
Seminggu yang lalu Aulia sudah memberikan undangan pada sahabat, teman-teman sekelasnya dan juga teman dekat lainnya yang bukan satu kelas melalui pesan grupnya. Tapi gadis itu hanya mengatakan kalau undangan pesta tapi tak mengatakan kalau pesta resepsi pernikahannya dengan Arka. Bahkan teman-temannya hanya mengira bahwa Aulia akan mengadakan semacam pesta perpisahan seperti setelah mereka selesai ujian beberapa waktu yang lalu.
Aulia juga meminta mereka untuk bertemu dengannya setelah acara wisuda untuk menyerahkan undangannya. Tanpa ada kecurigaan merekapun mengiyakan pesan Aulia. Namun berbeda dengan ketiga sahabatnya yaitu Ninda, Mita dan Sari. Ketiganya langsung masuk ke pesan grup The girl yang isinya hanya mereka berempat. Tanpa ba bi bu mereka segera memberondong pertanyaan pada Aulia. Dan Aulia pun mengiyakan saat mereka mengatakan kalau pesta yang dimaksud Aulia adalah pesta pernikahan dengan Arka. Meskipun heboh pada awalnya karena Aulia tak memberitahu mereka secara khusus, namun setelah Aulia menjelaskan semua alasannya, sebagai sahabat mereka ikut bahagia dan mengucapkan selamat pada Aulia dan Arka.
Dan di sinilah sekarang Aulia berada. Di dalam gedung aula sekolah, ya saat ini sedang dilaksanakan acara wisuda kelulusan sekolah oleh siswa kelas 12. Setelah 3 tahun menempuh pendidikan SMA, dan diakhiri dengan berjuang beberapa hari mengerjakan ujian beberapa minggu yang lalu akhirnya kini mereka menikmati hasilnya.
Beberapa jam acara berlangsung dengan lancar, meriah dan penuh haru karena mereka harus berpisah setelah 3 tahun ini berjuang bersama. Semua siswa siswi didampingi kedua orang tua mereka ataupun perwakilan. Sedangkan Aulia didampingi oleh Ayah Restu dan Bunda Risa dan tak ketinggalan juga sang suami tercinta pun turut serta hadir, meskipun undangan hanya untuk kedua orang tua. Namun karena Arka mantan murid yang berprestasi jadi dengan mudahnya para jajaran guru mengizinkannya menghadiri acara tahunan ini.
Sama seperti sang suami satu tahun yang lalu, Aulia pun menyandang juara umum di sekolah mereka. Jadi tak perlu khawatir sudah bisa dipastikan bahwa dia pun akan dengan mudahnya masuk ke Universitas yang sama dengan sang suami.
Setelah acara selesai, Aulia beserta keluarga pun segera meluncur ke restoran, karena akan ada acara kecil-kecilan untuk syukuran kelulusan Aulia dengan makan bersama keluarga. Karena Mama Rita dan Papa Tara, serta kak Adrian dan keluarga kecilnya telah menunggu di restoran yang sudah di pesan beberapa hari yang lalu oleh Papa Tara.
Tak lupa sebelum itu Aulia berpamitan dengan teman-temannya dan mengingatkan mereka untuk hadir di acara pestanya yang diadakan nanti malam. Sekalian memberikan undangan karena semua teman temannya belum tahu kalau ternyata pesta yang dimaksud oleh Aulia adalah pesta resepsi pernikahannya. Banyak dari teman-teman Aulia yang terkejut bahkan memberondong banyak pertanyaan padanya saat mereka menerima undangan itu yang setahu mereka saat menerima undangan via chat kalau hanya undangan pesta perpisahan biasa. Namun Aulia hanya memberikan jawaban dengan senyuman dan berkata "Nanti kalian juga tahu kalau sudah hadir di acara resepsiku, makanya jangan lupa nanti malam datang ya."
Meskipun masih diluputi dengan rasa penasaran, tapi mereka terpaksa membiarkan Aulia pergi setelah gadis itu berpamitan dan berkata kalau masih banyak yang harus di urusnya.
