
Arka yang menyadari ada hal yang aneh dari ketiga wanita yang sedang duduk di gazebo itupun mulai mendekat untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.
"Kok cuma Auli sih bun yang dipeluk, Ar juga mau kali" celetuk Arka saat sampai di dekat ketiga wanita kesayangannya.
"Ya, udah telat udah selesai tuh acara peluknnya" jawab sang bunda sambil melepas pelukannya pada Aulia.
"Ya udah telat ya" jawab Arka sok dibuat kecewa.
"Mama aja yang dekat ga diajak kok Ar, apalagi kamu yang masih harus jalan dulu" celetuk mama Rita membuat ketiga orang di depannya terkekeh. Sehingga suasana tegang yang sempat tercipta kini telah melunak.
"Lagian kenapa harus nunggu diajak sih, kenapa tadi ga langsung ikut meluk aja, ya kan Sayang" ucap bunda meminta dukungan sang putri.
"He he iya, mama mau dipeluk? Sini" ucapan polos Aulia membuat mereka tertawa lagi. Namun tak urung mama Rita pun memeluk menantu kecilnya itu.
"Udah dong peluk-peluk istrinya Ar" protes Arka sok ga terima.
"Idih posesif banget sih" cebik mama Rita yang membuat yang ada di gazebo terkekeh mendengarnya.
"Biarin, istri aku ini" jawab Arka belaga sombong.
"Jangan lupa istri kamu ini anak bunda lo Ar" ucap bunda Risa tak mau kalah.
"Menantu mam juga kalau kamu lupa Ar" sambung mama Rita yang mau tak mau membuat suami Aulia itu mengalah juga.
"Iya deh iya, Ar kalah, mainnya keroyokan sih" ucap Arka akhirnya mengalah juga.
"Haha makanya jangan sombong dulu" jawab mama Rita ditengah tawanya.
__ADS_1
"Ha ha, Iya ih ga nyangka lo mantu bunda ini ternyata sombong juga terus posesif lagi" sambung bunda sambil tersenyum. Ada rasa bahagia menyelinap di lubuk hatinya. Ternyata keputusannya untuk menjodohkan putri kecilnya dengan anak sahabat sekaligus atasan suaminya adalah pilihan yang tepat.
"Yang kamu kok diem aja sih lihat suami di bully gini" protes Arka pada sang istri yang hanya tersenyum-senyum melihat ketiga orang kesayangannya berdebat untuk merebutkan dirinya.
"La terus Auli harus gimana dong kak?" Aulia yang kebingungan pun menjawab.
"Ya belain lah suaminya" lanjut Arka masih dengan nada protes. Belum sempat sang istri menjawab. Terdengar suara kakek yang tiba-tiba muncul.
"Ada apa sih kok kakek lihat kayaknya seru banget, ga kaya yang di sana tuh, yang dibahas kerjaan mulu" ucap kakek yang tiba-tiba datang sambil menunjuk ke arah papa Tara dan ayah Restu berada.
"Ini nih kek, mama sama bunda masa ga mau ngalah sama Ar,...." Adu Arka pada sang kakek, kemudian Arka menjelaskan apa yang diributkan dengan sang mama dan bunda. Nampak kakek yang sudah ikut bergabung duduk di gazebo pun menyimak semua aduan Arka sambil manggut-manggut mengerti apa yang diucapkan sang cucu.
"Ooo jadi gitu ceritanya" jawab kakek setelah Arka selesai menjelaskan dan dijawab anggukan kepala yang mantab oleh Arka.
"Jangan lupa juga Ar, kalau bukan karena kakek yang jodohin kalian terus kemarin maksa kalian buat nikah, belum tentu Aulia mau jagi istri kamu, iya kan Sayang?hahaha" ucap kakek meminta persetujuan Aulia dan diakhiri dengan tertawa yang membuat Arka merasa semakin terpojok dan malu dengan ucapan sang kakek.
