
Satu bulan setelah Aulia dan Arka menginap di rumah Ayah Bunda, keduanya pun bahkan sudah melewati ujian semester awal tahun ajaran ini. Dan sekarang pasangan muda itu pun tengah bernafas lega karena bisa melewati masa-masa tegang saat ujian dengan baik.
Sekarang saatnya deg-degan menantikan hasil akhir ujian. Meskipun keduanya telah berusaha semaksimal mungkin dalam mengerjakan soal-soal ujian. Bahkan dengan usaha kerasnya yang setiap hari sepulang sekolah selalu mempelajari ulang setiap pelajaran yang di dapatnya dari guru. Tapi semua itu tak membuat keduanya merasa santai dan masih harap-harap cemas semoga akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Mengenai ijin menginap di rumah mertua satu minggu selama liburan pun sudah dikantongi oleh Arka. Begitu mendapatkan ijin dari sang Mama, Arka langsung memberitahu kepada Aulia. Dan respon Aulia sangat membuat laki-laki itu senang dan bersyukur karena dapat membahagiakan istri tercinta meskipun hanya karena hal sepele menurutnya.
Bagaimana Arka tidak bersyukur melihat bagaimana istrinya saat ini. Karena sang istri terlihat lebih bersemangat dan bahagia setelah mendengar bahwa mereka mendapat ijin menginap di rumah kedua orang tuanya. Dengan sabar keduanya menunggu satu minggu lagi saatnya akan tiba. Berlibur di rumah mertua untuk Arka dan berlibur dengan keluarga yang sudah sangat dirindukan untuk Aulia.
Sebelum waktu liburan tiba, seperti biasa sambil menunggu hari pengambilan rapot, di sekolah selalu mengadakan classmeeting yang di ikuti oleh kelas 1 dan 2 yang akan mengirimkan perwakilan mereka. Jadi sepuruh siswa terbebas dari acara belajar mengajar.
Dan sekarang di sinilah pasangan muda itu berada. Di kantin bersama dengan para sahabat yang selalu ada dalam hari-hari mereka selama menikmati masa remaja. Siapa lagi kalau bukan tiga gadis heboh yang suka kepo yang telah berani mengintip kakak kelasnya pacaran dan juga kedua pasangan yang sampai sekarang tak tahu kalau sudah pernah diintip oleh ketiga gadis kepo di dekatnya. Bener-bener rahasia yang aman.
Seperti biasa meja kantin yang mereka tempati pasti selalu menjadi pusat perhatian oleh siswa yang lain. Entah karena keberadaan Arka sang mantan ketua OSIS atau karena keberadaan Aulia si gadis manis dambaan siswa cowok di sekolah atau karena pasangan konyol Dewa dan Vitria atau bahkan karena kehebohan tiga gadis kepo dan tiga ajudannya yang tak lain adalah Rafi, Andri dan Dino.
Ah entahlah siapa yang peduli dengan alasan yang membuat meja mereka menjadi pusat perhatian. Bisa jadi juga karena keberadaan mereka yang selalu memonopoli dua meja kantin paling pojok yang digabung jadi satu sehingga mereka bisa duduk dalam satu meja yang sama, mungkin. Karena secara otomatis atas ketidak tahuan diri mereka banyak siswa lain yang harus mengalah karena tak dapat tempat duduk.
Ah sudahlah lupakan. Toh mungkin itu jadi bagian kenakalan masa remaja versi mereka. Bukankah banyak yang bilang masa-masa sekolah adalah masa nakal-nakalnya kita dan juga masa-masanya menikmati hidup. Dan dengam cara inilah mereka menikmati hidup bersama sahabat selagi masih remaja.
"Oh iya liburan pada mau kemana?" Tanya Dewa ditengah obrolan ngalor ngidul mereka.
"Kalau kita bertiga sih mau liburan bareng kak, tapi belum tahu mau kemananya, entah puncak entah pantai, masih bingung," jawab Mita mewakili kedua sahabatnya.
