
Semua siswa menuju ke Aula seperti yang sudah diumumkan tadi untuk yang muslim melaksanakan Sholat berjamaah. Sementara yang lain bisa menunggu di luar Aula asalkan jangan berisik dan mengganggu yang lagi beribadah. Kemudian dilanjutkan makan siang bersama seluruh peserta.
Setelah selesai makan mereka semua mendengarkan pengarahan dari anggota OSIS untuk susunan acara selama acara makrab itu. Karena waktu mereka cuma sebentar acara pertama dilanjutkan saat itu juga
"Selamat siang semuaaaa" Sapa Arka sebagai ketua OSIS sekaligus ketua panitia Makrab.
"Selamat siang kaaaaak" Kompak semua siswa menjawab dengan semangat.
"Baiklah untuk mempersiapkan acara nanti malam, sebaiknya kita bagi menjadi beberapa kelompok, sesuai dengan kelas masing-masing, silahkan kalian bergabung sesuai dengan kelasnya dulu yaa" lanjut Arka.
Seletah beberapa saat heboh dan bising suara dari siswa yang mencari kelompok sesuai kelas akhirnya suasana kembali tenang.
"Ok semua sudah siap!" Tanya Arka.
"Siap kaaak" Sambut semua siswa.
"Baiklah sekarang kalian kirim 5 anggota kalian untuk membantu persiapan tempat untuk api unggun nanti malam di taman, sebaiknya cowok aja yaa, lalu sisanya menyiapkan perwakilan kelas untuk pentas bakat nanti malam, dan juga menyiapkan siapa saja yg akan ikut game besuk berikut cadangannya, besuk ada 5 game yang diadakan jadi kalian siapkan 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 4 sampai 6 orang" kata Arka sambil melihat ke masing-masing kelas.
"Bagi kelompok yang sudah siap harap ada perwakilan ke depan untuk menyerahkan daftar anggota yang membantu persiapan, pentas bakat serta game untuk besuk yaa" lanjutnya.
"Siap kaaak"
"Semua sudah ada perwakilan belum untuk yang persiapan? Kalau belum ayo cepat yaa, yang lain udah mulai tu persiapannya." Imbuhnya karena masih ada beberapa kelas yang belum juga mengirimkan perwakilannya.
"Sudah kak" jawab salah satu siswa yang baru saja mengirimkan wakilnya.
"Nanti kalau semua seudah selesai kalian bebas, bisa kembali ke kamar masing-masing, mau bantu buat persiapan nanti malam atau mau latihan buat yang perform nanti malam juga boleh"
"Baiklah sampai disini cukup dulu ya, kalau ada pertanyaan bisa hubungi panitia langsung, terimakasih " sambungnya mengakhiri pengumumannya.
"Iya kaak, sama-sama"
Di kelompok Aulia
Andri selaku ketua kelas meminta Ninda sebagai sekretaris kelas untuk mencatat masing-masing nama kelompok.
"Nin, kamu catat semua ya, kamu catat 2kali, yang 1 buat dikumpulkan dan yang 1 lagi buat kamu bawa biar nanti ingat siapa aja sesuai kelompok" Pinta Andri.
"Ok siap" jawab Ninda.
" tadi yang ikut bantu-bantu Dino, Wibi, Putra, Arie, sama Nando ya?" Tanya Ninda sembari mencatat.
"Trus untuk yang pentas bakat gimana ni?" Tanya Andri, sekaligus meminta pendapat teman-temannya.
"Iya siapa gitu yang punga bakat, bisa bantu buat mewakili kelas kita, apa aja deh"sahut Ninda.
Semua tampak berfikir, ada yang juga tegang takut ditunjuk maju buat mewakili kelas.
"Ada yang bisa nyanyi ga? Kalau ada nyanyi aja kali ya🤔" usul Mita ragu-ragu.
"Aulia aja, bukannya pas perkenalan dia bilang hobi baca sama nyanyi ya?" Usul Ricky, ya dia mengingat karena diam-diam Ricky ada rasa sama Aulia.
"Eh, kok aku sih!"sahut Aulia sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ayolah Aul, bantu kelompok kita, lagian kita juga ga ada persiapan apa-apa kalau mau nampilin bakat yang lain" Bujuk Andri sang ketua kelas sambil merapatkan kedua tanggannya memohon agar Aulia mau mewakili menampilkan bakatnya.