Setelah bertemu dengan teman-temannya, Aulia dan Arka saat ini berada di sebuah restoran yang ada di salah satu hotel tempat keduanya mengadakan resepsi pernikahannya nanti malam.
"Maaf ya kami terlambat," ucap Aulia tak enak hati.
"Ga papa Sayang, selamat atas kelulusannya ya kata bunda kamu dapat juara umum juga sama seperri suamimu dulu," ucap Mama Rita bangga, apa lagi tadi memang tidak ikut hadir dalam acara wisuda dan kelulusan Aulia.
__ADS_1
"Makasih Ma, berkat do'a dari Mama dan Papa juga," jawab Aulia sembari memeluk sang mama mertua.
"Selamat ya Sayang, Papa bangga sama kamu," sambung Papa Tara yang juga memeluk sang menantu.
"Makasih Pa," jawab Aulia bahagia.
"Selamat ya dek, kakak bangga sama kamu, ternyata adik manja kakak preatasinya luar biasa,"ucap kak Adrian yang juga memeluk sang adik kesayangan.
"Berkat kakak juga dari dulu bawel tiap ngajakin Auli belajar, makasih ya kak," jawab Aulia yang semakin mengeratkan pelukannya pada sang kakak. Apalagi karena rasa rindu terhadap sang kakak yang sudah jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing.
Dan tiba-tiba di tengah suasana haru yang tercipta diantara kedua kakak beradik itu. Bug... bug... Tangan mungil baby Maura yang sudah bisa berjalan itu pun memukul kaki kedua kakak beradik itu yang seketika membuat Adrian sang Papa dan Aulia sang tante segera melepas pelukannya lalu menunduk mendapati gadis kecil yang tengah merajuk.
"Uluh uluh Mola mau peyuk Tante? Sini Sayang," Tanya Aulia pada keponakan kecilnya itu sembari menerima uluran tangan sang keponakan.
"Mola Cayang Ante, cup cup cup," ucap gadis kecil itu sembari menciumi seluruh wajah sang Tante setelah keduanya melepas pelukannya. Kemudian tanpa ampun Aulia balik menciumi seluruh wajah keponakannya yang memggemaskan itu.
"Ampun, ampun Ante, ental Pipi Mola abis," celoteh Maura ditengah tawa kegeliannya yang membuat yang lain ijut terkekeh mendengarnya. Akhirnya Aulia pun menyudahi ciumannya itu pada sang keponakan.
"Selamat ya dik, sebentar lagi udah mau jadi mahasiswi, jadi jangan lupa kasih adik buat Maura ya," ucap Arin menggoda sang adik ipar.
"Ih kak Arin apaan sih, tapi makasih ya kak," ucap Aulia menerima pelukan dari sang kakak ipar tersayangnya.
__ADS_1
"Sudah jangan godain adikmu Sayang," ucap Bunda Risa tersenyum bahagia melihat putri dan menantunya yang saling menyayangi.
"Iya Bun," jawab Arin yang kemudian kembali ke kursinya.
"Sayang ayo sini kita segera makan," ucap Mama Rita sembari menepuk kursi disebelahnya yang masih kosong.
"Iya Sayang, cepat makan, habis ini kalian harus segera istirahat ya, nanti selepas magrib kalian akan segera di rias," sambung Bunda Risa.
"Iya Ma, Bun," ucap Aulia. Kemudian semuanya pun sibuk dengan makanan masing-masing, mengingat memang waktunya sudah lewat jam makan siang.
Setelah acara makan dengan seluruh keluarga selesai kini Aulia dan Arka sudah berada di dalam kamar mereka. Waktu menunjukkan jam 2.15 siang. Setelah menjalankan kewajibannya kuduanya pun segera beristirahat. Tak lupa Arka memasang alarm pada ponselnya.
Tepat pukul 4.30 sore hari, Alarm di ponsel Arka berbunyi. Tak perlu lama Arka pun mengerjabkan matanya segera meraih ponselnya lalu mematikan alarm yang tadi memang telah di settingnya jam setengah lima sore.
○●●●○
Bersambung.....
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
@rahmahpratiwi85
__ADS_1