KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.11. Pesta Pertunangan


__ADS_3

Tiba saatnya hari yang ditunggu-tunggu. Saat ini pesta pertunangan Arka dan Aulia sedang berlangsung. Suasana pesta pertunangan kedua remaja itu sungguh di luar prediksi mereka. Mereka tak menyangka bahwa acara yang berlangsung di rumah keluarga Kusuma itu ternyata semeriah dan semegah ini mengingat status mereka yang masih pelajar.


Tamu undangan yang begitu banyak itu hanyalah keluarga besar kedua belah pihak. Dan juga para karyawan penting di perusahaan ayah Tara. Karena supaya mereka tahu bahwa sekarang orang kepercayaan keluarga Wijaya sudah masuk menjadi bagian dari keluarga Wijaya setelah hubungan pertunangan ini yang akan berlanjut dengan pernikahan setelah kedua remaja itu nanti lulus sekolah.


Sedangkan untuk pihak sekolah, keluarga Wijaya hanya mengundang guru dan mereka pun diminta untuk merahasiakan dari para siswa di SMA Kebangsaan. Karena ini hanyalah pertunangan jadi tak masalah jika pihak sekolah tahu. Ini semua atas saran sang kakek agar tidak terjadi masalah kedepannya.


Meskipun pihak sekolah harus merahasiakan hal ini, tentu terkecuali dengan ketiga sahabat Aulia yang tak lain adalah Ninda, Mita dan Sari. Juga Sahabat Arka yaitu Dewa dan sang kekasih Vitria. Karena mereka bersahabat jadi sudah dipastikan bisa menjaga rahasia ini dari siswa lainnya dengan baik.


Saat ini Aulia tampak begitu anggun mengenakan kebaya biru muda dengan bawahan batik berwarna senada dengan kebayanya. Menggunakan sepatu high heel bewarna hitam sangat serasi dengan pakaian yang dipakainya. Rambut disanggul modern rapi ada sedikit hiasan bunga menambah kesan manis di rambutnya. Dengan menggunakan make up flowless yang semakin membuat kesan anggun pada diri gadis itu.


Begitu juga dengan Arka, lelaki itu terlihat gagah dengan memakai kemeja batik yang sama dengan rok yang dikenakan tunangannya dipadu dengan celana bahan warna hitam. Dan juga mengenakan sepatu pantofel hitamnya.


Acara pun dimulai dengan beberapa sambutan dari perwakilan kedua pihak keluarga. Yang kemudian tibalah pada acara inti yang tak lain adalah Arka dan juga Aulia saling menyematkan cincin pertunangan. Ya cicin yang sama saat mereka gunakan untuk bertunangan saat pertama kali bertemu.


Sebenarnya Arka mau membeli cincin baru, tetapi Aulia tak menyetujuinya. Dia lebih memilih menggunakan cincin yang pernah disematkan Arka di jari manisnya dulu. Karena pikirnya nanti beli cincin yang baru saat pernikahan mereka saja.


Saat ini sepasang remaja itu dengan di dampingi kedua orang tua masing-masing telah berdiri di atas panggung kecil yang dihias semanis mungkin dengan bunga-bunga asli. Yang membuat kesan romantis dalam acara pertunangan ini. Ninda sebagai sahabat Aulia bertugas membawakan baki yang berisi cincinnya. Dan Mita membawakan sebuket bunga yang nantinya akan diserahkan oleh Arka untuk Aulia setelah acara memyematkan cincin.


"Mari mas Arka sudah saatnya untuk menyematkan cincinnya ke jari manis mba Aulia" kata pembawa acara memulai acara tukar cincin. Dan di balas anggukan juga senyuman oleh Arka.


"Aulia Pratiwi Kusuma, terimalah cincin ini sebagai simbol pengikat dan semoga semakin mempererat hubungan kita hingga nanti saatnya tiba yaitu hari pernikahan kita " kata Arka sebelum menyematkan cincinnya ke jari manis Aulia. Dengan menatap lekat pada Aulia.


Kemudian Aulia menjulurkan tangan kirinya untuk di pakaikan cincin oleh Arka.


"Alhamdulillah ternyata mas Arka begitu romantis, betapa bahagianya mba Aulia" goda pembawa Acara itu


"sekarang gantian mba Aulia yang menyematkan cicinnya ke Mas Arka, jangan kalah romantis ya mba, monggo" lanjut pembawa acara itu yang diselingi sedikit menggoda sehingga membuat pipi Aulia seketika memerah karena gugup juga malu.


Aulia hanya bisa menanggapi godaan sang pembawa acara dengan senyuman. Tanpa berani merangkai kata kemudian Aulia hendak meraih tangan Arka, seolah mengerti Arka pun langsung menjulurkan tangannya kemudian gadis itu menyematkan cincin di jari manisnya.


"Ehm... rupanya mba Aulia masih malu-malu" goda pembawa acara setelah Aulia selesai menyematkan cincin untuk Arka.


"Gapapa yang penting kalian sudah sah jadi sepasang tunangan, bukan begitu mba Aulia , mas Arka?" Lanjutnya bertanya dengan nada masih menggoda. Seolah tak perduli lagi dengan pipi Aulia yang semakin merah menahan malu.


