KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.71. You are the best husband and you are the best wife


__ADS_3

Akhirnya sepasang suami istri remaja itupun berlalu meninggalkan ruang keluarga menuju ke lantai atas di mana terletak kamar tidur mereka. Sedangkan kedua orang tua yaitu mama Rita dan papa Tara, serta kakek pun juga melakukan hal yang sama. Berlalu meninggalkan ruang keluarga untuk masuk ke dalam kamar masing-masing yang berada di lantai dasar yang tak jauh dari ruang keluarga. Yang bersebelahan dengan ruang keluarga.


Sesampainya di kamar, Aulia langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka juga gosok gigi. Hal itu sudah jadi kebiasaannya dari sejak kecil. Setelah selesai dengan rutinitasnya, Aulia segera keluar dari kamar mandi dan melanjutkan ritual dengan skincarenya yang khusus buat malam hari. Sedangkan Arka, laki-laki itu bergantian masuk ke kamar mandi.


Setelah keduanya selesai dengan ritual masing-masing sebelum tidur, mereka langsung menuju ke tempat tidur dan segera merebahkan badannya di atas kasur empuknya. Agar rasa capek yang menempel di badannya segera menghilang.


"Hmmm nyamannya rebahan gini," ucap Arka saat punggungnya berhasil mendarat di kasur.


"Ha ha kakak aneh ih, kaya kakek aja deh," Aulia terkekeh mendengar ucapan sang suami.


"Beneran ini Yang, punggung kakak tu pegel banget, begitu nempel di kasur... bueh enak bangget," ucap Arka lebay.


"Ha ha ternyata kakak alay juga ya," ledek Aulia.


"Ketawa teruuus, ledekin aja terus Yang," ucap Arka berlagak jengkel.


"He he iya iya gak lagi, maaf," ucap Aulia masih teekekeh melihat gaya Arka yang pura-pura kesal terhadapnnya.


"O iya kak, besuk selesai MOS tahun ini ada Makrab kaya pas Auli dulu ga?" Tanya Aulia yang tiba-tiba teringat akan hal ini.


"Iya ada, tadi juga rapatnya bahas ini Yang, tapi sih besuk kayak camping gitu ga di penginapan kayak tahun kemarin," jawab Arka sembari merubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap Aulia dengan tangan kanannya ditekuk menumpu kepalanya agar lebih tinggi.


"Waah seru dong kak, kenapa ga tahun kemarin aja sih?" Tanya Aulia yang terlihat antusias soal camping.


"Sama aja Yang serunya, tergantung kita aja mau menikmati apa merasa terbebani," jawab Arka.


"Iya juga sih kak."


"Oh iya besuk anak PMR juga ikut lo Yang, kamu ikut ya," ajak Arka pada sang istri yang merupakan anggota PMR di sekolahnya.

__ADS_1


"Boleh, Auli sih seneng aja," ucap Aulia berbinar.


"Yang kakak minta tolong, besuk pagi kamu kirim pesan di grup PMR, kalau akan ada rapat sama OSIS buat bahas persiapan acara makrabnya yaa," pinta Arka.


"Ok siap kak, tapi jangan luoa besuk pagi diingetin yaa, takutnya lupa, he he," Aulia sadar diri karena sering lupa.


"Iya, kakak juga tahu kalau kamu udah pikun, ha ha, auw sakit Yang!" Teriak Arka yang tiba-tiba dicubit perutnya oleh Aulia saat mengolok Aulia yang pelupa.


"Ha ha emang enak, wleek," ledek Aulia.


"Kamu, kakak cium baru tahu rasa," ancam Arka.


"Gak mau!" Spontan Aulia menutuo bibirnya dengan kedua tangannya.


"Makanya jangan suka ngledek gitu," ucap Arka sambil mencubit hidung Aulia.


"Ehm kak brarti besuk kita pulang sore lagi dong kak?" Tanya Aulia mengalihkan pembicaraan.


