
Sesampainya di parkiran, Aulia langsung pamit dengan para sahabatnya lalu menuju ke arah mobil sang suami.
"Assalamualaikum Mas," sapa Aulia sembari menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan sang suami.
"Waalaikumsalam Sayang," jawab Arka sembari menerima uluran tangan sang istri lalu mencium keningnya tak peduli kalau ada yang melihatnya.
Setelahnya membukakan pintu untuk sang istri dan menyusul masuk mobil.
"Sayang, mau makan dulu apa langsung ke kantor?" Tanya Arka begitu mobil mulai melaju.
"Ngikut aja deh Mas, kan Mas yang lebih tahu jadwal Mas gimana bisa makan dulu apa engganya," jawab Aulia sembari tersenyum, meskipun sang suami tak menatapnya dan fokus pada jalan di depan yang memang begitu ramai.
"Order aja ya Sayang? Kita makan di kantor aja," ucap Arka menoleh sekilas menatap sang istri.
"Iya Mas, ehm Mas mau makan apa? Biar Auli pesan sekarang aja, siapa tahu nanti sampainya bareng kan bisa langsung makan," mengambil ponsel lalu sibuk memiliha menu yang diinginkannya.
"Pecel lele aja deh Yang, jangan lupa pakai tahu tempe sama sambel bawang ya," jawab Arka.
"Siap Ndan, Auli juga ah, tapi Auli gak mau lele maunya ayam aja," gumam Aulia sembari fokus pada ponselnya memesan menu makan siang di tempat pecel lele langganannya.
"Ok udah beres Mas, tinggal nunggu makannya," ucapnya.
"Telpon siapa Yang?" Tanya Arka saat melihat sang istri menempelkan ponselnya ke telinga.
"Telpon mba Tari, mau kasih tahu kalau aku pesen makan siang buat kita Mas, biar gak bingung lagi dia, he he," Aulia terkekeh mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
"Oh iya bener juga, he he," Arka pun ikut terkekeh mengingatnya.
Setelah sambungan tersambung kepada resepsionis di kantor sang suami, Aulia segera memberi tahu maksudnya menelpon dan setelah orang di seberang sana paham dengan segera Aulia mengakhiri telponngan.
Tak lama mereka telah sampai di parkiran lalu segera turun dan masuk ke dalam gedung yang tak terlalu tinggi seperti perusahaan yang lain. Karena memang keluarga Arka bukan dari kalangan kelas elite yang mempunyai perusahaan dengan gedung pencakar langit.
"Selamat siang mba Tari," sapa Aulia kepada resepsionis yang sedang fokus dengan pekerjaannya.
"Selamat siang mba Aulia, Pak Arka," jawab Tari dengan hormat.
"Pesanan aku udah sampai belum ya mba?" Tanya Aulia.
"Belum mba, mungkin sebentar lagi, nanti biar saya antarkan kalau mba mau masuk sekarang," tawarnya.
"Boleh deh, makasih ya mba, Aku ke atas dulu," pamit Aulia.
"Sama sama mba, silahkan,"jawab Tari mengangguk.
__ADS_1
Akhirnya Aulia dan Arka memilih segera ke ruang kerjanya dan menunggu di sana sembari mengerjakan pekerjaan yang sudah menantinya.
"Sayang, Mas langsung kerja ya, soalnya ini harus segera diserahkan ke papa hari ini," pamit Arka yang langsung menuju ke meje kerjanya.
"Iya Mas," jawab singkat Auli namun tetap disertai dengan senyum manisnya.
Tak lama pintu diketuk. Dan ternyata mba Tari yang mengantarkan makanan pesanannya. Setelah mba Tari keluar Aulia segera menyiapkan di meja sofa tempat Arka biasa menetima tamu saat di kantor.
"Mas, makan dulu yuk, nanti lagi kerjanya lagian bentar lagi juga kan jam istirahat," ajak Aulia.
"Bentar Sayang, nanggung nih, soalnya nanti Papa setelah jam makan siang ada meeting di luar, jadi lebih baik Mas serahin ini ke Papa sebelum Papa pergi," ucap Arka yang masih serius dengan pekerjaannya.
"Kamu duluan aja Yang," lanjutnya.
"Enggak ah, nanti aja bareng, Mas selesain aja dulu," jawab Aulia.
Tok tok tok
"Masuk," jawab Arka yang masih fokus.
"Siang Pak, siang bu," sapa Arman asisten sekaligus sekretaris Arka di kantor.
