mulai membaik.


"Iya haus nih dari tadi ngomong muluk" jawab Mita.


"Sama aku malah laper juga" jawab Sari jujur.


"Yudah nih minum" kata Ninda menyodorkan jus mangga pada ketiga sahabatnya.


"Makan yuk, aku juga laper nih, lagian kasihan bibi dah masak banyak" ajak Ninda pada sahabatnya.


"Kok bibi masak banyak ya, kayaknya bibi tahu kalau kita mau ke sini deh" Celetuk Sari.


"Iya dah feelling kali" jawab Mita.


Keempat gadis itu pun turun lalu menuju meja makan. Benar saja di meja makan sudah terdapat beberapa menu masakan rumahan yang disediakan oleh bibi.


"Bi, banyak banget masaknya?" Tanya Ninda yang ternyata juga penasaran.


"Tadi burung prenjak di belakang rumah bunyi terus non, biasanya kalu bunyi gitu akan ada tamu yang datang, dan feeling bibi sih temennya non Ninda, makanya bibi masaknya makanan rumahan seperti selera kalian" ucap bibi yang masih percaya mitos.


"Oh gara-gara burung prenjak to?" Ucap keempatnya tak habis pikir dengan pendapat bibi yang ternyata ada benarnya juga.


"Iya non, yaudah selamat makan, dihabiskan lo nan, udah bibi masakin juga" ucap bibi pada keempat gadis yang lagi sibuk makan.


"Pasti bi, masakan bibi is the best pokoknya" ucap Sari semangat.

__ADS_1


○●●●○


__ADS_2