
"Lanjutkan makannya kakak mau ganti baju dulu, siap-siap mau berangkat kerja lagi," ucap Arka mengusap usap rambut sang kekasih kemudian berdiri untuk bersiap-siap.
"Kakak balik ke kantor lagi?" Tanya Aulia menanggapi ucapan sang suami.
"Iya, kenapa Yang?" Tanya Arka yang langsung menoleh kepada gadis itu.
"Gapapa, kirain gak balik lagi," jawab Aulia tersenyum.
"Kamu mau kakak gak balik lagi? Hem? Kalau iya kakak gak jadi berangkat, biar kakak bilang kak Adri dulu buat berangkat sendiri" ucap Arka.
"Eh enggak kok, kakak berangkat aja pasti kerjaan kakak banyak kan? kalau ditinggalin nanti malah menumpuk lo, lagian juga kan mumpung kakak libur jadi bisa berangkat kerja full time, kan kasihan mas Arman kalau harus kerja sendiri terus," ucap Aulia panjang lebar sehingga membuat Arka merasa lega berarti istri tercintanya itu sudah mulai sembuh.
"Iya Sayang, makanya mumpung libur kakak mau kerja dulu, kamu jangan kangen ya," goda Arka sembari menaik turunkan alisnya menggoda istri kecil kesayangannya.
"Iih enggak lah, siapa juga yang kangen, kakak kali yang kangen Auli, buktinya tadi kakak telpon Auli sampai beberapa kali meskipun Auli gak angkat karena lagi bobo," cibir gadis itu mengolok tingkah sang suami saat tadi berulang kali menelponnya karena mengkhawatirkannya sehingga akhirnya memutuskan untuk pulang dan makan siang di rumah sekalian untuk melihat kondisi sang istri.
"Kakak khawatir sama kamu Sayang, makanya kakak telpon terus, karena gak kamu angkat ya udah kakak telpon Bunda juga, e malah gak dijawab juga, terus kakak minta tolong kak Adri buat telpon kak Arin, ternyata juga gak di jawab, pada kemana sih kompak banget buat gak angkat telpon, gak tahu aja kakak di sana khawatir banget sama kondisi kamu, akhirnya kakak bilang kak Adri biar chat kak Arin aja buat ngabari kalau kami mau makan siang di rumah," jawab Arka panjang lebar membuat Aulia tersenyum bahagia mendengar ternyata sebegitu khawatirnya sang suami padanya.
"Oh mungkin tadi pas semua di kamar lagi mijitin Auli kak, terus gak bawa HP jadi gak tahu kalau kakak telpon, kalau HP Auli kan di silent jadi gak dengar, maaf ya udah bikin kakak khawatir," jawab Aulia menjelaskan kemungkinan saat mereka tak menjawab panggilan telponnya.
"Oh begitu, pantes sekarang udah sembuh, ternyata dipijitin Bunda sama Kak Arin," jawab Arka yang sudah selesai bersiap lalu mendekat ke arah Aulia dan duduk di samping gadisnya itu.
"Iya, tadi Aura juga ikut-ikutan mijitin padahal cuma ditepuk-tepuk tapi enak juga kak rasanya, he he" jawab Aulia terkekeh mengingat kelucuan sang keponakan.
"Masa sih Yang? Pinter banget si gembul tahu-tahu nya buat mijitin tantenya," tanya Arka kagum pada bayi gembul itu.
__ADS_1
"Iya kak, mungkin ngikut Bunda sama kak Arin kali ya," jawab Aulia.
"Kak," panggil Aulia.
"Iya Sayang, kenapa?" Jawab Arka sekaligus bertanya.
"Maaf Auli tadi udah bikin kakak khawatir," lirih Auli menjawab.
"Hei Sayang, kamu gak perlu minta maaf begitu sama kakak, wajar kan kakak khawatir sama keadaan istri sendiri, apa lagi istri kakak ini lagi sakit, jadi kamu gak usah merasa bersalah begitu ya," jawab Arka memegang kedua bahu sang istri dan menatap lembut mata sang pujaan hati.
"Makasih Kak, makasih karena kakak udah khawatir sama Auli, Auli senang dengan semua perhatian kakak selama ini, makasih karena kakak bisa tulus menyayangi Auli, kakak selalu mengerti kekurangan Auli, makasih juga kakak selalu sabar membimbing Auli agar bisa jadi istri yang baik" ucap Aulia tersenyum meakipun kedua bola matanya berkaca-kaca. Ya, gadis itu terharu dengan segala sikap sang suami terhadapnya.