"Siang Mas Arman," jawab Arka melihat sekilas asistennya.
"Eh iya maaf mba Auli," ulang Arman sungkan.
"Iya gapapa, selamat siang juga mas Arman," ucap Aulia.
"Maaf Pak ada yang bisa saya bantu?"lanjut Arman bertanya.
"Engga Mas, Mas Arman istirahat aja dulu, tapi nanti tolong kalau jam istirahat udah habis mas ke sini ya," ucap Arka yang menghentikan sejenak pekerjaannya.
"Oh baiklah kalau begitu, saya permisi dulu Pak, bu eh mba, mari," ucap Arman yang hampir salah mengucap panggilan pada istri atasannya itu. Lalu segera keluar.
"Ba bu ba bu, emang aku ibumu apa, udah dibilang juga 'panggil aku mba' tapi salah terus, ibu ibu ibu terus, sebel kan," gerutu Aulia sembari memanyunkan bibirnya.
"Kenapa sih Sayang ngomel ngomel, hemm? Gula darah rendah ya makanya emosi, kan udah Mas bilang tadi makan aja duluan, ngeyel sih mau nungguin Mas," ucap Arka yang sudah berjalan mendekati sang istri.
"Eh udah selesai Mas?" Bukannya menjawab malah mengalihkan topik dengan bertanya.
"Udah Sayang, sebenarnya sih Mas mau langsung ke ruangan Papa dulu buat ngasih berkasnya, tapi gak jadi deh istri kesayangan Mas udah kelaperan kayaknya, makanya ngomel ngomel," goda Arka sembari menoel hidung mungil sang istri.
"Ish siapa juga yang ngomel, orang cuma protes dikit kok, beneran Mas cuman dikiiit," mengelak dengan menunjukkan jari jempolnya yang berada diujung jari kelingking sebagai tanda sedikit.
__ADS_1
"Iya iya Mas percaya cuma dikit, tapi dimaklumin aja ya mas Armannya kalau salah terus manggilnya, mungkin karena banyal kerjaan jadi suka lupa," ucap Arka sembari mengelus kepala sang istri dengam lembut.
"Iya Mas, ehm katanya mau ke ruangan Papa, ya udah ke sana dulu aja nanti keburu Papa pergi," ucap Aulia.
"Gak usah Papa udah di sini," jawab Papa Tara yang sudah sedari tadi berdiri di depan pintu melihat drama sang menantu kesayangan yang lagi merajuk.
"Eh Papa" ucap Aulia dan Arka serempak.
"Sejak kapan Papa masuk kok gak denger buka pintunya?" Tanya Arka.
"Sejak menantu kesayangan Papa merajuk, kanapasih Sayang? Suami kamu nakal?" Tanya Papa Tara.
"Enggak kok Pa, cuma sebel sama Mas Arman, susah dibilang suruh panggil Auli mba, tapi panggilnya ibu terus," jawab Aulia terkesan mengadu.
"Aduh kasian kesayangan Papa, udah nanti biar Papa yang kasih tahu ya, sekarang kalian makan dulu nanti keburu dingin tuh makannya," ucap Papa Tara mengusap puncak kepala sang menantu.
"Iya Pa, Papa udah makan? Mau bareng sama kita?" Tanya Aulia.
"Engga Papa mau makan diluar sekalian nanti mau meeting," jawab Papa Tara.
"Ar, mana berkasnya biar papa bawa sekalian," lanjutnya.
"Bentar Pa," jawab arka sembari berjalan menuju meja kerjanya.
"Ini Pa, Papa cek dulu kalau ada yang kurang biar Ar perbaiki lagi," ucap Arka menyerahkan berkas pada sang Papa.
"Iya, nanti Papa cek setelah meeting, kamu nanti bisa lanjut kerjaan yang lain dulu, nanti kalau udah Papa cek ada yang kurang bisa dikerjakan besuk lagi, Papa berangkat dulu ya," ucap Papa.
"Auli Sayang, Papa pergi dulu ya," pamit Papa Tara.
"Iya Pa, hati hati ya, Papa jangan lupa makan siang ya, dan semoga meetingnya lancar Pa,"ucap Aulia.
"Aamiin, iya Sayang, Assalamualaikum," salam Papa.
"Waalaikumsalam Pa," jawab Arka dan Aulia serempak.
○●●●○
Bersambung....
⚘⚘⚘⚘⚘
@rahmahpratiwi85
__ADS_1