
"Kakak bawa kopernya aja, biar Auli bawa yang ini" ucap Aulia sambil menunjuk buku sekolahnya yang sudah disiapkan dalam sebuah kardus.
"Cuma ini?" Tanya Arka.
"Masih ada baju-baju yang lain kak, tapi masih di dalam lemari, kan bisa diambil besuk-besuk lagi, kita bawa yang penting aja dulu" ucap Aulia yang memang sudah merasa capek kalau harus beberes lagi.
"Yaudah dilanjut besuk aja, besuk kalau butuh bantuan bilang kakak ya, jangan diberesin sendiri, kakak gak mau kamu capek" ucap Arka sambil memgelus kepala Aulia. Arka khawatir kalau nanti istrinya kecapekan.
"Iya kak" jawab Aulia mengangguk lalu tersenyum.
Setelah selesai di kamar Aulia. Sepasang pengantin baru itu lalu menuju kamar Arka yang berada di sebelah kamar Aulia. Kamar yang sama sekali tak menunjukkan sebuah kamar pengantin baru.
Karena biasanya kalau kamar pengantin baru itu dihias sedemikian cantiknya. Hingga terkesan romantis tapi berbeda dengan kamar pengantin yang satu ini. Sama sekali tak ada hiasan apapun kecuali mama Rita yang meminta bi Yah untuk mengganti sprei juga bed covernya dengan yang baru dan menambah jumlah bantal serta gulingnya.
Bukan cuma suasana kamar pengantin yang nampak biasa-biasa saja. Kedua pengantinnya pun sepertinya juga biasa-biasa saja. Tak ada rasa antusias dan lain sebagainya kecuali dada yang berdebar-debar dari keduanya karena baru kali ini akan berbagi kamar dengan orang lain yang berbeda gender mulai malam ini dan seterusnya.
Kini keduanya pun telah berada di dalam kamar Arka yang sekarang menjadi kamar mereka berdua. Ya, sekarang menjadi kamar Arka dan Aulia.
Sesampainya di kamar. Arka dan Aulia segera meletakkan koper juga kardus yang baru saja diambil dari kamar lama Aulia. Aulia meletakkan kardus di atas meja belajar Arka. Sedangkan Arka meletakkan koper di samping lemari pakaian miliknya. Yang sekarang akan menjadi milik Aulia juga.
"Yang, kopernya kakak taroh sini ya, ambil yang perlu aja, bajunya dimasukin lemari besuk aja" saran Arka pada sang istri.
"Iya kak, Auli mau ambil baju tidur sama seragam buat besuk aja" jawab Aulia mendekati kopernya.
"Kakak dulu ya yang pakai kamar mandi" ucap Arka setelah dirinya mengambil piyama dari lemari.
"Iya kak" jawab Aulia tanpa melihat karena sibuk mengambil piyama juga seragam sekolahnya untuk disiapkan. Agar besuk tak perlu nyari-nyari lagi dari koper.
__ADS_1
Setelah selesai menyiapkan seragamnya Aulia teringat alat mandinya masih di kamar yang lama, tanpa menunggu Arka yang masih di kamar mandi, Aulia memutuskan untuk mengambilnya sendiri.
Tak lama Arka keluar dari kamar mandi dan tak menemukan sang istri di kamarnya. Saat Arka hendak mencari Aulia di luar kamar. Pintu kamar lebih dulu di buka dari luar. Arka langsung tersenyum begitu sosok yang di carinya muncul dari balik pintu.
"Dari mana Yang?" Tanya Arka setelah sang istri mendekat.
"Dari kamar ambil ini" Aulia menunjukkan alat mandi yang dipegangnya sementara handuknya dikalungkan di lehernya.
"Yaudah sana kalau mau ke kamar mandi, kakak udah selesai" ucap Arka.
"Iya, bentar ya kak" pamit Aulia.
Saat Aulia di kamar mandi. Arka berinisiatif merapikan buku-buku Aulia yang masih di dalam kardus dipindahkan di rak meja belajarnya yang masih kosong. Pas begitu Arka selesai membereskan buku. Aulia keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama sama seperti Arka yang juga memakai piyama.
