KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.47. Pengantin Baru


__ADS_3

Setelah berpamitan untuk pulang pada orang tua juga kakeknya. Kini Arka dan Aulia berada dalam perjalanan menuju ke rumah. Setelah menikah mulai saat ini pengantin baru itu pun akan tinggal di rumah yang sama yaitu rumah kakek Wisnu.


Sama seperti sang papa. Dulu setelah papa Tara menikah dengan mama Rita. Keduanya tinggal di rumah orang tuanya yang tak lain adalah kakek Wisnu. Karena Arka juga anak satu-satunya papa Tara dan mama Rita. Jadi sekarang giliran Arka yang harus mau tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. Aulia pun tak keberatan dengan hal itu.


Selama dalam perjalanan kedua insan yang baru saja sah menjadi suami istri itupun sibuk dengan pikiran masing-masing. Sehingga suasana dalam mobil terasa sepi dan tegang.


Saat ini mobil yang Arka kendarai sedang berhenti karena lampu merah. Nampak keduanya tengah memikirkan sesuatu. Keduanya ternyata sedang memikirkan apa yang harus mereka lakukan kedepannya dengan status baru mereka. Keduanya sama-sama memikirkan peran mereka masing-masing.


Arka memikirkan perannya sebagai seorang suami yang harus bertanggung jawab penuh atas kebutuhan lahir juga batin sang istri. Sementara Aulia memikirkan bagaimana caranya nanti supaya dia bisa menjadi istri yang baik seperti sang bunda. Istri yang bisa mengabdi dan melayani suami dengan baik. Merawat anak-anak dengan penuh kasih sayang.


Keduanya nampak bergidik membayangkannya. Arka tiba-tiba tersenyum saat membayangkan memberi nafkah batin untuk sang istri. Sedangkan Aulia dalam diamnya pipinya nampak merah ketika memikirkan merawat anak. Ya ampun kenapa aku sampai memikirkan sejauh ini. Gimana bisa punya anak aku kan masih sekolah. Aulia menggerutu dalam hati. Malu sendiri memikirkan itu.


Pikiran-pikiran aneh mulai berkecamuk dalam benak mereka. Pikirannya perang bagaimana bisa mereka melakukan peran masing-masing sementara keduanya masih berstatus seorang pelajar.


Tiiiiin tiiiin.... suara klalson meyadarkan keduanya dari lamunan masing-masing. Ternyata lampu lalu lintas telah berubah warna menjadi hijau. Setelah menyadarinya Arka segera melajukan mobilnya kembali membelah jalanan yang masih padat siang menjelang sore hari ini.


"Maaf ya Yang, udah buat Auli kaget" ucap Arka mengingat tadi sang istri kaget saat terdengar klakson mobil di belakang mereka.


"Gapapa kak, kakak melamun ya?" Pertanyaan polos istrinya membuat Arka merasa malu. Belum apa-apa sudah membuat kesalahan dengan tidak berkonsentrasi saat mengendarai. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu.


"Maaf ya Yang, kakak udah bikin Auli kaget, lain kali kakak akan lebih konsentrasi saat mengendarai" jawab laki-laki yang telah menyandang status suami itu.


"Iya kak, ehm kakak lagi mikirin sesuatu ya?" Tanya Aulia ragu.


"Engga ko Sayang" jawab Arka sambil tersenyum sekilas menolehkan wajahnya pada sang istri. Seolah menunjukkan kalau dia baik-baik saja.

__ADS_1


"Syukurlah, tapi kalau kakak mau cerita Auli siap dengerin kok kak" ucap Aulia merasa yakin kalay dang suami sedang memikirkan sesuatu.


"Iya nanti kita bicarain saat di rumah ya" jawab Arka. Mencoba ingin saling terbuka degan sang istri.


"Iya kak" jawab Aulia sambil tersenyum manis untuk sang suami.


