KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.35. Wawancara di Kantin 2


__ADS_3

Hai.... Aulia dan Arka datang lagiπŸ™‹β€β™€οΈπŸ™‹β€β™‚οΈ


SELAMAT MEMBACAπŸ“–


β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†


"Iya ih, atau jangan-jangan kakak mantannya banyak ya" tebak Mita sambil melirik Aulia yang raut mukanya sudah berubah.


"Wah parah nih, kasian Auli dong kalau gitu" protes Ninda yang ga terima karena teringat cerita Aulia soal Sita.


"Enak aja ga lah, kakak tuh ga pernah pacaran ya, sekalinya pacaran langsung tunangan kalian juga jadi saksinya kan?" Arka menegaskan statusnya bahkan sudah tak peduli lagi dengan keberadaan Rafi, Andri juga Dino. Karena yang dia khawatir saat ini takut kalau sampai menyakiti perasaan Aulia. Terlebih gadisnya itu dari tadi hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya.


"Apa tunangan?" Ucap ketiga cowok yang baru bergabung itu bersamaan. Kaget mendengar perkataan kakak kelasnya.


"Sttt, jangan keras-keras ngomongnya" ucap Arka dengan jari menempel pada bibirnya pertanda menyuruh ketiga orang yang belum tahu soal pertunangannya itu untuk diam.


"Iya, maaf kak, habisnya aku kaget" jawab Rafi dengan suara sepelan mungkin tapi masih bisa di dengar.


"Ok gapapa wajar karena kalian belum tahu, tapi tolong rahasiain ini dari yang lain ya, kakak ga mau kalau sampai Aulia terganggu dengan status ini" mohon Arka pada ketiga cowok itu.


"Iya kak, dijamin aman" kali ini Andri yang berbicara. Tapi kedua temannya pun mengiyakan.


"Yang kamu kenapa sih? Kok dari tadi diem aja?" Tanya Arka khawatir dengan tunangannya.


"Gapapa kak" jawab Aulia singkat dengan senyum yang dipaksakan.


"Yakin gapapa?" Tanya Arka yang menyadari perubahan kekasihnya.


"Iya" mengangguk dan lagi-lagi dengan senyum yang dipaksakan.


"Auli ga mau tanya apa gitu, kaya teman-teman kamu ini lo pada kepo semua" tanya Arka mencoba membujuk gadisnya agar tak murung lagi.


"Siapa Sita?" Tanya Aulia yang membuat Arka mengerutkan dahinya mendapat pertanyaan tak terduga itu.


"Emang Sita kenapa Yang?" Tanya Arka heran.


"Apa dia masa lalu kakak? atau bahkan masa depan kakak?" Ucapan Aulia terdengar sinis.


"Kamu tu ngomong apa sih Yang? Jangan aneh-aneh deh" Arka merasa aneh dengan pertanyaan yang menyudutkan dari Aulia.


"Kenapa kakak ga pernah cerita soal hubungan kakak sama Sita seperti kakak cerita soal hubungan kakak sama Maya" jawab Aulia menahan emosinya.


"Apa Maya?" Tanya ketiga sahabat Aulia kompak.


"Iya Maya, Maya yang kalian kenal" jawab Aulia tak terasa air matanya menetes.


"Yang udah dong ga usah bawa-bawa dia, kamu tahu kan gimana kakak ke dia?" Tanya Arka yang bahkan tak mau memyebutkan nama Maya.

__ADS_1


"Ini bukan soal Maya kak, tapi Sita, kenapa kakak ga cerita soal dia sama Auli? Apa sampai sekarang kakak masih punya hubungan sama dia?" Tanya gadis itu sambil menghapus air matanya yang keluar begitu saja.


"Yang, plis kakak ga ada hubungan sama sekali sama dia, tolong kamu percaya" ucap Arka sambil memegang kedua tangan gadisnya.


"Kalau kamu ga percaya sama kakak kamu bisa tanya sama mereka" ucap Arka sambil menunjuk Dewa juga Vitria.


"Lagian kenapa kamu tiba-tiba bicara begitu sih? Lanjutnya.


