KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
150. Do'a bersama Anak Panti


__ADS_3

"Jadi kalian ini cuma sekedar mengenal Aulia juga Arka saja dan tidak berteman baik dengan mereka begitu?" Sambung Papa Tara.


"I i iya Om," jawab Farah gugup.


"Oh pantas," celetuk Adrian dan Arman bersamaan.


"Lalu apakah benar jika kalian yang menempelkan foto foto ini?" Tanya Ayah Restu sembari menunjuk foto foto yang masih tertempel di mading.


"I ya Om," jawab ketiganya takut dengan suara Ayah Restu yang terkesan dingin.


"Tujuan kalian apa menempel foto foto ini?" Ucap Papa Tara.


"Kami... eh maksudnya saya gak suka Aulia dekat dengan Arka Om," Jawab Farah yang langsung merubah mengakui karena dirinyalah mereka bertiga melakukan hal itu. Karena saat mengatakn kami lengannya langsung disenggol oleh Tia.


"Hanya karena hal sepele seperti itu kamu mau membuat nama orang lain terkesan buruk duhadapan semua mahasiswa di sini," Heran Papa Tara.


"Baiklah karena ini masih di area kampus Om akan serahkan masalah ini kepada pihak kampus," lanjut Papa Tara tegas.


"Jangan Om, tolong jangan," Teriak Farah cepat.


"Ini sudah jadi keputusan Om, lain kali pikirkan konsekuensinya dulu sebelum bertindak," Ucap Papa Tara lalu meninggalkan ketiga gadis itu dan kerumunan para mahasiswa yang masih penasaran endingnya.

__ADS_1


Akhirnya Papa Tara dan Ayah Restu menemui pihak kampus yang berkewajiban dan mempercayakan kepada pihak kampus untuk memberi sanksi kepada ketiga mahasiswa pembuat onar atau bahkan pencari perhatian itu. Sementara Arka, Aulia kak Adrian dan mas Arman tidak ikut masuk ke ruangan dan hanya menunggu di luar saja.


Setelah menyelesaikan semuanya seluruh keluarga Aulia dan Arka segera pulang ke rumah. Ternyata meskipun menyeeahkan semua kepada pihak kampus, Papa Tara mengusulkan kepada pihak kampus, untuk memberi hukuman kepada ketiga gadis yang sudah memfitnah menantu kesayangannya itu. Supaya ketiganya membuat makalah mengenai kesehatan agar sibuk dengan tugas dan tak sempat mengurusi urusan orang lain. Karena Papa Tara khawatir kalau ketiga mahasiswa itu akan di skors yang justru malah akan membuat mereka semakin tak terkendali kelauannya.


*****


Kejadian fitnah yang dilakukan oleh Farah dan para sahabatnya telah berlalu. Setelah kejadian beberapa waktu itu antara Aulia dan Arka dengan Farah dan para sahabat. Kini semakin banyak yang tahu hubungan antara Aulia dan Arka, bahwa keduanya adalah sepasang suami istri.


Kini Fara dan sahabatnya tak pernah lagi mengurusi kehidupan sepasang suami istri muda itu. Bahkan ketiganya juga sudah tak usil lagi dengan mahasiswa lain yang tidak mereka sukai. Berkat usulan hukuman dari papa Tara, ketiga gadis itu kini semakin sibuk dan fokus dengan kuliahnya.


Hari demi hari Aulia lalui dengan penuh semangat. Apalagi kini semakin terasa sempurna dengan kehamilannya. Pasangan muda itu tak sabar menanti hadirnya buah cintanya dengan sang suami tercinta, Arka. Buah hati yang sudah dinanti nanti kehadirannya oleh seluruh keluarga.


Hari ini adalah jadwal Aulia memeriksakan kandungannya. Keduanya memeriksakan sepulang Arka bekerja. Dan saat ini Arka dam Aulia telah pulang dari periksa ke dokter kandungan. Usia kandungan sang istri yang sudah memasuki bulan ketujuh semakin membuat perhatian dan kasih sayang Arka tercurah kepada sang istri. Semua keinginan dan ngidam sang istri selalu berusaha Ia wujudkan. Karena, Arka tak mau kelak anaknya ileran, sesuai yang didengarkan dari orang orang kalau tak menuruti ngidam bisa bisa kelak sang anak ileran.


