KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.25. Libur telah usai


__ADS_3

🇲🇨 DIRGAHAYU RI 75Th 🇲🇨


Hai para readers yang selalu semangat😄...


Kita ketemu lagi nih🤗


Selamat Membaca📖


☆☆☆☆☆


Liburan Aulia juga Arka kali ini ditutup dengan acara kebersamaannya dengan keluarga juga sahabatnya. Meskipun sahabat Arka yang tak lain adalah sepasang kekasih Dewa dan Vitria tidak bisa hadir karena ada urusan lain. Tapi hal itu sama sekali tak membuat kebahagiaan laki-laki yang sudah bertunangan itu berkurang.


Arka berpikir kalau pun sahabatnya itu tak bisa hadir tak masalah toh tak lama lagi mereka akan bertemu di sekolahan. Sebagai sahabat baik laki-laki itu tak mau memaksakan keinginannya agar Dewa maupun Vitria ikut memeriahkan acar surprise untuk tunangannya.


Menurut Arka persahabatan itu tak melulu harus selalu bersama-sama kapanpun dan dimanapun. Karena setiap orang pasti mempunyai urusan dan kebutuhan pribadi masing-masing dalam hidup mereka.


Dan menurut Arka juga persahabatan itu bagaimana kita bisa saling dukung apapun yang akan masing-masing lakukan selama dalam hal kebaikan juga selalu ada disaat orang lain meninggalkan kita. Kurang lebih seperti itu yang ada dalam pikiran Arka mengenai hubungan dalam bersahabat.


Sementara sang kakak Adrian beserta istrinya yaitu Arin sekarang sudah tidak lagi kembali ke ibu kota. Karena kontrak kerja dengan perusahaannya di ibu kota telah selesai. Adrian memutuskan untuk pindah bekerja. Dan sekarang laki-laki itu benar-benar sudah bekerja di daerah yang sama dengan tempat tinggal kedua orang tuanya. Bahkan di perusahaan yang sama dengan orang tuanya.


Sebenarnya sudah sejak Adrian lulus kuliah kakek Wisnu telah menawarkan laki-laki itu untuk bekerja di perusahaan kakek itu. Tapi Adrian menolak secara halus dengan alasan ingin mencari pengalaman dulu karena laki-laki yang penuh semangat itu tak mau memanfaatkan aji mumpung untuk bisa bekerja di perusahaan sebesar milik kakek Wisnu.


Dan sekarang setelah merasa pantas untuk bekerja di sana, Adrian pun mengajukan lamaran ke perusahaan Wijaya Group. Dan laki-laki itu meminta papa Tara sebagai presdir di perusahaan untuk tidak memperlakukannya secara istimewa.


Kakak dari Aulia itu ingin dia dihargai di perusahaan itu karena prestasinya. Bukan karena dia punya hubungan dekat dengan pemilik perusahaan. Maka dar itu ia ingin ditempatkan di bagian yang sudah menjadi pilihannya yaitu sesuai dengan lowongan yang ada.


Papa Tara juga kakek Wisnu sudah menyetujui keinginan dari putra sulung calon besannya itu. Yang terpenting bagi mereka adalah Adrian telah mau bekerja di Wijaya Group. Toh kalau memang kinerjanya bagus, lambat laun Adrian bisa naik jabatan.


Pemilik Wijaya Group itu mempunyai harapan khusus kepada Adrian. Mereka berharap dan percaya suatu saat kalau mereka sudah tak lagi mampu bekerja. Adrian bisa membantu Arka membangun perusahaan itu bersama-sama.

__ADS_1


Sekarang Aulia sungguh merasa bahagia karena sang kakak tinggal di kota yang sama dengannya. Terlebih lagi mereka akan tinggal satu rumah dengan orang tuanya. Yang secara otomatis kakaknya itu akan tinggal satu rumah dengannya.


Bahkan Arin sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu itu juga merasa bahagia karena bisa tinggal dengan mertuanya yang sudah ia anggap seperti orang tua sendiri. Karena memang Istri dari Adrian itu hidup sebatang kara. Sejak SMP dia hanya tinggal bersama dengan neneknya. Tapi sekarang neneknya sudah meninggalkannya sendirian. Beruntung dia memiliki suami, ipar juga mertua yang sangat menyayanginya.


