
Laki-laki itupun segera melangkahkan kakinya menuju ke dapur. Nampak kedua wanita yang dicintainya tengah sibuk dengan urusan masing-masing. Tanpa berkata apapun Arka segera masuk ke dapur.
"Masak apa sih istri kakak?" Memeluk sang istri dari belakang seolah menganggap sang mama tak ada di dapur.
"Aah, kakak, bikin Auli kaget aja" teriak Aulia kaget sambil menepuk tangan sang suami yang melingkar di pinggang rampingnya.
Untung saja di saat dirinya terkejut dengan tingkah sang suami. Wajan di depannya tak tersenggol jadi minyak panasnya pun tak tumpah. Bisa-bisa mengenai tubuhnya.
"Kaget ya, maaf... habisnya harumnya bikin suamimu ini laper sih" melepaskan tangannya dari pinggang sang istri ucapan sang suami dibikin manja bermaksud agar sang istri tak marah akibat ulahnya sendiri.
"Ehhm modus, biasanya juga kalau mama masak ayam goreng Ar ga gitu deh" terdengar seperti orang yang nyinyir, tapi sang mama bertujuan menggoda putra semata wayangnya.
"Ya beda lah ma, ini kan masaknya pakai bumbu cinta, jadi harumnya sampai ke hati" jawab Arka sambil melirik respon sang istri dengan gombalannya. Saat mendapati pipi sang istri merona. Laki-laki itu menarik sudut bibirnya membentuk senyum.
"Ehm pagi-pagi udah gombal aja, bikin mama mual tahu ga? Mana ada harum kok sampai ke hati" Ucap sang mama sambil mencuci sayur yang telah selesai dipotongnya.
"Mama sirik aja deh" celetuk Arka lalu duduk di meja makan di dekat dapur.
"Biarin" ucap mama tak mau kalah.
"Sayang bikin minum dulu buat suamimu" nanti mama yang angkat kalau udah matang" Lagi-lagi pipinya tampak merona mendengar mama Rita menyebut kata suami.
"Iya ma, Auli titip bentar ya" jawab Aulia sambil tersenyum pada sang mertua.
Gadis itu menjauh dari kompor berniat unyuk membuat minuman sesuai saran sang mertua. Menyiapkan tiga cangkirdi atas pering kecil lalu meracik teh melati yang biasa dinikmati keluarga Wijaya saat pagi hari. Tercium harum yang khas saat Aulia menuang ke dalam masing-masing cangkir. Setelah selesai segera dibawanya ke meja makan dan mempersilakan sang suami meminum setelah meletakkan secangkir teh untuk suaminya.
Setelah menyelesaikan tugasnya. Gadis itu kembali melanjutkan pekerjaannya di dapur yang hampir selesai. Sementara Arka kembali ke kamar untuk bersiap ke sekolah, setelah menikmati secangkir teh melati kesukaannya.
Tak lama urusan di dapur pun selesai. Bahkan Aulia juga mama Rita telah selesai pula menata masakannya di meja makan. Kedua wanita beda usia itu kemudian berlalu kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri sebelum sarapan bersama.
__ADS_1
Saat Aulia membuka pintu kamar. Nampak Arka telah selesai bersiap dan sudah rapi dengan seragamnya. Laki-laki itu baru saja selesai menyisir rambut cepaknya. Dan hendak berjalan menuju ke meja belajar untuk mengambil tas sekolahnya.
"Dah selesai madaknya Yang?" Pertanyaan Arka begitu Aulia masuk ke dalam kamar.
"Udah, kalau kakak udah laper sarapan duluan aja ya, Auli mau mandi dulu" ucap Aulia sambil berjalan mengambil handuk sebelum akhirnya gadis itu menuju kamar mandi.
"Nanti bareng aja, kakak tunggu di bawah ya, mau panasin mobil dulu" ucap Arka sebelum gadisnya berhasil masuk ke kamar mandi.
"Siiip" jawaban Aulia singkat sebelum menutup pintu kamar mandi.
Setelah selesai dengan ritualnya di kamar mandi. Aulia segera keluar dari kamar mandi. Tapi karena tadi lupa belum membawa seragamnya. Akhirnya gadis itu keluar hanya dengan sebuah handuk yang membungkus tubuhnya. Dan tanpa di duga ternyata sang suami sudah di dalam kamar dan duduk di sofa yang ada di dekat jendela kamar.
