KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.126. Hari baru


__ADS_3

Pagi ini Arka terbangun karena mendengar suara alarm dari ponsel yang dipasangnya semalam. Untungnya setelah Sholat isya tadi malam Arka kepikiran untuk memasangnya. Jadi meskipun lelah dengan acara resepsi dan tentunya kegiatan pertamanya semalam dengan sang istri, mereka tetap bisa bangun pagi.


"Sayang bangun, udah subuh," ucap Arka membangunkan sang istri. Setelah dirinya selesai mandi.


"Sayang," ucapnya lagi sembari membelai pipi sang istri dengan lembut. Hingga membuat Aulia mengerjapkan matanya.


"Kenapa Mas?" Tanya Aulia setelah berhasil membuka matanya.


"Bangun yok, udah subuh," jawab Arka mengulang perkataannya tadi.


"Oh udah subuh ya," jawab Aulia sembari bangun lalu duduk dengan memegang selimutnya agar menutupi tubuh polosnya.


"He em, selamat hari baru Sayang, bangun terus mandi dulu sana, mas tunggu buat sholat jamaah," jawab Arka mencium kening, pipi dan bibir sang istri singkat dilanjut menyuruh sang istri segera membersihkan diri.


"Selamat hari baru?" tanya Aulia bingung.


"Iya, hari baru Sayang, hari pertama kita jadi suami istri seutuhnya, makasih ya Sayang, I LOVE YOU," jawab Arka tak hentinya menciumi sang istri.


"Oh, iya Mas, sama sama, Auli juga makasih karena Mas udah sabar nunggu hari ini, I LOVE YOU MORE," jawab Aulia terseyum malu mengingat kejadian semalam.


"Gak perlu berterima kasih untuk itu Sayang, emang udah seharusnya Mas buat nunggu saat ini, karena Mas gak mau hancurin masa depan kamu, meskipun kita udah sah dimata hukum dan agama, tapi status kamu masih sekolah, dan pernikahan kita kemarin masih dirahasiakan, jadi sekarang kamu gak usah mikirin hal itu lagi ya, yang penting sekarang semua udah tahu kalau kita udah sah, jadi udah aman," jawab Arka panjang lebar diakhiri dengan kerlingan mata menggida sang istri.


"Iya Mas," jawab Aulia singkat karena malu lagi lagi ucapan sang suami membuat pipinya merona.


"Loh Mas udah mandi ya? Kok udah rapi sih," Tanya Aulia yang baru menyadari melihat sang suami telah rapi lengkap dengan sarung dan baju kokonya.


"Udah dong," jawab Arka tersenyum.


"Ya udah sama mandi dulu, apa mau Mas mandiin?" goda Arka lagi.


"Jangan aneh aneh deh Mas," protes Aulia malu lalu berdiri hendak menuju kamar mandi.


"Eh tunggu , jangan lupa mandi besar ya Sayang, udah tahu do'anya kan?" Tanya Arka masih menggoda sang istri. Membuat sang istri menoleh ke arahnya dan setelah mendengar ucapannya membuat Aulia malu sehingga pipi sang istri merona seketika.

__ADS_1


"Iya tahu kok, Auli mandi dulu ya mas," ucap Aulia malu dengan segera berlalu meninggalkan sang suami yang masih tersenyum. Tentu saja dengan berbalut selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya.


\=\=\=\=\=


Setelah menyelesaikan kesibukan pagi harinya. Arka dan Aulia duduk di sofa kamar mereka sembari bercengkerama.


"Sayang, mau sarapan di kamar aja apa mau di bawah sama yang lain?" Tanya Arka setelah membaca pesan dari sang Mama yang menanyakannya soal sarapan.


"Di bawah aja Mas sama yang lain, kayaknya lebih enak deh," jawab Aulia yang beranjak dari duduknya.


"Bentar ya Mas, Auli ke kamar mandi sebentar," ucapnya sembari menuju ke kamar mandi.


"Iya Sayang," jawab Arka singkat sembari membalas pesan singkat dari sang Mama.


"Ayo Mas," ajak Aulia begitu keluar dari kamar mandi.


