KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.15. Ke Pantai


__ADS_3

Pagi ini seluruh penghuni kediaman Restu Kusuma, termasuk tunangan juga sahabat putrinya sedang berada di ruang makan, mereka sengaja sarapan pagi sekali karena akan segera berangkat ke pantai sesuai rencana kemarin.


Di tengah seriusnya sarapan Bi Karti yang tadinya sedang menyapu halaman dan menyirami tanaman taman depan tiba-tiba berjalan terburu-buru dari pintu masuk.


"Bu, di luar ada tamu katanya mengantarkan pesanan Ibu" ucapnya setelah sampai di ruang makan.


"Oya suruh tunggu sebentar Bi, Aku akan keluar, makasih ya Bi" jawab bunda, kemudian minum air putih lalu berdiri hendak keluar.


"Siapa bun?" Tanya Ayah yang penasaran, sementara yang lain cuma saling melempar pandangan seolah bertanya iya siapa ya?.


"Bahan belanjaan bunda kemarin yah, yaudah bunda keluar ya" jawabnya singkat telah menjawab rasa penasaran seisi ruang makan.


Seolah dikomando mereka kompak membulatkan bibir mengucap "O..."


Sementara bunda menemui si pengantar pesanannya.


"Pagi Pak, ini yang dari frozen food ya?" Tanya bunda setelah melihat logo di mobil box yang di bawa orang itu.


"Iya Bu" jawab bapak itu sambil tersenyum.


"Bisa minta tolong dimasukkan ke bagasi mobil sekalian kan Pak? " tanya bunda memastikan jasa si pengantar makanan.


"Bisa bu, mau di masukkan ke mobil yang mana bu?" Tanya Bapak itu ramah karena ada 3 mobil yang ada di sana. Yaitu mobil Ayah, Adrian juga Arka.


"Yang ini aja pak" jawab bunda menunjuk mobil Adrian.


"Pak Gito tolong buka ya" lanjut bunda supaya sopirnya membuka bagasi mobil Adrian yang memang ketiga mobil itu baru selesai dipanasi oleh sopir Ayah Restu. Jadi kuncinya sudah di bawa oleh sang sopir.


"Baik bu, mari pak" jawab pak Gito yang kemudian membukakan bagasi mobil.


"Makasih pak" ucap bunda setelah bapak itu selesai memindahkan box kemudian memberikan tips pada bapak itu.


Sementara setelah bapak pengantar itu telah selesai memasukkan 2 box frozen food yang sudah ada es nya agar awet sampai nanti malam. Pak Gito segera menutup kembali bagasi mobil itu dan tak lupa menguncinya.


"Pak, tolong nanti kalau ada yang mengantar pesanan daging dari langganan biasa di pasar langsung masukin ke bagasi mobil Nak Arka ya" pesan bunda sebelum masuk dan melanjutkan sarapannya yang terjeda.


"Oh iya tolong juga berikan ini untuk tipsnya, makasih Pak Gito" lanjut bunda.


"Baik bu" jawab pak Gito singkat. Kemudian bunda pun masuk ke dalam rumah.


"Kok lama sih bun?" Tanya Ayah saat bunda sudah duduk kembali di meja makan.


"Iya bunda minta tolong masukin ke bagasi sekalian, kasihan kalau harus minta tolong pak Gito, soalnya berat Yah" jawab bunda.


"Oo " jawab Ayah singkat.


Dan merekapun melanjutkan sarapan dengan nasi goreng special buatan bunda yang selalu pakai barbagai macam sayuran,sosis dan bakso juga tambahan telur ceplok.


Sementara di halaman, pak Gito sedang melaksanakan tugasnya saat ada pengantar daging sesuai perkataan majikannya.


Karena sebelum sarapan koper ataupun tas mereka yang berisi pakaian ganti untuk 2 hari menginap di pantai dan kue yang mereka buat kemarin sudah dimasukkan ke dalam bagasi, jadi sekarang hanya tinggal bawa tas kecil juga snack untuk menemani perjalanan mereka supaya tidak bosen.


Mereka berangkat menggunakan 2 mobil, yaitu mobil Adrian juga Arka. Kedua orangtua itu satu mobil dengan putra sulung juga menantunya. Sementara Aulia dan Arka satu mobil dengan ketiga sahabatnya.


"Hati-hati nak Arka, ga usah ngebut ya" pesan Ayah sebelum masuk mobil.

__ADS_1


"Siap Yah" jawab Arka sambil sikap hormat.


