KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.83. Jemputan Datang


__ADS_3

"Emang kakek kenapa kak? Ada apa sama kakek? Kenapa minta kita pulang? Kakek baik-baik aja kan kak?"sudah Arka perdiksi pasti akan seperti ini respon Aulia. Tapi Arka hanya membalasnya dengan senyuman supaya gadisnya itu bisa sedikit lebih tenang.


"Kamu jangan khawatir Yang, Kakek cuma gak enak badan kok, makanya kakek mau kita pulang, katanya mau dirawat sama kamu," ucap Arka yang terpaksa harus berbohong.


"Tapi beneran kan? Kakek cuma gak enak badan? Kakak gak bohong sama Auli kan?" Lagi-lagi berondongan pertanyaan yang Aulia lontarkan.


"Iya kakak gak bohong,"jawab Arka tersenyum.


"Yasudah ayo kita minta izin dulu sama guru pendamping,"lanjutnya yang diangguki oleh Aulia.


"Emang gapapa kak kalau kita pulang?" Tanya Aulia ragu kalau akan diizinkan pulang, apalagi Arka yang harus bertanggung jawab dalam acara ini.


"Gak ada salahnya di coba dulu Yang, nanti kalau gak boleh kita nunggu kak Adri aja, biar kak Adri yang minta izin buat kita," jawab Arka.


"Sebaiknya kita ke Dewa dulu, karena dia wakil OSIS, jadi mau gak mau dia yang akan menggantikan tanggung jawab kakak,"lanjutnya.


Kemudian keduanya pun berjalan ke arah Dewa dan Vitria yang masih setia berduaan dan jangan lupakan dengan ketiga penguntit yang tentunya masih setia bersembunyi di balik tenda. Sedangkan di penguntit yang satu lagi entahlah sembunyi di mana gadis centil itu saat mengikuti Arka dan Aulia.


"Terus nanti yang gantiin aku siapa kak?" Tanya Aulia merasa tak enak harus menyerahkan tanggung jawab yang dipercayakan padanya.


"Kan ada Rio, dia yang akan gantikan, lagi pula dia pasti jauh lebih siap," ucap Arka yang mengingat kalau Rio yang adalah teman sekelasnya pernah menjabat ketua PMR sebelum Aulia.


"Semoga saja Rio mau membantu kita," lanjut Arka.


"Tapi Auli gak berani bilangnya kak, masak iya Kak Rio udah kasih kepercayaan sama Auli tapi belum apa-apa malah Aulia gak bertanggung jawab mau tinggalin gitu aja terus malah membebani dia," ucap Aulia.

__ADS_1


"Dia pasti ngerti Yang, bukan maksud kamu gak bertanggung jawab, tapi ini semua karena terpaksa," ucap Arka menenangkan Aulia.


"Sudah jangan terlalu dipikirin, nanti biar kakak yang urus semua," lanjutnya yang diangguki oleh Aulia.


Begitulah Arka selalu berusaha bertanggung jawab semampunya. Saat dia tak mampu melaksanakan tugasnya karena alasan yang jelas, pasti dia selalu mencari solusi sebelum menyerahkan kepada pihak guru dan sekolah. Karena Arka tak mau lepas tanggung jawab begitu saja, jadi Arka berniat mencari pengganti dulu untuk menggantikan tugas dan tanggung jawabnya juga tugas dan tanggung jawab Aulia. Baru setelah mendapat gantinya dia baru menemui guru pendamping untuk meminta izin.


Akhirnya sepasang kekasih halal itupun sampai di tempat Dewa dan Vitria berada, setelah menyampaikan tujuan dan alasannya kepada sahabatnya itu, akhirnya Dewa bersedia menggantikan tugas-tugas Arka. Selesai sudah satu masalah.


