KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.28. Cantik


__ADS_3

Maaf baru sempet up lagi. Makasih buat dukungan like, komen juga vote dari kalian sampai di episode iniπŸ™


SELAMAT MEMBACAπŸ“–


β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†


Begitu dipersilahkan masuk oleh Reno. Dengan segera Arka membuka pintu ruangan itu kemudian masuk ke dalam tak lupa menggandeng tangan tunangannya.


Setelah masuk, Arka juga Aulia disambut dengan senyuman ramah dari laki-laki pemilik ruangan tersebut yang tak lain adalah Reno.


"Assalamualaikum" sapa Arka begitu masuk ruangan Reno.


"Waalaikumsalam" jawab Reno.


"Rupanya mas Arka yang datang, mari mas silahkan duduk" sapanya setelah mengetahui siapa tamunya. Laki-laki itu berdiri dari kursi di valik meja kerjanya. Lalu menghampiri dan menyalami Aulia juga Arka. Kemudian mengajak atasan beserta tunangannya itu untuk duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.


Setelah ketiga orang itu duduk di sofa. Tak perlu lama kedua laki-laki yang ada di ruangan itu segera membahas urusan tentang caffe. Dari menu, karyawan sampai perkembangan caffe termasuk pendapatan yang di hasilkan.


Sementara Aulia, seperti biasa setiap diajak ke sini, gadis itu hanya jadi pendengar yang baik sekaligus menyimak semua yang dibicarakan oleh tunangannya dengan Reno si manager. Yah lumayan lah bisa buat belajar berbisnis.


Setelah pembahasan serta menerima laporan keuangan dari Reno selesai. Arka segera mengajak gadisnya untuk makan. Tak lupa Arka juga memawari Reno untuk ikut bergabung. Tapi dengan alasan masih bamyak perkerjaan laki-laki itu menolak secara halus ajakan atasannya.


Tapi Reno hanya akan mengantarkan mereka sampai meja yang sering di duduki Arka juga Aulia saat berkunjung. Karena akan memberitahu berbagai menu baru yang ada kalau-kalau atasannya itu berminat untuk mencoba. Setelah merekomendasikan Arka untuk mencoba menu baru, Reno lebih memilih undur diri untuk kembali bekerja.


Tak lama dari itu berbagai menu yang telah mereka pesan pun datang. Karena memang sudah sangat lapar keduanya segera menyantap makanan di depannya. Arka juga Aulia nampak sangat menikmati makanan yang ada di hadapan mereka dengan sesekali berkomentar positif mengenai cita rasa dari makanan mereka.


Ternyata perkembangan caffe yang didirikan oleh Arka sejak laki-laki itu memasuki bangku SMA sangatlah bagus. Semua itu tak luput dari jasa para karyawan yang mau bekerja sama demi berkembangnya usaha tempat mereka bekerja. Kalau begitu Arka harus memikirkan bonus untuk semua karyawannya sebagai bentuk ucapan terimakasih atas kerja keras mereka selama ini.


"Sayang kamu suka ga sama menu barunga?" Tanya Arka pada gadisnya.

__ADS_1


"Suka kak, ini enak banget, platingnya juga cantik lagi, semoga banyak juga yang akan suka" jawab Aulia memuji menu baru yang telah disajikan di mejanya.


"Aamiin semoga ya Sayang, ehm btw platingnya cantik? Kaya kamu dong?" Arka mengaminkan lalu menggoda gadisnya.


"Iih kakak apaan sih, makanan juga disama-samain sama orang, beda lah kak" protes Aulia salah yingkah di goda Arka.


"Iya sih beda, lebih cantikan Auli kok" ucap Arka menatap dalam wajah gadisnya.


"Gombal" jawaban singkatnya dengan wajah yang merona membuat Arka semakin gemas. Bahkan mungkin laki-laki itu sudah merasakan jatuh cinta pada gadisnya itu tapi Arka belum mau menyampaikannya.


Dia merasa nyaman saat bersama dengan gadisnya itu. Menurutnya Aulia pun juga merasakan hal yang sama. Jadi Arka memilih akan menyampaikan perasaanya nanti saat waktunya sudah tepat. Nunggu apalagi sih Arka? Bukannya lebih baik kalau saling tahu perasaan masing-masing yaa?


"Ga gombal Sayaang, beneran kok, kamu ga percaya?" Tanyanya sambil menoleh mencari-cari seseorang


"Mba-mba boleh minta tolong sebentar" lanjutnya memanggil pengunjung Caffe di meja tak jauh dari tempat duduknya.


Melihat tingkah tunangannya yang memanggil pengunjung Caffe yang sama selali tak dikenalnya membuat Aulia mengerutkan keningnya heran. Mau apa sebenarnya pakai panggil- orang ga dikenal, mana mbaknya juga mau-maunya lagi mendekat. Begitulah yang ada dalam pikiran gadis itu.


