KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps. 142. Tuduhan Tia


__ADS_3

Hari hari pun berlalu sejak pengakuan Doni pada Arka saat itu. Sepasang suami istri itupun semakin disibukkan dengan kegiatan masing masing hingga sulit untuk berangkat ataupun pulang kuliah bersama lagi. Namun, meskipun begitu Arka serta seluruh keluarga yang ada waktu luang selalu menyempatkan untuk bergantian menjemput Aulia. Kalaupun tidak bisa masih ada sopir yang bisa menjemputnya. Karena Arka akan merasa lebih tenang bila istrinya itu diantar jemput oleh anggota keluarga ataupun orang terdekat.


Seperti hari ini Aulia berangkat kuliah bersama sang Mama yang sekalian mau berangkat arisan bersama teman temannya. Sedangkan untuk pulangnya Aulia belum tahu siapa yang akan menjemputnya nanti. Karena mereka sudah tahu jadwal kuliahnya jadi sudah otomatis di setiap jam pulang pasti sudah ada yang menunggu di depan kampusnya. Kecuali jika ada tambahan kuliah dadakan Aulia langsung mengabari sang suami yang langsung akan disampaikan kepada siapapun yang bisa menjemputnya.


Jam kuliah pun usai, Aulia bersama sahabat segera keluar kelas.


"Langsung pulang Ul?" Tanya Ninda.


"Iya, emang pada mau kemana?" Jawab Aulia sekaligus bertanya.


"Mau ke kantin dulu laper soalnya," Jawan Ninda.


"Ada yang mau ikut gak?" Lanjutnya.


"Aku ikut Nin, soalnya nanti mau langsung ke Caffe," sahut Nayla.


"Aku juga ah biar dapat tebengan pulangnya," Sari pun menimpali.


"Siap Sar, aku juga males langsung pulang, tar mampur dulu lah ke rumah kamu," jawab Ninda semangat.


"Kita langsung pulang ya, soalnya mau ketemu camer mumpung lagi di rumah," ucap Mita yang diangguki oleh Rafi.


"Ok deh gapapa salam aja ya buat camer," sahut Ninda.


"Tolong tanyain juga kapan mau datang ke rumah buat lamar kamu biar bisa pacaran Halal kaya Auli tuh?" Sambung Sari.


"Eh kok aku dibawa bawa sih," celetuk Aulia.


"Tahu nih anak padahal Mama tuh udah pengen banget kita nikah tapi dianya yang belum siap, katanya nunggu lulus dulu," Ucap Rafi.


"Ngapain nunggu lulus Mit, gak kasihan Rafi bolak balik ke rumah jemput kamu?" Sahut Sari.


"Liat entar deh ya girls, ayo beib keburu diceramahi akunya," jawab Mita langsung menarik tangan Rafi supaya segera meninggalkan sahabatnya.


"Yee malah kabur," ucap para sahabat kompak.


"Biarin wlee," jawab Mita sembari menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Huu dasar," ucap Ninda dan Sari kompak.


"Udah sana ke kantin katanya laper," ucap Aulia yang langsung berjalan.


"Eh iya ayo tar bisa telat lagi aku kerjanya," ucap Nayla.


"Masih lama kali Nay tar bareng kita aja biar kita anter deh, mau kan Sar kita muter dikit lumayan lah buat refreshing," ucap Ninda yang juga minta pendapat Sari.


"Mau lah, aku ma selow orangnya, asik asik aja mau di ajak kemana ayo aja," jawab Sari.


"Ya udah aku duluan ya, kasian yang jemput pasti udah nungguin," ucap Ninda.


"Ok Ul, hati hati ya," ucap ketiganya.


"Ok makasih ya, Assalamualaikum," jawab Aulia.


"Waalaikumsalam,"lagi lagi ketiga sahabatnya menjawab dengan serempak.


Di tempat parkiran


"Udah lah gak usah gosip, lagian katanya mereka udah nikah jadi aku gak mungkin kan bisa sama Arka lagi, kecualia mereka baru pacaran pasti aku berusaha buat dapatim Arka," jawab Farah yang sudah menyerah sejak mendengar kabar jika Arka dan Aulia adalah pasangan suami istri.


