KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.44. Akad Nikah


__ADS_3

Keesokan harinya, Om Haris benar-benar memenuhi permintaan kakek padanya untuk bisa mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan Arka dan Aulia hari ini. Dan om Haris juga memenuhi janjinya untuk membawa istri dan anaknya untuk hadir di acara akad nikah yang telah disiapkannya dengan baik. Lebih tepatnya membawa istrinya untuk menemui sang papi angkat yang katanya sudah kangen dengan si kecil Maura.


Semua persiapan sudah selesai. Ruangan kamar rawat kakek Wisnu pun di sulap menjadi lebih indah dan layak untuk sebuah acara akad nikah dengan dekorasi yang simple tapi elegan.


Bahkan keluarga juga sudah hadir. Yaitu Kakek Wisnu dengan didampingi seorang perawat dan dokter yang merawatnya. Dan tentunya sudah diminta unyuk bisa merahasiakan pernikahan kedua remaja yang masih berstatus pelajar itu. Om Haris, tante Silvi dan si kecil Maura, om Iwan dan tante Ira, Adrian dan Arin dengan menggendong baby Aura. Serta kedua orang tua calon pengantin yaitu mama Rita, papa Tara, Bunda Risa dan ayah Restu. Dan pastinya pengantinnya itu sendiri. Sedangkan keluarga dari Aulia yaitu adik ayah Restu dan bunda Risa tidak bisa hadir karena mereka tinggal di beda kota.


Saat ini semua sedang menunggu penghulu yang belum datang. Karena memang Akad nikah akan dilaksanakan nanti jam 9 pagi. Sementara ini baru jam 8 lebih 30 menit.


Meskipun akad nikah ini dilakukan secara diam-diam karena kedua pengantin masih berstatus pelajar. Tapi tetap saja mereka berpenampilan layaknya akad nikah yang wajar dan buka rahasia. Kakek tak mau cucunya menikah dengan keadaan biasa saja dan terkesan dadakan. Meskipun sebenarnya pernikahan ini juga dadakan.


Nampak seluruh keluarga yang tadi saat berangkat ke rumah sakit berpakaian biasa agar tidak menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang yang melihat. Tapi saat ini mereka telah berganti pakaian di kamar mandi ruang rawat kakek dan sekarang mereka terlihat sangat rapi, yang wanita berpakain kebaya dengan bawahan batik, sementara yang pria perpakaian hem batik. Kecuali sang pengantin pria. Kali ini Arka memakai jas koko broken white yang senada dengan kebaya yang dikenakan oleh Aulia.


Tepat jam 9 kurang 10 menit penghulu yang di jemput oleh anak buah om Haris sudah datang. Kini sepasang calon pengantin itu duduk besebelahan berhadapan dengan ayah Restu dan penghulu.


Nampak dari raut muka keduanya terlihat sangat tegang. Aulia menundukkan kepalanya, kedua tangannya yang berada dalam pangkuannyasaling meremas untuk menahan gugup. Sesekali menggigit bibir mungilnya yang dipoles lipstik soft pink yang serasi dengan make upnya yang flowless. Ekor matanya sesekali melirik laki-laki yang duduk di sampingnya yang sebentar lagi akan jadi suami sahnya di usia yang terlalu muda baginya.

__ADS_1


Sementara sang laki-laki pun tak jauh berbeda dengannya. Nampak sesekali Arka menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan-lahan untuk mengurangi rasa gugupnya. Kedua tangannya yang berada di atas meja pun saling meremas seolah memberi kekuatan. Bibirnya komat-kamit terlihat mengucap bismillah berulang-ulang.


Hingga akhirnya akad nikah pun dimulai. Arka menyalami tangan ayah Restu yang akan menikahkan putrinya sendiri tanpa wali nikah. Lagi-lagi Arka menghirup oksigen sebanyak mungkin lalu mengembuskan dengan kasar lalu mengucap bismillah sebelum mengucap ijab qobul dengan ayah Restu.


