
Mengabaikan ketiga sahabat yang sedang membicarakan dan memata matai Aulia. Sementara itu di dalam mobil Adrian.
"Kapan kakak sampai dari kuar kota, kok udah bisa jemput Auli aja sih?" Tanya Aulia pada sang kakak.
"Baru tadi pagi dek, suami kamu tuh, begitu lihat kakak masuk kantor belum juga laporan hasil kerja, eh kakak udah di mintain tolong buat jemput kamu, modusnya sih sekalian kasih kamu kejutan, katanya adiknya kakak ini lagi kangen, gitu," jawab Adrian.
"Ih sweet banget sih suami aku, tapi emang bener kak, Auli tuh udah kangen banget sama kakak, kak Arin, apalagi si gembul Aura, aah jadi pengen ketemu kan," cerocos Aulia dengan riangnya.
"Emang ini mau ketemu, sekarang kita pulang ke rumah Ayah, nanti suami kamu katanya mau nyusul sepulang kerja, besuk pagi kalian berangkat dari rumah Ayah,"jelas Adrian.
"Serius kak? Aaa mau mau,"ucap Aulia semangat.
"Gak jadi mampir makan aja deh kak, Auli mau makan di rumah aja, pasti bunda juga udah masak kan?" Lanjutnya lagi.
"Ya masak lah dek, kalau gak masak emang yang di rumah pada mau makan apa?"jawab sang kakak.
"Yakin nih masih sanggup nahan laper sampai di rumah?"lanjutnya.
"Iya yakin sanggup kak," jawabnya semangat.
"Btw ada oleh oleh gak nih kak buat Auli?" Tanya Aulia.
"Mana ada sih dek kakak pergi lupa beliin kamu oleh oleh dek, yang ada entar kamu ngambek lagi sama kakak," ucap Adrian sembari mengacak acak rambut sang adik.
"Ishh kakak ih kebiasaan deh, berantakan nih rambutnya, gak kak Adri gak mas Arka hobi banget sih berantakin rambut aku," gerutuan Aulia yang hanya disambut senyum oleh sang kakak.
Akhirnya kedua kakak adik itu sudah sampai di rumah Ayah. Begitu keduanya masuk ke dalam rumah langsung mendapat sambutan celotehan si Gembul Aura sembari berlari - lari kecil dengan merentangkan kedua tangannya minta digendong sang Ayah.
"Eh gendong tante aja ya, emang Aura gak kangen ya sama tante? Tanya Auli yang mendahului sang kakak untuk menggendong keponakan gembulnya.
__ADS_1
"Padahal tante kangen baget loh sama Aura, muach muach muach," lanjut Aulia yang langsung mendaratkan ciuman ke seluruh wajah balita gembuk nan menggemaskan itu.
"Ola uga tangen ama ante, muach muach muach," jawab balita gembul itu sembari membalas mencium seluruh pipi sang tante hingga basah oleh air liurnya.
"Ante Ola punya mainan banyak banyak nanti Kalo Ante mau main cama Ola Ola kacih pinjam, coalnya kata Mama ante gak punya mainan kaya punya Ola," cerocos Aura dengan segala kulucuannya.
"Bener nih Aura mau kasih pinjam tante mainannya? Tanya Aulia iseng.
"Iya makanya nanti Ante mau ya main cama Ola," ajaknya meyakinkan.
"Ok siapa takut, tapi tante mau makan dulu ya, soalnya perut tante laper, Aura udah makan belum?" Tanya Aulia.
"Udah mamam tadi dicuapin ama Uti pakai cop ada cayul ada ayam cama aco, eeehm yummy," jawab balita itu semangat menyebutkan makanan kesukaannya.
"Oh ya? Wah tantr juga mau dong," seru Aulia.
"Boleh, Ante minta aja cama Uti,"jawab Aura yang langsung meraih boneka barbie nya setelah diturunkan Aulia dari gendongannya.