"Sama-sama Sayang, makasih juga ya karena sudah mau menerima kakak dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada kakak, semoga kita bisa saling melengkapi, bisa saling menyempurnakan kekurangan kita, kamu memang yang terbaik buat kakak, kakak Sayang banget sama Auli,"ucap Arka menangkup kedua pipi Aulia yang sedang mengangguk mengiyakan semua perkataannya dengan mata yang berkaca-kaca terharu.
"I Love You," ucap Arka lirih
"I Love You too," jawab Aulia lirih setelah dengan tiba-tiba mendapat kecupan singkat dari sang suami. Tentu saja dengan hati yang berdebar-debar serta wajah yang semakin merona. Bahkan air matanya pun telah lolos membanjiri pipi mungilnya yang segera dihapus oleh sang kekasih hati serta diikuti dengan menciumi kedua pipi serta kedua kelopak matanya.
"Sudah jangan nangis lagi Sayang," ucap Arka di sela aktivitasnya menciumi seluruh wajah sang pujaan hati.
"Iya," singkat gadis itu menjawab dengan suara seraknya sembari tersenyum agar air mata bahagianya segera berhenti.
"Kalau kamu masih nangis kakak gak jadi berangkat bekerja loh,"ucap Arka menggoda sang gadis.
"Eh jangan!, ini udahan kok nangisnya," ucap Aulia segera.
__ADS_1
"Ya sudah Kakak berangkat dulu ya Sayang, muach," lanjutnya sembari mencium kening sang istri untuk pamit berangkat bekerja lagi.
"Iya kak hati-hati ya," jawab gadis itu sembari menyalami serta mencium punggung tangan sang suami untuk mengiringi keberangkatannya.
"Iya, baik-baik di rumah, buat istirahat biar cepet sembuh, kalau butuh apa-apa bilang mama atau yang lai ya Sayang," pesan Arka panjang lebar membuat Aulia tersenyum mendengarnya.
"Iya iya, kaya Bunda sama Mama aja sih kak," jawab Aulia terkekeh membuat Arka mencium keningnya kembali sebelum akhirnya laki-laki itu segera berlalu.
Setelah mengucapkan salam yang juga di jawab oleh sang gadis, kemudian Arka pun berlalu keluar dari kamarnya dengan membawa piring serta gelas bekas makan siang mereka.
Sepeninggal sang suami, gadis itu tersenyum-senyum sendiri sembari duduk di atas tempat tidurnya. Ya, Aulia mengingat perlakuan manis serta ungkapan cinta sang suami.
"Apa kak Arka baru saja mengatakan cinta padaku ya?" Gadis itu bergumam bertanya pada diri sendiri kemudian tersenyum.
"Iiih aku tadi juga jawab lagi, aaah malu banget, kira-kira dia dengar gak ya," mengacak-acak rambutnya sendiri masih dengan senyuman yang tak mau berhenti.
"Aaah sepertinya aku sudah gila, kenapa wajahku jadi panas begini sih, mana merah lagi," ucapnya sembari mengusap-usap wajahnya saat menoleh ke arah kaca di samping tempat tidurnya.
"Aaah aku kenapa ini," lanjutnya masih bergumam. Berbicara sendiri seperti orang gila saja.
Sementara di ruang kerjanya Arka pun melakukan hal yang sama, bahkan sejak berada di sepanjang jalan menuju kantor laki-laki itu selalu senyum-senyum sendiri sehingga membuat Adrian sang kakak ipar terheran-heran. Bahkan saat bertanya pun diabaikan oleh Arka yang larut dalam lamunannya sendiri. Untung saja masih tetap fokus saat mengendarai dan hanya mengabaikan kalau ada orang lain yang sedang bersamanya di dalam mobil. Bagaimana tidak? Saat keluar dari mobil pun Arka langsung nyelonong masuk begitu saja setelah mengunci mobilnya, tanpa menoleh ataupun mengajak Adrian yang ada di kursi penumpang untuk segera turun. Untung saja begitu mobil berhenti papanya Aurel itu langsung keluar sehingga tak harus terkunci di dalam mobil. Karena begitu Arka turun dia langsung mengunci mobilnya begitu saja dan melewati Adrian yang masih menunggunya untuk berjalan bersama. Oh ternyata bahagia bisa melupakan keberadaan orang lain juga ya.
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘
IG: @rahmahpratiwi85