KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.40. Kondisi Kakek


__ADS_3

"Kakek masih belum sadar dan masih di ruang ICU, kalau mau jenguk ijin suster jaga dulu dan harus satu-satu ga boleh ramai-ramai, itupun harus pakai baju steril dari rumah sakit" penjelasan papa Tara.


"Baiklah pa, boleh ga kalau Ar dulu yang jenguk kakek?" Arka meminta ijin pada sang papa


"Boleh" jawab papa Tara sambil mengangguk kemudian duduk di samping istrinya. Saat papa Tara hendak duduk tanpa diminta Aulia segera berdiri dan mempersilakan papa Tara supaya duduk disamping mama Rita.


"Loh ayah kamu mana Sayang" tanya papa Tara pada Aulia begitu menyadari ayah Restu tak da di sekitarnya.


"Ayah ke kantor Pa, tadi di telpon kak Adri, katanya ada yang harus ayah urus" ucap Aulia menjelaskan sepengetahuannya.


"Oh ya baiklah, untung kakakmu sudah mau kerja di sini" jawab papa Tara bersyukur karena telah berhasil membujuk Adrian supaya kerja di perusahaan Wijaya Group.


"Ma, nanti kamu pulang sama Auli ya, biar nanti malam papa sama Arka yang jaga papi" ucap papa Tara pada sang istri.


"Mama ga mau pulang pa, mama mau nunggu di sini aja" ucap mama menolak.


"Sayang kamu harus istirahat, besuk baru gantian kamu jaga sama Risa dari pagi sampai sore ya" bujuk papa Tara.


"Tapi pa, mama mau nunggu papi" ngotot mama Rita tak mau mendengar perkataan suaminya.


"Kalau mama ga pulang sekarang trus besuk siapa yang jaga, besuk papa harus ke kantor ada urusan penting yang tak bisa diwakilkan Restu ma" papa Tara mencoba menjelaskan.


"Iya Rit, malam ini kamu harus istirahat dulu di rumah, kita kan ga tahu urusan perusahaan, siapa tahu karena urusan kantor nanti mas Tara sama mas Restu ga bisa bantu jaga kakek, jadi mumpung sekarang mas Tara bisa jaga biarkan , lebih baik nanti kita pulang yaa" bunda Risa membantu memberi pengertian pada mama Rita.


"Baiklah, tapi papa janji harus kabari trus kondisi papi ke mama ya" akhirnya mama Rita menurunkan egonya dan mau mendengar nasehat suami serta sahabatnya.


"Pasti ma" ucap papa Tara sambil mencium kening sang istri. Papa Tara sangat tahu betul sebegitu khawatir istrinya terhadap papinya.


Tak lama nampak Arka keluar dari ruangan kakek di rawat. Terlihat jelas dari wajahnya bahwa laki-laki remaja itu menangis di dalam sana.

__ADS_1


"Pa, ma, ada yang mau jenguk kakek lagi ga?" tanya Arka begitu sampai di depan kedua orang tuanya.


"Mama boleh kan pa?" Tanpa menjawab pertanyaan putranya. Mama Rita justru minta ijin pada suaminya untuk menjenguk sang mertua tercinta.


"Asal mama janji akan baik-baik saja papa ijinkan" jawab papa Tara.


"Mama janji cuma nengok, mama janji ga akan nangis di depan papi" janji mama Rita pada suaminya.


"Baiklah kalau mama mau janji" ucap papa mengijinkan istrinya.


"Makasih pa" mam Rita berterima kasih sambil memeluk sang suami manja.


Kemudian papa Tara mengantar kan sang istri untuk masuk. Tak lupa papa Tara meminta tolong salah satu suster untuk menemani istri tercinta. Karena papa Tara tak mau terjadi sesuatu dengan sang istri ketika melihat kondisi sang papi di dalam sana. Mungkin di luar sudah janji tidak akan menangis, tapi tak ada yang tahu di dalam nanti.