"Ya udah lah ok, tapi bantuin main gitarnya ya" Pinta Aulia ke semua temannya, kali aja ada yang bisa main gitar.
"gimana? Ada yang bisa ga?" Lanjut Aulia karena teman-temannya ga ada yang menjawab.
__ADS_1
"Sory gays, aku baru belajar jadi belum berani kalau buat tampil" seru Rafi.
"Soal yang main gitar ma nanti bisa minta tolong siapa aja pasti diijinin deh, yang penting sekarang Aulia mau kan tampil?" Tanya Ninda sip mencatat.
"Yaudah ok aku mau, tapi sebisaku aja yaa?" Kata Aulia takut mengecewakan teman-temannya. Tapi mau gimana lagi, daripada sama sekali ga ada yang mau maju.
"Trus yang buat kelompok gamenya diundi aja ya biar ga pilih-pilih temen nantinya"Kata Andri yang paham situasi pasti mereka tak mau berpisah dari sohib masing-masing. Meskipun mereka juga baru kenal. Buktinya sekretarisnya juga begitu. Ya Ninda, Aulia, Mita dan Sari sejak kenal pertama MOS mereka selalu kemana-mana berdua.
"Ok gapapa, ide bagus tuh, jadi bisa saling kenal satu sama lain, ga cuma itu-itu aja😀" sahut Bela yang memang belum punya banyak teman di kelasnya.
"Ok sip" jawab Ninda sambil menyiapkan kertas untuk mengundi nama kelompok game.
"Ok gays udah siap nih ambil, di masing-masing kertas ada tulisan angka 1 sampai 5, jadi itu sesuai dengan kelompoknya ya" lanjut Ninda sambil menyerahkan kertas yang digulung kecil-kecil kepada teman sekelasnya.
"Aku catat ya, yang dapat nomor 1 siapa? Sebut nama ya, q masih belum hafal nama kalian" Kata Ninda sudah siap dengan catatannya.
Merekapun menyebutkan nama sesuai dengan nomor yang didapatnya. Dan tak lupa Ninda mencatat semua juga menyalinnya dalam kertas yang berbeda yang akan di serahkan ke panitia makrab.
Setelah selesai kemudian Ninda menyerahkan ke panitia, dan kebetulan yang menerima Arka.
"Nanti yang perform di pentas bakat Aulia ya?" Tanya Arka setelah membacanya.
"Iya kak, tapi kami masih bingung soal yang ngiringi main gitar, soalnya teman-teman ga ada yang bisa, ada sih 1 yang bisa tapi baru belajar, jadi belum pede kalau buat perform" Jawab Ninda sekaligus cari solusi, siapa tahu bisa dibantu, pikirnya.
"Bisa minta tolong ga kak, buat bantuin cariin yang main gitarnya" lagi-lagi Ninda mengambil kesempatan.
"Ok nanti aku siap bantu, biar aku aja yang main gitarnya, lagian aku juga kan pendamping kelas kalian jadi ga masalah soal itu" jawab Arka semangat.
"Ok kak, makasih atas bantuannya ya, aku pamit ke kelompokku, mau kasih tahu mereka soal ini" jawab Ninda tak kalah semangat, pucuk dicinta ulampun tiba senengnyaaa😀😀.
"kamu kenapa Nin, kok seneng gitu?"Tanya Mita heran melihat sahabatnya ceria seperti menang lotre aja, ha ha.
"Serius?" Kompak jawab beberapa temannya.
"Seriuslah, makanya aku seneng banget" kata Ninda dengan ekspresi senang.
"Emang siapa Nin?" Tanya Aulia tak kalah penasaran dengan teman-teman yang lainnya.
"Adaaaa deeeeeh.... mau tau aja apa mau tahu bangeeeet???" Lebay Ninda malah bikin makin penasaran.
"Iiiih nyebelin banget sih kamu Nin, ya kan biar Aulia bisa latihan dulu lah" nyolot Nia si jutek di kelas mereka.
"pakai didrama-dramain segala" lanjutnya membuat Ninda melotot.