"Iyalah Yang, mau gimana lagi namanya juga udah tugas kita jadi anggota OSIS sama PMR, apalagi kita ketuanya, udah santai aja kali, kakak udah bilang sama mama kok," jawab Arka yang melihat raut muka gadisnya berubah seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Iya sih kak, tapi kalau kita pulang sore terus kasian mama masak sendiri terus, masa Auli sama sekali gak bantuin sih," ucapnya sedih


"Udah, mama pasti juga ngerti kok," hibur Arka.


"Ga usah terlalu dibuat beban Yang, kalau Auli sedih gitu kakak jadi kepikiran, ini semua juga kan salah kakak, kakak belum bisa jadi suami yang baik, kakak belum bisa bahagian istri, harusnya kakak beli rumah biar bisa hidup mandiri, biar kamu gak beban gini," ucap Arka sendu, lalu meletakkan kepalanya di bantal yang tadinya disangga tangannya agar bisa lebih tinggi.


"Bukan itu maksudnya kak, kakak jangan ngerasa bersalah gitu dong, Auli gapapa kok kita tinggal di sini, Auli malah seneng di sini rame, kalau kita tinggal sendiri pasti sepi, udah ya sedih-sedihnya," Aulia memutar tubuhnya untuk menghadap sang suami yang terlihat lesu dan merasa bersalah karena belum bisa jadi suami yang baik menurut Arka.


"You are the best husband;" ucap gadis tersenyum itu lalu mengusap lembut pipi sang suami. Berusaha mengalihkan pikiran sang suami yang merasa gagal membahagiakannya.

__ADS_1


"Thankyou, and you are the best wife," ucap Arka membalas senyuman yang istri dan menggenggam tangan Aulia yang masih mengusap lembut pipinya. Digenggamnya tangan sang istri lalu diciuminya tangan mungil itu.


"I love you, muach," ucap Arka lalu mencium lembut kening sang istri.


"I love you to," jawab Aulia lirih karena menahan debaran di dadanya. Ya ampun bener ini kak Arka bilang cinta sama aku batinnya.


"Oh iya kak Auli mau bawa kue apa cookis gitu buat ngemil sebelum rapat, takutnya kelaperan kayak tadi akhirnya milih bobo aja, soalnya mau jalan ke kantin males udah sepi," ucap Aulia menutupi agar tak salah tingkah mendapat perlakuan romantis sang suami.


"Ya ampun maafin kakak yaa, gak merhatiin kamu, mpe kelaperan, iya besuk bawa cemilan apa gitu, kalau gak ya beli di kantin dulu sebelum rapat," ucap Arka merasa bersalah telah kurang memperhatikan sang istri.


"Iya kak, gak usah minta maaf gitu juga, Auli juga salah kok udah tahu ada kantin tapi malah males jalannya, he he," ucap Aulia sambil terkekeh agar sang suami tak merasa bersalah lagi.


"Yaudah bobo yuk, biar besuk gak kesiangan bangunnya," ajak Arka.


"He em ayo, Auli juga udah ngantuk lagi, he he," Aulia terkekeh mengingat tadi sore udah tidur tapi sekarang udah merasa ngantuk aja.


"Dasar tukang molor," ucap Arka sambil memeluh sang istri.


"Eh," ucap Aulia yang kaget karena dipeluk Arka, tapi tak berani berkomentar banyak dan hanya bisa pasrah lalu memejamkan matanya. Tertidur dalam dekapan hangat sang suami.


Akhirnya keduanya pun tertidur dengan nyenyak dengan posisi saling berpelukan. Hingga terbangun saat sayup-sayup mendengar suara Adzan subuh berkumandang di masjid komplek perumahan yang memang letaknya agak jauh dari rumah keluarga Wijaya.


○●●●○


Bersambung....


Alhamdulillah akhirnya di tengah kesibukan masih bisa up date cerita Auli & Arka juga.


Makasih buat readers juga Authors semua buat dukungan like maupun komennya. Makasih buat yang udah kasih vote yaa😍

__ADS_1


__ADS_2