KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.27. Caffe


__ADS_3

Jam istirahat pun telah usai. Seluruh siswa telah memasuki kelas masing-masing. Begitu pun dengan Aulia juga Arka. Mereka mengikuti pelajaran hari ini hingga tak terasa bel berakhirnya jam pelajaran terakhir pun berbunyi. Menandakan jam pulang sekolah pun telah tiba.


Setelah mengakhiri mata pelajaran hari ini semua guru pun keluar dari ruang kelas masing-masing dengan diikuti seluruh siswa yang ada.


Kini Aulia sedang menunggu Arka di dalam mobil milik Arka. Sesuai pesan tunangannya saat istirahat jam kedua tadi. Arka ada urusan sebentar dengan OSIS, maka Arka pun memberikan kunci mobilnya pada gadisnya. Supaya gadis itu bisa menunggunya dengan bersantai duduk di dalam mobil


Tanpa banyak bertanya gadis itupun menurutinya. Bahkan dengan senang hati dia menunggu Arka dengan duduk manis di dalam mobil sambil membaca sebuah buku. Tak lupa gadis itu mengabari sang bunda juga mama Arka bahwa keduanya akan pulang terlambat karena sedang menunggu tunangannya dengan segala kesibukannya sebagai OSIS. Dan ini bukan yang pertama kalinya gadis itu menunggu seperti ini. Tapi dia selalu menikmati hal itu dan tak pernah mengeluh sedikitpun.


Tak terasa 30 menit telah berlalu. Karena saking seriusnya membaca sambil mendengarkan musik yang diputarnya daru audi di mobil Arka, Aulia tak menyadari kedatangan pemilik mobil yang sedang dia duduki saat ini. Hingga gadis itu terkejut saat laki-laki itu membuka pintu mobil bagian kemudi kemudian mendudukkan dirinya di samping Aulia.


"Assalamualikum" salam Arka sambil membuka pintu mobil.


"Waalaikumsalam" jawab gadis itu sambil memegangi dadanya karena kaget tiba-tiba ada yang masuk ke dalam mobil.


"Eh kakak, udah selesai ya?" Tanyanya setelah menyadari bahwa tunangannya lah yang masuk ke dalam mobil.


"Udah" jawabnya sambil mengangguk.


"kaget lagi?" tanya Arka mendapati ekspresi terkejut pada gadisnya. Terlebih gadis itu masih memegangi dadanya yang berdegup kencang karena kaget dengan kehadiran Arka yang tiba-tiba.


"he he iya, kakak sih main nyelonong masuk aja" kata Aulia sedikit protes karena tanpa ketuk kaca mobil terlebih dulu Arka langsung saja masuk.


"maaf" jawab Arka nyengir merasa bersalah telah mengagetkan tunangannya.


"Udah kabari bunda kan Yang?" Tanyanya kemudian.


"Udah dong, bukan cuma bunda, bahkan mama juga" jawab Aulia tersenyum.

__ADS_1


"Uuuh pinter banget sih Sayangnya aku" ucap Arka sambil mengacak-acak rambut gadisnya.


"Ih, kebiasaan deh, kan rambut Auli jadi acak-acakan" protes gadisnya sambil menampik dengan lembut tangan Arka. Namun hanya membuat Arka tersenyum dengan tingkah gadisnya.


"Aku tahu pasti kakak lupa lagi kan buat kabari mama? makanya aku langsung kabari aja, takutnya mama cemas kayak yang udah-udah" jawab Aulia sambil merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya.


"Pengertian banget sih, makasih ya Sayang" ucapnya tulus.


"Habisnya tadi keluar dari kelas langsung ke ruang OSIS, jadis lupa deh, tapi Auli tenang aja kakak pasti ga bakal lupa kok kalau buat kabari Auli" alasannya sambil menggobali gadisnya.


"Gombal, liat aja entar, ga usah janji-janji dulu, daripada tar bingung kasih alasan terus" ucap Aulia yang selalu heran kenapa laki-laki di sampingnya ini selalu lupa ngabari wanita yang telah melahirkannya disetiap pulang terlambat. Padahal sang mama selalu khawatir tiap sang putra pulang ke rumah terlambat meskipun hanya lima menit saja.


