KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.81. Ngintip


__ADS_3

Arka yang sedang membuka acara makrab menyadari kehadiran Aulia. Laki-laki itu melihat Aulia dan Sari sudah bergabung dengan kedua sahabatnya yaitu Ninda dan Mita. Hingga saat melihat keempat sahabat itu berpelukan nampak tersungging sebuah senyuman tipis di bibirnya. Jadi setelah selesai membuka acara dia berniat akan langsung menghampiri gadisnya.


"Hai girls," begitu sampai di tempat Aulia dan para sahabatnya duduk Arka langsung menyapa keempat gadis yang sedang fokus menatap arah panggung kecil dimana ada MC yang sudah memulai acara setelah Arka turun dari panggung kecil itu.


"Hai juga kak," jawab keempatnya kompak diiringi senyuman manis.


"Tumben gak sama bayangan kakak," celetuk Mita yang selalu menyebut Dewa sebagai bayangan Arka karena selalu ada dimanapun Arka berada.


"Ha ha gak lah, kan udah malam jadi bayangannya gak ngikutin, tuh nyangkut di situ," jawab Arka yang kemudian menunjuk ke arah di mana Dewa sedang berduaan dengan Vitria, kekasihnya. Yang membuat keempat gadis itu langsung menolah ke arah Arka menunjuk lalu saling bertatapan dan tertawa bersama. Entah apa yang membuat mereka tertawa. Begitulah sahabat tanpa mengucapkan sepatah katapun dan hanya dengan saling bertatapan saja seolah tatapan mereka sudah mengatakan sejuta kata.


"Bisa juga tuh kak Dewa ngajakin kak Vitria mojok, biasanya juga rame-rame sama kita, haha," celetuk Ninda membuat yang lain kembali tertawa.


"Udah biarin sekali-kali biar sok romantis sama ceweknya," sahut Arka.


"Jadi penasaran nih kalau kak Dewa lagi gombalin kak Vitria kaya apa ya?" Ucap Mita menerawang membayangkan sesuatu lalu senyum-senyum sendiri.


"Iya sama aku juga penasaran tuh," Sari menimpali ucapan Mita.


"Emang bisa ya kak Dewa romantis?" Sahut Ninda penasaran.


"Gimana kalau kita nguping tuh di belakang tenda itu," Ajak Mita sambil menunjuk tenda yang ada di dekat Dewa dan Vitria duduk berduaan.


"Hayuk, siapa takut," sahut Ninda dan Sari kompak.


"Gila kalian , janganlah masak mau ngintipin orang pacaran sih, tar kalau ketahuan lo" Aulia mencoba mencegah tindakan konyol ketiga sahabatnya.


"Ih gapapa kali Ul, sekali-kali ngintipin sama nguping kak Dewa pacaran, langka loh mereka berduaan," sahut Mita yang diangguki Ninda juga Sari.


"Lagian kalau yang diintip kak Dewa sih kalau sampe kita ketahuan gak masalah kali Ul, ya kan?" Lanjut Mita meminta dukungan Ninda dan Sari.


"Iya betul tuh, kak Dewa kan orangnya asyik," sambung Ninda.

__ADS_1


"Ya udah deh terserah kalian tapi aku gak mau ikut campur lo ya kalau ada apa-apa," jawab Aulia pasrah.


"Beres gapapa," jawab Mita.


"Iya tenang aja Ul," sahut Sari.


"Ok ok suka-sukq kalian aja lah,"jawab Aulia mengalah.


"Kakak nitip Auli ya," ucap Ninda lalu ketiga gadis itu pun berdiri.


"Enak aja titip-titip, emang Aku apaan dititipin segala," cerocos Aulia.


"Iya kalian ini, lagian ya gak nitip pun juga pasti kakak jaga lah, masa sama istri sendiri gak mau jagain," sambung Arka.


"Masih calon kak!" Protes ketiganya kompak. Karena memang Aulia juga Arka belum masih merahasiakan hubungan mereka sekarang yang sudah sah menjadi suami istri karena status mereka yang sama-sama masih seorang pelajar.


"Iya sama aja," sahut Arka.


