
"Iya kak, maafin Auli ya," jawab Aulia tersenyum.
"Gak perlu minta maaf Sayang, lain kali kalau ada apa-apa jangan disimpen sendiri ya, Auli harus cerita ke kakak, biar gak sedih terus karena salah paham," ucap Arka sembari menarik Aulia ke dalam pelukannya.
"Iya kak, mulai sekarang Auli akan cerita semua sama kakak," jawab Aulia yang semakin erat memeluk sang suami.
"Kak makasih, kakak selalu sabar sama Auli, kakak juga udah jadi suami terbaik buat Auli, Auli Sayang kakak," ucap Aulia.
"Kakak juga Sayang Auli, bahkan sangat sangat Sayang sama Auli," jawab Arka.
"Jaadiii besuk masih mau nginap di sini seminggu atau mau pulang aja?" Tanya Arka menggoda sang istri.
"Masih mau di sini kak," Jawab Aulia cepat.
"Boleh kan?" Lanjutnya sembari melepas pelukan sang suami agar bisa melihat langsung wajah sang suami untuk memastikan bahwa sang suami sedang menggodanya.
"Yakin nih masih mau di sini?" Tanya Arka sekali lagi.
"Yakin," jawabnya manja sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Gak mewek lagi?" Goda Arka
"Iya gak mewek lagi," Jawab Aulia.
"Gak melow-melow lagi?" Tanya Arka.
"Iya gak melow-melow lagi, "jawab Aulia yang terus membeo.
"Janji," tanya Arka.
"Iya janji," jawab Aulia antusias.
"Ok kita masih lanjut menginap di sini sesuai rencana, udah malem lebik baik sekarang kita bobo ya," ucap Arka yang membuat kekasih hatinya tersenyum bahagia.
Kemudian keduanya pun tidur saling mendekap entah akan bertahan berapa lama, karena yang pasti bakal capek kan kalau kita tidur tanpa bergerak sedikitpun. Dan entah siapa yang akan lebih dulu melepaskan pelukan hangat itu.
Akhirnya kali ini di usianya yang terbilang masih sangat muda. Arka, sebagai seorang suami. Arka bisa menyelesaikan masalah sang istri. Mungkin menurut orang lain itu hanya masalah sepele saja. Tapi siapa sangka itu jadi masalah yang berat menurut Arka, karena sang istri yaitu Aulia yang notabennya gadis yang manja, saat ini sedang merasa bahwa keluarganya sudah tak sayang lagi padanya. Padahal itu hanya karena hatinya sendiri yang sedang sensitif.
__ADS_1
Dan pelajaran yang dapat dipetik oleh sepasang suami istri muda ini adalah agar kedepannya bisa saling terbuka agar masalah apapun yang sedang dihadapi bisa segera terselesaikan sehingga tak akan berlarut-larut. Dan yang paling penting adalah dengan saling terbuka dengan sesama pasangan tak akan membuat kesalah pahaman satu sama lain.
\=\=\=\=\=
Keesokan harinya, Arka terbangun saat sayup-sayup terdengar Adzan Subuh berkumandang. Tak peduli dengan mata yang masih terasa lengket Arka berjalan ke kamar mandi. Dan benar saja setelah keluar dari kamar mandi wajahnya terasa lebih segar. Bahkan sekarang matanya pun sudah terbuka dengan sempurna. Sudah tak mengantuk lagi berkat air wudlu tentunya.
Perlahan Arka mendekati Aulia. Tepukan lembut di lengan dengan suara seolah berbisik Arka mencoba membangunkan sang kekasih hati yang masih berada di alam mimpi.
"Sayang, bangun yuk," ucap Arka sembari menepuk pelan lengan sang pujaan hati.
"Aku dah bangun kak," jawab Auli dengan suara serak ciri khas orang baru bangun tidur.
"Ya udah ayo bangun, kita Sholat dulu," ucap Arka karena Aulia tak segera beranjak dari tidurnya.
"Udah adzan kak?" Tanyanya langsung saat matanya bertemu tatap dengan mata sang suami.
