
Setelah pasangan remaja itu turun dan ke ruang keluarga untuk menunggu adzan magrib. Tak lama kemudian terdengar sayup-sayup adzan magrib. Sehingga seluruh keluarga pun memutuskan untuk sholat berjamaah dan membaca Alqur'an sambil menunggu waktu adzan isya.
Begitu selesai menunaikan kewajiban mereka malam ini. Seluruh keluarga segera makan malam. Selesai makan malam, seperti biasa semua pun berkumpul di ruang keluarga. Karena hal seperti ini sudah menjadi tradisi yang harus dilaksanakan setiap malamnya. Karena kebersamaan seperti ini adalah moment yang pas untuk berbagi cerita satu sama lain.
"Ma, ternyata yang dikhawatirkan mama soal Auli beneran terjadi lo tadi sore," ucap Arka memberitahu pada sang mama. Sedangkan Aulia hanya bingung mencerna apa yang sedang dibicarakan oleh suaminya.
"Tuh kan apa mama bilang? untung kamu ada di kamar Ar, terus gimana?" Tanya mama penasaran.
"Begitu bangun dia mau berangkat sekolah ma, haha," ucap Arka terkekeh mengingat kejadian tadi sore. Yang disambut tertawa oleh mama Rita. Sementara sang papa dan kakek hanya bisa menyimak karena belum tahu apa yang dibicarakan.
"Aaa.... Kakaaak, udah dong malu...," rengek Aulia merasa malu jika harus diingatkan kejadian itu. Apalagi dia sempat ngeyel sama sang suami.
"Habisnya ekspresi kamu tadi sore lucu sih Yang," ucap Arka masih terkekeh.
"Yaa, sayang sekali mama gak lihat ya Ar," goda mam Rita yang juga masih senyum-senyum.
"Kenapa ini? Ada apa?" Tanya kakek penasaran.
"Itu kek, tadi so...," ucap Arka belum selesai berbicara sudah keburu dibungkam mulutnya oleh Aulia.
"Udah dong kak, malu ni...," rengek Aulia sambil membungkam mulut Arka dengan tangannya.
"Malu kenapa? Ya udah kalau kak Arka gak boleh cerita, Auli aja yang cerita," ucap kakek masih penasaran.
"Gak mau kek ya malu aja, hehe" ucap Aulia sambil melepas tangannya uang digunakan untuk membungkam mulut Arka.
"Tadi kan Auli tidur kek, eh bangun-bangun mau berangkat sekolah, ha ha," ucap Arka sambil memegang tangan Aulia karena hampir membungkam mulutnya lagi.
__ADS_1
"Salah kakak juga, kenapa gak bangunin Auli," ucap Aulia cemberut.
"Kalau tadi pas di parkiran kakak bangunin kan jadinya ga bingung kak," protesnya lagi.
"Lagian ya kek, gimana gak bingung coba, tadi kan Auli tu boboknya di mobil, eee begitu Auli bangun udah di kasur aja, ya otomatis bingung lah, jadi Auli kira tadi tuh pagi hari, gitu kek, eh ops kok malah jadi Auli ceritain sih, aaaah kakak sih..." rengek Aulia memukuli lengan Arka saat tersadar justru malah dia menceritakan semua di saat selesai bercerita. Mungkin saking semangatnya. Hal itu membuat seluruh keluarga tertawa dan semakin gemas dengan kepolosan Aulia.
"Aaa tuh kan kakek, mama sama papa malah ketawain,"protesnya berpura-pura ngambek.
"Udah gapapa Sayang, bener kamu bilang, kak Arka juga salah ga bangunin kamu, ha ha," ucap kakek masih dengan tertawanya.
"Loh kok gitu sih kek, Ar kan gak tega buat bangunin, ya udah Ar angkat aja masukin ke kamar, mama juga lihat kok, ya kan ma?" Ucap Arka meminta pembelaan dari sang mama yang saat itu tahu pas Arka mengangkat Aulia dalam kondisi tidur.
"Kalau kakek lihat pasti juga gak tega," lanjutnya masih berusaha meyakinkan.