"Mba Menurut mba, gadis di depan saya ini cantik ga?" Tanya Arka serius.


Aulia yang mendengar pertanyaan Arka pada gadis pengunjung Caffe itu secara spontan menepuk keningnya. Aduh pertanyaan macam apa ini? Bikin malu aja kak Arka nih. Gumam Aulia yang memahan malu dengan tingkah kekasih hatinya. Kekasih? Jangan-jangan Aulia juga sudah mulai jatuh cinta sama tunangannya itu?


"Cantik" jawab gadis pengunjung caffe itu


"Emang kenapa ya mas?" Tanyanya lagi heran. Sudah jelas-jelas cantik masa masih tanya sih pikirnya.


"Makasih ya mba, cuma mau tanya aja mba, soalnya pacar saya ini ga percaya pas saya bilang Cantik" jawab Arka tersenyum.


"Tuh Yang kamu denger sendirikan? Kakak ga mungkin gombal kalau soal yang satu itu" ucap Arka sambil melihat gadisnya yang makin merona wajahnya karena menahan malu dengan tingkah konyol laki-laki masa depannya itu.

__ADS_1


"Maaf ya mba, maaf kalau pacar saya konyol, maaf jyga udah ganggu waktu santai mbanya" bukannta memjawab Arka, Aulia justru meminta maaf pada gadis itu.


"Gapapa mba, saya senang ko, dan lagi menurut saya mbaknya memang cantik, dan kalian pasangan yang sangat serasi semoga langgeng ya" ucap gadis itu lalu mohon ijin untuk kembali ke mejanya tadi.


"Aamiin" jawab keduanya kompak tapi jawaban Arka terdengar memdominasi karena suaranya yang sangat keras juga bersemangat.


"Kakak ih bikin Auli malu aja" protes Aulia begitu mereka sekarang berdua lagi.


"Malu kenapa sih Yang, kakak ga malu tuh" jawab laki-laki itu santai. Lalu kembali melanjutkan menikmati makanan di depannya.


Begitupun Aulia, gadis iti juga memilih kembali menikmati makanan di depannya sambil sesekali melirik Arka yang terlihat sok serius makan. Padahal mata laki-laki itu juga kadang curi-curi pandang pada gadisnya. Hem dasar Arka Aulia ma sama aja.


Setelah selesai makan Arka menyuruh Aulia tetap duduk untuk menunggunya. Sementara laki-laki itu berdiri menuju kasir. Seperti biasanya setiap makan di sini Arka selalu membayar. Ya walaupun caffe ini miliknya akan tetapi Arka tetap membayar semua yang telah dipesannya. Karena menurutnya caffe ini butuh pemasukan untuk segala kebutuhannya termasuk unyuk menggaji karyawannya. Jadi jangan mentang-mentang pemilik lalu sesenak sendiri tak perlu membayarnya. Toh nanti tiap bulannya dia juga mendapat transferan dari penghasilannya sebagai pemilik di caffe ini.


Di meja kasir selain untuk membayar tagihan makannya Arka juga sempat menitipkan salam buat Reno, juga minta maaf ga bisa pamit langsung jadi nanti si kasir yang akan menyampaikannya.


Setelah dari kasir Arka menghampiri gadisnya yang masih setia menunggunya.


"Sayang pulang yok" ajak Arka begitu sampai di dekat Aulia.


"Udah?" Tanya Aulia


"Udah, yok" ajaknya lagi lalu menggandeng tangan kekasih hatinya untuk keluar dari caffe menuju mobilnya yang ada di parkiran.


Sesampai di samping mobilnya, laki-laki itu membukakan pintu samping kiri lalu mempersilahkan gadisnya untuk masuk. Setelahnya diapun masuk di kursi kemudi lalu melajukan mobilnya membelah jalanan menjelang sore yang masih ramai lancar, mungkin sebantar lagi akan macet karena sekitar satu jam lagi jam pulang kerja hampir saja tiba.


Hari ini sungguh melelahkan buat kedua insan yang telah disatukan dalam ikatan pertunanngan itu. Tapi walaupun begitu nampak wajah bahagia di raut muka keduanya. Bagaimana tidak bahagia kalau seharian ini mereka menikmati waktu berdua terus.


Tak perduli kedua wanita yang telah melahirkan masing-masing panik memikirkan keduanya yang tak kunjung pulang. Padahal pamitnya hanya ada urusan OSIS itupun katanya cuma sebentar. Tapi nyatanya sampai hampir jam oulang kerja keduanya tak menampakkan batang hidungnya di rumah. Ya, tadi mereka lupa pamit untuk berkunjung ke caffe, bisa jadi Mama Rita juga bunda Risa sekarang sedang kepikiran sejoli itu.

__ADS_1


○●●●○


__ADS_2