
Sesuai dengan rencana yang telah disepakati oleh keluarga. Hari ini Aulia akan membantu Arka bekerja di caffe. Sore hari pun tiba. Di dalam kamarnya, Aulia yang telah rapi dan siap terlihat mondar mandir keluar masuk balkon untuk melihat apakah sang suami sudah pulang atau belum
Ya gadis itu sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasih hatinya. Maka dari itu gadis mungil itu selalu mengecek kedatangan sang suami. Hingga akhirnya terdengar suara mobil yang tak asing lagi di telinganya. Tanpa menunggu lama lagi dengan semangat gadis itu berlari menuju ke lantai bawah untuk menyambut orang yang telah ditunggu-tunggunya.
Senyum bahagia nampak tersungging dari bibir mungilnya saat orang yang ditunggu telah berada dihadapannya. Raut wajah bahagianya nampak jelas terpancar di wajah mungilnya.
"Kakak mau mandi dulu apa mau makan dulu?" Setelah menjawab salam tak sabar Aulia pun memberondong pertanyaan kepada Arka.
"Kenapa? Udah ga sabar ya?" Tanya Arka menggoda karena menyadari semangat dari istri kecilnya itu.
"Iya," mengangguk lalu tersenyum pertanyaan Arka membuat Aulia malu.
"Yaudah kakak mandi aja, nanti makan di caffe aja,+0₩" jawab Arka mengacak-acak rambut gadisnya. Lalu mengajaknya masuk ke kamar.
"Yakin kakak ga makan di rumah? Emang ga lapar?" Tanya Aulia berturut-turut.
"Yakin Sayaang, kakak belum lapar kok," jawab Arka meyakinkan gadisnya.
Sesampainya di kamar, laki-laki yang ketularan semangat dari sang istri itu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Tunggu bentar ya, kakak mandi dulu," Ucap Arka kemudian meoelnggang masuk ke kamar mandi.
"Siap kak," jawab Aulia. Kemudian gadis itu menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Arkee
"Wah udah siap aja nih,"ucap Arka begitu keluar dari kamar mandi sudah mendapati Aulia telah siap dengan tas selempangnya yang menggantung di bahunya.
"Semangat banget ya kamu Yang?" Tanya Arka sambil bersiap-siap.
"Pasti semangat dong kak, rasanya udah ga sabar nih kak," jawab Aulia semangat.
"Ayo berangkat, kakak juga udah siap kok." Jawab Arka membuat sebuah senyum melengkung di bibir Aulia.
__ADS_1
"Ayo siapa takut, he he," jawab Aulia lantang.
Kemudian keduanya segera berpamitan kepada kakek Wisnu juga mama Rita.
"Hemmm, happy banget sih cucu kakek," goda kakek Wisnu saat Arka dan Aulia menghampirinya di ruang keluarga.
"He he, iya dong kek," jawab Aulia kemudian menyalami kakek Wisnu untuk berpamitan.
"Auli berangkat dulu ya kek," lanjut gadis itu.
"Iya hati-hati ya Sayang, jangan terlalu capek ya" pesan kakek Wisnu pada cucu menantunya.
"Iya kek, kakek tenang aja ya, kalau Aulia capek nanti pasti langsung istirahat kok," jawab Aulia sambil tersenyum.
"Ma, Auli berangkat dulu ya," ucap Aulia kemudian saat di hadapan mama Rita.
"Iya Sayang, ingat pesan kakek ya, jangan capek-capek," ucap mama Rita mengingatkan Aulia.
"Ya udah, kalian hati-hati di jalan ya, gak usah ngebut lo Ar," pesan mama Rita.
"Iya ma, mama tenang aja ya," jawab Aulia dan Arka kompak.
"Assalamualaikum," lanjut keduanya dan lagi-lagi masih kompak.
"Waalaikumsalam," jawab kakek Wisnu dan mama Rita.
Setelah berpamitan dengan kakek Wisnu dan mama Rita, pasangan muda itu pun segera berangkat menuju caffenya dengan mengendarai mobil.