"Ayo," jawab Arka kemudian menggandeng tangan sang istri.


\=\=\=\=\=


"Emang yang lain udah dari subuh di sini, pasti juga baru aja datang kan?" Ucap Arka menjawab godaan sahabatnya itu.


"He he iya juga sih, baru sadar aku kok betah ya, padahal di kamar cuma sama tiga ajudan aja," jawab Dewa sehingga membuat yang lain tertawa mendengarnya.


"Sudah sudah ayo buruan makan, tuh kasihan pengantin barunya udah kelaperan," celetuk Adrian mengundang tawa yang seolah menyudahi godaan dari sahabat untuk sang pengantin baru tapi justru malah ucapannya semakin parah untuk menggoda sang adik yang sudah lebih dulu menyendokkan makan untuk sang suami.


Akhirnya semuanya pun mulai makan dengan tenang hingga selesai.


"Sayang, kalian mau oulang sekarang atau kapan?" Tanya Mama Rita kepada Aulia dan Arka.


"Nanti sore aja ma, soalnya masih ada yang harus diurus juga, jadi paling nanti malam baru sampai rumah, lafian besuk Auli udah masuk kuliah, kasihan kalau telat bisa dihukum sama panitia ospeknya, ha ga," jawab Arka diiringi kekehan karena dia sendiri ikut bergabung menjadi panitianya.


"Tenang aja Ar, Aulia aman ada aku sama Vitria, lagian emang kamu gak mau lindungin istri sendiri?," celetuk Dewa.

__ADS_1


"Iya deh percaya yang presma, ha ha, btw bukannya gak mau lindungin Wa, tapi Aulianya gak mau di istimewain selagi ospek, maunya kaya yang lain," jawab Arka.


"Emang martabak istimewa," Celetuk Adrian membuat yang lain tertawa.


"Tapi bagus sih dek, kakak setuju, jadinya biar gak pilih kasih, kasihan kan kalau yang lain salah dihukum masak nanti kamu salah dibiarin aja, gak seru tuh," ucap Adrian pada adiknya.


"Iya kak, Auli juga mau ngerasain ospek yang sesungguhnya, gak cuma formalitas aja, masa karena kenal panitia ospek trus bisa seenaknya sendiri, bukan Auli banget lah," Jawab Aulia tegas.


"Yup bener banget Yang, lagian dulu pas MOS, mas juga gak istimewain kamu kok?" Ucap Arka.


"Eh tunggu tunggu pas MOS ?" Tanya Dewa penasaran.


"Jadi waktu itu kalian udah..., wah gila bro ! Yakin aku gak tahu loh kalau ternyata kalian udah ada hubungan, habisnya kaya gak saling kenal gitu, ck ck ck hebat hebat, acting kalian memang T O P, tak acungi 2 jempol deh 👍👍," lanjut Dewa menggebu gebu yang membuat Aulia dan Arka saling pandang lalu tertawa bersama. Sedangkan para orang tua sudah sibuk dengan obrolan masing-masing.


"Kok malah ketawa sih!" Protes Dewa.


"Ya habisnya kak Dewa ngomong kaya orang ngomel aja gak ada berhentinya, emang gak capek kak? Ha ha," jawab Aulia disertai kekehan.


"Ha ha iya juga ya," ucap Dewa lalu meminun jus di depannya karena merasa haus.


"Anak anak, Mama Papa Bunda sama Ayah pamit duluan ya, ada yang harus diurus," ucap Mama Rita menghentikan obrolan sang putra bersama istri para sahabatnya.


"Iya Ma,"


"Iya Tante," jawab meteka serempak.


Akhirnya setelah mengucap salam para orang tua meninggalkan restoran di hotel tersebut. Tak lama setelah berdiskusi dengan sang istri pun Adrian beserta keluarga kecilnya pun ikut undur diri. Dan kini tinggallah Aulia, Arka dan para sahabat. Yang entah mau pulang sampai jam berapa. Untung saat ini restoran sudah sepi jadi tak mengganggu pengunjung yang lain.


Bersambung....


⚘⚘⚘⚘⚘⚘


@rahmahpratiwi85

__ADS_1


__ADS_2