
"Tapi aku yang takut Mas, di sini kan sepi, kalau ada orang jahat gimana?" Tanya Aulia.
"Ha ha ha, gak akan Sayang, ini masih wilayah tempat camping kita kok, jadi masih aman, tadi siang mas sama panitia yang lain udah keliling sampai sini," ucap Arka menenangkan sang istri.
"Tapi Mas...," ucap Aulia terpotong.
"Sttt, udah sekarang diam dan lihat ke depan," ucap Arka menempelkan jarinya ke bibir sang istri lalu menggerakkan kepala Aulia yang tadi menatapnya menjadi ke arah depan mereka.
"MasyaAllah, Mas pemandangannya indah banget," ucap Aulia terkagum saat melihat keindahan alam yang ada di depannya.
"Gimana kamu suka?" Tanya Arka menatap sang istri.
"Suka banget," jawab Aulia mengangguk antusias.
"Darimana Mas tahu?" Lanjutnya bertanya.
"Tadi siang sewaktu keliling sama yang lain, mas lihat dari sini nampak atab rumah penduduk yang kecil kecil, jadi mas tebak aja pasti kalau malam bakalan indah banget saat gelap dan lampu lampu rumah penduduk sudah menyala. Lalu bersatu dengan kerlap kerlip bintang di langit. Pasti bakal jadi perpaduan yang sempurna, dan buktinya kamu lihat kan sekarang?" Tanya Arka.
"Iya, ini seperti berada di bukit bintang, indah banget, makasih ya Mas," jawab Aulia dengan bahagianya.
"Mas bahagia lihat kamu bahagia," ucap Arka tersenyum. Ya, Arka yang melihat sang istri bahagia pun ikut merasakan bahagianya.
"Makasih Sayang," ucap Aulia reflek memeluk Arka.
"Sama sama Sayang," jawab Arka membalas pelukan sang istri.
"Kita duduk dulu yuk, sebentar lagi yang lain datang. Tadi Mas udah minta kak Dewa buat ajak yang lain ke sini biar ramai," ucap Arka sembari mengajak Aulia duduk di atas batu yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Bahkan sudah masuk dalam rencananya tadi siang saat menemukan lokasi ini.
"Emang gapapa Mas kalau kita lama di sininya?" Tanya Aulia.
"Ya gapapa dong Sayang, lagian nanti kita kan ramai ramai, kalau gak dingin mau tidur di sini juga boleh kok," ucap Arka.
"Ih gak mau ah, Aku mau ke tenda aja," jawab Aulia.
__ADS_1
"Tuh mereka udah pada datang," ucap Arka membuat Aulia menoleh ke belakang. Dan benar saja terlihat beberapa orang mendekat dengan membawa obor sebagai penerangan dan entah bawa apa lagi. Dan ternyata mereka adalah Vitria, Dewa, Rasya, Rico, Damar, dan Yudha.
"Nih buat kalian," Vitria menyerahkan 2 cup mie instan kepada pasangan suami istri yang tak lain Aulia dan Arka.
"Buat kakak mana?" Tanya Aulia karena Vitria hanya membawa 2 cup yang sudah diserahkan padanya dan Arka.
"Tuh dibawain sama kak Dewa," jawav Vitria tersenyum sembari menunjuk Dewa yang berjapan ke arah mereka.
"Oh, makasih ya kak," tersenyum seraya menerima mie cup yang satunya lagi yang masih dipegang Vitria.
"Sama-sama, malam ini dingin banget, jadi kalian pasti juga laper kan? Makanya kita bawa makan ke sini," ucap Vitria yang langsung duduk di dekat Aulia.
"Iya kakak tahu aja deh, he he," jawab Aulia terkekeh.
"Ini Mas, dimakan dulu mumpung masih panas," ucap Aulia sembari menyerahkan 1 cup mie instan tadi kepada Arka.
"Makasih Sayang," jawab Arka sembari menerimanya.
"Ih makasihnya bukan sama aku Mas, tapi sama Kak Vitria tuh," ucap Aulia.
