
Setelah selesai makan keempat gadis itu sekarang berada di taman belakang rumah Ninda. Keempatnya lebih memilih santai sambil ngobrol di taman yang udaranya lebih segar dari pada kembali lagi ke kamar Ninda.
Tak terasa mereka ngobrol sampai sore. Untung saja ada panggilan masuk di ponsel Aulia. Kalau tidak mungkin saja mereka akan lupa waktu.
"Siapa Ul?" Tanya Ninda saat melihat Aulia ragu untuk mengangkat telponnya.
"Kak Arka" jawab Aulia tak bersemangat.
"Udah angkat aja, kalau mau jemput kesini iyain aja" sahut Mita menyemangati.
"Iya" jawab Aulia mengangguk lalu menjawab telpon dari tunangannya.
"Assalamualaikum, hallo kak" jawab Aulia begitu menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Waalikumsalam Yang" jawaban Arka dari seberang sana.
"Yang, udah pulang belum? Kalau belum kakak jemput ya, ni kakak baru keluar dari kantor papa" lanjutnya.
"Belum kak, ni baru mau siap-siap pulang, gapapa kalau ga ngerepotin kakak" ucap Aulia masih ada rasa jengkelnya.
"Kamu ini ngomong apa sih Yang? Ya ga ngrepotin lah, udah kamu tunggu kakak ya, sekarang kakak otw, Assalamualaikum" jawab Arka lalu memutuskan sambungan telponnya.
"Ada apa sih sebenernya" pikir Arka heran dengan tingkah aneh tunangannya sejak dari perpustakaan tadi di sekolah.
"Waalaikumsalam" jawab Aulia meskipun sambungan telpon sudah terputus.
"Main putus aja lagi, makin sebel aja aku" gerutu Aulia yang membuat ketiga sahabatnya menatap heran.
"Kenapa Ul?" Tanya Ninda.
"Sebel tahu ga Nin, main putus aja telponnya" jawab Aulia sewot.
"Masih kangen kali makanya sebel" goda Mita.
"Enak aja siapa juga yang kangen"
"Kamu" jawab ketiga sahabatnya kompak.
"Ish kalian ini" ucapnya yang membuat ketiga sahabatnya tertawa.
"Mit, telpon Rafi dong, aku mau nebeng nih pulangnya" rengek Sari.
"Ya ampun lupa aku belum kabari Rafi buat jemput" ucap Mita lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi kekasihnya.
Selama Mita sibuk dengan ponselnya. Ninda juga Sari tak lelah mengingatkan Aulia agar tak sewot lagi pada Arka.
"Ul, kamu inget baik-baik ya apa yang kita omongin tadi di kamar" Ninda mencoba membuka suara.
"Iya Nin, tapi kalau aku ga tanya soal Sita gapapa kan? Kayaknya aku ga sanggup deh tanya baik-baik, pasti nanti ujung-ujungnya malah berantem" melas Aulia.
"Menurutku sih gapapa, lagian besuk kita kan mau tanya-tanya sama Kak Vitria kaya yang di bilang Ninda tadi" ucap Sari.
"Iya gapapa Ul, yang penting kamu jangan kelihatan kalau lagi ngambek sama Kak Arka aja" jawab Ninda.
"Yup, setuju aku Nin, trus jangan jutek-jutek lagi kaya tadi" usul Sari.
"Dan yang paling penting kamu harus bersikap biasa aja, jangan asal marah ga jelas kalau belum ada bukti, kalau kemungkinan terburuknya benar mereka ada hubungan, lebih baik kamu serahkan aja sama keluarga kalian, biar mereka yang putusin soal hubungan kalian kedepannya bagaimana, jadi nanti kak Arka yang akan merasa bersalah banget sama kamu Ul, apalagi kalian udah tunangan" usul Mita begitu selesai dengan telponnya.
"Keren Mit" ucap Ninda sambil mengacungkan kedua jompolnya.
__ADS_1
"Iya keren" ucap Sari mengikuti apa yang dilakukan Ninda.
"Iya juga ya, kok aku ga kepikiran sampai kesitu ya" ucap Ninda merasa lebih tenang mendengar ucapan Mita baru saja
"Ok, aku udah siap buat besuk kita cari informasinya, bantu aku ya girls" ucap Aulia semangat. Apapun kemungkinannya Aulia sudah siap.
"Siap" jawab ketiganya kompak.
"Yaudah kita tunggu di depan aja yuk" ajak Aulia sambil mengambil tasnya.
"Ayo"
Kemudian mereka berjalan ke teras depan untuk menunggu jemputan masing-masing. Tak lama kemudian Arka pun datang.
Tet... tet.... suara klakson mobil Arka untuk menyapa keempat gadis yang telah menunggu di teras.
"Assalamualaikum" salam Arka
"Waalaikumsalam" jawab keempatnya.
"Udah lama ya nunggunya?" Tanya Arka basa-basi.
"Ga juga sih kak, Rafi malah belum nyampai" ucap Mita.
"Ada yang mau bareng ga?" Tanya Arka lagi.
"Enggak deh kak, yang ada tar kakak malah muter-muter, aku nebeng Mita sama Rafi aja deh" jawab Sari.
"He he iya juga ya" jaeab Arka cengengesan.
"Pulang sekarang Yang?" Tanya Arka pada Aulia.
"Iya aja deh tar kemaleman" jawab Aulia berusaha biasa aja meskipun dalam hatinya masih jengkel.
"Engga" jawab Aulia singkat.
"Yaudah girl aku duluan ya" pamit Aulia.
