
"Namanya Maya, dia sepupu Aldo , mamanya maya kakaknya tante Ira." Ucap Arka.
Aulia menundukkan kepalanya begitu mendengar kata sepupu Aldo. Berarti mereka sangat dekat, mungkin seperti itu yang sekarang ada dalam pikiran gadis itu. Kemudian Arka meraih dagu gadis itu untuk mendongak lalu menatapnya penuh arti.
"Sayang, Auli jangan salah paham dulu, kakak belum selesai." Ucapnya berharap gadis itu masih bisa mempercayainya dan mau mendengarkan kelanjutan ceritanya.
"Kakek, Mama sama Papa tahu semuanya, karena kakak ga mau kalau sampai ada salah paham suatu saat nanti"
"Auli jangan berpikir yang engga-engga dulu, kakak sama sekali ga ada perasaan apapun sama dia, selama ini kakak anggap dia sama seperti Aldo, sepupu" kata Arka seolah tahu isi hati gadisnya.
Ya memang saat ini itulah yang ada dipikiran Aulia, dia takut kalau ternyata Arka telah mencintai gadis lain. Karena dia akan merasa bersalah akan hal itu karena gara-gara dia Arka tak bisa bersama cintanya. Tapi ternyata apa yang ada dalam pikirannya salah, betapa lega hatinya.
"Kakak cerita ini sama Auli karena kakak gak mau Auli salah paham, kalau nanti dia ngomong macam-macam sama Auli"
"Dia gadis yang nekat, Auli ingat Vitria, pacarnya Dewa?" Aulia hanya memgangguk untuk menjawab pertanyaan Arka.
"Kami satu SMP, dulu Vitria mendekati Dewa lewat kakak, kami dekat, bahkan sampai ada yang mengira kalau kami pacaran, termasuk Maya, dan tanpa sepengetahuan kakak Maya bersama teman-temannya melabrak Vitria untuk menjauhi kakak, dia bilang kakak cuma miliknya, kalau Vitria masih mendekati kakak dia tak akan segan melakukan kekerasan pada Vitria" mata Arka menerawang seolah mengingat kejadian yang telah lalu.
"Karena Vitria tak memperdulikan omongan Maya, yang menurutnya mana berani adik kelas sama kakak kelas, tapi kenyataannya lain, Maya benar melakukan hal memalukan itu, dia mengurung Vitria di gudang sekolahan, beruntung saat itu Dewa mau mengambil sesuatu di gudang, kemudian melihatnya tapi dia dalam keadaan pingsan, Dewa langsung membawanya ke UKS, saat itu kakak melihat lalu mengikutinya" kata Arka mengingat-ingat kejadian itu, sampai akhirnya tersenyum.
"Kenapa kakak senyum? " tanya Aulia aneh mengapa menceritakan kejadian seperti itu tapi malah senyum.
"Kakak ingat saat Vitri pingsan, kakak melihat Dewa yang begitu panik, akhirnya kakak tanya apa dia ada perasaan sama Vitria, meskipun awalnya dia menolak jujur sama kakak, tapi setelah kakak cerita kalau kami tak ada hubungan spesial akhirnya Dewa ngaku suka sama Vitria, mendengar pengakuan Dewa akhirnya kakak cerita kalau selama ini Vitria dekat dengan kakak karena suka sama Dewa" menghentikan ceritanya kemudian Arka kembali tersenyum.
"Gara-gara kejadian itu mereka akhirnya jadian, setelah Vitria siuman Dewa langsung nembak dia, gila kan Yaang, ga mau nunda-nunda lagi katanya takut kakak tiba-tiba naksir katanya" lanjutnya yang kemudian mereka berdua tertawa bersama.
"Jadi... apapun nanti yang dia katakan di belakang kakak, jangan langsung percaya, Auli harus cerita dan jujur sama kakak yaa," kata Arka
"Iya kak, makasih ya, kakak udah mau jujur sama Auli" jawabnya. Tanpa ada keinginan untuk membahas lebih lanjut soal Maya.
"Ga perlu makasih Sayang, dalam sebuah hubungan kalau dilandasi saling percaya dan jujur pasti akan langgeng dan lancar" jawab Arka kemudian tiba-tiba mencium kening Aulia. Yang membuat pipi Alia merona juga jantungnya berdegup kencang, bahkan Arka pun sama jantungnya juga berdegup kencang.
"Makasih" ucapnya.
"Yaudah yuk gabung yang lain, sepertinya udah mulai bakar-bakar tuh" ajaknya setelah dirasa cukup dalam membahas hal yang membuatnya tak nyaman.
Kemudian keduanya berjalan menuju ke tempat acara baberque. Sesampainya disana langsung mendapat sindiran-sindiran menggoda dari sahabat, kakak, juga sang kakek sementara yang lain hanya tertawa melihat kedua sejoli itu. Tentunya kecuali Maya.
"Duh yang lengket kaya lem" celetuk Adrian.
"Nempel terus" sahut Mita.
__ADS_1
"Kaya perangko dong" celetuk Ninda.
"Pacaran muluuu sih Ul, bantuin dong " ucap Sari to the point
"Mojok teruuus, dah nikahin aja ya Res, Tar?" Kakek pun tak kalah heboh ikut-ikutan menggoda cucunya.
"Segera diurus om, mau kapan?" Ayah Restu pun menimpali candaan kakek Wisnu.
