
Hari ini Aulia beserta siswa siswi yang lain masih harus berjuang mengerjakan ujian hari terakhir. Di dalam kamarnya, dengan penuh semangat Aulia bersiap siap untuk segera berangkat sekolah. Setelah selesai mandi dan bersiap gadis itu segera turun untuk sarapan bersama suami dan kedua mertua kesayangannya.
"Udah siap Sayang?" Tanya Arka yang sedari tadi menunggu istri kecilnya itu bersiap siap, begitu melihat sang istri berjalan ke arah meja belajar yang tentunya akan mengambil tas sekolahnya.
"Iya Mas, Auli udah selesai, kita sarapan yuk," jawab gadis itu lalu mengajak sang suami segera turun ke ruang makan yang sudah dipastikan kedua mertuanya pasti sudah siap di sana menunggunya untuk sarapan bersama.
"Ayo, pasti Mama Papa sudah menunggu," jawab Arka lalu menggandeng tangan sang istri.
"Pagi Ma, Pa," sapa Aulia dan Arka bersamaan.
"Pagi Sayang," jawab sang Mama Papa yang bersamaan pula.
"Maaf ya Ma, Pa, udah buat Mama Papa nungguin lama, tadi habis sholat subuh Auli belajar sampai lupa waktu"ucap Aulia merasa tak enak hati telah membuat mertuanya menunggu.
"Gapapa Sayang, hari ini terakhir ujian kan? Semangat ya, semoga mendapat hasil yang terbaik sesuai dengan yang di harapkan, sehingga bisa lanjut kuliah sesuai cita-cita kamu," jawab Papa Tara serta mendo'akan sang menantu kecilnya.
"Aamiin," semuanya pun mengaminkan do'a sang Papa.
"Makasih pa," lanjut Aulia yang dijawab dengan anggukan kepala dan senyuman dari sang papa mertua.
"Ya udah Sayang, ayo kita sarapan, tadi Mama sama bibi bikin nasi goreng sayur special buat kita sarapan," ucap Mama Rita mengalihkan perasaan bersalah sang menantu.
"Iya ma," jawab Aulia tersenyum.
"Wah enak nih Ma," ucap Arka sembari duduk.
"Pastinya dong Sayang, kalau mau nambah juga boleh loh, tadi Mama bikinnya banyak kok," sahut Mama Rita.
"Iya Ma," jawab Arka.
Kemudian mereka makan dengan tenang dan sangat menikmati nasi goreng sayur special buatan Mama Rita sampai selesai. Setelahnya Aulia berpamitan berangkat sekolah dan Arka kuliah. Sedangkan Papa Tara sudah tentu berangkat bekerja.
"Sayang, nanti sepulang sekolah ajakin temen-temen kamu makan siang bareng di caffe kita ya, itung-itung refreshing setelah ujian," ucap Arka saat keduanya sedang dalam perjalanan ke sekolah Aulia.
"Beneran Mas? Mau banget lah, apalagi bareng-bareng pasti seru deh," ucap Aulia antusias.
__ADS_1
"Ya bener lah Sayang, masa Mas bohong sih, semua temen sekelas loh ya, jangan cuma trio kepo sama tiga ajudan aja" ucap Arka menoleh sekilas sembari tersenyum.
"Wah makasih Mas, Ok nanti Auli sampaikan ke mereka semua," jawa Aulia senang.
"Kalau mereka bisa ikut, yang bukan temen sekelas tapi dekat sama kamu juga boleh diajak lo Sayang, kan nanti kalau kalian udah sibuk dengan kuliah masing-masing pasti susah banget buat bisa ketemuan apalagi jalan bareng," ucap Arka serius.
"Beneran gapapa Mas, banyak loh jadinya?" Tanya Aulia.
"Iya, Mas tahu Sayang, satu kelas itu ada berapa orang, paling cuma ditambah teman-temen kamu waktu di PMR aja kan? Soalnya Mas tahu banget kamu gak deket sama yang lain selain temen satu kelas sama yang di PMR," ucap Arka.
"Lagian mas udah bilang ke mas Do
"He he iya Mas, iya deh nanti aku kabari mereka, kita masih punya grup chat PMR yang seangkatan kok," jawab Aulia merasa sangat senang atas tawaran sang suami.