"Iya-iya aku juga mau kasih tahu kali, gitu aja nyolot, dasar siju (julukan Nia yang diberikan Ninda dan the gank, yang maksudnya si jutek)" jawab Ninda tak kalah nyolotnya.
"Sstttt udah-udah kok malah jadi berantem gini sih" sela Aulia yang ga suka teman-temannya malah adu mulut
"udah sih nyantai aja, ga usah tegang gitu dong" lanjut Aulia.
"Iya deh maafin ya Ni..." Ninda lebih dulu minta maaf karena memang gara-gara dia Nia jadi ga sabar akhirnya nyolot.
"Iya sama-sama aku juga minta maaf yaa" jawab Nia menyesal.
"Nah gitu kan enak😊... yaudah kasih tahu emang siapa yang mau bantuin Nin?" Tanya Ninda lagi.
"Oh itu... kak Arka yang mau bantuin, katanya gapapa toh dia pendamping kelas kita juga kan"jawab Ninda sekaligus menjelaskan sebelum ada yang tanya soal boleh ga nya.
"Ooooo ya bagus deh kalau gitu jadi kompak antara pendamping dan siswa baru" jawab sang ketua kelas yang dari tadi diam menyimak.
__ADS_1
"Yup betul itu"...
"Bagus deh kalau gitu"..
"Iiih jadi penasaran deh"....
"mau dong jadi gitarnya"
"coba aku bisa nyanyi
"Semoga lancar yaa".... Dan masih banyak celetukan teman-teman yang lain
"Alhamdulillah akhirnya aku dah ga perlu deg-degan lagi takut dipaksa tampil" celetuk Rafi sambil menghela nafas lega plong seolah baru melepas korset yang dipakai berjam-jam.
"Huuuu dasar!!" sorakan teman 1 kelas ditujukan pada Rafi.
"Apa sih" celetuk Rafi dengan wajah merah karena malu. Yang disambut tawa teman-temannya.
"kalian ini namanya juga baru belajar, iya kan Raf? "bela Mita karena gebetannya diserbu teman sekelasnya.
"iya tahu tuh mereka iri kali beib " jawab Rafi senang karena dibela pacarnya. Ya mereka udah jadian saat di bis tadi.
"cieee udah beib beib aja nih...." seru Ninda.
"Udah yok siapa yang mau ikut buat bantiun mereka?" sela Andri mengajak temannya sambil menunjuk teman-teman yang lagi membuat panggung kecil buat acara pentas bakat.
"Ayo" sebagian mereka ada yang ikut.
"Ga ah cape ni"
"Males ah"
"Duluan aja" celetuk mereka yang enggan buat membantu.
"Mau ke kamar aja deh" celetuk Nia yang di ikuti semua cewek di kelasnya.
"Ok gapapa orang acara bebas juga" jawab Andri tak mau memaksa teman-temannya.
"Aku juga ga ikut deh Dri, yuk girl's temenin aku latihan aja" sahut Aulia lalu mengajak ketiga sahabatnya.
Kemudian keempat sahabat itu menuju ke kursi di bawah pohon yang ada di taman samping wisma. Sesampainya di sana mereka langsung duduk.
" Gimana mau latihan kalo gitarnya aja ga ada" celetuk Mita.
"Kita cari kak Arka aja dulu buat diajakin latihan" jawab Ninda.
"Yuk" jawab Sari dan Mita barengan.
"Ga usah tar kalau dia lagi repot malah ganggu lagi, q latihan sendiri aja,kan bisa hapalin liriknya aja" jawab Aulia cengengesan.
"Yaudah terserah kamu aja" sambung Ninda.
Kemudian mereka asyik memainkan HPnya masing-masing. Tanpa sepengetahuan sahabatnya, Aulia mengirim pesan ke Arka. Tapi ternyata Arka belum bisa latihan karena masih bantu-bantu yang lain. Dan dia berjanj akan nemuin Aulia sebelum merwka tampil.
Akhirnya karena ga jadi latihan, Aulia mengajak sahabatnya ke kamar buat istirahat dan langsung diangguki oleh mereka.
○●●●○
Makasih dah meluangkan waktu buat baca tulisanku, mohon dukungan like, komen atau votenya yaa.
__ADS_1
Ditunggu krisannya🙏