"Ga gombal Sayaang, serius" ucap laki-laki itu meyakinkan.


"Iya percaya deh, btw kapan pulangnya ni kak? mau jadi penunggu parkiran?" tanya Aulia yang menyadari sedari tadi mereka berdua masih di parkiran sekolah.


"Ampun deh" kata Arka sambil menepuk keningnya lalu keduanya tertawa dengan kelakuan konyolnya.


"Yang mampir Caffe bentar ya, sejak libur kemarin kakak belum sempet cek caffe sama sekali" ajaknya tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya karena masih fokus dengan kemudinya.


"Boleh, sekalian makan ya kak, Aulia udah laper nih" jawab Aulia sambil mengelus perutnya yang terasa lapar.


"Siap" jawab Arka menoleh sekilas kemudian fokus kembali dengan jalanan yang dilewati.


\=\=\=\=\=


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Arka telah memasuki parkiran caffe miliknya. Setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna, kedua remaja itu pun turun dari mobil.

__ADS_1


Melihat pemilik caffe tempat mereka bekerja datang, para pelayan caffe juga karyawan lainnya menyapa ramah pada pasangan yang baru melangkahkan kakinya masuk ke dalam caffe. Aulia dan juga Arka membalas sapaan mereka dengan tak kalah ramah juga.


Karena menurut Arka ga ada alasan untuk bersikap angkuh pada karyawannya. Seperti kata-kata yang pernah didengarnya bahwa roda itu berputar, ada kalanya roda itu di atas tapi ada kalanya juga di bawah. Dan sekarang mungkin posisi Arka ada di atas dan tak menutup kemungkinan kalau Allah berkehendak maka dia bisa saja berada di bawah. Maka dari itu Arka juga Aulia selalu menghormati karyawannya apalagi yang usianya di atas mereka.


"Selamat siang mas Arka, mba Aulia" sapaan ramah dari seorang kasir pada keduanya begitu mereka sampai di meja kasir.


"Siang mba" jawab keduanya sambil tersenyum.


"Mas Reno nya ada mba?" Tanya Arka pada kasir itu.


"Ada diruangannya Mas, Mas Arka mau langsung masuk apa mau saya panggilkan saja?" Tanya Kasir caffe itu.


"Biar saya masuk aja mba, makasih ya" jawab Arka meninggalkan meja kasir menuju ke ruangan Reno


"Ayo Sayang ikut masuk aja dulu, cuma sebentar kok" ajaknya pada gadisnya. Yang di balas anggukan. Kemudian menggandeng tangan Aulia.


"Kami masuk dulu ya mba" pamit Aulia pada kasir yang masih setia menatap keduanya dengan senyum yang selalu menghias bibirnya.


"iya mba silahkan" jawab kasir itu ditambah dengan anggukan kecil.


Sesampainya di depan pintu yang bertuliskan Manager yang menempel pada pintu itu. Tak perlu menunggu lama Arka pun langsung mengetuk pintu tersebut.


Baru satu kali ketukan sudah terdengar suara dari dalam menyuruhnya untuk masuk. Akhirnya Arka mengajak Aulia untuk segera masuk ke ruangan Reno. Seseorang yang telah dia percayakan untuk mengelola segala urusan dan kebutuhan yang berhubungan dengan caffe dan di berikan jabatan sebagai manager di caffenya.


Meskipun perbedaan usia keduanya lumayan jauh. Tapi itu semua tak membuat Reno merasa jadi canggung dengan pemilik caffe tempatnya bekerja yang tak lain adalah Arka. Justru yang ada hubungan mereka terlihat sangat akrab bahkan sampai seperti saudara sendiri. Mungkin saja kalau orang lain yang belum mengenal mereka akan menyangka kalau mereka itu memang benar kaka beradik.


Setelah masuk, Arka juga Aulia disambut dengan senyuman ramah dari laki-laki pemilik ruangan tersebut yang tak lain adalah Reno.

__ADS_1


○●●●○


Kemudian mereka mengucapkan terima kasih buar readers semua. Atas dukungan berupa like, komen juga vote.🤗


__ADS_2