"Besuk aja mumpung masih libur" ucap om Bayu Papanya Aldo.
"Udah-udah kalian ini bisanya menggoda aja, ga kasian apa tu pipi dah kaya kepiting rebus" kata Ayah Tara yang melihat pipi calon menantunya.
"Ciee... cieee" seru beberapa orang.
"Apaan sih" sahut Aulia menahan malu karena diledek terus.
"Kakak sih" lanjutnya menyalahkan Arka.
"Loh kok kakak sih Yaang, kan emang Papa bener" jawab Arka malah ikut menggoda gadisnya yang sudah hampir meledak karena kepanasan menahan malu.
"Ish kakak sama aja" ketus Aulia sambil mencubit perut Arka kemudian berjalan menghampiri sahabat juga kakaknya yang lagi sibuk bakar-bakar.
"Auw Yang sakit" kata Arka kemudian mengikuti gadisnya seolah tak mau pisah.
"Kakak ga mau jauh dari Auli, ga mau kasih kesempatan dia buat deketin kakak" jawabnya berbisik di telinga Aulia.
"Loh loh loh malah pada ciuman di sini" ucap Adrian menggoda Adiknya.
"Apaan sih sok tau" ketusnya menanggapi godaan kakaknya.
"Yaudah kalau ga ciuman nih bawain ke sana" suruh Adrian sambil menunjuk meja yang ada keluarga mereka berkumpul.
"Siap, siniin" jawab Aulia kemudian mengantar beberapa seafood juga daging yang sudah dibakar.
"Cepet balik Yang, tar kakak kangen" teriak Arka yang membuat Aulia makin menahan malu.
"Huuuu dasar bucin" kompak ucap ketiga sahabat Aulia.
Setelah semua selesai dibakar akhirnya semua berkumpul bersama, ada yang duduk di kursi yang mengitari meja besar ada juga yang duduk lesehan di atas tikar. Tadinya selama masih proses membakar Arin yang berada di kamar pun sekarang ikut berkumpul.
Arka, Aulia juga sahabatnya duduk di tikar, di sana juga ada sepupu Aulia yaitu Chintya, Reza dan Bella. Tak ketinggalan Aldo juga kedua gadis kecil Vania, Caca, dan juga tentunya Maya. Sedangkan si kecil Bina selalu gelendotan pada Mamanya
__ADS_1
"Sayang kenalin itu Maya sepupunya Aldo tapi juga udah kakak anggap sepupu sendiri, mamanya dia kakaknya Tanta Ira, May, kenalin Aulia tunangan kakak" kata Aldo mengenalkan keduanya seolah biasa-biasa aja.
"Hai, aku Aulia, senang bisa kenal kamu" jawab Aulia tersenyum ramah sambil menjulurkan tangannya hendak menjabat tangan, tapi tak kunjung mendapat balasan kalau saja Aldo tak menyenggol sepupunya itu.
"Oh iya aku Maya" jawabnya datar.
"Yang mau ini ga? Enak lo?" Tawar Arka untuk meghilangkan kecanggungan yang tercipta setelah acara perkenalan tadi.
"Mau Yang, aaak" jawab Aulia dan tumben memanggil Arka dengan sebutan Yang.
"Eem enak banget Yang" ucap Aulia setelah makan daging yang disuapi oleh Arka.
Meskipun kaget tak menyangka akan dapat panggilan Yang dari tunangannya, saat ini hati Arka sedang berbunga-bunga.
"Siapa dulu dong kokinya?" Tanya Mita sombong. Padahal dia sendiri sudah tahu jawabannya.
"Kitaaa" jawab ketiga sahabat Aulia kompak. Lalu semua tertawa.
"Mau itu Yang" ucap Arka menunjuk Sosis yang dipegang Aulia.
"Nih, aaak" ucap Aulia sambil menyodorkan sosis ke mutut Arka.
Tak tahan melihat keromantisan Arka dan Aulia akhirnya Maya menyerah dan pamit ke kamar.
"Kak Aldo aku ke kamar dulu ya" pamit Maya pada sepupunya.
"Kenapa buru-buru sih?" Tanya Aldo.
"Ngantuk" jawabnya jutek.
"Yaudah sana" jawab Aldo
"Duluan semua" pamitnya pada yang lain dengan senyum terpaksa.
Tanpa sekumpulan remaja itu sadari, sedari tadi kakek Wisnu memperhatikan mereka, kakek tersenyum lega, ternyata Maya tak berbuat hal yang aneh-aneh seperti yang kakek takutkan. "Aman" batinnya.
Obrolan semakin malam semakin seru, tentunya si kecil Vania dan Caca sudah masuk ke kamar bersama Mamanya masing-masing karena sudah mengantuk. Tak terkecuali si bumil Arin pun sudah di suruh masuk oleh Bunda Risa dan ditemani suaminya Adrian.
Tak terasa waktu telah menunjukkan jam 11 malam. Semua membubarkan diri ke kamar masing-masing, karena besuk pagi ingin sekali menikmati sunrise.
~○●●●○~
__ADS_1
Hai hai.... gak nyangka ni bisa Up lagi. Jangan lupa dukungannya ya. Dukungan kalian bisa membuatku semangat buat lanjutin ceritanya nih. Makasi buat readers yang udah baca n kasih like, bintang juga Vote. Ditunggu krisannya di kolom komentar yaa🙏