"Eh jadi kalian beneran nih? Kakak kira cuma bercanda loh," ucap Arka mengalihkan pembicaraan apalagi saat melihat ketiga sahabat istrinya itu telah berdiri.


"Ya udah terserah, tapi jangan bawa-bawa nama kakak lo ya kalau nanti sampai ketahuan," ucap Arka memperingati.


"Siap kak, kakak tenang aja, ayo kita kemon girls" ucap Mita lalu menggandeng kedua sahabatnya untuk segera menuju ke lokasi pengintipan.


"Hem ada-ada aja, kayak kurang kerjaan aja tuh mereka," ucap Arka keheranan saat melihat ketiga gadis itu mulai beraksi menuju lokasi yang ditunjuknya tadi.


"Dasar tiga gadis kepo," ucap Aulia geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya.


"Duduk aja yuk Yang," ajak Arka yang diangguki oleh Aulia.


"Oh iya gimana Yang tadi bisa telponnya?" Tanya Arka setelah duduk di samping Aulia.

__ADS_1


"Iya bisa kak," jawab Aulia mengangguk.


"Diangkat kan?" Tanya Arka lagi.


"Iya, tapi pas telpon papa, soalnya tadi telpon kakek sama mama gak diangkat, akhirnya Auli telpon papa," jawab Aulia.


"Tapi kayaknya papa nyembunyiin sesuatu dari Auli deh kak," lanjutnya lesu.


"Emang gimana Yang?" Tanya Arka.


"Ya dari suara papa, dari... ya pokoknya adalah," jawab Aulia bingung harus menjelaskan pada Arka.


"Oh iya kak, tadi papa minta kakak telpon lagi, tadinya mau ngomong sama kakak, tapi Auli bilang kakak lagi buka acara makrabnya," ucap Aulia seketika teringat pesan sang papa mertua.


"Ya udah ayo sini biar kakak telpon papa," ucap Arka yang beranjak dari duduknya sambil menarik tangan Aulia diajaknya gadis itu untuk menjauh dari keramaian.


"Mau kemana sih kak?" Tanya Aulia.


"Cari tempat yang gak berisik Yang, di sini berisik jadi nanti gak denger papa ngomong apa," jawab Arka menjelaskan.


"Oh iya kak, ya udah ayo kemana?" Jawab gadis itu lalu bertanya.


"Kita ke sana aja ya Yang," ucap Arka sembari memunjuk ke arah sebuah kursi panjang yang berada di bawah pohon yang sangat rindang.


"Iya kak," jawab gadis itu mengangguk lalu keduanya berjalan ke arah yang ditunjuk oleh Arka.


Akhirnya Arka dan Aulia pun melangkahkan kakinya menuju kursi panjang tersebut. Tanpa keduanya sadari sejak tadi ada seseorang yang menatapnya dari kejauhan, bahkan sejak Arka turun dari panggung tatapan mata itu selalu tertuju padanya. Tatapan mata dari siapa lagi kalau bukan adik kelas yang kecentilan yaitu Angel.


Bahkan saat ini gadis centil itupun berdiri dari duduknya hendak mengikuti Arka dan juga Aulia. Ambisinya untuk bisa menjadi pacar seorang Arka membuatnya tak mempedulikan lagi gertakan dari Dewa sejak gadis centil itu bertanya-tanya mengenai Arka. Meskipun Angel sudah tahu bahwa Arka sudah bersama Aulia tapi gadis centil itu tak ambil pusing. Bahkan dalam hati kecilnya akan merwbut Arka dari Aulia.


Maka dari itu, Angel sangat jengkel ketika melihat Arka berjalanan berdua dengan Aulia. Sehingga terbesit dengan tiba-tiba gadis itu berdiri lalu berjalan untuk mengikuti kedua kakak kelasnya itu. Entah apa yang ada dalam pikiran gadis itu. Apa mungkin dia juga akan mengintip Arka dan Aulia seperti yang saat di ini dilakukan oleh Ninda, Sari dan Mita. Yaitu mengintip Dewa juga Vitria yang sedang berduaan. Hem ada-ada saja tingkah laku remaja masa kini.

__ADS_1


○●●●○


Bersambung.....


__ADS_2