
Tidak terima dengan putusan pengadilan. Saat itu juga di depan pengadilan Surya winata mengancam akan menghancurkan Wijaya group sampai ke akar-akarnya dan akan membuat cucu dari seorang Wisnu Wijaya jatuh cinta dengan putrinya yang juga seumuran dengan Arka. Yaitu cucu dari Wisnu Wijaya.
Maka dari itulah, untuk mencegah agar Arka tak jatuh cinta dengan gadis manapun apalagi putri dari Surya Winata. Akhirnya kakek berniat menjodohkan dengan putri dari Ayah Restu yang saat itu masih dalam kandungan dan sudah di USG bahwa bayi yang akan dilahirkannya seorang putri.
Tapi demi menyelamatkan Aulia yang masih dalam kandungan. Kakek Wisnu sengaja membuat rencana kehidupan Restu yang selalu berpindah-pindah daerah. Agar tak ditemukan oleh orang suruhan Surya yang menaruh dendam kepada Restu dan keluarga Wijaya. Sejak itulah Arka kecil berpisah dengan baby Aulia. Dan keduanya hanya pernah bertemu sekali saat masih kecil. Saat usia Arka 5 tahun dan usia Aulia 3,5 tahun.
Maka dari itu begitu kakek Wisnu mengetahui ada seorang gadis yang jatuh cinta dengan cucunya. Kakek Wisnu lalu menyuruh orang-orangnya untuk menyelidiki gadis itu. Dan betapa terkejutnya saat kakek tahu bahwa gadis itu adalah putri dari Surya Winata. Kakek Wisnu langsung meminta Arka dan Aulia untuk segera menikah.
Apalagi saat ini kakek Wisnu juga tahu kalau masa hukuman seorang Surya Winata sudah hampir habis.
Flashback off
Setelah menceritakan kejadian bertahun-tahun yang lalu. Kakek Wisnu merasakan ada kelegaan dihatinya karena telah menceritakan semua kejadian masa lalu kepada kedua cucunya. Kakek Wisnu berharap agar Arka lebih berhati-hati dengan Surya Winata.
"Begitulah ceritanya nak, sekarang kalian tahu alasannya kenapa kami tega menjodohkan kalian" ucap kakek mengakhiri ceritanya.
"Iya kek, kami mengerti, bahkan kami berterima kasih kepada kakek karena semua ini demi masa depan kami" Arka berharap jawabannya akan sedikit menenangkan hati sang kakek yang merasa bersalah atas perjodohan ini.
"Alhamdulillah kakek senang melihat kalian bisa menerima semua ini. Kakek akan selalu berdo'a agar kalian berdua selalu bahagia bersama sampai tua dan hanya mautlah yang memisahkan. Dan semoga kalian dijauhkan dari orang-orang yang berniat jahat" ucap kakek. Terdengar sekali ada kelegaan dari raut wajah juga nada bicaranya.
"Aamiin" semua pun mengaminkan do'a tulus dari seorang kakek yang telah berjasa banyak untuk kedua keluarga di hadapannya ini.
Baik itu keluarga Tara yang tak lain adalah anak semata wayangnya. Juga ada keluarga Restu Kusuma yang hanyalah seorang karyawan yang dianggapnya pantas diperjuangkan karena ketulusan dan dedikasinya terhadap perusahaan yang telah dirintisnya dari sejak muda. Apalagi sekarang Restu telah menjadi besan dari putranya. Jadi tambah dekatlah hubungan kedua keluarga ini.
"Oh iya sepertinya kakek kalian lupa sesuatu. Boleh ayah menambahi sedikit nak Arka? "tanya ayah Restu pada menantunya itu.
__ADS_1
"Iya yah, tentu saja boleh" jawab Arka mantap.
"Begini, kakek menceritakan ini semua pada kalian dengan harapan kalian bisa menjaga diri dari orang yang asing menurut kalian dan jangan mudah percaya dengan orang lain. Bukan untuk membuat hati kalian merasakan benci juga dendam dengan apa yang telah dilakukan oleh orang lain terhadap keluarga kita di masa lalu. Jadi ayah harap tak akan pernah ada dendam di hati kalian. Ini juga termasuk buat Adrian bukan cuma buat Arka Ataupun Auli. Kalian paham kan?" ucap ayah Restu panjang lebar.