"Ih apaan sih Mas," ucap Aulia menutupi rasa malunya.
Akhirnya setelah menikmati mie cup masing masing di malam yang dingin bersama dengan sahabat, mereka bernyanyi nyanyi bersama sampai larut malam. Hingga pada akhirnya karena mengantuk mereka kembali ke tenda untuk segera istirahat. Karena besuk masih ada kegiatan lain yang akan dilakukan.
Keesokan harinya. Semua mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok. Ada yang mengikuti kegiatan amal ada juga yang mengikuti kegiatan menanam pohon di hutan lindung di sekitar lokasi camping. Namun tidak sepenuhnya dibagi dua secara merata. Melainkan dipilih beberapa yang mau ikut bergabung di kelompok menanam pohon. Tentunya mereka mereka yang akan gabung dikelompok pecinta alam mahasiswa tentunya. Sementara yang lain dibagi beberapa kelompok lagi untuk kegiatan amal di beberapa desa di sekitar puncak.
Semua kegiatan berjalan dengan lancar sesuai harapan. Kini semua mahasiswa tengah menikmati makan malam yang akan dilanjutkan dengan acara santai dan seru-seruan sembari menikmati hangatnya api unggun bersama dengan kenalan baru, teman baru atau bahkan sahabat yang ternyata masih satu kampus. Mereka berkumpul sesuka hati menikmati malam terakhir makrab untuk menciptakan sebuah kenangan.
Begitupun dengan Aulia dan Arka yang tengah berkumpul dengan para sahabat.Disaat semua lagi tertawa karena sebuah cerita lucu yang dilontarkan oleh Rasya tiba tiba datang 3 gadis yang membuat tawa mereka berhenti seketika.
"Hai Arka, kita boleh gabung ga?" Ucap Farah yang membuat suasana jadi hening seketika.
"Tentu saja boleh, ya kan guys?" Ucap Rico yang tak mendapat jawaban dari yang lain. Sebenarnya Rico sudah menaruh hati pada Farah sejak pertama masuk kuliah.
__ADS_1
Meskipun tak mendapat jawaban dengan percaya dirinya Farah duduk di samping Arka yang kebetulan juga dekat dengan Rico. Sehingga membuat Rico bersorak dalam hati bisa duduk dengan sang pujaan hati. Tapi sebisa mungkin dia bersikap normal agar tak diketahui oleh sahabatnya. Apalagi mereka semua tahu selama ini Farah mengejar cinta Arka.
"Sayang tunggu sebentar ya,"bisik Arka ditelinga sang istri.
"Mau kemana Mas?" Tanya Aulia.
"Ke tenda sebentar,"jawabnya yang mendapat anggukan kepala dari Aulia.
"Mau kemana Ar?" Tanya Rasya saat melihat Arka beranjak dari duduknya.
"Ke tenda bentar, tar balik lagi kok," jawab Arka sembari berjalan.
"Dedek cantik mau kak Rasya temani?" Goda Rasya pada Aulia.
"Gak usah kak, Mas Arka gak lama kok," jawab Aulia menanggapi godaan dari sahabat sang suami.
"Pepet terus aja Sya kalau udah bosen hidup," celetuk Rico yang membuat semua tertawa kecuali Farah dan kedua sahabatnya yang tak tahu menahu status Aulia dan Arka.
"Tenang aja Arka dah jinak kok, Rasya gitu," ucapnya sombong.
"Enak aja jinak, emang Mas Arka apaan!" Protes Aulia tak terima.
"Nah lo marahin aja Dek masa Mamasnya dikatain jinak," ucap Damar mengompori.
"Wah parah Damar malah ngomporin lagi," gerutu Rasya.
"Bukan kompor Sya, tapi bensin, di sini kan udah ada api jadi lebih cepet nyahutnya kan? Wuuss," Sambung Dewa.
"Ngomongin apa sih segala bensin pakai dibawa bawa," ucap Arka begitu datang lagi.
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
@pratiwirahmah85