"Semoga langgeng dan makin cinta sampai nanti ke jenjang selanjutnya ya" lanjutnya lagi mendo'akan kedua pasangan remaja itu.


"Ngomong-ngomong bunganya ga jadi dikasihkan ke tunangannya ya mas Arka?" Pertanyaan yang masih bernada menggoda pun dilontarkannya saat melihat Arka yang belum juga memberikan sebuket bunga mawar putih dikombinasi dengan bunga anyelir.


Dengan segera Arka langsung mengambil bunga yang di pegang oleh Mita kemudian menyerahkannya kepada Aulia. Keduanya bersitatap kemudian tersenyum malu-malu.


"Alhamdulilah acara inti pada malam hari ini sudah terlaksana dengan lancar, acara selanjutnya dimohon kepada Ustad Salim untuk mendo'akan kedua pasangan, monggo Ustad" ucap pembawa acara mempersilahkan seorang Ustad yang telah ditunjuk untuk mendo'akan.


Kemudian setelah berdoa pembawa acara tersebut mengakhiri acara dan mempersilahkan tamu undangan untuk menikmati hidangan yang telah tersedia.


Di sela-sela menikmati hidangan keduanya berjalan menyusuri tamu satu persatu untuk sekedar menyapa dan saling memperkenalkan pasangannya dengan keluarga mereka.


Tak jarang mereka pun mendapat godaan dari kerabat yang telah di sapa. Hingga mereka benar-benar merasa malu. Tapi apadaya mereka tetap harus menyapa semua kerabatnya.


Setelah berkeliling menemui keluarga besar, mereka berdua menghampiri meja yang di duduki oleh para guru yang bisa hadir dalam acaranya ini. Hanya sekedar untuk menyapa dan berterima kasih telah meluangkan waktu untuk menghadiri pesta pertunangan mereka.


Dan sekarang sepasang tunangan remaja itu telah menghampiri sahabatnya yang tengah duduk di sebuah kursi yang melingkari meja di tengahnya dan cukup untuk beberapa orang.


"Ya ampun Aul, kenapa wajahmu merah? Kamu sakit Ul?" Tanya Sari dengan polosnya. Yang membuat semua sahabatnya menoleh ke arah di mana Aulia dan Arka berdiri menghampiri mereka.

__ADS_1


"Aku gapapa kok Sar, cuma sedikit panas aja" jawab Aulia ngeles.


"Gimana ga merah orang lagi dag dig dug , ya ga bro" celetuk Dewa menggoda sahabat dan tunangan sahabatnya itu. Dan sukses membuat keduanya blushing.


"Apaan sih Wa, biasa aj kali" jawab Arka salah tingkah.


"Gimana rasanya tunangan? " tanya Mita heboh.


"jadi pengen tunangan juga deh" lanjutnya sambil menghayal.


Sontak membuat yang ada di meja itu melihat ke arahnya. Kemudian mendapat komentar dari Ninda.


"Ya tunangan dong sama bebeb Rafi" kata Ninda " nanti biar bebeb Rafi bacain puisi-puisinya yang ga jelas itu sambil main gitar pas tunangan kalian" lanjut Ninda lagi.


Karena dia yang paling heboh komentar pasangan lebay itu saat di kelas ketika Rafi membacakan puisi sambil main gitar untuk sahabatnya itu. Kemudian disambut tertawa dari sekumpulan remaja itu seolah mengejek Mita.


"Bilang aja kamu sirik karena tak kunjung ditembak Andri, mana cuma tarik ulur lagi, emang kamu layangan? " tanya Mita yang bisa membalas sahabatnya itu.


"Emang Andri punya pistol ya? " polos tanya Sari yang mendapat pelototan dari Mita.


" kok malah melotot sih Mit" lanjutnya lagi yang malah ditertawakan oleh yang lain.


"Ya kan nunggu waktu yang tepat kali Mit, emang kamu, ditembak di dalam bis aja dah lengket" jawabnya kemudian, walaupun sebenarnya hatinya membenarkan apa kata Mita, tapi ya pasti gengsi lah dari awal masuk sekolah belum jadian aja.


"Kapan Mit? Kok aku gak tahu sih, sakit ga?" Lagi-lagi ucapan polos itu terlontar dari bibir mungil Sari.


"Sari!!" Ucap Mita dan Ninda kompak. Sedangkan sepasang tunangan juga sepasang kekasih itu hanya menyaksikan perdepatan kecil itu dengan senyuman.


"Kalau ga tahu tu diem aja deh, tuh kaya Aul" lanjut Mita yang meresa terganggu dengan kepolosan sahabat satunya itu.


"Emang kamu juga ga tahu ya Ul? Makanya daritadi diem" lanjutnya lagi membuka tangan ya dan menoleh ke arah Aulia.


"Ampun deh" kompak mereka mengucap kata itu sambil menepuk jidat masing-masing.


Dan baru Sari hendak membuka mulutnya entah mau bicara apa lagi dengan segera Aulia memotongnya.