Kemudian lanjut menyelesaikan masalah yang berikutnya. Saat ini keduanya langsung menemui Rio yang sudah siap berada di tenda PMR, menunggu kalau-kalau ada yang butuh perawatan. Sebagai sahabat serta wakil OSIS, Dewa tadi langsung menerima permintaan Arka. Begitu pun dengan Rio yang tak beda dengan Dewa, sebagai teman sekelas Arka yang juga mantan ketua PMR Rio pun langsung bersedia menggantikan tugas Aulia.


Betapa beruntungnya Arka dan Aulia yang mempunyai sahabat juga teman yang sangat baik dan dengan mudahnya mau membantu mereka. Setelah urusannya dengan Dewa dan juga dengan Rio selesai, baru Arka mengajak Aulia segera menemui guru pendamping untuk meminta izin. Alhamdulillah setelah sedikit bernego dan menjelaskan alasan yang ternyata memang masuk akal akhirnya para guru pendamping pun mengizinkan keduanya itu untuk pulang sebelum acara selesai. Bahkan ada guru yang sempat khawatir dan memikirkan bagaimana kedua muridnya itu akan pulang. Setelah Arka menjawab kalau akan dijemput oleh kakaknya guru itupun merasa lega.


Sambil menunggu jemputan kak Adrian dan Pak Tono datang keduanya pun duduk di dekat tenda panitia dan di temani oleh para sahabat yang tak lain adalah Ninda, Sari, Mita, Vitria serta Dewa yang baru saja turun dari panggung karena harus memberi sambutan menggantikan Arka.


"Assalamualaikum," salam Adrian tersenyum ramah begitu sampai di depan Adik-adik dan para sahabatnya.


"Waalaikumsalam, kak," jawab semua serempak.


"Ar, di mana guru pendampingnya? Biar kakak minta izin buat kalian," ucap Adrian to the poin.


"Di sana kak, tadi Ar juga sudah minta izin sih, dan udah dibolehin pulang," tunjuk Arka seraya memberi tahu sang kakak kalau tadi sudah meminta izin.


"Iya gapapa, tapi kakak tetap harus menemui guru kalian, gak sopan kalau kakak bawa kalian kabur gitu aja," jawab Adrian.


"Yaudah ayo kak Ar antar," ucap Arka yang diangguki oleh Adrian.

__ADS_1


"Yang kamu tunggu di sini dulu ya?" Ucap Arka sebelum meninggalkan Aulia.


"Iya kak," jawab Aulia sambil mengangguk.


"Kak, sebenarnya gimana kondisi kakek? Tanya Arka saat keduanya sudah berjalan menjauh dari Aulia.


"Ya seperti yang papa kamu bilang Ar," jawab Adrian pelan.


"Tadi pas papa kamu telpon, kakak ada di sana jadi kakak mendengar semuanya," lanjut Adrian.


"Ar belum berani bilang yang sebenarnya sama Auli kak," lirih Arka.


"Memang sebaiknya begitu, kamu tahu sendiri kan gimana Auli? pasti langsung khawatir bahkan lebih ke panik, nanti malah bikin kita gak tenang di jalan,"jawab Adrian sambil tersenyum.


"Iya kak, makasih ya kak, udah mau ikut jemput kami, setidaknya Auli gak akan tanya-tanya sama pak Tono soal kakek, yang pastinya pak Tono bakal jawab apa adanya," ucap Arka.


"Gak perlu berterima kasih Ar, kakak juga tahu itu, makanya kakak memutuskan untuk ikut," jawab Adrian sambil menepuk pundak Arka.


"Ayo kamu juga ikut temani kakak buat ngomong sama gurunya," lanjutnya setelah keduanya sampai di dekat para guru pendamping. Dan diangguki Arka.


Kemudian Adrian mengutarakan maksdunya kepada para guru di sana. Setelah itu keduanya kembali di tempat Aulia menunggunya. Dan ternyata tas ransel Aulia serta Arka sudah di bawa masuk ke mobil okeh pak Tono dibantu Dewa. Setelah pamit pada para sahabat, Arka dan Aulia pun meninggalkan tempat makrab.


○●●●○


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2