Kini liburan semester pun telah usai. Saatnya Aulia juga teman-temannya kembali ke rutinitas sebagai seorang pelajar. Seperti pagi ini setelah menyiapkan buku pelajaran yang akan di bawanya ke sekolah gadis itu segera menuju ke meja makan. Saat ini Aulia sedang sarapan dengan kedua orang tua juga kakak dan kakak iparnya.


Saat sarapan sedang berlangsung di meja makan. Tiba-tiba Arka muncul dari ruang tamu. Di depan ada bi Karti yang sedang menyirami bunga. Maka dari itu pintu depan rumah keluarga Kusuma sudah terbuka lebar. Jadi Arka bisa langsung masuk tentunya setelah menyapa wanita paruh baya yang bekerja di kediaman calon mertuanya. Kedatangan laki-laki itu tentu saja akan menjemput gadisnya.


"Assalamualaikum semua" sapaan Arka membuat seluruh calon keluarganya itu menoleh ke sumber suara.


"Waalaikumsalam" jawab semuanya serantak.


"Eh kakak udah datang. Sini kak sarapan dulu." Ucap seorang gadia yang tak lain adalah Aulia, tunangannya.


"Iya nak ayo sekalian sarapan" sahut bunda antusias.


"Ar, udah sarapan kok Sayang, Bun" jawabnya kemudian duduk di samping tunangannya.


"Boleh, nanti bunda bekelin ya" sahut bunda masih melanjutkan sarapannya yang tinggal sedikit lagi. Sebelum menyiapkan bekel buat calon menantu kesayangannya.


"Ga dikasih uang jajan ya Ar?" Tanya Adrian meledek Arka. Padahal selama ini membawa bekal makan dari bunda adalah kebiasaan calon adik iparnya itu. Tapi karena Adrian tak tahu menahu soal hal itu.


"Iya nih kak, ga di kasih uang jajan sama mama, bagi dong" jawab Arka sok melas.


"Ga usah sok melas gitu deh, masak pewaris utama Wijaya Group ga dapat uang jajan sih. Gak mungkin banget" sahut Adrian.


"Alah bilang aja gak mau ngasih uang jajan, pake bawa nama pewaris segala" celetuk Arka yang membuat gelak tawa semua orang.


"Emang baru tahu ya Ar, kalau calon kakak ipar kamu ini emang pelit" ucap Arin meledek suaminya.

__ADS_1


"Yang, kok gitu sih? Apa sih yang ga aku kasih buay kamu?" Protes Adrian sok teraniaya.


"Banyak , ya kan Yah, dek?" Jawab istrinya meminta dukungan dari mertuanya. Membuat Adrian tepuk jidat.


"Iya bener banyak" jawab ayah Restu santai.


"Yup bener banget kak" jawab Aulia semangat.


"Auli mau bawa bekel juga ga Sayang?" Suara bunda yang baru datang dari dapur menghentikan niat Adrian yang akan membalas serangan dari istrinya yang mendapat dukungan dari ayah juga adiknya. Kedatangan bunda pun menghentikan berdebatan konyol keluarganya.


"Iya boleh bun" jawab Aulia singkat masih berusaha menyelesaikan sarapannya.


Setelah selesai sarapan Aulia segera mengajak tunangannya itu untuk segera berangkat ke sekolah. Kemudian Aulia juga Arka segera pamit kepada orang tua juga kakaknya.


"Yah, Bun, kak, Auli sama kak Arka berangkat sekolah dulu yaa" ucap gadis itu bangkit dari duduknya di kursi meja makan.


"Iya hati-hati ya Sayang, jangan ngebut nak Arka, lebih baik terlambat asal selamat" pesan bunda yang mendapat anggukan kepala dari keduanya.


"Iya bun, kalo gitu kami berangkat" ucap Arka mewakili gadis disampingnya yang tak lain adalah Aulia.


Lalu keduanya bergantian menyalami juga mencium punggung tangan ayah, bunda serta kedua kakaknya. Sebelum akhirnya mengucapkan salam. Sebelum berangkat ke sekolah.


"Assalamualaikum" salam Aulia juga Arka kompak.


"Waalaikumsalam" jawab keluarganya pun tak kalah kompaknya.


○●●●○


Hai hai jumpa lagi dengan cerita Aulia juga Arka🤗

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca ceritaku. Makasih juga buat dukungan kalian yang berupa like, komen, ataupun vote.


Jangan lupa klik favorit agar tak ketinggalan dengan lanjutan ceritanya yaa🙏


__ADS_2