
Terhitung 2 minggu sejak Aulia ikut ke kantor sang suami. Malam ini keduanya sedang menikmati suasana malam di balkon kamar mereka ditemani kopi dan coklat panas.
"Sayang, maafin Mas ya, karena belum bisa ngajakin kamu honeymoon," ucap Arka dengan mengelus rambut panjang sang istri yang tiduran di pangkuannya.
"Ya ampun Mas, gak usah mikirin soal honeymoon lagi ya, lagian kita kan udah nikah lama, hampir 3 tahun loh Mas, kayaknya udah gak pantes deh mikir honeymoon lagi," jawab Aulia tersenyum.
"Ya tapi kan kita belum lama juga jadi suami istri yang seutuhnya," ucap Arka.
"Gini aja deh Mas, nanti kapan pun itu begitu kita sama sama punya waktu longgar, gimana kalau kita pergi liburan berdua," Aulia mengungkapkan idenya.
"Kalau gak di agendakan mana ada Yang waktu longgar, paling juga nungguin liburan semester, itupun kalau gak ada kesibukan lainnya," keluh Arka.
"Iya juga sih," lirih Aulia.
"Ehm gimana kalau setiap sabtu minggu aja gitu kita liburan berdua, ke pantai atau ke villa gitu, lumayan kan Sayang, yang penting liburan berdua," usul Arka.
"Ok Auli setuju, nanti keburu Auli hamil kan kita jadinya gak ada kenangan liburan berduaan, dulu sewaktu masih sekolah kan pasti perginya sama keluarga besar," ucap Aulia antusias.
"Sayang, jadi kamu udah siap nih kalau hamil?" Tanya Arka.
"Ya siap gak siap Mas, kalau dikasihnya cepet ya Alhamdulillah, yang pasti sedikasihnya aja gak usah terlalu dibuat beban, yang namanya nikah kan emang harus siap buat punya anak, ehm emang Mas belum mau punya anak?" Tanya Aulia ragu.
"Ya kalau Mas sih pengennya cepet dikasih Yang, tapi bener apa kata kamu, sedikasihnya aja yang pasti Mas udah siap lahir batin," jawab Arka tersenyum begitu pun dengan sang istri.
"Sayang, makasih ya, Mas fikir kamu belum siap, kamu tahu Mas senang banget dengernya," ucap Arka yang semakin menundukkan kepalanya dan Cup, tanpa aba aba Arka mencium bibir ranum nan mungil sang istri.
"Sayang, mau ya?" Lanjutnya bertanya lalu segera mengangkat tubuh mungil sang istri dibawanya masuk ke kamar dan dengan perlahan dibaringkan di atas tempat tidur keduanya. Setelahnya pelan pelan Arka melanjutkan aksinya dengan sentuhan sentuhan lembut. Dan terjadilah mini honeymoon pasangan suami istri muda ini.
Keesokan harinya, saat terdengar suara Adzan subuh berkumandang. Arka mengerjabkan matanya, saat pertama kali matanya terbuka ditatapnya wajah cantik sang istri yang masih tertidur pulas.
"Pasti kamu kelelahan ya Sayang, biasanya kan kamu duluan yang bangun," gumamnya sembari tersenyum. Lalu mencium kening sang istri sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Tak lama setelah selesai dengan ritual mandinya, Arka segera keluar dari kamar mandi. Setelah menyiapkan air hangat untuk mandi sang istri. Di dekatinya sang istri yang masih terlelap dalam mimpinya.
"Sayang, bangun yok, udah subuh lo," Arka berusaha membangunkan sang istri dengan menepuk nepuk pelan pipi Aulia. Bukanya bangun, namun justru Aulia bergerak semakin mencari posisi nyaman.
"Sayang, bangun, cup cup cup cup,"lanjut Arka disertai aksinya menciumi seluruh wajah sang istri.
"Ehm Mas udah dong, Auli udah ngantuk dam capek, besuk lagi aja ya," ucap Aulia yang belum sepenuhnya sadar.
"Besuk lagi apanya? Udah subuh loh Sayang, kamu gak mau bangun? Atau mau lanjutin yang semalam?" Goda Arka memjawab ucapan ngelantur sang istri.