"Udah selesai Yang?" Tanya Arka sambil berjalan menuju ranjangnya lalu merangkak naik ke atas kasur.
Setelah berhasil duduk di atas kasur Aulia segera membuka pouch itu lalu mengeluarkan isinya yang berupa skin care sederhana. Kemudian Aulia memakai cream malam dan body lotion untuk merawat kulit juga wajahnya. Setelah menyelesaikan ritualnya. Aulia meletakkan pouchnya di atas nakas samping tempat tidur.
"Udah selesai?" Tanya Arka yang sedari tadi melihat kegiatan istrinya.
"Udah" jawab Aulia singkat.
"Bentar ya kakak matiin lampu dulu" Tanpa menunggu jawaban sang istri, Arka berdiri setelah menyalakan lampu tidur di atas nakas samping kanan kiri tempat tidurnya.
"Kok masih duduk? Nungguin kakak ya?" Untuk menutupi rasa gugupnya Arka sengaja menggoda sang istri yang belum juga merebahkan tubuhnya.
"Eh iya ini juga mau tidur kok"jawab Aulia gugup. Debaran di dadanya semakin kencang setelah sang suami merangkak naik ke atas kasur. Dan juga ikut merebahkan diri di sampingnya. Keduanya nampak tegang juga salah tingkah.
__ADS_1
"Mau pakai selimutnya Yang?" Tanya Arka pada sang istri setelah menyadari mereka belum memakai selimut. Lumayan setidaknya ada obrolan kecil batin Arka.
"Iya kak" suara Aulia terdengar bergetar karena menahan debaran di dadanya.
Setalah mendapatkan jawaban dari sang istri. Arka segera duduk lalu menarik bedcover di kakinya untuk menutupi tubuhnya dan Aulia.
"Yang" panggil Arka setelah merebahkan diri lagi.
"Iya" jawab sang istri.
"Makasih ya udah mau penuhi permintaan kakek" ucap Arka tulus.
"Auli juga cucu kakek, jadi wajar kak kalau Auli penuhi permintaan kakek" jawab Aulia dengan senyuman yang tulus sambil menatap sang suami.
Tiba-tiba wajah Ark semakin mendekati wajah Aulia. Lalu mencium kening sang istri lama dan dalam.
"Makasih udah mau jadi istri kakak" ucap Arka berbisik di telinga Aulia. Membuat bulu kuduk Aulia merinding. Jantungnya pun berpacu semakin kencang. Hingga semakin kencang pula debaran di dadanya seolah mau meledak.
"Yang, jujur malam ini kakak deg-degan, dan kakak yakin Auli juga merasakan yang sama" Arka memiringkan tubuhnya menghadap Aulia dengan tangan kirinya menumpu kepalanya agar lebih tinggi dari Aulia. Arka menarik tangan Aulia yang gemetaran lalu ditempelkan di dadanya. Arka tak mau menutupi apa yang dia rasakan saat ini pada sang istri.
Aulia tersenyum saat tangannya menyentuh dada bidang sang suami. Ternyata suaminya juga merasakan hal yang sama yang saat ini dia rasakan. Keduanya saling menatap lama. Sampai akhirnya tangan kanan Arka menyentuh lembut pipi Aulia hingga sampai ke bibirnya.
Tiba-tiba Arka membenamkan bibirnya di bibir sang istri. Yang membuat Aulia segera menutup matanya. Jantungnya semakin melompat-lompat seakan ingin keluar. Meskipun tak mendapat respon dari sang istri Arka tetap melu**t lembut bibir Aulia. Ya, untuk pertama kalinya Arka mencium bibir Aulia. Tepat di malam pertama mereka menjadi sepasang pengantin baru.
Setelah merasa cukup Arka melepaskan bibirnya dari bibir sang istri lalu mengelap salivanya yang tertinggal dibibir sang istri dengan tangannya. Kemudian tersenyum lembut pada sang istri yang sudah membuka matanya lagi.
○●●●○
__ADS_1
Bersambung....