Karena tak kuat untuk melanjutkan ucapannya soal Sita Aulia melihat Ninda seolah minta bantuan untuk mengatakan semuanya. Ninda pun mengangguk mau menceritakan semua pada Arka.


"Ehm sebelumnya maaf kak, aku tahu Auli gak sanggup buat bilang sama kakak soal ini, jadi ijinkan aku buat cerita semua biar jelas" ucap Ninda pada Arka.


"Iya ceritakan sebenarnya ada apa ini" Arka mengijinkan Ninda untuk menceritakan semuanya.


Ninda pun akhirnya menceritakan kejadian di perpustakaan kemarin siang. Sementara yang lain hanya bisa memdengarkan sampai Ninda selesai menceritakan semuanya.


Sementara Arka juga hanya bisa menyimak sebelum menjawab. Kedua tangan Arka selalu menggenggam kedua tangan gadis di sampingnya. Laki-laki itu berusaha untuk memberi jawaban lewat pegangan tangannya kepada gadisnya. Seolah sudah tahu arah pembicaraan gadisnya dengan teman sekelasnya yang mengaku menjadi kekasihnya. Namun tunangan Aulia itu pun tak mau sedikitpun menyela cerita dari Ninda, sahabat gadisnya.


Setelah menceritakan semua dengan jelas sesuai yang diceritakan oleh Aulia, Ninda pun meminta Arka untuk menjelaskan agar semuanya jelas. Karena Ninda tak mau masalah ini berlarut-larut hingga mengganggu pikiran Aulia. Sahabat sekaligus teman satu mejanya.


"Jadi begitu ceritanya kak, aku harap kakak bisa jelasin semuanya sama Auli" ucap Ninda mengakhiri ceritanya.


"Iya pasti itu kakak ga mau ada kesalah pahaman antara hubungan kakak sama Auli" ucap Arka sambil melihat gadisnya yang masih saja betah menundukkan kepalanya.


"Makasih ya Nin, kakak senang Auli punya sahabat seperti kalian" mengucapkan terima kasih pada sahabat kekasihnya sebelum menjawab ataupun membantah cerita Sita yang mengaku menjadi pacarnya.


"Sama-sama kak, kalau kakak mau omongin tentang ini berdua sama Auli gapapa kak" jawab Ninda.


"Iya aku tahu maksud kamu Ar, bener banget kalau kalian harus tahu biar bisa menjaga Auli dari Sita" jawab Dewa dari suaranya terdengar menyimpan kebencian pada Sita.


"Aku juga berpikir begitu Dew" jawab Arka.


"Yang lihat kakak" tangan Arka menarik dagu Aulia mendongakkan wajah Aulia yang menunduk agar menatapnya.


"Auli percaya sama kakak kan?" Tanyanya yang dijawab anggukan gadisnya.


"Sayang, kakak sama sekali ga ada hubungan sama orang itu, bahkan selama ini kakak selalu berusaha keras untuk menghindarinya, ya memang dia pernah menyatakan perasaannya pada kakak, tapi kakak selalu menolaknya dan bilang kalau kakak udah punya kekasih dan itu kamu" ucap Arka sambil menatap manik mata tunangan yang kini telah memenuhi hatinya.


"Bahkan sebelum kakak ketemu kamu, karena sejak kakak tahu tentang perjodohan ini kakak hanya milik Auli" bisik Arka di telinga gadisnya karena tak mau ada satupun dari sahabatnya yang tahu soal perjodohan ini.


Mendengar apa yang dibisikkan oleh Arka nampak tersungging senyum dibibir Aulia. Bahkan dari raut wajahnya terlihat sudah cerah pertanda bahwa gadis itu mempercayai apa yang disampaikan oleh laki-laki masa depannya.


"Kalian perlu tahu kalau Sita itu orangnya nekat, dia akan berusaha keras buat dapatin apa yang dia mau, jadi kakak mohon sama kalian, tolong bantu kakak jaga Auli dari cewek gila itu" mohon Arka pada sahabat gadisnya dengan melihat mereka satu persatu.


"Iya kak pasti kami bantu" jawab Andri.


"Makasih ya" jawab Arka.

__ADS_1


"Gimana Yang kamu percaya sama kakak kan?" Tanya Arka karena Aulia masih terus diam meskipun wajahnya sudah terlihat lega.