"Pak Gito, Bi Karti jaga rumah ya, kalau malas masak beli aja, uang belanja masihkan bi?" Pesan bunda kepada 2 pegawai rumahnya itu.


"Iya bu, masih kok" jawab Bi Karti.


Meskipun seringnya bunda yang masak tapi soal belanja selalu Bibi yang harus belanja ke pasar, kalau sempat baru bunda ikut ke pasar, jadi uang belanja selalu diberikan tiap awal bulan, dan selalu lebih jadi kalau kedua pegawai itu bosan masakan rumah bisa jajan dengan uang itu.


"Yaudah kami berangkat dulu ya Bi, Pak" kata bunda lagi.


"Iya bu, pak, hati-hati di jalan" ucap keduanya kompak menjawab majikannya.


"Dada... Bibi, dada... Pak Gito" teriak Aulia dari dalam mobil yang dibalas senyuman oleh sepasang suami istri yang telah lama mengabdi di keluarga Restu.


Kedua mobil itu melaju beriringan membelah jalanan dengan kecepatan sedang. Mobil yang di kemudikan oleh Adrian nampak sunyi, masing-masing menikmati perjalanan dengan menoleh ke kaca pintu mobil disampingnya.


Sementara mobil yang dikemudikan oleh Arka. Terasa meriah karena sepanjang perjalanan keempat gadis itu selalu membahas entah apa yang tak pernah ada habisnya bahkan kadang mereka tertawa bersama, sesejali juga menyanyi mengikuti lagu yang diputar di mobil Arka. Seolah tak peduli apakah Arka terganggu dengan kebisingan yang mereka buat atau tidak. Yang pasti nampak sesekali Arka juga menimpali obrolan mereka juga sesekali ikut tertawa.


Tak terasa perjalanan panjang mereka telah usai, sebentar lagi mereka akan tiba, karena saat ini dikanan kiri jalan mereka sudah disuguhkan pemandangan sawah yang luas membentang dan tak jauh di depan terlihat gulungan ombak seolah menymbut kedatangan mereka.


Akhirnya mereka telah sampai di Penginapan yang telah mereka sewa. Ada beberapa penginapan yang berjajar di sana. Tanpa sepengetahuan Aulia ternyata kakek juga kedua calon mertuanya juga datang. Juga kerabat dekat merekapun ada yang ikut.


"Akhirnya sampai juga" senyum tersungging di bibir gadis iti tak henti memandang lurus ke arah laut.


"Suka? " tanya Arka ambigu, tapi tetap mendapat anggukan dari gadisnya itu.


"Banget" jawabnya mengangguk antusias.


"Girls kalian ga mau turun?" Suara Ayah diiringi ketukan pinta membuyarkan lamunan mereka saat memandangi lautan. Entah apa yang dilamunkan.


"Waah villanya keren banget" ucap Sari terpukau.


"He em keren" sahut Ninda juga Mita kompak.


"Ayo girls" kali ini Arka yang mengagetkan mereka dari keterpukauan.


Setelah menurunkan koper kecil semua gadis itu Arka mengajak tunangannya untuk masuk, rasanya ia i gin segera meluruskan pinggangnya yang kaku selama mengendarai tadi.


"Ayo sayang" ajak Arka menggandeng tangan tunangan dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menarik koper kecilnya.


Tanpa menjawab Auliapun menerima uluran tangan tunangan ya itu. Sementara ketiga gadis itu telah biasa dengan perlakuan Arka yang seperti itu. Cuek dan hanya mengikuti langkah sepasang kekasih di depannya.


Setelah mendapat kamar masing-masing mereka masuk ke kamar di lantai 2 untuk memasukkan barang mereka. Aulia sekamar dengan Ninda , Mita dengan Sari, sementara Arka dia sendiri. Setelah itu mereka kembali ke bawah untuk makan siang bersama.


Keempat gadis itu menghampiri 3 pasangan juga seorang kakek yang telah duduk di meja makan panjang yang cukup untuk 10 pasangan.


"Kakeeek..." menyadari keberadaan kakek yang sangat disayangi Auliapun segera menghambur memeluknya.


"Seneng deh ternyata ada kakek juga" lanjutnya melepas pelukannya.


"Eh ada Mama Papa juga" katanya malu-malu setelah melihat kedua calon mertuanya itu, kemudian menghampiri lalu menciup punggug tangan keduanya juga mencium pipi kanan kiri Mama Rita.


"Kak Arka mana sayaang?" Pertanyaan Mama Rita baru menyadarkan gadia itu ternyata tunangannya belum turun dari kamar.


