KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.56. Pengambilan Rapot


__ADS_3

Melihat tingkah sang istri membuat Arka tersenyum bahagia. Setelah menikah Arka merasakan lebih mencintai sang istri. Tapi salahnya Arka belum pernah mengucapkan secara resmi. Jadi ulia masih menganggap bahwa sang suami belum benar-benar mencintainya. Seperti apa yang kini Aulia rasakan pada Arka. Cinta.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari berganti hari. Setelah hampir satu tahun mereka belajar akhirnya hari ini mereka akan mengetahui sebatas apa kemampuan belajar mereka. Ya, hari ini adalah hari pengambilan rapot.


Nampak orang tua berdatangan untuk mengambilkan hasil nilai belajar anak-anak mereka. Terlihat berbagai ekspresi yang mereka tunjukkan. Ada yang bersemangat karena merasa anaknya akan memberikan hasil terbaiknya.


Ada juga yang cemas karena anaknya yang tak pernah dilihatnya belajar di rumah. Atau bahkan karena sering dapat informasi dari pihak sekolah kalau anaknya suka bolos ataupun membuat onar. Ya namanya juga remaja, pasti ada saja kelakuan mereka. Semua anak tak bisa disamakan.


Sebelum jam undangan orang tua ataupun wali murid tiba. Semua murid berada di dalam kelas masing-masing. Mendengarkan nasehat dari wali kelas masing-masing. Atau malah lebih tepatnya salam perpisahan dari wali kelas yang telah mendampingi mereka selama kurang lebih satu tahun ini. Sebelum liburan kenaikan kelas di mulai. Dan akan bertemu dengan wali kelas yang baru saat masuh ke kelas baru saat liburan usai nanti.


Setelah berbagai obrolan terjadi antara wali kelas dan para murid. Saatnya mereka keluar kelas dan bergantian dengan orang tua ataupun wali yang sudah datang. Karena sebentar lagi waktu undangannya akan tiba.


Begitu keluar kelas Aulia langsung menemui sang mama. Karena sang bunda sedang menemani sang ayah keluar kota, maka kali ini yang mengambilkan rapot Aulia adalah mama Rita.


"Loh mama ga ke kelas kakak dulu?" Tanya Aulia yang menghampiri mama Rita.


"Enggak sayang, mama mau kenal sama orang tua dari sahabat putri mama"jawab mama Rita sambil mencubit manja hidup menantunya itu.


"So sweet, makasih ya ma" merasa senang karena mama Rita mau mengenal lebih jauh sahabatnya, Aulia reflek memeluk mama Rita.


"Ayo ma, Auli kenalin" ajak Aulia. Kemudian keduanya pun berjalan beriringan dengan bergandeng tangan ke arah para sahabat Aulia beserta orang tuanya.


"Hallo tante, kenalin ini mama Auli, ma yang ini tante Widya mamanya Ninda, ini tante Sinta mamanya Mita, kalau yang ini tante Rini mamanya Sari" ucap Aulia memperkenalkan satu-satu mama dari ketiga sahabatnya.


"Hai jeng perkenalkan nama saya Rita, saya mamanya Aulia" mama Rita pun memperkenalkan dirinya. Dan di sambut dengan jabat tangan oleh ketiga mama sahabat Aulia itu.


"Wah Aulia pasti senang dong ya mamanya yang ambilin rapot, memang bunda kemana Sayang?" Tanya mama Widya mamanya Ninda. Semua mama dari sahabat Aulia memang sudah diberi tahu oleh anak masing-masing kalau Aulia sudah bertuangan dengan pacarnya.


"Bunda lagi di luar kota tante" jawab gadis itu sambil tersenyum ramah.


Setelah berkenalan akhirnya keempat mama itu memutuskan untuk masuk sambil menunggu orang tua yang masih belum datang. Karena sudah ada sebagian orang tua yang sudah menunggu di dalam.

__ADS_1


"Yang mama masih di dalam?" Tanya Arka yang tiba-tiba muncul entah darimana.


"Eh kak, iya masih, kenapa kak?" Tanya Aulia.


"Gapapa, cuma mau ikut nunggu mama di sini" ucap Arka santai.


"Boleh kan?" Tanya Arka.


"Ya ampun kak, kaya sama siapa aja pakai tanya segala" jawab Mita. Arkapun terkekeh mendengarnya.


Tak lama mama Rita keluar dari dalam kelas. Karena nomor absen Aulia yang pertama, makanya mama Rita keluar lebih dulu.


