
Akhirnya malam yang ditunggu-tunggu telah tiba. Setelah melaksanakan Sholat Isya penghuni kamar di villa pinggir pantai itu satu persatu keluar kamar menuju halaman depan villa. Di mana tempat yang sudah disiapkan oleh penjaga villa untuk acara baberque keluarga besar Wijaya dan Kusuma.
"Nin, nanti kamu bareng yang lain ya, aku mau ke kamar kak Arka dulu" kata Aulia yang baru saja membaca pesan di HPnya disaat mereka berdua tengah bersiap-siap.
"Siap santai aja, aku dah selesai nih" jawab Ninda sambil berdiri menylempangkan tas kecil di bahunya untuk tempat HP.
"Aku juga udah, ayo keluar bareng" jawabnya ikut berdiri kemudian melakukan hal sama dengan Ninda sebelum akhirnya mereka berjalan keluar kamar.
Sesampainya di luar kamar mereka berpisah, Ninda ke arah kamar 2 sahabatnya yang tak lain adalah Mita dan Sari. Sementara Aulia menuju ke kamar Arka. Sesuai permintaan Arka melalui pesan singkat beberapa menit yang lalu.
Sesampainya di depan pintu kamar Arka, gadis itu langsung mengetuk pintu juga memanggil nama tunangannya. Dan tak lama terdengar sahutan dari dalam kamar memintanya untuk masuk ke kamar.
Tanpa basa basi gadis itu memasuki kamar tersebut. Di dalam kamar terlihat Arka sedang duduk santai, tunangannya itu sedang menikmati pemandangan pantai dari sofa di dekat jendela yang ada di kamarnya.
Arka pun menoleh saat Aulia melangkahkan kakinya masuk ke kamar kemudian berjalan mendekat ke arahnya. Kemudian memberikan seyuman terindahnya untuk gadisnya yang juga membalas senyumannya dan kemudian duduk di sampingnya.
"Kak, kenapa Auli harus ke kamar kakak dulu?" Tanyanya setelah duduk.
"Kakak masih males keluar sekarang" jawabnya tanpa menoleh, pandangannya tertuju pada gemuruh ombak yang berebut menyentuh bibir pantai.
"Kenapa? Apa kakak sakit?" tanyanya penuh rasa khawatir.
Arka hanya menggeleng untuk menjawab. Namun gadis itu terus saja menatapnya. Hingga kemudian tangan mungilnya hendak menyentuh kening tunangannya itu. Belum sampai tangannya mendarat ke kening Arka, laki-laki itu mengambil tangannya lalu menggenggamnya erat kemudian menatap si empunya tangan dalam genggamannya.
"Kakak gapapa sayang, jangan khawatir" ucapnya kemudian, yang membuat lega gadisnya itu.
"Kalau emang kakak gapapa kenapa ga mau turun sekarang?" Tanyanya kemudian.
"Pasti mereka udah nungguin kita buat makan malam kak" lanjutnya.
"Yaudah ayo" kemudian Arka berdiri tangannya masih menggenggam tangan Aulia.
__ADS_1
Kemudian mereka keluar kamar dan menuju ke ruang makan. Seperti yang Aulia katakan tadi. Seluruh keluarga seperti tadi siang, mereka telah menunggu untuk makan malam sebelum nanti acara baberque bersama keluarga yang lain.
"Sayang kamu gapapa kan?" Tanya Mama Rita begitu melihat Arka dan Aulia mendekat meja makan. Mama Rita nampak khawatir sejak tadi Ninda mengatakan kalau Arka meminta Aulia ke kamarnya sebelum turun.
"Arka baik-baik aja kok Ma" jawabnya tersenyum ke arah Mamanya yang memperlihatkan raut muka khawatir.
"Beneran gapapa Ar? Auli?" Tanyanya lagi menatap keduanya bergantian. Dan hanya mendapat anggukan keduanya sebagai jawaban.
"Yasudah ayo makan kakek sudah lapar" kata kakek memotong drama ibu anak itu. Karena sepertinya kakek telah paham dengan apa yang membuat Cucunya jadi seperti itu.
Merekapun menikmati makan malam, namun mata Aulia sesekali melirik ke arah Arka yang menurutnya sikapnya agak berubah sejak sejak tadi siang. Arka yang menyadarinya pun hanya tersenyum melihat kekhawatiran gadisnya.
Setelah selesai makan malam semua menuju halaman tempat pesta baberque. Ternyata keluarga yang lain telah berkumpul. Karena baru selesai makan malam jadi mereka hanya duduk-duduk sambil ngobrol, bahkan ada yang bernyanyi sambil main gitar.