"Atau kamu mau Yang kakak tinggal di dalam mobil, tar yang ada merasa kelamaan nungguin kakak, terus kamu malah nyetir mobil sendiri buat ke sekolah, ha ha ha," lanjut Arka sambil tertawa membayangkan kalau itu benar terjadi.
"Iiih kakak apaan sih? Jahat banget deh!" Protes Aulia lagi-lagi memukul lengan Arka karena gak terima.
"Ma, Pa, kakek.... kakak nih, ngedek terus dari tadi," rengek Aulia meminta bantuan keluarga tapi justru malah makin membuat semua terkekeh melihat aksi merajuknya.
"Tuh kan malah diketawain," ucap Aulia cemberut.
"Udah-udah gak usah ngambek, uh Sayang, masak putri mama diledekin terus sih," ucap mama Rita meskipun masih menahan tawa tapi sambil memeluk Aulia karena sudah dalam mode ngambeknya.
"Udah dong Ar, kasian ni, matanya udah berkaca-kaca gini, kamu malah ngakak mulu," ucap mama Rita setelah melepaskan pelukannya.
"Iya ma, maaf kakak ya Sayang, kakak bukannya ngeledek tapi kamunya sih ngegemesin," ucap Arka sambil nguwel-uwel pipi Aulia dengan tangannya.
__ADS_1
"Sini sini peluk," lanjutnya merentangkan tangan siap memeluk istrinya.
"Udah, yang tadi jangan dibahas lagi kak, Auli malu," lirih Aulia yang langsung masuk ke dalam dekapan hangat sang suami.
"Iya, kakak udah ga bahas lagi kok," ucap Arka sambil mengusap-usap lembut punggung Aulia.
"Janji," ucap Aulia melepaskan pelukan sang suami lalu menyodorkan jari kelingking bermaksud untuk dikaitkan dengan jari kelingking sang suami sebagai simbol janji alias promise.
"Iya janji," ucap Arka yang menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Aulia. Yang seketika langsung membuat sang istri tersenyum manis.
"Nah gitu dong, kalau senyum kan cantik, ya kan kek," ucap papa Tara yang sedari tadi tak keluar suaranya. Hanya ikut terkekeh saja setiap ada hal yang lucu.
"Sudah malam, lebih baik kita istirahat aja yuk," ajak mama Rita pada semua, mengingat memang sudah menunjukkan jam 9 malam.
"Baik ma, ayo Yang," ajak Arka pada Aulia setelah mengiyakan ajakan sang mama.
"Iya kak, ayo," jawab Aulia.
"Ma, pa, Kakek, kami ke atas duluan ya, selamat malam" pamit keduanya lalu beranjak berdiri.
"Iya nak, selamat malam Sayang, mimpi indah yaa," jawab mama Rita mewakili papa Tara juga kakek Wisnu yang hanya mengangguk dan tersenyum kepada keduanya.
Akhirnya sepasang suami istri remaja itupun berlalu meninggalkan ruang keluarga menuju ke lantai atas di mana terletak kamar tidur mereka berdua. Sedangkan kedua orang tua, yaitu mama Rita dan papa Tara, serta kakek Wisnu pun juga melakukan hal yang sama. Berlalu meninggalkan ruang keluarga untuk masuk ke dalam kamar masing-masing yang berada di lantai dasar yang tak jauh dari ruang keluarga. Yang hanya bersebelahan dengan ruang keluarga.
○●●●○
Bersambung lagi deh....
__ADS_1
Terimakasih readers yang masih setia menunggu cerita Aulia dan Arka. Semoga suka yaa, makasih buat yang udah sempetin buat baca cerita ini. Makasih udah kasih Like juga komentarnya. Terkhusus buat Bee (Okta Bee) si Authornya "Mahmud I love U" yang udah kasih komen membangun terus dari awal cerita ini😙😙😍
Ditunggu juga dukungan votenya yaa. Bagi-bagi poin buat semua cerita yang kalian baca. Baik dari cerita ini maupun cerita dari Author yang lain.