Ya, saat memanasi mobilnya. Arka ingat akan sesuatu yang berhubungan dengan gadisnya. Akhirnya Arka kembali lagi masuk ke dalam kamar untuk menemui Aulia.
"Aaaa, kakak ih suka banget sih bikin kaget" omel Aulia saat mendapati Arka sedang duduk di sofa sambil fokus dengan ponsel di tangannya. Yang membuat laki-lakin itu secara otomatis mendongakkan wajahnya karena terkejut dengan teriakan Aulia.
"Katanya manasi motor kok masuk lagi sih, mana Auli lupa ga bawa seragam lagi" Menggerutu tanpa peduli bahwa Arka tadi benar-benar kaget dengan suara teriaknnya yang tiba-tiba.
"Ga usah kaya tawon kakak dengar lo, ha ha ha" godanya saat mendengar sang istri menggerutu sambil berjalan ke kamar mandi. Dan mengabaikan ucapan sang suami.
Tak lama kemudian Aulia keluar sudah rapi dengan seragamnya. Kemudian menuju ke tempat tidur buat mengambil poch nya lalu memakai perawatan wajahnya yang hanya sederhana yaitu pelembab juga bedak, juga lip ice. Tentunya setelah membersihkan wajahnya.
"Meja rias di kamar kamu dipindah sini saja Yang. Nanti mita tolong pak Tono buat mindahin"ucap Arka. Aulia hanya menggangguk sebagai jawaban.
"Btw ngapain kakak masuk lagi? Katanya mau nunggu di bawah" ucap Aulia begitu mengingat kemunculan tiba-tiba Arka tadi.
"Oh iya kakak hampir lupa lagi" ucap Arka menepuk keningnya katena lupa.
Kemudian berjalan mendekati sang istri yang masih sibuk memakai body lotion. Dan hampir selesai dalam bersiap-siap.
__ADS_1
"Ini buat Auli, nanti tiap bulan kakak transfer uang bulanan" Arka menyerahkan kartu ATM buat sang istri.
"Gak usah kak, Auli udah dapat dari ayah kok" ucap polos Aulia.
"Mulai sekarang Auli tanggung jawab kakak, jadi sebisa mungkin kakak usahain buat kasih uang bulanan buat Auli" Arka menjeda ucapannya.
"Kalaupun Auli masih dapat kiriman dari ayah ataupun kak Adrian itu buat tabungan Auli aja dipakai kalau uang dari kakak kurang" lanjut Arka tersenyum saat melihat istrinya ternyata menyimak ucapannya.
"Oh baiklah kalau mau kakak begitu" Aulia menyetujui keinginan sang suami.
"Tapi kalau mereka udah ga transfer lagi, Auli jangan protes yaa, InsyaAllah penghasilan di caffe juga gaji kakak di kantor papa bisa cukup buat kebutuhan kita berdua" Arka mencoba menenangkan Aulia saat melihat raut wajah sang istri berubah saat Arka meminta Aulia supaya tidak protes pada keluarvabya kalau kiriman uang untuknya dihentikan.
"Jadiii, istri kakak ini jangan lupa selalu do'ain suaminya ya" ucap Arka sambil mengelus kepala Aulia dengan tersenyum meyakinkan sang istri.
"Iya kak, Auli mengerti" ucap Aulia sambil mengangguk paham. Kemudian mengambil kartu ATM yang masih di tangan Arka dengan senyuman yang ia paksakan meskipun dalam hatinya merasa kasihan kalau harus menjadi beban suaminya di usia mereka yang masih harus memikirkan pendidikan Tapi malah harus memikirkan memberi nafkah seorang istri.
"Yaudah turun yuk, nanti kesiangan lagi kita berangkatnya" ajak Arka.
"Iya, bentar Auli ambil tas dulu ya" gadis itu berjalan menuju meja belajar untuk mengambil tasnya.
"Udah kak, ayo" ucapnya sambil menyerempangkan ras pada bahunya.
Akhirnya keduanya pun turun untuk sarapan bersama dengan sang mama yang telah lebih dulu sampai di ruang makan dan sedang menunggu anak-anaknya di meja makan.
○●●●○
Bersambung....
Jangan lupa dukungan like, komen ataupun Vote dari readers juga sesama Author. Karena dukungan kalian semua membuat aku semangat💪
__ADS_1
Terima kasih🙏