"Enak aja kalian bertiga, trus kita gak dianggap gitu beib?" Protes Rafi pada mita.
__ADS_1
"Ya ampun beib, gitu aja protes sih, udah pasti kak Dewa tahu lah kalau ada kita bertiga sudah pasti kalian bertiga juga ada,"jawab Mita malas.
"Nah iya betul banget tuh kata Mita, kalau ada tiga cewek heboh ini sudah pasti ada ajudannya, ha ha ha," ledek Dewa pada tiga laki-laki gak punya malu yang kerjaannya ngintilin ketiga cewek heboh itu.
"Ih tega ya kak Dewa ngatain kita ajudan," protes Dino tak terima.
"Trus apa namanya kalau bukan ajudan? Toh pacar juga bukan kan?" Tanya Dewa lantang tak peduli dengan perasaan ketiga cowok itu.
"Kalau aku kan pacarnya Mita kak, masa ikut-ikutan dikatain ajudan sih," sewot Rafi menjaeab pertanyaan Dewa. Udah seperti cewek pms aja sensitif.
"Ihh kalian ini ya, gak penting banget kali hal itu di bahas, kalau gak mau ikut kita ya udah, selow aja, gak usah pada nyolot kaya gitu," sahut Mita
"Yup bener banget Mit, kita juga bisa kali pergi tanpa mereka, ehm... siapa tahu tar kita di sana malah dapat gebetan," celetuk Sari.
"Setuju.... Ada benernya juga ya. Soalnya kalau perginya sama tiga ajudan itu pasti gak akan ada cowok yang godain kita, boro-boro digodain dilirik juga kagak kali,"jawab Ninda antusias.
"Eh enak aja, pacar kamu cuma Mita ya, jadi aku sama Saru ma bebas mau cari gebetan, ya kan Sar?" Sahut Ninda tak terima.
"Iya betul Nin, kita mah bebas," jawab Sari membeo ucapan Ninda.
Mendengar ucapan Ninda dan Sari sontak membuat Andri dan Dino langsung lemas. Karena selama ini Andri selalu menyatakan cinta pada Ninda tapi selalu di tolak dengan alasan belum boleh pacaran. Sedangkan Dino naksir sama Sari. Tapi Dino tak punya keberanian buat mengutarakan perasaannya kepada Sari. Karena dia belajar dari pengalaman Andri yang berkali-kali ditolak, akhirnya Dino lebih memeilih memendam perasaannya. Dan berencana akan nembak Sari saat mereka lulus nanti.
"Kayak yang berani pacaran aja kamu Nin, sok-sokan mau cari gebetan," celetuk Aulia yang sedari tadi diam saja dan menyimak obrolan sahabatnya.
__ADS_1
"Iya juga ya, tar kalau mamaku marah gimana coba," jawab Ninda lesu sembari menepuk keningnya yang membuat yang lain terkekeh menertawakan tingkah polos gadis itu.
"Ya udah deh kalian ikut aja ya," lanjutnya mengajak ketiga ajudan yang langsung menghentikan tawa mereka begitu mendengar ajakannya.
"Nah gitu dong," jawab Andri senang.
"Kalian gak ikut Ar, dek?" Tanya Vitria pada Arka dan Aulia. Sontak membuat semua melihat ke arah keduanya.
"Enggak,"jawab Arka singkat.
"Emang kenapa?"tanya Dewa penasaran.
"Emannya kalian berdua juga ikut mereka?" bukannya menjawab Arka justru malah balik bertanya pada Dewa dan Vitria.
"Enggak," jawab Dewa dan Vitria bersamaan.
"Emang kenapa?" nah lo Arka malah memakai pertanyaan Dewa untuknya.
"Ehm... kita udah punya acara berdua, eh bentar-bentar, kok kamu pakai pertanyaanku sih?, protes Dewa setelah menyadari telah dipermainkan oleh Arka.
○●●●○
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa dukungan readers tercinta😍 like, komen, rate, vote buat cerita ini yaa😍
IG: rahmahpratiwi85