Hingga beberapa menit kemudian keduanya sampai di rumah. Keduanya pun lalu masuk ke dalam rumah. Tak lupa Arka menemui pak Tono terlebih dulu untuk menyampaikan pesan sang mama yang minta dijemput nanti setelah magrib.


Setelah itu keduanya pun naik ke lantai dua di mana terletak kamar tidur mereka.


"Kak, sini biar kopernya Auli bawa masuk sendiri" pinta Aulia berniat ingin masuk ke kamar yang selalu digunakannya saat menginap di rumab Arka sebelum mereka menikah.


"Loh Yang, emang kita ga sekamar aja ya?" Tanya Arka ragu. Karena menurut pengetahuannya setelah menikah sepasang suami istri itu tidur dalam satu kamar.


"Yaudah nanti kita tanya mama aja ya" jawab Arka kemudian.


"Ini kopernya biar kakak aja yang masukin, tapi ga usah dikeluarin dulu barangnya, nanti kalau ternyata kita satu kamar biar ga repot pindahinnya" kata Arka berjalan menuju kamar Aulia untuk memasukkan koper milik istrinya.


"Iya kak, makasih ya" tulus ucapan Aulia mendapat hadiah sebuah kecupan mesra di keningnya dari sang suami.


"Auli istirahat ya, kakak ke kamar dulu, kalau butuh sesuatu bilang kakak aja ya" setelah mengakhiri ciuman pada sang istri Arka pamit ke kamarnya sendiri. Aulia merespon dengan anggukan kepala dan tersenyum manis.


"Aaa ya ampuuuun masa sekamar sama kak Arka sih. Bisa copot jantungku lama-lama" gumam Aulia menutupi wajahnya dengan kedua tangan lalu mangacak-acak rambutnya sendiri seperti orang yang frustasi.


"Tapi kan dulu kak Adri sama kak Arin setelah nikah juga satu kamar, aaaa aku harus gimana nih" masih melakukan hal yang sama tapi sekarang Aulia sudah duduk diatas kasur dengan kaki bersila.

__ADS_1


"Lama-lama bisa gila aku mikirin hal ini, mendingan aku bersih-bersih trus bobo aja" berdiri lalu melangkahkan kaki menuju kamar mandi.


Setelah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi sekaligus berganti pakaian Aulia langsung menuju ke tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya. Karena capek tak butuh waktu lama gadis itu pun terlelap dalam tidurnya.


Sementara Arka, setelah masuk ke dalam kamarnya Arka segera menuju ke kamar mandi lalu berganti pakaian dengan memakai kaos oblong yang lebih santai. Setelah itu Arka merebahkan dirinya di kasur king size nya. Tak jauh beda dengan istrinya . Arka pun berbicara sendiri.


"Mana ada udah nikah kok beda kamar, masa baru nikah dah pisah ranjang aja sih" gerutu Arka seolah tak terima kalau harus pisah kamar dengan sang istri. Meskipun menggerutu tapi Arka senyum-senyum sendiri entah sedang memikirkan apa. Kalau saja di pinggir jalan pasti sudah dikira orang gila.


"Awas aja nanti kalau mama bilang aku sama Auli harus pisah kamar" ucapnya lagi.


"Tapi kalau memang mama bilang gitu aku bisa apa coba?" Tanyanya pada diri sendiri setelah menyadari baru saja seolah berencana memgancam sang mama.


"Tapi aku sama Auli kan masih sekolah, jadi wajar kalau mama nanti minta kami pisah kamar" berpikir sejenak tapi tak menemukan jawaban.


"Aaaaah, bisa gila aku mikirin ini" ucapnya kemudian sambil mengacak-acak rambutnya persis yang dilakukan sang istri.


"Aaaa..."Arka menguap.


"Ah lebih baik aku tidur saja" putusnya setelah menguap dan merasa ngantuk. Dan tak butuh waktu lama pula akhirnya Arka pun tertidur.


Karena kelelahan, sepasang suami istri alias pengantin baru itupun tertidur di kamar yang terpisah di waktu siang menjelang sore hari yang indah ini.


○●●●○


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2