"Iya kak, Auli percaya kakak, maaf kalau kemarin sikap Auli nyakitin kakak" ucap gadis itu menatap lelakinya. Tanpa disadari air matanya pun menetes. Melihat itu Arka segera menghapus menggunakan kedua ibu jarinya dengan lembut.


"Udah Sayang, jangan nangis lagi" ucap laki-laki itu. Yang dijawab anggukan kecil oleh gadisnya.


"Ehm maaf kak, aku kan baru tahu ya kalau kakak ternyata tunangan Aulia, jadi selama ini aku kira kalian itu kakak adik...." ucap Dino menggantung nampak ragu mau melanjutkan ucapannya atau tidak.


"Iya gapapa, lanjut aja kamu mau cerita apa?" Tanya Arka menyadari seperti ada yang mau di ceritakan oleh teman gadisnya itu.


"Gini kak kemarin aku lihat ada kakak kelas yang tanya sama Bella teman sekelas kami soal Aulia."ucapnya ragu sambil melihat Arka. Begitu melihat Arka mengangguk bermaksud menyuruhnya melanjutkan ceritanya. Akhirnya dengan terbata-bata ino pun menceritakannya.


"Orang itu tanya apa hubungan Aulia sama kakak, Bella juga jawab kalau kalian kakak adik, mungkin orang itu si Sita yang kalian maksud. Kan tadi kata Ninda dia langsung nebak kalau Aulia itu adik kakak pas di perpus" ucap Nando lega.


"Menurutku sih bukan Sita Ar, tapi ajudannya" Vitria yang tahu betul sikap Sita pun berpendapat demikian.


"Sama aku juga berpikir begitu Vit" ucap Arka.


"Yaudah kita ladeni aja permainannya Ar" kali ini Dewa yang berpendapat.


"Iya tapi gimana? Aku ga mau dia sakiti Auli" Tanya Arka yang sudah buntu karena takut membahayakan tunangannya.


"Mulai sekarang kita buat seolah-olah memang kalian kakak adik, pasti dia akan manfaatin kepolosan adikmu ii untuk bisa pacaran sama kakaknya, paham maksudku Ar?" Tanya Dewa setelah menjelaskan idenya.


"Iya aku paham" jawab Arka.


"Kalian paham ga maksud kak Dewa?" Tanya Arka pada sahabat kekasihnya.


"Iya paham kak" jawab keenam orang yang dimaksud.


"Gapapa kan Yang, kita pura-pura jadi kakak adik sementara, soalnya kalau dia tahu hubungan kita kakak takut dia akan nekat, bahkan jauh lebih nekat dari Maya" ucap Arka menjelaskan.


"Gapapa kak, tapi kalau nanti lama kelamaan dia tahu yang sebenarnya gimana kak?" Tanya Aulia.


"Iya juga ya, ehm gini aja, ga perlu pura-pura tapi kita ga juga bilang ke orang lain soal hubungan kita, biar orang menilai sendiri, gimana?" Tanya Arka meminta pendapat gadisnya dengan usulnya kali ini


"Iya aku setuju kalau gitu, jadi nanti ga ada yang salahin kita kalau kita bilang kakak adik tapi ternyata bukan" Aulia setuju dengan usul Arka.


"Ya itu malah jauh lebih baik, ya kita jalani aja apa adanya, yang penting kita semua waspada aja,ya kan?" Tanya Vitria.


"Iya sip eh kak udah mau bel loh ini, ayo kita balik ke kelas aja" ajak Andri karena memang dia paling disiplin makanya diangkat jadi ketua kelas oleh teman-temannya. Bahkan dia sudah jadi kandidat ketua OSIS menggantikan Arka.


"Yaudah yok" ucap Arka.


"Yang jangan terlalu dipikirin ya masalah ini, fokus belajar aja ya" ucap Arka mengelus lembut rambut tunangannya.


"Iya kak, yaudah Auli ke kelas dulu ya" jawab gadis itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun kembali ke kelas masing-masing. Dan benar saja baru mendaratkan kaki di dalam kelas bel masuk pun berbunyi.


○●●●○


__ADS_2