KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.109. Cup


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasanya disaat pagi hari Aulia dan Arka sibuk bersiap-siap untuk memulai aktivitas hari ini di kamar mereka.


"Sayang, ingat ya nanti siang pulang sekolah kakak yang jemput ya," ucap Arka ditengah kesibukannya mengancingkan kemejanya.


"Iya kak, nanti Auli bilang ke pak Tono kalau mau di jemput kakak," jawab Aulia sembari tersenyum.


"Gak usah Yang, kakak udah kasih tahu pak Tono pas kamu mandi tadi ko," jawab Arka mendekati ke meja rias dimana sang istri berada lalu mengambil sisir dan menyisir rambutnya.


"Oh ya udah kalau kakak udah kasih tahu pak Tono," jawab Aulia mengangguk.


"Kakak udah selesai bersiap apa belum?" Lanjutnya bertanya.


"Belum, sebentar lagi Yang, emangnya kamu udah?" Jawab Arka bertanya balik.


"Udah siap dong, Ok Auli tunggu," jawab gadis itu sembari menyelempangkan tas sekolahnya di bahu kemudian mengambil tas rangsel Arka.


"Tas kakak berat Yang, biar kakak aja yang bawa sendiri," ucap Arka yang melihat Aulia dari cermin di neja rias Aulia saat gadis itu meraih tasnya.


"He he iya ternyata berat kak," terkekeh Aulia akhirnya mengurungkan niatnya untuk membawa tas sang kekasih hati lalu meletakkannya kembali tas itu di meja.


"Emang bawa apaan sih kak berat banget?" Tanyanya setelah menghentikan tawanya.


"Tugas kuliah yang mau dikumpulin sekarang,"jawab Arka tersenyum.


"Oh," jawab Aulia singkat sembari mengangguk.


"Ya udah yuk turun," ajak Arka menggandeng tangan sang pujaan hati tentunya setelah mengambil tas rangselnya dan menggendongnya.


"Pagi Ma, Pa," ucap Aulia dan Arka serempak.


"Pagi," jawab Papa Tara.


"Pagi Sayang," jawab Mama Rita.


"Ayo kita langsung sarapan aja ya," ucap Mama Rita sembari mengambilkan nasi goreng untuk Papa Tara kemudiam mengambil untuk dirinya sendiri. Lalu diikuti oleh Aulia mengambilkan untuk Arka lalu untuk dirinya sendiri. Kemudian semua pun makan dengan tenang sampai selesai.


"Hari ini kamu ada kuliah jam berapa Ar?" Tanya Papa Tara.

__ADS_1


"Jam 10 sampai jam 12 sama siang jam setengah satu sampai setengah dua Pa," jawab Arka.


"Baiklah, kalau memang gak memungkinkan kamu kembali ke kantor, jangan lupa kamu konfirmasi sama Arman," saran Papa Tara yang tidak pernah menuntut Arka harus selalu berangkat bekerja.


"Iya Pa, mas Arman juga udah tahu jalwad kuliahku setiap harinya kok," jawab Arka tersenyum.


"Baguslah kalau begitu, Papa percaya kamu bisa mengatur jadwalmu dengan baik," ucap Papa Tara berdiri kemudian menepuk bahu Arka.


"Ya sudah Papa berangkat dulu ya, kalian lanjutkan sarapannya," lanjut Papa Tara kemudian Aulua dan Arka berdiri untuk bergantian menyalami dan mencium punggung tangan sang Papa.


"Hati-hati ya Pa," ucap Aulia setelah mencium punggung tangan sang Papa mertua.


"Iya,kamu juga hati-hati berangkatnya, kalau kak Arka gak bisa jemput jangan pulang sendiri, langsung telpon pak Tono aja minta dijemput ya Nak," pesan Papa Tara pada Aulia entah untuk yang ke berapa kali pesan itu diucapkannya pada sang menantu kesayangan.


"Iya Papaku Sayang, Papa gak usah khawatir soal itu ya,"jawab Aulia tersenyum.


"Gimana Papa gak khawatir, suami kamu aja sibuk terus gitu, Papa khawatir kalau sampai dia lupa gak jagain kamu Sayang," ucap Papa Tara melirik Arka.


