KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.97. Lomba nangis


__ADS_3

"Enggak ah, kak," jawab Arka memilih percaya dan gak mau coba-coba. Gak enak banget dicuekin seorang bayi. Bukannya sakit hati tapi malunya itu. Mau di taroh dimana ni muka kalau sampai ada orang lain yang melihat seorang Arka dicuekin bayi yang baru bisa merangkak.


"Kok bisa gitu ya? Pasti dulu kakak juga gitu kali waktu bayi, jadinya nurun ke Aura, ya kan Sayang, baby Aura mirip Papa waktu bayi kan ya?," lanjut Arka yang seolah bertanya pada baby Aura sembari menoleh baby Aura yang sedang bermain dengan tantenya, Aulia.


"Iya Om, Aula milip Papa," jawab Aulia menirukan suara anak kecil seolah mewakili baby Aura.


"Enak aja enggak lah," sanggah kak Adrian tak terima.


"Adek tu yang suka ngambek dari bayi, makanya sampe gede masih suka ngambek, ya kan Bun?" Lanjut Kak Adrian meminta persetujuan sang Bunda.


"Ih enggak ya kak," elak Aulia.


"Ih gak percayaan banget sih ni anak," sewot Adrian.


"Ayo dong Bun bilang kalau Aura ngambekannya nurun dari Auli," rayu Adrian pada sang Bunda.


"Ya emang iya sih Sayang, Aura mirip banget sama Auli waktu masih bayi,"ucap Bunda Risa sembari tersenyum. Sementara Arka sudah tersenyum puas mendengar jawaban sang Bunda.


"Tuh kan gak percaya," sahut Adrian.


"Emang bener Bun?" Tanya Aulia masih tak percaya juga. Namun sang Bunda menjawab dengan anggukan kepala mengiyakan bahwa ucapannya memang benar.


"Ih kok bisa sih?" Tanya Aulia spontan.

__ADS_1


"Bisa apanya Dek?" Tanya bunda Risa heran dengan ucapan Aulia.


"Itu bun, kok bisa ya Aura mirip Auli waktu bayi," jaeab Aulia.


"Ehm Auli tahu, jangan-jangan kak Adri sama kak Arin selalu mikirin Auli yaaa makanya Aura jadi mirip Auli, lihat tuk mukanya juga mirip kan sama Auli waktu masih bayi, iya kan, ngaku aja deh kak, kakak mikirin Auli terus kan?" Lanjut Auli tanpa menunggu jawaban dari Bunda atas pertanyaannya tadi. Dan sang Bunda pun hanya senyum-senyum mendengar ucapan sang putri.


"Ge er kamu Dek, yang ada juga malah kakak sama kak Arin sebeo sama kamu makanya Aura jadi mirip sama kamu gitu," celetuk Adrian menanggapi ucapan adiknya yang tumben-tumbenan kepedean.


"Bener kata kak Adri sih Yang, biasanya kalau bisa mitip gitu irang tua si bayi benci sama orangnya, itu sih yang Kakak tahu dari orang-orang dewasa," Ucap Arka ikut memggoda sang istri.


"Emang bener Bun?" Lagi-lagi Aulia bertanya sama sang Bunda, yang hanya dijawab kembali dengan tersenyum sembari mengangguk.


"Iiish, kakak ma jahat banget sih sama adik, masak iya sama adik sendiri bisa sebel sih" rengek Aulia gak terima kalau sang kakak dan kakak iparnya bisa kompak sebel gitu sama dirinya.


"Iiiih kakak ma pada jahat sama Auli," jawab Aulia sedih dengan mata berkaca-kaca hendak menangis. Tapi masih ditahannya karena malu dengan Arka, sang suami.


"Loh Sayang, kok kamu jadi mau nangis gitu sih?" Tanya Arka yang menyadari raut muka sedih dan kecewa dari sang istri bahkan matanya pun sudah berkaca-kaca menahan tangis. Arka pun mendekat ke arah sang istri.


"Huuaaaa, kakak," mendengar pertanyaan dari Arka yang juga menggeser duduknya lebih medekatinya membuat pertahanan Aulia jebol. Tak kuasa gadis itu akhirnya memeluk sang suami dan menangis dalam pelukan sang suami, Arka.


