KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps. 144. Cengeng


__ADS_3

Setelah beberapa minggu dari menginap di rumah Ayah Bunda. Aulia tetap dengan rutinitasnya di kampus. Sedangkan sang suami semakin sibuk di kantor, jadi mau gak mau Arka harus pintar pintar membagi waktunya antara untuk bekerja, ke kampus dan keluraga terlebih untuk sang istri tercinta.


Dan disaat sang suami tidak bisa mengantar ke kampus ataupun menjemput nya sepulang kuliah. Aulia selalu bergantian di jemput oleh kak Adrian, Ayah Restu, Papa Tara atau bahkan oleh mama Rita juga. Entah kenapa semua begitu memanjakan dan tak akan membiarkan sang ratu untuk pulang sendiri atau bahkan sekedar nebeng para sahabatnya sekalipun. Paling mentok ya Aulia di jemput sopir Mama Rita tanpa mama Rita. Tentu saat mama Rita sibuk dengan kegiatan sosialnya.


Dan dengan begitu tanpa Aulia dan keluarganya sadari, ketiga gadis yang tak lain adalah Fara cs memanfaatkan momen itu untuk mengambil bukti sebanyak banyaknya untuk menjatuhkan nama baik Aulia tanpa menyelediki siapa setiap laki laki yang mengantar atau menjemput gadis yang menjadi saingannya itu.


Saat ini Arka dan Aulia sedang menikmati hari minggunya dengan bersantai di balkon kamarnya. Sedangkan kedua orang tuanya sedang menghadiri undangan salah satu rekan kerjanya di luar kota tentu saja dengan Ayah bunda juga kak Adrian sekeluarga. Sebenarnya Papa juga meminta Arka dan Aulia ikut serta. Tapi semalam sang menantu kesayangan mengeluh sedang tak enak badan. Jadilah akhirnya sepasang pasutri muda itu menikmati libur di rumah berdua.


"Sayang, makan yuk, dari tadi kamu belum makan apa apa lo," ucap Arka khawatir.


"Auli lagi gak nafsu makan mas," rengek Aulia manja.


"Sedikit aja Sayang, kalau gak diisi nanti makin sakit kamunya," rayu Arka namun sang istri hanya menggelengkan kepala.


"Ya udah kamu maunya makan apa, nanti biar di masakin sama bibi, atau kalau perlu kita beli aja,"semakin gencar rayuan Arka.


"Ehm beneran boleh apapun yang Auli minta?" Tanya Auli memastikan.


"Iya, apapun mas turutin demi kamunya mau makan," pasrah Arka.


"Ehm..." ucap Aulia ragu.


"Apa Sayang?" Tanya Arka sembari membelai lembut rambut sang istri juga mendaratkan ciuman di puncak kepala sang istri.


"Gak diturutin gapapa tapi janji dulu mas gak boleh marah," ucap Aulia ragu dengan petmintaannya.


"Iya janji mas gak bakal marah," ucap Arka tersenyum manis.

__ADS_1


"Ehm.... Auli mau makan mie ayam," ucapnya ragu.


"Tapi mie ayam bakso, terus baksonya tuh besar yang dibelah jadi kayak bunga di tengah mangkoknya terus ayamnya disuwir suwir dipinggiran baksonya, terus dikasih taburan bawang goreng di atasnya," lanjut Aulia antusias dengan wajah berbinar seolah bakal diwujudkan keinginannya oleh sang suami.


"Jangab mie ya Sayang, yang lain aja, kamu belum makan apapun loh dari pagi," ucap Arka hati hati.


"Ta... pi... Auli maunya cuna itu mas, hiks hiks," ucap Aulia dengan sedihnya bahkan air matanya sudah mengalir di pipi mulusnya. Melihat hal ity tentu saja Arka terkejut. Arka merasakan hatinya begitu sakit melihat sang istri menangis hanya karena ingin makan semangkok mie ayam yang tak dikabulkannya.


"Sayang, jangan nangis, mas minta maaf, udah cup cup, baiklah kita cari penjual mie ayam sesuai yang kamu inginkan, tapi udahan ya nagisnya. Mas jadu sedih kalau kamu nagis gini," ucap Arka sembari menghapus air mata sang istri yang tak mau berhenti mengalir. Bahkan sesekali Arka mencium kelopak mata sang istri berharap air mata itu segera berhenti mengalir.