"Auli kira udah kesini Ma" jawabnya sambil menoleh ke arah kamar Arka.

__ADS_1


"Yaudah Auli panggil dulu ya" pamitnya kemudian menuju kamar laki-laki yang sekarang sudah jadi tunangannya.


Tok... tok... tok....


"Kaaak..."


"Masuk" jawaban yang terdengar dari dalam. Kemudian Auli membuka pintu yang ternyata ga dikunci.


"Kakak kenapa? Sakit?" Tanyanya begitu mendapati Arka terbaring sambil memejamkan matanya.


"Enggak, cuma sedikit capek " jawabnya tanpa mengubah posisi.


Kemudian Aulia mendekat dan duduk dipinggir tempat tidur. Lalu memegang kening Arka untuk memastikan kening laki-laki itu panas tidaknya.


Saat Aulia hendak mengangkat tangannnya dengan cepat Arka telah menggenggam erat tangan mungilnya.


"Temenin kakak bentaaar aja" ucapnya kemudian.


Lalu menggeser kepalanya berpindah ke pangkuan Aulia.


"Kakak pusing? Mau Auli pijitin?" Tanyanya yang hanya di balas anggukan sama sekali tak membuka matanya. Dengan segera gadis itu memijit kening Arka.


"Kalau kakak pusing makan di kamar aja ya biar Auli ambilin." Lanjutnya.


"Ga usah, biar begini sebentar, 5 menit aja" mohon Arka yang membuat Aulia mengiyakan.


Tak lama kemudian Arka membuka matanya. Menatap wajah gadis di atasnya. Tersenyum, kemudian bangun dan duduk di samping Aulia. Kemudian berdiri sambil memegang bahu Aulia mengucapkan terimakasih


"Makasih sayaang, emuach , bentar ya" singkat Arka mengecup kening Aulia lalu berjalan ke kamar mandi.


Sementara Aulia yang mendapat perlakuan dadakan yang mengejutkan dari Arka merasakan darahnya mengalir lebih cepat dan terasa hangat. Bahkan wajah mungilnya juga merah seperti tomat. Beruntung Arka langsung melangkahkan kaki ya ke kamar mandi, jadi Aulia tak perlu menutupi pipi merahnya.


"Turun yuk" ajak Arka menggandeng tangan Aulia sesaat setelah keluar dari kamar mandi.


Kemudian mereka turun ke ruang makan terbuka dengan pemandangan pantai. Tak lama kemudian mereka sampai.


"Lama banget sih dek ngapain aja sih" tanya Adrian karena sudah lapar tapi harus menunggu Adik juga calon adik iparnya.


"Tadi Arka ketiduran kak, jadi Auli harus bangunin dulu" jawab Arka karena tahu tunangannya bingung mau jawab apa.


"Oo yaudah yuk makan nanti lanjut lagi tidurnya." Jawab Adrian yang bisa merasakan rasa capeknya Arka.


"Ar, kamu baik-baik aja kan sayang?" Nampak raut wajah khawatir Mama Rita saa meloloskan pertanyaannya.


"Iya ma, Ar baik-baik aja kok" jawabnya tersenyum untuk memastikan agar mamanya tak khawatir lagi.


"Yaudah selamat makan semua, setelah makan lebih baik kita istirahat dulu" ucap kakek mengakhiri perbincangan mereka.


Kemudian mereka berdo'a lalu makan. Seperti biasa hening, tapi kali ini berbeda karena bukan hanya suara sendo dan garpu yang ketemu dengan piring. Tetapi juga terdengar suara deburan ombak yang menenangkan.


Setelah makan siang kemudian mereka istirahat karena nanti malam akan ada acara baberque yang pastinya akan berakhir hingga larut malam. Karena acaranya akan ada tambahan anggota yaitu sepupu dekat kedua orangtua Arka ya karena mereka berdua anak tunggal, jadi hanya mempunyai sepupu yang sudah dianggap seperti adik sendiri. Selain itu juga keluarga dari kakak adik kedua orangtua Aulia yang menginap di Villa di samping.


○●●●○


Mohon maaf sebelumnya untuk kedepannya sepertinya aku ga bisa up tiap hari karena ada kesibukan lain, jadi jangan lupa klik favorit biar tahu kalau cerita Aulia dan Arka sudah Up. Jangan lupa kasih dukungan berupa 👍juga rate⭐⭐⭐⭐⭐. Atau bahkan Vote juga sangat boleh😊.

__ADS_1


Ditunggu krisannya di kolom komentar yaa🙏


__ADS_2