
"Kapan-kapan bawa baby Aura main ke rumah mama ya Rin" lanjut mama Rita setelah puas mencium pipi tembem baby Aura.
"Iya ma, insyaAllah kalau mas Adrian bisa antar kami main ke rumah, sekarang kami pamit dulu ya" jawab Arin.
"Iya Sayang" jawab mama Rita. Keduanya pun cipika-cipiki
"Ar, kakak titip Auli ya, kalau sampai Auli melakukan kesalahan tegur dan ajari dia, tolong jangan pernah sakiti hati maupun fisiknya" pesan Adrian pada Arka.
"Iya kak, Ar akan berusaha semaksimal mungkin buat bahagiain Auli" dengan yakin Arka menjawab.
"Aku percaya sama kamu" ucap Adrian sambil menepuk bahu Arka. Kemudian mendekati adik kesayangannya.
"Sayang bagaimanapun sekarang Auli udah jadi seorang istri, jadi lakukan tugas-tugasmu sebagai istri, nurut sama suami, apapun yang terjadi bicarakan baik-baik, jangan asal ngambek kaya biasanya ya"ucap Adrian sambil mengusap rambut adik manjanya. Lebih tepatnya malah mengacak-acak rambut.
"Kakak percaya sekarang adik manja kakak sudah dewasa, jadi pasti sudah tahu mana yang baik dan mana yang buruk, udah jangan nangis lagi ya, sekarang udah ga boleh cengeng lagi, malu sama suami" Adrian menggoda adiknya agar tak merasa sedih lagi karena harus berpisah dengan keluarga yang selama ini selalu bersamanya.
"Kan kalau kangen masih bisa bertemu, udah cup ga boleh nangis, sini kakak peluk" lanjut Adrian sambil merentangkan kedua tangannya siap memeluk sang adik. Tanpa pikir panjang Aulia segera memeluk kakak yang selalu memanjakannya selama ini.
"Udah cup"melepaskan peluka adiknya lalu menghapus air mata Aulia.
"Makasih ya kak, Auli sayang kakak" saking kacau hatinya hanya ungkapan rasa sayang kepada kakaknya yang mampu Aulia ucapkan.
Ada bahagia sekaligus sedih itulah yang dirasakan Aulia saat ini. Bahagia karena sudah menikah, meskipun belum waktunya. Sedih karena mau tak mau harus berpisah dengan keluarga yang selama ini selalu bersama dalam suka maupun duka demi mengikuti kemanapun sang suami tinggal.
Ya, memang begitulah takdir seorang wanita. Ketika kita sudah menikah, suami lah yang harus kita utamakan. Bukan lagi orang tua seperti saat kita masih belum menikah. Jadi, wahai para gadis manfaatkan waktumu bersama orang tua, bahagiakan mereka selagi kalian belum menikah. Karena setelah kita menikah nanti kita harus mendapat ijin suami untuk melakukan apapun pada kedua orang tua kita.
"Ga ada yang berubah selain status Auli yang sekarang udah jadi istri, kakak masih tetap kakak Auli, jadi kalau ada apa-apa jangan ragu bilang sama kakak ya, kakak juga Sayang Auli" ucap Adrian sambil mengecup kening sang adik.
__ADS_1
"Iya kak" singkat Aulia menjawab sambil mengangguk.
"Kakak pulang dulu ya Sayang" Adrian mengakhiri drama melo antar kakak beradik itu.
"Iya, kakak hati-hati ya" jawab Aulia.
"Auli sayangnya kak Arin, udah jangan sedih lagi ya, kasihan tu suami kamu" goda Arin saat melihat Arka menatap sendu pada sang istri.
"Kak Riiin" sahut Aulia yang membenamkan wajahnya dalam pelukan kakak iparnya. Seolah tak peduli keberadaan keponakannya yang masih tertidur pulas dalam gendongan kakak iparnya.
"Udah, kaya mau pisah jauh aja, malu dong sama ponakan, tuh Maura juga sampe bengong liatin kamu" mendengar ucapan kakak iparnya Aulia langsung meregangkan pelukannya.
"Kakak jangan lupa tengokin Auli ya" ucapnya kemudian sambil menghapus air matanya.