"Udah, mau Sholat di kamar aja apa mau jama'ah sama yang lain?" Lanjut Arka bertanya.
"Kakak Sholat aja duluan, kayaknya Auli gak Sholat perutku sakit kak," jawab Aulia sembari meremas perut bagian bawah yang terasa nyeri.
"Sakit kenapa Sayang?" Tanya Arka khawatir.
"Ya udah kakak Sholat bareng yang lain aja ," jawab Arka tersenyum.
"Hemm," jawab Aulia berdehem.
"Kak, boleh minta tolong gak?" Tanya Aulia ragu.
"Apa Sayang?" Tanya Arka.
"Nanti selesai Sholat tolong minta ke bunda atau kak Arin pemb4lu+ ya," ucap Aulia ragu. Sebenarnya ia tak enak harus meminta hal satu ini pada sang suami. Tapi mau bagaimana lagi, terpaksa.
"Iya, namti kakak mintain, sekarang kamu lanjut tidur lagi aja Yang," lanjutnya sebelum meninggalkan tempat tidur.
"Iya makasih kak ," jawab Aulia lesu menahan sakit.
"Oh pantes sensitif, lagi PMS," bathin Arka tak tega melihat sang istri yang meringkuk di atas tempat tidur. Kemudian laki-laki itu pun berlalu menuju ruang Sholat yang berada di lantai bawah. Dan sampai di sana ternyata semua sudah berkumpul dan Sholat pun hampir di mulai.
__ADS_1
Setelah selesai melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, kali ini Arka tak mengaji mengingat kondisi sang istri yang sedang sakit. Lalu mendekati sang bunda dan kak Arin.
"Bun, kak, ada stok pemb4lut gak?" Tanya Arka to the point. Karena tak mau sang kekasih hati menunggunya terlalu lama.
"Auli lagi datang bulan ya?" Tanya bunda khawatir karena mengingat ketika sang putri sedang datang bulan sering sekali perutnya sakit.
"Iya bun," jawab Arka.
"Bunda gak punya nak, baru aja selesai pas juga habis stok bunda," ucap sang bunda.
"Arin juga gak punya bun," ucap Arin pada sang bunda.
"Tapi bentar Ar, kakak cek dulu ya," lanjutnya pada Arka sembari beranjak menuju ke kamarnya tanpa menunggu jawaban dari Arka.
"Yaudah Ar duluan ya bun, mau buat minum hangat dulu buat Auli," ucap Arka.
"Iya nak," jawab bunda kemudian melipat mukena yang masih belum dilepasnya dari tadi. Kemudian menyusul Arka ke dapur dan meninggalkan suami serta putra sulungnya yang sedang mengaji.
"Loh rebus air nak? Pakai air termos atau dispennser juga bisa kan?" Tanya bunda begitu sampai di dapur melihat Arka sedang merebus air.
"Ini lagi bikin jahe sere bun, biar mengurangi sakit perut Auli," jawab Arka sembari menuang minuman herbal yang dibuatnya.
"Loh kenapa gak pakai kunyit?" Tanya bunda yang setahunya seharusnya pakai kunyit tapi kenapa Arka membuatnya tanpa kunyit.
"Auli gak tahan bau kunyitnya bun, kalau dibikinin pakai kunyit pasti malah mual," jawab Arka meghilangkan rasa heran sang bunda.
"Oh iya pantes dulu tiap bunda bikinin suka gak mau minum, bunda gak kefikiran sampai situ," jawab bunda.
"Yaudah Ar ke kamar dulu bun," pamit Arka yang sudah siap membawa minuman herbal di tangannya.
"Iya nanti bunda nyusul setelah selesai masak sop buat Auli" jawab bunda Risa yang diangguki oleh Arka yang kemudian berlalu meninggalkan sang bunda yang sendirian di dapur.
"Gimana kak, masih ada gak?" Tanya Arka saat sampai di lantai atas kebetulan Arka berpapasan dengan kak Arin yang sepertinya juga akan ke kamarnya.
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘
IG: @rahmahpratiwi85