"Wih enak nih," ucap Adrian mencomot perkedel lalu duduk menunggu nasi yang sedang disiapkan oleh sang istri.
"Kok kakak gak langsung balik ke kantor sih,"protes Aulia.
"Bentar dik makan dulu, kakak juga laper nih, habus makan kakak langsung berangkat kok,"jawab Adrian lalu menyuap sesendok nasi ke mulutnya.
"Soalnya aku gak mau mas Arka lembur terus lagi, sejak kakak di luar kota mas Arka selalu lembur," jawab Aulia menjelaskan.
"Iya dek nanti kakak pastiin suami kamu gak lembur deh, kalau masih nekat nanti kakak serer pulang biar gak jadi lembur, ha ha ha," ucap Adrian terbahak dengan kejahilannya sendiri.
"Aduh, apaan sih kalian kompak banget nyakitin kakak," protes Adrian yang mendapat cubitan di kedua lengannya , satu dari sang istri satu lagi dari adik keaayangan.
__ADS_1
"Abisnya sebel, masa mas Arka mau diseret kaya apa aja," protes Aulia.
"Iya kamu itu mas,"Arin pun sependapat dengan sang adik ipar.
"Iya iya gak bakakn juga kakak seret suami kamu dek, yang ada kakak mlah dipecat nanti," ucap Adrian.
Setelah selesai makan, Adrian segera berangkat ke kantor dengan diantar oleh sang istri sampai ke depan pintu rumah. Tentu saha setelah pamit dengan Bunda, adik serta putri tercinta agar tidak menxari sang Papa kalau dipamitin.
Sementara Aulia saat ini menikmati waktu bersama dengan bunda, kak Arin dan Aura, sesuai permintaan bocah gembuk tadi Aulia juga bermain menemani sang keponakan. Hingga bocah gembul itu mepewatkan tidur siangnya saking asyiknya bermain bersama sang tante.
Hingga sore pun tiba, semua kembali ke kamar masing-masing untuk segera membersihkan diri juga melaksanakan kewajibannya. Setelah selesai, Aulia dan Aura kembali berkumpul di ruang keuarga. Sedangkan Bunda Risa dan kak Arin memasak untuk makan malam mereka semua.
Hingga terdengan suara mobil para pria yang sudah pulang dari kantor. Dan mereka tiba di rumah secara bersamaan. Mendengar itu Aulia segera membopong sang keponakan untuk segera menyambut ketiga lelaki kesayangannya.
"Papa puyang Papa puyang, Akung puyang, Akung puyang, Oom puyang Oom puyang," celoteh Aura dalam gendongan sang tante yang berjalan menuju ke teras rumah. Sementara sang Uti dan Mamanya yang mendengar dari dapur hanya geleng geleng kepala heran.
"Kecilnya mas itu kak, suka heboh kalau Ayah pulang kerja," seloroh bunda kepada sang menantu.
"Pantesan bun, perasaan waktu Arin kecil gak gitu-gitu amat deh," ucap Arin dengan tertawa bersama bunda.
"Aura tuh plek banget sama masmu, heran bunda kok gak ada mirip-miripnya sama kamu ya," ucap bunda heran.
"Tau bun, Arin juga heran padahal Arin yang bawa bawa kemana mana selama 9 bulan eh mukanya mirip Papanya, eh ternyata semakin kesini kelakuannya juga,"gerutu Arin.
"Sabar kak, nanti adeknya Aura mungkin yang mirip kamu," ucap Bunda.
"Tar aja deh bun, puas puasin dulu sama Aura," jawab Arin.
"Iya bunda setuju,"ucap bunda.
__ADS_1
Sementara di teras rumah si gembul dengab hebohnya jadi rebutan Ayah, kak Adrian dan Arka. Dan tentu saja pemenangnya Arka, karena diiming imingi main bersama setelah makan malam. Tentu saja balita gembul itu mau mau saja orang yang ada dipikirannya cuma main main dan main saja.
○●●●○