"Ok hati-hati ya" keempat gadis itu pun berpelukan.
"Kakal duluan ya" pamit Arka.
"Siap kak, hati-hati kak" jawab ketiganya.
"Assalamualaikum" salam Arka dan Aulia.
"Waalaikumsalam" jawab ketiganya.
Setelah kedua sejoli itu duduk di dalam mobil. Tak perlu menunggu lama Arka pun melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan keduanya nampak tegang. Bingung mau membicarakan hal apa. Sampai akhirnya Arka membuka suara.
"Yang mau langsung pulang, apa mampir ke rumah bunda dulu?" Tanya Arka memecah keheningan.
"Langsung aja kak, Auli cape" ucap gadis itu dengan suara datar.
"Ok" jawab singkat Arka.
"Ayo Auli kamu jangan jutek-jutek, ayo ngomong" bisik hati Aulia menyemangati diri sendiri.
"Bobo aja dulu Yang, nanti kalau udah sampai kakak bangunin" ucap Arka membuyarkan lamunan Aulia yang masih sibuk menyemangati diri.
__ADS_1
"Ga ngantuk sih kak, cuma capek aja" jawabnya sudah mulai merubah suara seperti biasanya.
"Apa mau mampir beli bakso biar segeran?"tawar Arka.
"Boleh, tapi nanti kalau mama udah masak gimana?" Jawab Aulia karena tak mau membuat kecewa mama Rita kalau tak mau makan masakannya.
"Ini masih sore Yang, makan malam juga masih 2jam lebih, nanti kalau masih kenyang ya makan malamnya dikit aja" jawab Arka meyakinkan.
"Yaudah Auli ngikut aja" ucap gadis itu.
Kemudian begitu sampai di penjual bakso langganan mereka Arka menghentikan mobilnya. Keduanya segera turun dan masuk ke warung bakso. Setelah memesan pesanannya mereka pun duduk.
"Yang, kamu kenapa sih?" Tanya Arka pelan-pelan.
"Gapapa kak, oh ya gimana kerjaan kakak? Susah ga?" Tanya Aulia mengalihkan pembicaraan. Arka cuma bisa maklum dan lebih memilah menjawab peetanyaan gadisnya.
"Sebenarnya ya susah Yang, namanya juga baru belajar, kalau ga dari sekarang mau kapan lagi? Kalau mulai pas awal kuliah justru pas sibuk-sibuknya kan?" Jawab Arka.
"Brarti mulai sekarang tiap pulang sekolah kakak langsung kerja gitu?" Tanyanya penasaran.
"Iya Yang, tapi kalau tugas sekolah lagi banyak bisa ijin papa buat ga masuk, tapi nanti kerjaan kakak diantar mas Arman ke rumah" jawab Arka.
"Pasti cape banget ya kak?" Tanya Aulia sedih. Menyesali sikap kasarnya tadi siang pada tunangannya.
"Yang namanya kerja itu ga ada yang ga capek Yang, jadi udah biasa, dulu sebelum Caffe di pegang sama mas Reno, tiap pulang sekolah kakak juga langsung ke caffe, jadi udah biasa" jawab Arka menjelaskan begitu melihat raut muka khawatir di wajah gadisnya.
"Silahkan ini baksonya mas, mba" ucap pelayan yang mengantarkan bakso pesanan mereka.
"Makasih pak" jawab Arka pada pelayan itu.
"Sama-sama selamat menikmati" ucapnya kemudian meninggalkan Aulia dan Arka.
"Udah ga usah sedih gitu, makan dulu ya, kakak laper nih" ucap Arka mencoba menghibur Aulia.
"Iya kak" ucap gadis itu
Gadis yang pikirannya dipenuhi dengan hal kalau sampai apa yang dikatakan orang yang sudah mengaku jadi pacar dari tunangannya itu terbukti salah, betapa menyesalnya dia nanti telah menyakiti tunangannya dengan tingkahnya tadi.
"Yang kok ga dimakan?" Tanya Arka yang melihat gadisnya melamun dan hanya mengaduk-aduk makanan di depannya. Padahal biasanya gadianya itu paling lahap kalau makan bakso, karena ini adalah makanan favorit gadisnya.
"Dimakan kok kak, ini baru nyampur sambelnya" ucap Aulia gugup.
"Oh, emang ga kurang sambelnya, tadi kakak liat kamu baru ambil dikit loh" ucap Arka yang belum melihat Aulia mengambil sambal sama sekali.
"Iya ini baru mau diicip dulu kak" jawab Aulia.
"Iya masih kurang pedes kak" ucap Aulia dengan senyum yang dipaksakan.
"Yaudah tambahin, buruan dimakan sebelum dingin" ucap laki-laki itu.
"Iya kak" jawab Aulia yang sudah bisa fokus lagi.
"Kenapa sih kamu Yang, aku harus tanya sama sahabatnya, kakak sedih Yang liat kamu kaya gini" batin Arka sambil memperhatikan gadisnya.
"Kakak udah makannya? Kok ngeliatin Auli gitu sih?" Tanya Aulia kaget melihat Arka metatapnya.
"Udah nih dah habis" jawab Arka sambil menunjukkan mangkoknya.
"Mau lagi? Sini Auli suapin" ucap Aulia sambil menyendok.
__ADS_1
"Udah kenyang Yang, bagi minumnya aja ya" ucap Arka sambil mengambil es jeruk milik Aulia.
"Iya ambil kak, yaudah Auli makan lagi ya" ucap gadis itu yang dijawab dengan anggukan oleh Arka.