Setelah memastikan ada seorang suster yang menemani istrinya, akhirnya papa Tara kembali ke tempat duduk lagi. Memilih menunggu sang istri sambil duduk dengan yang lain.


"Ar, gapapa kan nanti malam temani papa jaga kakek?" Tanya papa Tara pada sang putra.


"Nanti kamu pulang sebentar antar mama sama Auli sekalian mandi dan bawa baju ganti papa ya Ar, kasihan kalau harus minta pak Tono buat bolak balik ke rumah sakit"


"Trus bunda gimana pa?" Bukannya menjawab pernyataan papanta Arka malah menanyakan soal sang Bunda. Bagaimana Bundanya nanti pulang.


"Bunda nanti dijemput kalau ga ayah ya kak Adri" bukannya papa Tara yang menjawab. Dengan lembut bunda Risa sendiri yang menjawab pertanyaan Arka. Dalam hati bunda senang dalam kondisi seperti ini calon menantunya masih bisa mengkhawatirkannya.


"Oh, baiklah kalau gitu bun, pa" jawb Arka. Sekilas melirik gadisnya yang sedari tadi diam saja. Selain tadi sibuk menenangkan sang mama.


"Yang kamu belum makan lo, makan dulu yuk" ajak laki-laki itu mengingat dari tadi di sekolah gadisnya itu belum makan sama sekali.


"Nanti tunggu mama aja kak, pasti mama juga belum makan" jawab Aulia.

__ADS_1


"Iya nanti kalian ajak bunda sama mama kalian , tadi memang semua belum makan siang" usul papa Tara.


"Trus papa sendiri udah makan belum?" Tanya Arka


"Nanti tolong belikan papa kopi sama roti aja Ar, papa ga selera makan, yang penting keisi aja" jawab papa Tara.


"Baiklah pa" Arka menyetujui keinginan papanya.


Akhirnya yang ditunggu datang juga. Tak lama dari pembahasan soal makan siang yang terlambat nampak Mama Rita berjalan mendekati kelaurga yang dari tadi menunggunya dengan cemas. Meskipun ada suster yang mendampingi tapi tetap saja membuat cemas.


"Mama lama ya?" Tanya wanita paruh baya itu begitu sampai dan mendapat tatapan khawatir dari seluruh keluarga yang ada di ruang tunggu itu.


"Iya, hampir papa mau masuk nyusulin mama" ucap sang suami lega melihat istrinya baik-baik saja. Bahkan jauh lebih baik dari sebelum melihat kondisi kakek Wisnu secara langsung.


"Apaan sih papa lebay" ucap mama Rita yang sudah bisa memperlihatkan senyum manisnya. Membuat yang lain ikut tersenyum.


"Ma, makan siang bareng yuk, biar papa jenguk kakek, nanti kita bungkusin aja buat papa" ajak Arka dibumbuhi bohong sedikiy dengan bilang mau bungkusin buat sang papa. Padahal sudah jelas sang papa cuma minta di belikan kopi sama roti untuk mengisi kekosongan perutnya.


"Tapi mama ga laper Ar"alasan mama Rita.


"Yaudah mama yang tungguin papi ya, biar papa ikut Ar makan" goda papa Tara biar sang istri mau menuruti ajakan sang putra.


"Loh kok, yaudah mama ikut aja" ucap mama terpaksa daripada nunggu sang mertua di luar lebih baik ikut saja masalah makan tidaknya urusan nanti. Begitu pikir mama Rita.


"Kenapa pada ga makan siang pas mama di dalam tadi sih?" Sudah bilang mau tapi tetap aja masih protes. Hem dasar mama.


"Ya kalau kuta tinggal trus mama keluar ga ada siapa-siapa nanti mama nangis nyariin kita" goda papa Tara yang membuat seluru keluarga tertawa sedikit terhibur setelah ketegangah seharian ini.


"Ya udah ayo" ajak mama Rita yang berdiri duluan. Kemudian disusul yang lain. Termasuk papa Tara yang mau masuk ke ruang kakek di rawat.

__ADS_1


○●●●○


Bersambung.....


__ADS_2