"Alhamdulillah sehat Ma," jawab Aulia sembari tersenyum bahagia.


"Mau diadakan acara tujuh bulan engga Ar?" Tanya papa yang ikut bergabung di ruang keluarga.


"Kita sih udah sepakat ga usah aja Pa, lagian kemarin 4 bulanan kan sudah," Jawab Arka.


"Tapi kalau memang Papa sama Mama pengen ada acara, ya usul Arka sih lebih baik berbagi kebahagian di panti asuhan aja Pa, Ma. Jadi gak perlu repot repot ngurus ini itu. Kita tinggal buat janji sama pihak panti lalu datang dan do'a bersama di sana," lanjut Arka.

__ADS_1


"Iya Mama setuju sama usul kamu Nak. Lagi pula kasian kalau nanti Aulia kecapekan," Mama Rita pun menyetujui usul Arka.


"Baiklah kalau itu mau mu. Jangan lupa kabari Ayah bundamu," sahut Papa Tara.


"Biar besuk Mama yang kabari. Sekalian besuk Mama ada acara bareng sama bunda," usul Mama Rita.


"Bicarakan sekalian kapannya Ma, kalau Papa sih kapan pun bisa, demi calon cucu kesayangan,"Ucap Papa Tara dengan senyum sembari membayangkan menggendong cucu yang belum diketahui jenis kelaminnya. Karena kesepakatan kedua keluarga untuk tidak mencari tahu. Biar surpise katanya.


"Sudah sana kalian istirahat dulu, sambil menunggu makan malam siap," ucap Mama Rita.


"Iya Ma," jawab Arka.


"Ayo Sayang, kita ke kamar dari tadi kamu belum istirahat kan?" Ajak Arka sekaligus bertanya dan langsung menggandeng sang istri menuju ke kamar. Tentunya setelah keduanya berpamitan kepada Papa Tara dan Mama Rita.


***


Dan hari ini adalah hari dimana akan diadakan acara do'a bersama anak anak panti asuhan. Do'a untuk calon ibu dan calon bayi. Sehingga saat lahiran nanti diberikan keselamatan dan kesehatan untuk keduanya.


Sepasang calon orang tua baru itu mengenakan pakaian serba putih. Ternyata seluruh keluarga pun juga demikian. Mereka sepakat mengenakan gamis putih untuk para wanita dan baju koko untuk para pria.


Acara do'a untuk kehamilan Aulia ke 7 bulan bersama anak anak panti berjalan dengan lancar. Setelahnya adalah acara makan bersama dengan anak anak panti serta para pengurus. Ya, Mama Rita dan Bunda Risa telah menyiapkan semuanya. Kedua ibu itu sepakat memakai jasa catering dan event organizer untuk membantu acara hari ini. Tentu saja karena mereka tak mau merepotkan pihak panti asuhan kalau sampai mereka harus beberes sendiri. Sementara acara itu ditujukan untuk putri dan calon cucu mereka. Maka dari itu mereka memilih menggunakan jasa event organizer.

__ADS_1


Setelah selesai makan bersama Aulia dan Arka membagikan bingkisan untuk anak anak panti asuhan. Sebagai ucapan terima kasih atas do'a tulus dari mereka. Melihat senyum bahagia di wajah anak anak itu tentu saja membawa kebahagiaan tersendiri untuk keluarga Arka dan Aulia. Bahagia karena bisa diberi kesempatan untuk bisa berbagi dengan saudara saudara yang membutuhkan uluran kasih seperti contohnya anak anak panti ini.


Waktu pun berlalu, hingga acara pun selesai. Kini seluruh keluarga bertolak pulang ke rumah masing masing. Karena mereka masih mempunyai acara yang berbeda beda. Seperti hal nya Arka yang memaksa sang istri untuk segera pulang dan beristirahat. Sebagai istri yang patuh, Aulia pun menuruti keinginan sang suami. Toh semua juga demi kebaikannya dan si calon baby mereka.


__ADS_2