Dan akhirnya dengan satu tarikan nafas, Arka dapat menyelesaikan prosesi ijab qobul dengan lancar. Hingga penghulu mengatakan kata "Sah"


"Sah.... Alhamdulillah" jawab semua yang menjadi saksi akad nikah Aulia dan Arka.


Menghembuskan nafas lega dengan tersenyum bahagia. Seolah sempat menahan nafas beberapa saat. Terlihat jelas wajah lega dari seluruh yang hadir. Terutama sang kakek yang kekeh dengan pendiriannya dari kemarin.


Dengan malu-malu Aulia melakukan apa yang disarankan oleh penghulu. Yaitu mencium punggung tangan Arka.


"Mas Arka ga mau cium keningnya mba Aulia nih?" Setelah Aulia mencium tangan Arka. Penghulu itu gantian menggoda Arka. Lain halnya dengan Aulia yang malu-malu. Arka justtu mencium kening Aulia dengan begitu lama dan mesranya. Membuat yang lain senyum-senyum dibuatnya.


Setelah itu keduanya tanda tangan berkas-berkas dan buku nikah. Begitu juga saksi nikah yaitu om Haris dan om Iwan. Acara sungkem pun tetap dilakukan. Kedua pengantin muda itu meminta restu dari kedua orang tua kedua belah pihak. Suasana haru pun tercipta seketika saat sungkem di depan kedua orang tua Aulia. Dimana mereka harus melepaskan putri tercintanya untuk mengikuti suami di usia yang terlalu muda. Usai sudah tugas ayah Restu untuk mendidik putri satu-satunya.

__ADS_1


Setelah suasana haru biru memenuhi ruangan yang cukup kecil untuk sebuah acara akad nikah. Tak ketinggalan juga acara foto-foto untuk kenangan mereka nanti saat sudah tua. Setelah melewati semua prosesi dari awal sampai foto-foto. Akhirnya selesai sudah akad nikah dadakan Aulia dan Arka ala kakek Wisnu. Penghulu pun kini sudah diantarkan pulang oleh utusan om Haris, yaitu orang yang sama saat menjemput tadi pagi.


Selesai acara Dokter dan suster yang mendampingi kakek karena takut kalau-kalau terjadi yang tidak diinginkan karena mengingat kondisi kakek yang baru saja sadar dari tidur panjangnya. Saat ini sedang memeriksa kesehatan kakek. Memastikan kalau kakek saat ini sudah baik-baik saja sebelum keduanya keluar dari ruang rawat kakek.


Tak lupa kakek juga seluruh keluarga berterima kasih kepada dokter dan suster yang telah mau membantu mewujudkan keinginan kakek Wisnu. Dengan bersedia mendampingi sang kakek membuat seluruh keluarga bisa fokus dengan acara akad nikah dadakan ini.


Kini rauangan kakek sudah dibersihkan seperti sedia kala. Tak ada hiasan apapun seolah tak pernah terjadi apapun. Para keluarga pun antri berganti pakaian mereka dengan pakaian yang semula dikenakan saat datang ke rumah sakit.


Tak ada acara makan-makan selayaknya pernikahan pada umumnya. Tapi semua itu tak menghilangkan kesakralan ijab qobul tadi. Juga tak mengalahkan rasa bahagia dan keakraban keluarga satu sama lain. Bahkan karena kecapekan, setelah diperiksa oleh dokter tadi selesai acara. Kakek Wisnu saat ini pun sedang terlelap tidur.


Setelah satu persatu bergiliran untuk berganti pakaian akhirnya semua telah selesai. Sebelum pulang ke rumah masing-masing semua berkumpul di sofa untuk sekedar ngobrol sebentar. Karena hanya kesempatan seperti ini semua bisa berkumpul bersama di sela-sela kesibukan masing-masing.


Satu persatu tak lupa mengucapkan selamat atas pernikahan Arka dan Aulia. Meskipun bukan saat yang tepat mengingat usia keduanya belum waktunya untuk nenikah. Tapi tetap saja ada rasa kebahagaian yang dirasakan oleh seluruh keluarga yang bisa hadir.


○●●●○

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2