"Enggak enggak mau! Eh apa? udah subuh ya?" Dengan segera Aulia membuka matanya mencerna ucapan sang suami.
"Iya udah, sana mandi dulu, ha ha," Arka terkekeh melihat tingkah lucu sang istri.
"Iya, ehm Mas udah mandi?" Jawab Aulia lanjut bertanya.
"Udah, kenapa? Mau mandi bareng? Atau mau Mas mandiin?" Goda Arka.
"Iih engga ya, Auli mau mandi sendiri," sewotnya lalu berlari ke kamar mandi dengan selimut yang membungkus tubuhnya.
Setelah keduanya selesai menjalankan kewajiban. Pasangan suami istri muda ini langsung mempersiapkan segala kebutuhan kuliah dan pekerjaan Arka. Sebelum bergabung untuk sarapan dengan kedua oramg tuanya.
Sejak Aulia kuliah Mama Rita melarang menantu kesayangannya itu membantu pekerjaan dapur seperti biasanya yang dilakukan oleh Aulia. Kecuali kalau sedang libur kuliah baru boleh membantu masak memasak. Karena Mama Rita menginginkan menantunya itu fokus pada kuliahnya agar cepat selesai agar nantinya tidak terlalu repot saat sudah mempunyai momongan. Dan Arka menyetujui saran sang Mama, apalagi sebenarnya Arka juga sudah menginginkan memiliki momongan secepatnya.
Saat ini keduanya sudah berada di parkiran kampus.
"Sayang, nanti pulang jam berapa?" Tanya Arka.
"Kuliah jam pertamanya sih nanti jam 10an selesai Mas,trus jam keduanya baru dimulai jam setengah dua," jawab Aulia.
"Ehm Mas, sebenarnya sih Auli ada rencana mau ngajakin yang lain buat cari buku sembari nunggu kliah jam kedua, itupun kalau Mas kasih izin, ehm Mas kasih ijin gak?" Tanya Aulia tapi dengan raut muka penuh permohonan yang membuat sang suami terkekeh lalu berkata.
__ADS_1
"Gimana Mas bisa larang kamu coba Sayang, wajah kamu itu loh, bikin Mas gak tega bilang engga boleh tahu gak," ucapnya sembari mencubit mesra hidung sang istri.
"Jadi, Mas kasih izin nih?" Tanya Aulia semangat.
"Pasti dong Sayang, apa sih yang engga buat kamu?" Ucapnya lalu mencium tangan sang istri yang digenggamnya dari tadi.
"Aaa makasih Sayang, suami aku emang ter the best deh," seru Aulia mengacungkan kedua jempolnya setelah melepas tangannya dari genggaman sang suami.
"Ehm kalau lagi butuh aja panggil Sayang," protes Arka yang membuat Aulia terkekeh.
"Ya sudah hati hati ya nanti, pokoknya kalian jangan ngebut ngebut di jalannya, dan jangan lupa meskipun udah izin sekarang nanti tetap kabari Mas ya," pesan pesan Arka.
"Iya Suamiku Sayang, nanti Auli kabari lagi, makasih Sayang, cup," ucap Aulia semangat dengan meninggalkan satu kecupan di pipi sang suami.
"Ya udah Aulia masuk dulu ya Mas," pamitnya sembari menyalami sang suami dan mencium punggung tangan Arka yang dibalas dengan kecupan lembut di keningnya.
"Mas hati hati ya, Assalamualaikum."pamit Aulia.
"Iya Sayang, Waalaikumsalam."jawab Arka.
"Semangat belajarnya ya Sayang," sambung Arka srbelum sang istri menutup pintu mobil dan menjawabnya dengan anggukan kepala dan senyuman manisnya.
Setelah Aulia turun dari mobilnya. Arka segera melajukan mobilnya menuju ke kantor sang Papa. Karena memang laki laki itu tak ada jadwal kuliah pagi ini.
Baru juga Aulia melangkahkan kakinya setelah mobil sang suami tak terlihat, ada seseorang yang menyamai langkahnya.
"Hai, tumben sendiri aja, bodyguardnya gak ikut?" Tanya seseorang yang sok akrab padahal Aulia merasa tak mengenalnya.
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘
@rahmahpratiwi85