"Sar, kamu dah maem belum, sana gih ambil apa yang kamu suka"


"Belum, soalnya dari tadi masih nungguin mereka tapi gak pada berdiri buat ambil makan" jawabnya polos


"Yaudah ambil aja sendiri trus dibawa ke sini jadi maemnya di sini aja." Saran Aulia lagi.


Ya karena diantara mereka berempat Sari lah yang paling hobi makan, tapi herannya tubuhnya tetap aja langsing.


"Yaudah aku ambil maem dulu ya girl's , kak." Pamitnya kemudian berjalan menuju meja prasmanan, dimana terletak berbagai menu makanan di sana, dari makan berat, snack, dessert, bahkan minuman, tapi tentunya bukan minuman yang di larang.


Ya karena diantara mereka berempat Sari lah yang paling hobi makan, tapi herannya tubuhnya tetap aja langsing.


"capek deh, kalau lagi ngomong serius trus ada dia" kata Mita sambil menunjuk sahabatnya yang berjalan menjauhi mereka.


"Gitu-gitu juga kalau ga ketemu sehari aja dah nyariin" sahut Ninda.


"Yups betul Nin, aku setuju" sambung Aulia.

__ADS_1


"Ih kok Sari ga berangkat sih, girl's pulang sekolah ke rumah Sari yuk, aku khawatir eee" kompak Aulia dan Ninda menirukan kata-kata yang sering diucapkan Mita saat Sari tak berangkat sekolah. Yang direspon tertawa oleh yang lain termasuk Dewa juga Vitria.


"Kalian ini dari awal kakak lihat udah kompak banget deh" celetuk Vitria yanga dari tadi diam menyaksikan oerdebatan lucu adik kelasnya itu.


"Masa sih kak? " lagi-lagi tanya ketiganya kompak.


"Tiap kalian ketemu heboh gini ya?" Kali ini Dewa yang bertanya.


"Ga juga sih kak" Jawab Ninda singkat.


" Trus tiap ketemu juga debat gitu?" Sambung Vitria.


Rupanya sedari tadi hanya jadi penonton ternyata dalam hatinya kepo juga ya sepasang kekasih ini.


"Ya namanya juga sebuah hubangan kak, pasti ada aja lah debat gitu, itu bumbu buat kita semakin dekat kali, ya gak girl's ? " jawab Mita yang kemudian meminta persetujuan sahabatnya. Dan di balas anggukan oleh kedua sahabat yang masih di situ.


"Kayak orang pacaran aja" jawab Dewa.


"Tapi aku salut sih sama persahabatan kalian" lanjutnya lagi mengakhiri sesi tanya jawab sepadang kekasih itu.


" udah yuk ambil makan" ajak Arka.


"Emang pada ga laper apa?" Lanjutnya lagi.


Yang kemudian diangguki semuanya dan serempak berdiri. Dan disaat yang bersamaan ternyata Sari telah kembali membawa makannya.


"Loh, aku dateng kok malah pada pergi sih?" Tanyanya bingung.


" kita mau ambil makan dulu, kamu tunggu di sini nanti balik lagi kok" jawab Aulia, kemudian Sari menganguk mengerti lalu duduk dan menyantap makannya.


"Sayaang, mau makan apa?" Tanya Arka begitu mereka sampai di stand makanan.


"Mau bakso aja dulu kak, kayaknya enak deh panas gitu," jawabnya sambil menunjuk stand bakso.


"Emang kakak mau apa?" Lanjutnya lagi.


"Sama aja deh" jawab Arka.


"Kakak yang ambil baksonya sama minumnya, trus Auli ambil Zuppa soup sama buah yaa" lanjutnya lagi.


"Emang kakak kenyang cuma makan bakso?" Tanya gadis itu khawatir.


"Gampang nanti bisa ambil yang lain kalau belum kenyang, sementara itu dulu, yaudah kakak ke sana ya" jawabnya kemudian pamit menuju stand bakso, dan minum sedangkan Aulia mengambil zuppa soup juga potongan buah.


Lalu semua kembali ke meja yang semula di sana masih ada Sari sedang menikmati makannya.


Hari semakin malam satu persatu tamu berpamitan undur diri. Begitu juga dengan para kerabat, ada yang sudah kembali ke rumah masing-masing juga ada yang menginap di hotel bagi keluarga yang dari luar kota.


Terkecuali keluarga inti mereka masih tinggal sebentar karwna masih betah ngobrol. Begitu juga segerombok remaja yang tak lain adalah Aulia dan Arka dengan para sahabatnya.


Tak terasa dengan obrolan seru remaja itu, waktu telah menunjukkan pukul 10 malam. Kemudian Arka beserta keluarganya pun pulang. Begitu juga dengan sepasang kekasih Dewa dan Vitria. Sementara ketiga gadis yaitu sahabat Aulia, mereka menginap di rumah Aulia, tentunya sudah ijin dengan orang tua masing-masing.


○●●●○

__ADS_1


Terimakasih sudah meluangkan waktu buat baca ceritaku. Jangan lupa kasih like, rate juga vote. Semoga kalian suka yaa.


Ditunggu krisannya di kolom komentar ya🙏


__ADS_2