"Iya yah paham" jawab ketiganya.
"Ini tugas berat buat Auli juga Arin, kalian berdua harus bisa mengingatkan suami kalian ya Nak, contohlah mama juga bunda kalian" ucap ayah lagi mengingatkan peran seirang istri agar menjadi pendingin disaat sang suami sedang panas hati jyga pikirannya.
"InsyaAllah yah" jawab keduanya kompak.
"Kami harap mama sama bunda bisa membantu kami agar bisa jadi istri yang soleha meskipun kami belum siap untuk berhijab seperti bunda" jawab Arin mewakili sang adik ipar yang tak lain adalah Aulia.
"Iya Sayang, mama sama bunda juga masih belajar, jadi kita bisa belajar sama-sama, kita saling mengingatkan saat tahu salah satu dari kita ada yang melenceng" jawab bunda Risa.
"Iya bunda benar Sayang, semoga kita bisa saling mengingatkan dan saling menjaga" sambung mama Rita.
"Baiklah kalau begitu, poin pentinnya adalah kita harus bisa kebih berhati-hati dan juga saling menjaga, Daan jangan ada dendam di hati kita, paham semua anak-anakku, Arka, Adrian, Arin, Auli" ucap papa Tara yang masih juga mengingatkan hal tujua kakek menceritakan ini semua pada cucu-cucunya.
"InsyaAllah paham pa" jawab keempatnya kompak.
"Alhamdulillah" jawab semua orang tua termasuk kakek Wisnu.
"Kakek rasa hanya itu yang ingin kakek sampaikan pada kalian" ucap kakek mengakhiri pembicaraan serius malam hari ini.
"Oh iya kalian jadi nginep kan?" Tanya kakek pada ayah Restu, bunda Risa juga keluarga kecil Adrian.
__ADS_1
"Jadilah kek, kan besuk ada yang masih libur, kumayan bisa bantu momong Aura jawab Adrian membbuat semua tertawa.
"Oh iya kek, kakek kan udah ga ada yang disampaikan lagi nih, tapi Adri rasa ada yang sudah pewe deh kek." Ucap Adrian menyindir Arka dan Aulia sambil melirik ke arah tangan kedua pasangan baru itu yang masih juga berpegangan. Sontak semua mama mengikuti arah lirikan Adrian lalu lagi-lagi membuat semuanya tertawa. Tentu saja kecuali si pasangan yang masih saja bengong-bengong kebingungan dengan maksdu dari sang kakak.
"Ha ha ha, mungkin mereka mau nyebrang Dri" jawab kakek masih terkekeh geli.
"Ehmm kakak tahu Yang, kak Adri iri tu, sekarang dah ga bisa manja-manja lagi sama kak Arin, udah kalah sama baby Aura" celetuk Arka saat tahu kalau yang dimaksud adalah tangannya yang masih saja menggenggam erat tangan sang istri.
"Ha ha bener itu Ar" lagi-lagi kakek tertawa mendengar jawaban dari sang cucu.
"Ah kakek ga asyik ah, tadi nyerang Arka, kok sekarang balik nyerang Adri sih" protes Adrian yang dalam hatinya membenarkan ucapan Arka.
"Loh kakek ini nonblok kok, jadi mana yang benar kakek bela dong" ucap kakek yang masih juga terselip suara terkekeh. Dalam hatinya berdo'a semoga badai apapun yang akan mereka lewati, mereka akan tetep bahagia bersama dan rukun seperti malam ini.
"Betul papa setuju sama kakek" sambung papa Tara.
"Ayah juga"
"Mama sama bunda juga, ya kan bun?" Ucap mama Rita tak mau kalah.
"Bener banget" jawab bunda Risa mengacubgkan dua jempolnya.
Sementara Aulia juga Arin hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan keluarga mereka. Betapa bahagianya mereka selalu bisa merasakan kehangatan keluarga ini.
Terkhusus Arin. Betapa bahagianya dia bisa diterima di keluarga yang berbeda derajat dari keluarganyanya. Arin yang notabennya adalah seorang yatim piatu yang dulu hanya di rawat oleh neneknya. Bahkan sejak kuliah sang nenek juga harus meninggalkannya untuk menghadap Sang pencipta. Tapi keluarga ini tetap menerimanya tanpa peduli bibit bebet bobotnya.
__ADS_1
○●●●○
Bersambung.....