
"Kalian ada kuliah pagi semua hari ini," sambung Mama Rita.
"Iya Ma, enak kalau bisa bareng gini makin semangat, ya kan Sayang?" Jawab Arka lalu meminta persetujuan sang Istri.
"Iya soalnya Mas gak perlu mondar mandir buat antar Auli ke kampus sama kerja iya kan?" Cibir Aulia membuat Mama sama Papa terkekeh dibuatnya.
"Gak gitu juga Sayang, emang Mas lebih seneng kalau kita bisa berangkat bareng gini, jadi Mas bisa jagain kamu dari cowok-cowok yang mau deketin kamu," ucap Arka posesif.
"Biasa aja kali Mas, justru yang harus khawatir tuh Auli, soalnya fans Mas tuh banyak banget, mana ada yang ngedeketin terang terangan lagi," sewot Aulia mengingat Farah yang kemarun malam selalu saja berusaha cari perhatian kepada Arka.c
"Masa sih Sayang? Kalau sampai suami kamu ladenin tuh cewek bilang sama Mama ya, biar Mama jewer telinganya," ucap Mama Rita.
"Telinga siapa yang mau Mama jewer?" Tanya Arka.
"Ya telinga kamu lah!" Sewot Mama Rita.
"Aduh jangan dong Ma, lagian Arka gak aneh aneh kali," jawab Arka sembari memegang kedua telinganya membayangkan saat dijewer sang Mama.
"Mama pegang omongan kamu ya, sampai nyakitin hati menantu kesayangan Mama, kamu berhadapan langsung sama Mama," ucap Mama Rita membara seolah memang anak semata wayangnya akan melakukan kesalahan yang tak diinginkannya.
"Berhadapan sama Papa juga Ma, Papa paling gak suka sama laki laki yang gak berkomitmen," sarkas Papa Tara yang semakin membuat Arka bergidik ngeri.
"Iya Ma, Pa, Arka gak mungkinlah nyakitin istri Arka sendiri. Cinta Arka dah mentok di Aulia Ma Pa," ucap Arka serius yang membuat Aulia langsung terharu juga tersipu malu.
"Sayang, Mas cinta banget sama kamu, janji ya jangan pernah tinggalin Mas apapun yang terjadi, kalau suatu saat Mas berbuat kesalahan tolong kamu langsung kasih tahu Mas ya, biar Mas segera memperbaiki dan tak berkelanjutan membuat kesalahan atau bahkan semakin nyakitin hati kamu," ucap Arka serius sembari menatap sang istri dengan penuh cinta.
"Iya Mas, kita sama sama saling mengingatkan dan berusaha belajar untuk semakin baik lagi ya, Auli juga Sayang dan cinta sama Mas,"jawab Aulia yang juga membalas tatapan sang suami dengan penuh cinta.
Seolah lupa tempat, Arka mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. Sekilas mencium kening sang istri. Lalu turun menuju bibir mungil sang istri yang menurutnya terasa manis. Dan Cup.
"Ehm Mas, ada Mama Papa," bisik Aulia begitu tersadar sebelum sang suami melakukan hal yang lebih memalukan di depan kedua orang tuanya.
"Maaf Sayang, Mas terbawa suasana," bisik Arka.
"Ekhem, ayo Ma Pa kita sarapan," ucap Arka setelah menormalkan suaranya karena gugup.
"Hem kamu ini, yang dari tadi nunda sarapan juga siapa hem?" Cibir Mama Rita.
__ADS_1
"Yaa Mama, kayak gak pernah muda aja sih," ucap Arka ngeles.
"Sudah sudah buruan sarapan, nanti kalian terlambat ke kampusnya," potong Papa Tara menyudahi perdebatan istri dan putra semata wayangnya.
"Iya Pa," jawab Aulia dan Arka kompak.
Setelah selesai sarapan keduanya berpamitan dan segera berangkat ke kampus. Tak lama dari itu Papa Tara pun menyusul untuk berangkat bekerja.
Perjalanan ke kampus kali ini begitu cepat karena secara kebetulan hari ini jalanan tak macet sama sekali.
Setibanya di parkiran keduanya langsung bersiap untuk turun dari mobil.