"Ya kalau Aulianya orang baik baik mah gapapa Far kamu nyerah, nah ini dia tuh cewek gak bener suka gonta ganti cowok, bahkan aku pernah lihat sama om om gitu," lanjut Tia. Entah apa maunya anak ini ikut campur urusan orang lain aja.


"Gak usah berpikiran buruk dulu lah Ti," ucap Farah.


"Gini aja deh kita ikutin aja dia Far, biar kita bisa tahu bener gak yang di omongin sama Tia," ucap Dina menengahi.


"Nah setuju aku sama kamu Din, biar kalian bisa lihat sendiri kayak apa kelakuan tuh anak," ucap Tia semangat.


"Ya udah ayo, tapi ingat jangan kelihatan banget kalau kita lagi ngikutin dia," ucap Farah yang gak mau ribut sama sahabatnya.


"Ok ayo," jawab Tia dan Dina. Akhirnya ketiganya mengikuti Aulia.


Sementara itu Aulia yang baru sampai di depan kampus tak tahu jika ada yang mengawasinya. Begitu melihat siapa yang menjemputnya langsung mendekat dan.


"Kakaaak, Aulia kangen,"ucap Aulia yang lansung masuk ke dalam pelukan sang kakak yang sudah merentangkan kedua tangannya sembari tersenyum manis begitu melihat sang adik mendekat.

__ADS_1


"Manja banget sih adiknya kakak," ucap Adrian sembari mencium puncak kepala sang adik.


"Biarin, salah sendiri kakak pergi gak bilang bilang Auli, mana lama lagi," protes Aulia.


"Salahin tuh suami kamu, harusnya itu suami kamu yang keluar kota, tapi dia gak mau ninggalin kamu makanya jadi kakak yang gantiin, mana lama lagu, untung bisa ajak anak istri,"ucap Adrian.


"Udah ih pelukannya gak malu kalau dilihatin sama teman teman kamu, tar dikira selingkuh loh," ucap Adrian yang langsung membuat sang adik segera melepaskan pelukannya.


"Enak aja selingkuh, Auli tuh tipe istri setia tahu kak," ucap Aulia tak terima sembari memukul mukul dada bidang sang kakak.


"Udah ah ayo pulang," ucap Adrian yang berhasil menghentikan pukulan sang adik lalu memutar badan untuk membukakan pintu mobil untuk adik kesayangan.


"Silahkan princess," ucap Adrian sembari menunduk seperti seoang pelayan yang mempersilahkan tuan putri.


"Terima kasih," ucap Aulia bersikap seperti putru dengan senyuman manis lalu masuk ke dalam mobik setelah menerima uluran tangan sang kakak.


Di sekitar kakak dan adik itu berada ada tiga gadis yang dari tadi mengikuti telah terjadi salah paham, larena dari jarak pengintaian mereka tak bia mendengar apa yang diucapkannya.


"Gimana Far, sekarang percaya kan?" Tanya Tia merasa benar.


"Jangan dulu menyimpulkan sebelum kita tahu siapa cowok itu," ucap Farah santai.


"Gak usah munafik deh Far, udah jelas jelas kaya gitu masih gak percaya, heran aku sama kamu, kalau aku jadi kamu udah tak kasih tahu si Arka biar ceraiin istri gak benernya itu," ucap Tia sewot.


"Kok kamu jadi sewot gitu sih Ti, jangan gegabah deh," ucap Farah gak habis fikir dengan sahabatnya itu.


"Iya Ti , bener apa yang di bilang sama Farah, lebih baik kita cari bukti lagi, jangan asal bertindak, cinta itu buta Ti, mana mungkin Arka percaya kalau gak ada bukti," sambung Dina yang diangguki oleh Farah yang sependapat dengan sahabatnya yang satu ini.


"Tenang aja aku udah rekam kok tadi tinggal kita kumpulin aja nanti semua bukti yang lainnya,"jawab Tia percaya diri.


"Udah balik ke kelas yuk, bentar lagi kelas dimulai," ajak Farah. Lalu ketiga sahabat itupun segera menuju ke ruang kelas mereka.


○●●●○


Bersambung.....


@rahmahpratiwi85

__ADS_1


__ADS_2