"InsyaAllah Sayaaang, udah ya, kakak pulang dulu, kasihan Aura bobonya ga nyaman" putus Arin sebelum ada drama yang makin panjang.
"Iya kak Rinku Sayaaang" ucap Auli mencium pipi kakak iparnya lalu bergantian mencium pipi tembem Aura sang keponakan.
Setelah kakek Wisnu bangun, om Haris pun segera berbincang sebentar dengan kakek sebelum akhirnya menyusul yang lain pamit undur diri. Karena kasihan Maura pasti kecapekan jika harus seharian di rumah sakit. Kakek pun mengijinkan saat om Haris dan keluarga berpamitan. Tak lupa kakek juga yang lain berterima kasih karena om Haris sudah membantu kelancaran acara akad nikah Arka dan Aulia.
"Sayang, ayah pulang sama bunda pulang dulu ya, soalnya nanti malam ayah mau temani papamu jaga kakek" ucap sang bunda pada putrinya.
"Iya bun"jawab Aulia.
"Hehe tenang aja bun, Auli ga nangis lagi ko, he he, kan sekarang Auli senyum" ucap Aulia cengengesan saat sang bunda menggelengkan kepala memberi isyarat agar putrinya itu tak mengeluarkan air matanya lagi.
"Nah gitu dong, ini baru putri bunda, cukup nangisnya pas sungkem tadi aja, ga usah ditambahin, bunda udah capek dengar Auli nangis mulu" goda sang bunda mencubit manja hidung Aulia.
__ADS_1
"Alaah bilang aja bunda juga udah capek nangis sendiri ka? Pakai acara bilang caoek lihat Auli nangis, he he"
"Nah itu tahu, udah ah, bunda pulang yaa, barang-barang Auli nanti diambilnya sedikit demi sedikit aja, yang penting barang-barang pentingnya udah dibawa semua kan?" Tanya bunda sebelum akhirnya pulang.
"Iya bun, tadi udah dipindahin ke mobil kak Arka semua kok" jawab Aulia lalu mencium pipi sang bunda. Begitupun dengan sang bunda membalas mencium kening sang putri.
"Ayah ga pamit sama Auli? Ga mau peluk Auli?" Polos Aulia bertanya saat melihat ayah dan bunda mengucap salam begitu saja.
"Oh jadi masih mau dipeluk ayah ni? Ayah kira sekarang cuma mau dipeluk suami aja" goda sang ayah tak urung mendekat juga pada sang putri kemudian memeluk putri manjanya.
"Ayah apaan sih, meski Auli udah nikah, posisi ayah sam bunda tak akan tergantikan di sini" ucap Auli sambil menunjukkan dadanya setelah melepas pelukan ayahnya.
"Alhamdulillah, semoga pernikahan kalian selalu bahagia Sayang" do'a ayah sebelum akhirnya mengucap salam dan benar-benar pulang.
"Aamiin" ucap semua yang masih ada di ruangan itu. Termasuk sang kakek yang baru makan disuapi oleh mama Rita.
"Kalian kalau capek pulang aja dulu, besuk masih sekolah kan?" Tanya papa Tara.
"Iya pa masih sekolah, gimana Yang mau pulang sekarang apa nanti?" Arka menjawab pertanyaan sang papa. Kemudian bertanya pada sang istri.
"Mau pulang sekarang apa nanti Auli ikut kakak aja" jawab Aulia sambil tersenyum pada sang suami.
"Kalau kami pulang trus mama gimana pa?" Tanya Arka memastikan cara pulang sang mama.
"Nanti sore minta tolong pak Tono buat jemput mama aja Ar" bukannya sang papa yang menjawab tapi mama sendiri yang menjawab dari tempat duduknya di samping kakek Wisnu.
"Iya ma, yaudah kalau gitu kami pulang dulu ya ma, pa , kek" pamit Arka.
__ADS_1
"Ayo pulang Yang"ajak Arka pada sang istri dengan menggandeng tangan Aulia.
Kemudian keduanya pun menyalami mama Rita, papa Tara, juga kakek Wisnu bergantian. Sebelum akhirnya mengucap salam dan keluar dari ruang rawat sang kakek.