"Mas, Auli langsung masuk ke kelas aja ya," Pamit Aulia sembati menjulurkan tangannya untuk menjabat dan mencium punggung tangan sang suami.
"Mas antar aja Yang, lagian jam masuk Mas masih 30 menitan," ucap Arka namun tetap menerima uluran tangan sang istri kemudian mencium keningnya sebagai ritual hariannya setiap berpisah. Entah mau kerja, kuliah atau kemanapun.
Kemudian keduanya turun dan berjalan menuju kelas Aulia beriringan. Tak lupa tangan kirinya menggandeng tangan kanan sang istri yang memang berjalan di sebelah kirinya. Di sepanjang perjalanan pun keduanya ngobrol dan acuh dengan pandangan dari mahasiswa lain yang seolah penasaran dengan hubungan keduanya. Namun sesekali juga menyapa beberapa mahasiswa yang mereka kenal.
Begitu sampai di depan kelas Aulia segera berpamitan untuk masuk ke dalam ruang kelas.
"Makasih ya Mas, Auli masuk dulu," ucap Aulia sembari tersenyum.
"Iya lah Mas tinggal, masa mau ditungguin kaya anak TK aja, he he," jawab Aulia terkekeh.
"Ha ha bukan gitu Sayang, ya sudah sana masuk, nanti keburu dosennya datang," tangan Arka terulur mengacak rambut sang istri.
"Iya, ish berantakan Mas," protes Aulia.
"Sini Mas rapiin lagi," ucap Arka dengan tangannya yang merapikan rambut sang istri yang baru saja diacak acaknya. Dasar modus biar makin lama berduaannya kan?
"Udah rapi, sana masuk, jangan nakal ya, jangan deket deket sama cowok lain, nitip jaga hati buat Mas," lanjutnya tersenyum yang mendapat anggukan dari Aulia. Setelah mengucapkan salam keduanya benar benar berpisah. Aulia masuk ke kelas. Dan Arka menuju ke fakultasnya.
"Cieee yang dianterin, lama amat dramanya," ledek para sahabat yang tak lain adalah Ninda, Mita, Sari dan Nayla si sahabat baru. Senang ya bisa sekampus sama sahabat, satu fakultas lagi, bisa makin akrab dah berasa kaya saudara sendiri kan jadinya.
"Apaan sih, berisik tahu, bentar lagi dosen masuk loh," jawab Aulia mengalihkan.
"Gak usah mengalihkan tema deh Ul," ucap Mita.
__ADS_1
"Ssttt," respon Aulia yang hampir di ledek oleh Rafi namun dosen sudah lebih dulu masuk menyelamatkan Aulia dari ledekan para sahabat.
\=\=\=
Begitu kelas selesai, Aulia segera mengecek ponselnya. Siapa tahu ada pesan dari sang suami. Dan ternyata benar. Dengan tersenyum Aulia segera membuka pesan ya g dikirim oleh Arka dan langsung membalasnya.
π© Mas Arkaβ‘
"Sayang, Mas udah tungguin di parkiran ya."
π© My Wifeβ‘
"Iya Mas, ini Auli baru keluar kelas langsung mau ke parkiran,"
Setelah membalas pesan Aulia segera memasukkan ponselnya ke dalam tas dan segera menanyakan sahabatnya mau pulang atau belum.
"Kalian mau langsung pulang ga?" Tanya Aulia.
"Memangnya kamu mau langsung pulang Ul?" Tanya Ninda.
"Iya nih, udah ditungguin Mas Arka di parkiran," jawab Aulia.
"Aku juga mau pulang ada janji sama Mama, bareng ke parkiran ya Ul," ucap Sari.
"Ya udah aku juga mau pulang aja deh," ucap Ninda. Lalu mereka pun berbincang sambil berjalan.
"Mau bareng kita aja gak Nin?" tanya Mita.
"Emang kalian langsung pulang?" tanya Ninda.
"Iya lagi males jalan mau di rumah aja," jawab Rafi.
"Ok deh mau," jawab Ninda. Dan akhirnya mereka pun pulang.
βββββ
Bersambung.....
__ADS_1
βββββ
@rahmahpratiwi85