"Yakin mas mau beliin, terus Auli boleh makan mie nya?" Tanya Aulia dengan polosnya ditengah isak tangisnya.


"Iya mas bakal beliin dan kamu boleh makan, tapi kita cari bareng bareng ya, soalnya mas gak tahu dimana yang jual mie yang kamu mau," Ucap Arka meyakinkan.


"Iya kita cari bareng, nanti mas Arka tanya yang jual ada mie kayak gitu engga kalau gak ada kita pindah cari yang lain," minta Auli memelas.


"Iya," jawab Aulia singkat dan berlalu masuk ke kamar mandi untuk cuci muka.


"Pakai jaketnya ya Sayang, kamu lagi gak enak badan, mas khawatir kamu tambah sakit nanti kalau kena angin," ucap Arka menyerahkan jaket pada sang istri begitu Aulia keluar dari kamar mandi.


" iya nanti, Auli mau pakai pelembab dulu sama lip tint biar gak pucat," jawab Aulia lalu menuju ke meja riasnya.


"Udah," ucapnya setelah selesai dengan aktifitas yang disebutkan tadi.


'Sini mas pakaiin," ucap Arka langsung mengarahkan jaket untuk dipakaikan pada istri kesayangannya yang entah kenapa kok jadi cengeng begini sejak kemarin jika dia tak menuruti keinginan sang istri. Untung cinta.


Akhirnya setelah berkeliling keliling dan bertanya ke beberapa penjual bakso dengan resiko ada sebagian dari mereka yang marah marah karena calon pembelinya banyak tanya namun tak jadi beli, ada juga yang geleng geleng kepala sambil bertanya 'Istrinya lagi ngidam ya mas?. Dan demi agar tidak dimaki maki Arka pun mengiyakan. Seperti yang terjadi di penjual yang terakhir Arka dan Aulia datangi sekarang pun betanya hal yang sama.

__ADS_1


"Baiklah mas, bapak bikinkan sesuai keinginan istrinya mas saja, lagian di sini ada bakso jumbonya juga kan tinggal bikin ayam suwirnya aja kebelutan di sini ada menu mie paha jadi bisa disuwirkan, kasihan nanti anaknya mas ileran lagi, kan gak lucu masak bapaknya cakep anaknya ileran, ha ha," ucap si vapak penjual sembari tertawa.


"Wah serius pak, bapak bisa bantu saya bikinnya?" Tanya Arka dengan sumringah.


"Iya mas bisa," jawab sang penjual mantab.


"Baiklan pak terima kasih banyak pak, saya panggil istri saya dulu ya pak," ucap Arka semangat. Lalu menghampiri sang istri yang menunggu di dalam mobil.


"Sayang, ayo turun, di sini ada yang sesuai keinginan kamu," ucap Arka bahagia.


"Beneran mas, waaah senangnya, ayo buruan mas nanti keburu habis mie ayam baksonya," ucap Aulia semangat bahkan sorot matanya pun berbinar bahagia.


"Tidak akan kehabisan Sayang karena mas langsung pesankan buat kamu tadi," jawab Arka yakin.


"Iya iya , tapi Auli udah gak sabar mas," jawab Aulia sembari melangkahkan kakinya setengah berlari. Sungguh tak sabar sepertinya.


"Hati hati Sayang, jangan lari lari," seru Arka yang tertinggal jauh di belakang sang istri.


"Ngapain bengong ayo masuk, tadi aja gak sabaran lari lari," ucap Arka terkekeh melihat tingkah sang istri kebingungan di pintu masuk warung bakso. Sementara Aulia hanya terkekeh mendengar protesan sang suami.


"Mau duduk dimana Sayang?" Lanjutnya bertanya.


"Di situ aja Mas, enak dekat jendela biar kena angin jadi gak panas," jawabnya semangat.


"Baiklah, ayo Sayang," ajak Arka.


Tak lama setelah keduanya duduk si bapak penjual langsung menyuguhkan bakso sesuai pesanan yang Arka sebutkan tadi.

__ADS_1


○●●●○


__ADS_2