"Girls aku duluan ya, mau ikut mama sama kak Arka, salam buat mama kalian ya" pamit Aulia pada sahabatnya.


"Ok siap Ul" jawab ketiga sahabatnya kompak.


Kemudian Aulia, Arka juga mama Rita berjalan beriringan menuju kelas Arka yang ada di lantai 2. Dengan posisi mama Rita di tengah diapit Arka dan Aulia. Arka di sebelah kanan mama dan Aulia di sebelah kiri mama.


"Iya Sayang" jawab mama. Lalu kedua wanita beda usia itu pun berlalu menuju ke kelas Arka.


Saat hampir masuk ke dalam kelas. Mama Rita dan Aulia berpapasan dengan Sita dan mamanya. Tapi entah kenapa mamanya Sita justru perpaling muka lalu melewati Aulia dan mama Rita begitu saja.


Lain dengan mamanya, justru Sita menyapa.


"Hai tante, ehm selamat ya tante, meskipun Arka harus bekerja jadi cleaning servis di kantor tapi Arka masih jadi juara umum" ucap Sita sok tahu mengenai pekerjaan Arka.


"Hai, kak Sita, ma ini teman kakak" ucap Aulia sambil memberi kode mama Rita dengan menggenggam erat tangan mama Rita saat menyebut nama Sita.


"Oh, oh iya makasih ya" jawab mama Rita sambil tersenyum setelah tahu apa maksud orang di depannya ini.


"Yaudah tante, Sita duluan ya, permisi" pamit Sita akhirnya.

__ADS_1


"Iya" jawab mama Rita kompak dengan Aulia.


"Loh kok mama masih di sini sih? Kenapa ga langsung masuk?" Tanya Arka saat mendapati sang mama masih di luar mapah asyik ngbtol dengan Aulia.


"Yaudah mama masuk dulu ya Sayang, dilanjut nanti lagi ceritanya" ucap mama Rita sebelum akhirnya masuk ke dalam kelas Arka.


"Ngomongin apa sih Yang sama mama, kok serius banget?" Tanya Arka saat saat kini tinggal berdua dengan Aulia. Sebenarnya merwka bukan cuma berdua. Karena di situ juga masih banyak teman-teman Arka yang masih menunggu orang tuanya. Tetapi mereka sibuk ngobrol dengam teman dekat masing-masing.


"Tadi Auli sama mama ketemu kak Sita" Aulia sengaja mengentikan ucapannya untuk melihat ekspresi Arka saat mendengar nama Sita.


"Apa? Sita?" Tanya Arka terkejut.


"Terus kalian ga diapa-apain kan Yang?" Lanjut Arka merasa khawatir kalau terjadi sesuatu dengan dua wanita yang dicintainya.


"Engga kak" jawab Aulia tersenyum. Lalu gadis itu menceritakan kejadian pertemuan tak sengaja tadi. Setelah mendengar cerita Aulia, Arka pun bernafas lega. Kalau ternyata tidak terjadi apapun seperti yang dia takutkan.


"Jadi Sita kira aku jd OB gitu?" Tanya Arka setelah Aulia selesai bercerita.


"Mungkin dia ga jadi deketin kakak karena dia tahunya kakak udah ga kaya lagi alias bangkrut kali ya?" Arka mencoba memprediksi kenapa dengan gadis yang selalu membuatnya risih kini tiba-tiba menjauhinya. Meskipun senang tapi Arka harus tetap hati-hati.


"Bisa jadi kak, aku takut kalau dia tahu kakak pewaris tunggal Wijaya grup dia akan merayu kakak lagi" ucap Aulia lesu.


"Kamu tenang aja Yang, siapapun itu tidak akan pernah bisa merebut kakak dari kamu" ucap Arka lembut memandang sang istri sambil tersenyum sehingga berhasil merubah raut wajah khawatir Aulia menjadi tersenyum lega.


Tak lama mama yang melihat kejadian melo antara putra semata wayangnya dengab mantu kesayangannya itupun ikut bergabung. Lalu mengajak keduanya segera pulang.


○●●●○


Bersambung.....


Hai readers🙋‍♀️

__ADS_1


Makasih ya buat semua dukungan dari readers juga para Author yang udah menyempatkan mampir buat membaca ceritaku. Makasih juga buat dukungan kalian baik itu like, komen, rate ataupun vote.🙏


__ADS_2