Tak lama dalam perjalanan, kedua remaja yang telah sah menjadi pasangan suami istri itu pun segera masuk. Sebelum memulai bekerja, laki-laki yang tak lain adalah Arka itu mengajak Aulia untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Di ruang kerja Arka, Aulia diberi sedikit arahan oleh Arka untuk mengerjakan apa saja yang menurut Arka tak membuat istri kecilnya itu kecapekan. Aulia hanya mengangguk menyimak setiap ucapan yang keluar dari bibir laki-laki yang kini bertangging jawab penuh atas dirinya itu. Aulia hanya bisa menuruti semua saran sang suami untuk tidak mengerjakan pekerjaan yang berat.
__ADS_1
Setidaknya untuk awal masa kerjanya untuk menuruti keinginan sang suami. Tapi entahlah untuk kedepannya, kalau memang ada yang kerepotan sememtara Aulia tak sibuk, kenaoa tak membantu, begitulah yang difikirkan gadis itu. Sembari mempelajari apa saja perkerjaan yang bisa dilakukan untuk meringankan agar suaminya tak perlu lagi menambah karyawan. Kan lumayan irit pengeluaran.
Setelah brifing kecil-kecilan ala Arka untuk Aulia, keduanya pun segera keluar ruangan untuk menemui karyawannya. Meskipun mereka sudah tahu siapa Aulia. Akan tetapi Arka tetap ingin memperkenalkan mereka secara resmi.
Pertama Arka mengajak Aulia menuju ke arah meja kasir. Setelah memperkenalkan dengan seorang gadis yang menjadi kasir di caffe itu. Arka juga menjelaskan pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh seorang kasir.
Setelah dari meja kasir, Arka segera mengajak Aulia ke dapur. Seperti yang dilakukan di meja kasir tadi. Di dapur, Arka pun memperkenalkan karyawan bagian dapur juga tugas-tugas mereka.
Setelah itu yang terakhir, Arka mengajak Aulia ke arah sebuah ruangan yang terhubung dengan dapur juga meja pelanggan. Ruangan yang tak lain adalah tempat para waiters menunggu untuk melayani para tamu. Ruangan itu paling strategis agar saat ada pembeli yang datang mereka bisa segera melihat dan melayani.
Di ruangan itu pun Aulia dikenalkan dengan beberapa karyawan yang menunggu pembeli di situ juga dijelaskan apa saja pekerjaannya.
Setelah berkeliling. Hari pertama Aulia bekerja dia akan membantu di meja kasir. Dengan senang hati Aulia menerima pelerjaan itu. Menurutnya dari meja kasir dia bisa melihat semua karyawan saat melakukan tugas masing-masing. Jadi Aulia bisa belajar dari mengamati mereka satu persatu.
"Ya udah kakak masuk dulu ya Sayang, masih ada yang harus kakak selesaikan," ucap Arka saat di depan meja kasir.
"Iya kak, makasih ya, hari ini Auli seneeeeng banget," jawab Aulia semangat, dengan majah yang ceria dan sorot mata yang berbinar menandakan sebuah rasa bahagia.
"Iya Sayang, kakak juga senang kalau Auli bisa bahagia," ucao Arka merasa senang melihat kebahagian sang istri. Ternyata membahagiakan istrinya itu mudah, pikirnya.
"Yaudah, selamat bekerja Sayang, semangat, ucap Arka sambil mengacak-acak rambut sang istri sebelum meninggalkan Aulia bersama seorang kasir yang bernama Diana.
"Iiih kakak, kebiasaak deh, awas nanti Auli balas," protes Aulia yang selalu dilakukannya setiap Arka melakuakan hal yang sama yaitu mengacak-acak rambutnya.
"Ha ha ha," justru terdengar suara tertawa puas dari laki-laki yang telah menjadi suaminya setelah mendapat protes dari Aulia.
"ish dasar kakak," gerutu Aulia mendengar suaminya terkekeh.
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1