"Ha ha liat tuh Pa, ada yang ngambek," ucap Aulia terkekeh melihat raut muka Arka yang berubah karena gak terima dengan perkataan sang Papa tentah perhatiannya kepada sang istri tercinta.


"Ya masa Yang Papa bilang takut kalau kakak lupa jagain kamu, ya gak mungkin lah," ucap Arka seolah menggerutu.


"Udah udah ini kok malah pada berantem sih, katanya mau berangkat, ayo Sayang kalian juga berangkat sana nanti terlambat lo," ucap Mama Rita menengahi perdebatan kecil antara suami dan anaknya.


"Oh iya Ma, gawat nanti kalau Auli terlambat bisa-bisa kena hukuman lagi, ayo kak kita berangkat," ucap Aulia sembari menyalami tangan dan lalu mencium punggung tangan serta pipi sang Mama yang diikuti oleh Arka.


"Ma, Pa kami berangkat dulu ya, Assalamualaikum," ucap Aulia kemudian berlalu keluar rumah untuk menuju ke mobil Arka yang terparkir di halaman rumah. Dibelakangnya ada Arka mengikuti karena memang mau mengantar Aulia. Begitu juga dengan Papa Tara yang mau berangkat bekerja di antar oleh Mama Rita sampai ke teras.


Sesampainya di luar rumah, Arka dan Aulia langsung naik ke mobil tanpa menunggu lagi Papa Tara dan Mama Rita yang juga telah berjalan keluar rumah. Keduanya segera berangkat menuju ke sekolah Aulia baru setelahnya Arka akan berangkat ke kantor karena dia ada jadwal kuliah masih nanti jam 10. Jadi lebih baik berangkat kerja terlebih dahulu.


"Sayang, nanti kalau nunggu kakak jangan di luar sekolah ya, kamu tunggu di kantin atau di mana gitu," ucap Arka di tengah oerjalanan mereka menuju ke se kolah Aulia.


"Emang kenapa kak? Kan nanti begitu kakak sampai gak perlu nunggu Auli keluar sekolah kalau Auli nunggu di luar" Tanya Aulia.


"Ya pokoknya jangan, gapapa kakak nunggu bentar dari pada kamu yang nunggu di luar, bahaya," jawab Arka kemudian.


"Oh, iya nanti Auli tunggu di dalam sekolah," jawab Aulia mengerti kekhawatiran sang kekasih hati.

__ADS_1


"Nah gitu dong," jawab Arka tersenyum puas mendengar jawaban Aulia yang mau menuruti keinginannya.


"Ya udah, Auli masuk dulu ya kak," ucap Aulia menyalami dan mencium punggung tangan Arka setelah laki-laki itu menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah.


"Iya, hati-hati ya Sayang, belajar yang rajin biar cepet lulus biar cepet resepsi kita," jawab Arka menggoda.


"Ish mau belajar serajin apapun juga lulusnya masih nanti bareng yang lain kak, he he," jawab Aulia terkekeh kemudian hendak membuka pintu mobil.


"Eeh eh tunggu dulu, main nyelonong keluar aja!" Protes Arka menarik tangan kanan Aulia.


"Kenapa kak?" Tanya Aulia heran.


Cup


Tanpa aba-aba Arka melayangkan kecupan di kening sang istri yang masih berstatus pelajar itu.


"Eh," ucap Aulia kaget.


"Iiih kakak, nanti kalau ada yang lihat gimana coba? Kan Auli malu," protes Aulia dengan muka merah karena malu mendapat serangan fajar dari sang suami tercinta di wilayah sekolah. Takut kalau ada yang lihat bisa-bisa jadi bahan gosip deh.


"Kenapa malu? Udah sah ini," ucap Arka tersenyum melihat muka merah sang istri.


"Iya udah sah, tapi kan masih rahasia," keluh Aulia dengan suara pelan namun masih terdengan oleh Arka.


"Sabar, bentar lagi diumumkan, yang penting kan udah sah menurut Agama dan Negara, Sayang," jawab Arka tersenyum.


"Udah sana masuk, nanti telat," lanjutnya.


"Iya, Assalamualaikum," jawab Aulia.


"Waalaikum salam Sayang."


○●●●○


Bersambung.....


⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


@rahmahpratiwi85


__ADS_2