"Ok, nanti kabari Mas ya, kira-kira berapa yang bisa ikut,"
"Ok siap bos," jawab Aulia dengan sikap hormat yang membuat sang suami terkekeh.
"Oh iya nanti pulangnya tetep Mas jemput lo ya, sekalian kalau ada temen kamu yang belum ada tebengan nantu bisa ikut bareng kita," lanjut Arka setelah berhenti tertawa atas kelakuan sang istri.
"Mas juga makin Sayang dech sama kamu, jadi gak sabar nih nunggu kamu lulus," ucap Arka membuat pipi sang istri merona dan jangan ditanya lagi jantungnya pun berdebar kencang saat ini.
"Eh, udah sampai ya? Auli masuk dulu ya Mas," Aulia segera pamit untuk menutupi kegugupannya agar tak perlu menjawab perkataan sang suami sebelumnya.
"Iya Sayang, semangat ya ngerjain tugasnya, jangan lupa nanti Mas jemput ya,"ucap Arka tersenyum sembari mengulurkan tangannya.
"Assalamualaikum Mas," ucap Aulia setelah mencium tangan sang suami.
Cup
"Waalaikum salam Sayang,"jawab Arka setelah mendaratkan kecupan di kening sang pujaan hati.
"Hem kok udah sampai aja sih, belum puas aku lihat eajah merona kamu karena malu Sayang," gumam Arka geleng-geleng kepala melihat usaha sang isti mengatasi kegugupannya tadi. Setelah sang istri tak terlihat lagi barulah dia menjalankan mobilnya menuju ke kampus.
Begitu sampai di kelasnya, Aulia segera menemui Mita sang sahabat yang masih jadi satu ruangan saat ujian ini.
__ADS_1
"Mit, nanti setelah ujian kita semua diundang kak Arka buat makan siang di caffe AA, gimana kalau undangannya di share di grup aja?" Aulia memberitahu Mita sekaligus meminta pendapat atas rencananya. Dan di saat membahas sang suami bersama sahabatnya Aulia masih belum bisa menyebut dengan sebutan Mas, jadi dia masih menyebut Kak.
"Iya di share di grup aja biar yang lain cepet tahu, jadi bisa engga nya kan langsung ada respon," jawab Mita setuju.
"Ok deh, bentar ya," jawab Aulia yang kemudian sibuk dengan ponselnya untuk memberi tahu teman-teman sekelasnya juga teman-teman seangkatan waktu jadi pengurus PMR.
"Loh anak PMR juga ya Ul?" Tanya Mita saat ada notif yang sama di grup PMR.
"Iya, kata kak Arka boleh ajak juga anak beda kelas yang deket sama aku, ya udah aku ajak aja anak-anak PMR," jawab Aulia.
"Dalam rangka apa sih emangnya?" Tanya Mita lagi.
"Katanya sih mumpung belum pada sibuk sama urusan kuliah masing-masing, soalnya nanti kalau udah pada sibuk susah buat kumpul bareng," jawab Aulia.
"Bener juga ya, ih baik banget sih kaka Arka sampai mikirin sejauh itu," ucap Mita terkagum.
"Eh lihat responnya pada cepet banget Ul, kayaknya pada bisa ikut semua deh," ucap Mita antusias melihat pesan di grup kelasnya.
"Iya Mit, Alhamdulillah kalau pada bisa ikut semua," ucap Aulia.
"Ha ha ini Ninda sama Sari pengen banget nyamperin kita ke sini tapi takut keburu bel masuk," ucap Mita saat melihat pesan dari sang sahabat.
"Ha ha pasti kepo banget tuh mereka," ucap Aulia mrmbayangkan reaksi sahabatnya itu.
"Eh tolong kamu balasin yang pada tanya dong Mit, aku mau kabari kak Arka dulu buat kasih tahu berapa orang yang ikut," lanjut Aulia.
"Ok siap," jawab Mita singkat lalu fokus dengan ponselnya untuk membalas pertanyaan dari teman-temannya. Bahkan yang di grup PMR juga dia respon.
Sementara Aulia sibuk mengabari sang suami melalui pesan karena Aulia yakin kalau sang suami masih dalam perjalanan, jadi agar tidak mengganggu fokusnya mengendarai. Toh pasti nanti sebelum masuk kelas pasti selalu nge cek ponsrlnya kalau-kalau ada pesan penting.
○●●●○
Bersambung.....
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
@rahmahpratiwi85