Para orangtua nampak berkumpul dalam satu rombongan sementara para anak-anak sepertinya belum pada kumpul, hanya ada si pemain gitar dan 2 gadis kecil. Kemudian Arka mengajak keempat gadis itu untuk ikut kumpul bersama mereka. Ternyata yang bermain gitar adalah sepupu Arka yang bernama Aldo.
"Wah asyik ni nyanyi-nyanyi" sapaan Arka pada beberapa remaja yang ada di sana, sepupunya juga sepupu Aulia.
"Eh kak, sini gabung" sahut Aldo menyadari bahwa kakak sepupunya yang menyapa.
"Sayang ini Aldo anaknya om Bayu sama tante Ira, Aldo seangkatan kalian lo" ucap Arka mengenalkan sepupunya dengan keempat gadis itu.
"Kalau mereka sahabatnya Auli namanya Ninda, Mita , Sari" lanjutnya sambil menunjuk satu persatu sahabat tunangannya. Dan merekapun berkenalan.
"Teruuus kalau sicantik ini namanya Vania, adiknya Aldo dan yang ini Caca putrinya Om Iwan sama tante Ratih" kata Arka sambil mencubit pipi gembul Vania dan Caca bergantian. Padahal kedua gadis kecil itu sudah kelas 4SD tapi masih aja Arka memperlakukan seperti anak kecil.
Mereka tidak saling berkenalan dengan sepupu Aulia karena sudah kenal saat mereka kebetulan sama-sama berkunjung di rumah Ayah Restu.
"Kalian di sini sama Aldo dulu ya, aku tinggal bentar" pamit Arka yang kemudian mengajak tunangannya untuk menjauh dari mereka.
"Kenapa kita ke sini kak?" Tanya Aulia saat mereka duduk di ayunan taman.
__ADS_1
"Ada yang mau kakak omongin" kata Arka sambil memegang kedua tangan gadisnya.
"Apa mau ngomongin hal yang buat kakak berubah sejak kita sampai sini?" Tanya Aulia. Kemudian Arka mengangguk.
"Sayaang, Auli janji ya dengerin kakak dulu sampai selesai ngomong" kata Arka. Aulia pun hanya mengangguk untuk menyetujuinya.
"Kok cuma ngangguk sih" protes Arka.
"Aulia janji akan dengerin kakak sampai selesai ngomong dulu" janji Aulia kemudian.
Sebelum memulai Arka menatap tajam mata gadisnya dengam kedua tangan yang masih tetap menggenggam, bahkan semakin erat namun tak menyakiti gadisnya. Kemudian menghela nafas panjang sampai akhirnya memulai apa yang ingin disampaikan pada gadisnya.
"Sayaang, kakak pernah bilang sama Auli kalau selama ini kakak belum pernah pacaran, tapi kakak belum pernah bilang kalau ada seorang gadis yang selalu mengejar kakak, bahkan pernah menyatakan cinta pada kakak" ucap Arka tanpa mengalihkan tatapan matanya sedikitpun dari gadisnya.
"Dan gadis itu ada di sini, tadi siang ketika kita sampai kakak melihatnya sekilas" Lanjutnya kemudian berhenti untuk melihat ekspresi wajah gadisnya.
Deg... degub jantung Aulia pun tiba-tiba berpacu kencang seolah sedang berlarian. Tapi dia sudah janji akan memdengarkan semua penjelasan dari Arka. Diapun masih menatap laki-laki dihadapannya dengan raut muka penuh tanda tanya besar.
Menyadari kegelisahan dan ekspresi penuh tanya dari tunangannya itu, Arka melanjutkan lagi ceritanya.
"Auli pasti tanya kan siapa dia?" Kata Arka, Aulia pun hanya mengangguk.
"Namanya Maya, dia sepupu Aldo , mamanya maya kakaknya tante Ira." Ucap Arka.
Aulia menundukkan kepalanya begitu mendengar kata sepupu Aldo. Berarti mereka sangat dekat, mungkin seperti itu yang sekarang ada dalam pikiran gadis itu. Kemudian Arka meraih dagu gadis itu untuk mendongak lalu menatapnya penuh arti.
Nah lo... siapa Maya ya? Ada hubungan apa Maya dengan Aldo di masalalu?
○●●●○
Akhirnya hari ini bisa Up juga, meskipun malam. Makasih yang udah kasih dukungan berupa👍 , ⭐⭐⭐⭐⭐ juga Vote. Dan juga yang udah kasih saran di kolom komentar. Buat yang belum ditunggu yaa🤣
__ADS_1