Melihat sang tante yang menangis, awalnya baby Aura bingung, kepala bayi itu menoleh melihat pada orang dewasa di sekitarnya. Dan akhirnya tanpa menunggu aba-aba lagi, bayi gembul itu pun ikut-ikutan menangis. Seketika ruang keluarga jadi heboh oleh suara tangisan dua orang beda usia itu serta keempat orang yang dewasa yang sibuk menenangkan.


Arin langsung menggendong bayi gembulnya untuk disusui tapi entah kenapa bayi gembul itu malah menolak ASI dari ibunya. Sementara Adrian dan sang bunda membantu Arka menenangkan Aulia. Karena waktu Adrian mau membantu Arin ditolak lalu menyuruh ayah dari putrinya itu untuk menengkan sang adik terlebih dulu.

__ADS_1


"Sayang udah ya, gak usah nangis, tadi kak Adri cuma bercanda," hibur Arka sembari mengeluar rambut Aulia yang masih dalam dekapannya.


"Gak mungkin kak kalau cuma bercanda, katanya tadi itu keinginan kakan waktu kak Arin masih hamil, pasti itu ngidam, hiks hiks huaaaa," jawab Arlia disela tangisnya.


"Cup cup udah ya, tuh kasian Aura jadi ikutan nangis, kasian nanti kalau Aura nangis terus bisa kelelahan terus rewel," rayu Arka menggunakan nama bayi gembul yang sedang berlomba nangis dengan sang tante itu.


"Hiks hiks maaf, Auli gak maksud bikin Aura nangis, hiks hiks" jawab Aulia menghentikan tangisnya, tapi masih terisak-isak. Arka yang mendengar isakan sang istri dalam hatinya terasa sakit, dia menyesal tadi ikut-ikutan menggoda sang istri. Begitupun dengan yang lain. Mereka juga sedih melihat kondisi Aulia sekarang.


"Udah ya nangisnya, kakak gak mau Auli capek karena nangis," ucap Arka tulus yang dibalas anggukan oleh Aulia, tapi gadis itu masih terisak-isak karena sudah lumayan lama tadi nangisnya. Dan lucunya setelah mendengar sang tante sudah tak menangis lagi, bayi gembul itu pun berhenti menangis.


"Tuh kan, Aura juga udah gak nangis lagi," ucap Arka lagi pada Aulia.


"Iya, hiks hiks," jawab Aulia masih enggan melepadkan pelukannnya pada sang suami.


"Ta ta ta ta ha ha ha," celoteh Aulia tertawa lucu khas bayi tiba-tiba terdengar seolah baru saja bayi gembul itu tadi tak habis menangis. Padahal begitu hebohnya dia menangis sampai sang mama kewalahan untuk menenangkannya. Atau jangan-jangan benar kalau bayi gembul itu tadi merasa diajak lomba nagis oleh sang tante. Lalu dia bahagia karrna berhasil mengalahoan sang tanten yang lebih dulu berhenti menangis. Jadi bayi gembul itu merasa kalau dialah pemenangnya, ha ha ha ada-ada saja baby Aura nih.


Tingkah baby Aura yang menggemaskan itu membuat orang-orang dewasa di sekitarnya tersenyum heran. Sedangkan Adrian karena Aulia sudah tak lagi menangis meskipun masih terisak, karena melihat tingkah lucu putrinya yang tiba-tiba berhenti nangis lala berceloteh dan tertawa pun mendekat lalu bertanya.


"Aura kenapa Sayang, habis nangis kok tiba-tiba ketawa sih, hem baru lomba nangis sama tante? Iya nak? Aura menang ya, kok seneng gitu sih" Tanya Adrian sembari mencium gemas pipi sang putri. Sementara baby Aura semakin terkekeh mendapat ciuman sang papa.


○●●●○


Bersambung.....

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir lagi. Jangan lupa kasih Baby Aura hadiah lomba nangisnya yaaa. dengan cara like, komen, juga Vote dengan Poin atau koin. Gampangkan???


__ADS_2