"Yaa kakek, bukannya belain Ar malah makin jatuhin"ucap Arka lesu sambil menepuk keningnya. Yang membuat semua yang duduk di gazebo tertawa terbahak-bahak. Sampai-sampai mama, bunda juga kakek memegangi perutnya yang kaku akibat tertawa.
"Ada apa sih, dari tadi heboh mulu?" Tanya Adrian yang telah sampai duluan dengan mengendong Aura sementara Arin berjalan sendiri di belakangnya. Kemudian disusul oleh ayah Restu dan papa Tara.
"Udah-udah ga usah bahas yang ini, bahas yang lain aja" ucap Arka yang sudah kalah telak dari mama, bunda serta kakek.
"Emang bahas apaan sih?" Pertanyaan Adrian yang makin kepo membuat raut muka Arka berubah lesu.
Menyadari hal itu sang mama pun mengalihkan pembicaraan dengan mengajak bicara baby Aura yang sudah berpindah dari gendongan Adrian ke dalam pangkuan Aulia. Dan untungnya celotehan baby Aura pun berhasil mengalihkan perhatian semua keluarga yang kini telah berkumpul di gazebo itu.
Tak lama bik Yah datang membawa minuman juga camilan. Yang membuat obrolan makin seru dan suasana semakin hangat. Dan tak terasa jam makan siang pun telah tiba.
__ADS_1
Setelah melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah di ruang Sholat. Semua pun makan siang bersama. Baru setelah makan siang bersama, rombongan ayah Restu pun undur diri berpamitan pulang ke kediaman keluarga Kusuma yang masih dalam satu kota dengan kediaman keluarga Wijaya.
Setelah memastikan mobil yang mengangkut rombongan keluarga sang besan. Kakek Wisnu segera mengajak anak cucunya masuk ke dalam rumah. Kemudian semua pin mengikuti kakek yang menuju ruang keluarga.
"Oh iya kek, ada yang mau kami tanyakan sama kakek" ucap Arka begitu mendaratkan tubuhnya di atas karpet yang berada di depan sofa kemudian menyandarkan punggungnya di kaki sang istri yang duduk di sofa tepat di belakangnya.
"Mau tanya apa?" Jawab kakek Wisnu santai.
Sejenak Arka memutar tubuhnya memandang sang istri. Lalu menggenggam tangan mungil sang istri.
"Apa kami boleh melihat wajah papanya Sita kek?" Sengaja Arka menjeda kalimatnya.
"Kalau boleh kami ingin melihatnya. Maksudnya agar kami bisa lebih berhati-hati takutnya suatu saat nanti secara tak segaja kami bertemu tapi kami tak menyadari. Dan keadaan itu akan dimanfaatkan olehnya" Arka pun menjelaskan maksudnya agar sang kakek juga kedua orang tuanya tak salah paham.
"Ya, tentu saja boleh, kakek malah gak kefikiran sampai kesana. Bagus kakek setuju dengan apa yang kamu sampaikan Ar" jawaban kakek yang membuat Arka juga Aulia tersenyum lega.
"Makasih kek" ucap Arka.
"Biar papamu yang ambilkan fotonya Ar, kita tunggu saja di sini" ucapan kakek secara otomatis menjadi perintah buat papa Tara yang seolah tahu diri langsung berdiri menuju ruang kerjanya.
"Tunggu sebentar ya, papa ambil dulu di ruang kerja papa" ucap papa sebelum melangkahkan kakinya menuju ruang kerja.
"Iya pa" jawab Arka singkat.
Setelah beberapa saat papa Tara di dalam ruang kerja. Akhirnya keluar lalu dengan segera menghampiri keluarganya yang masih setia menunggunya di ruang keluarga.
○●●●○
__ADS_1
Bersambung.....
Makasih buat readers yang udah kasih dukungan berupa Like, Komen juga Poinnya 🙏